
š„Hai guys...... pasti banyak banget yang kecewaš maaf baru sempet upš sumpah waktu gak dukung banget, doa in biar aku bisa up dengan lancar ya......ā
3Hari sudah ayah Gunawan meninggalkan dunia in.
Hari ini Elisa kembali masuk sekolah setelah libur 3 hari, begitu juga dengan Alandra, suaminya itu tak ingin sekolah jika istri tercintanya tak sekolah.
padahal Elisa ingin libur sebentar lagi, menemani bundanya, namun apa daya, semakin lama libur, maka semakin lama juga suaminya libur, kalian ingat kan, Alandra adalah ketua OSIS, pasti banyak tugas yg harus ia selesaikan.
di sini lah sekarang Elisa, di depan cermin sambil menatap rambutnya yg ia kuncir kuda.
dan Alandra yang sedang memakai dasi sekolahnya di tepi kasur, "udah?" tanya Alandra setelah siap memakai dasinya.
Elisa berbalik menghadap ala drama yang sudah rapi, ralat, sepertinya ada yang kurang....
"bisa pake dasi gak sih kak?" tanya Elisa setelah melihat dari Alandra yang tak beraturan.
"gak" jawab nya.
Elisa merapikan dasi sekolah sang suami Alandra hanya diam menikmati, ini lah nikmatnya memiliki istri, ada yang perhatian.
"kok biasanya rapi" heran Elisa, tumben aja hari ini gak bisa pake dasi.
"biasanya aku bisa, tapi dari hari ini aku gak mau bisa pake dasi, biar tiap hari kamu aja yg pake in" Jawab Alandra cengengesan, Elisa hanya geleng² kepala heran.
"udah turun yuk" ajak ala drama sambil merangkul mesra Elisa, alnadra tau Elisa masih sedih begitu juga dengan dirinya, tapi jika ia tunjukan kesedihannya maka siapa yang menghibur Elisa, Reyhan juga masih sangat terpukul, lelaki tampan itu menjadi sangat diam dan dingin, tidak berbicara jika tak penting.
terdengar tak lazim, tapi itulah nyatanya, Reyhan tak pernah seperti ini sebelumnya, jika putus cinta ia akan diam beberapa jam, setelah itu kembali seperti biasa, beda sekarang, ia benar² sangat terpukul, hancur, rapuh, penguat jiwanya yang selama ini memberi semangat dan nasehat, justru menjadi alasan nya.
______________________________________________
sekarang Elisa dan Alandra berada di dlm mobil.
"kak.... dari hari ini aku turun duluan aja ya......" mohon Elisa.
"loh kenapa....." tanya Alandra berpaling melihat wajah Elisa.
"di grup kelas pada ngomongin kita......" ucap Elisa sedih, Karna apa, di grup kelas atau sebuah perkumpulan yang diisi anak sekolah Elisa, semua membicarakan Elisa yang dekat dengan Alandra, ada bisa melet, ada yang bilang Elisa menjebak Alandra sampe mau Deket gitu, dan banyak lagi lah.........
"tenang aja kan ada kau, aku bakal bilang kita tunangan, terus kita jujur aja kalo kita di jodohkan" ucap Alandra menenangkan sampai tak konsentrasi lagi jalanan.
"kak itu bener² bawa mobilnya" ucap Elisa mengingatkan.
"eh.... iya" ucap Alandra cengengesan lalu kembali konsen.
__ADS_1
"semuanya bakal baik² aja" ucap Alandra tak berniat melepaskan genggamannya.
______________________________________________
sekarang Alandra dan Elisa sudah berada di parkiran sekolah, Alandra langsung melepaskan sabuk pengamannya, melihat Elisa yang diam tak berkutik, langsung saja Alandra melepaskan sabuk pengaman sang istri.
"kamu percaya kan sama aku?" tanya Alandra dengan senyum nan meneduhkan.
Elisa hanya mengangguk "kalo percaya, ikuti apa yang aku perintah, jangan pikirin apa kata orang, senyumin aja" ucap Alandra lagi, dan masih sama, senyum itu.
ingin Elisa berbicara Alandra langsung menyela "kamu punya dua tangan, gak bisa nutupin semua mulut orang yang ngomongin kamu, tapi dua tangan itu bisa kamu pakai buat nutup telinga kamu" ucap ala drama sok bijak, itu pun terbelit².
Elisa kembali mengangguk langsung saja ia memeluk tubuh kekar Alandra, tanpa perintah Alandra langsung membalas pelukan itu, sesekali mencium puncak kepala sang istri.
"turun oke" ucap Alandra , lagi dan lagi aelisa hanya mengangguk berserakan senyum manis yang bersarang di bibir mungilnya.
Mereka turun bersamaan sebenarnya Alandra ingin membukakan pintu untuk tulang rusuknya itu, tapi apa lah daya, Elisa udah keluar duluan dengan senyum yang tak lepas.
tanpa pikir panjang Alandra langsung menggenggam tangan Elisa, "udah jangan senyum lagi" ucap Alandra.
Elisa mengerutkan keningnya bingung. "kenapa?" aneh gak sih, senyum kan ibadah kenapa gak boleh.
"senyum kamu itu manis sayang..... nanti kalo ada yang naksir gimana, kamu punya aku ya" jawab Alandra posesif.
Sepanjang koridor, banyak mata yang melihat sepasang kekasih, ralat, sepasang pasutri yang tak berhenti tertawa renyah Karna candaan yang dilontarkan si pria.
sesampainya di depan kelas Elisa, Alandra mencium puncak kepala Elisa sekilas lalu pergi menuju kelasnya.
apa sih hubungan mereka.
kok kayak Deket bgt ya?
gila si Elis pake dukun di mana tuh dia.
heh... diam diam menghanyutkan.
itu lah sebagian dari ocehan taman² sekelas Elisa, masih ingat apa yang di katakan sang suami, bukan emosi Elisa hanya tersenyum lalu duduk dengan tenang.
"gimana tuh, makin rame yg pada bahas elu El" ucap Jesi yang memang duduk dersebelahan dengan Elisa.
"biarin aja nanti juga diem lagi" jawab Elisa santai.
"bener El, senyumin aja ya gak sih?" ucap Erin.
__ADS_1
Elisa hanya senyum² saja, belum bisa Selasa dulu, masih murung.
bel berbunyi, pelajaran pun di mulai.
selesai pelajaran...
"Rin! temenin ke WC yuk" ucap Jesi yang sudah selesai merapikan mejanya.
"bentar.... oke Ayuk,"
"El, Lo mau langsung ke kantin atau nunggu gw aja, atau Lo ikut aja, biar barengan nantinya" ucap Jesi yang sudah berdiri, tinggal nunggu Erin.
"duluan aja, kalo mau ke kantin duluan aja, aku di sini aja" jawab Laura dengan senyum khas nya.
"oh yaudah, kita duluan ya, kalo ada apa², atau mau sesuatu tinggal Chet aja" ucap Erin..
Erin dan Jesi ngerti perasaan Elisa sekarang, jadi dia gak maksa Elisa.
"oke, cepet Rin gw kebelet gila!" ucap Jesi lalu menarik paksa tangan Erin.
~di kantin.
Erin dan Jesi sedang menyantap makanan nya, tanpa Elisa, Karna Elisa beneran gak mau, tapi tadi dia Chet minta beliin roti sama minum kalo mereka udah mau ke kelas.
tiba² kakak kelas mereka menghampiri mereka.
"Jes, Rin, kalian beduaan aja? El mana?" tanya kakak kelas mereka, siapa lagi yang nanyain El kalo bukan lakinya Alandra.
"El nya gak mau ikut kak, katanya mau di kelas aja, cuma nitip tadi" jawab Erin, Jesi mah cuma diam mandangin wajah ganteng kakak² kelasnya yang lagi ada di hadapannya, iya Alandra gak sendiri, dia sama temennya Jaka Ja'far.
"nitip apa?" tanya Alandra lagi.
"roti isi sama minuman aja sih tadi dia bilang" lagi ellrin yg ngomong, kalo Jesi mah gagap mendadak kalo deket² cogan.
"minuman apa?" biar gak salah yang land.
"kurang jelas sih" jawab Erin bingung.
emang Elisa gak bilang minuman jenis apa.
"oh yaudah, kalian gak usah beliin biar gw aja, kalo gitu duluan ya" ucap Alandra lalu pergi aja.
"beruntung ya El bisa punya suami kek gitu, ganteng, perhatian lagi" ucap Jesi iri.
__ADS_1
duh udah lama gak update, pendek, absurt lagi, sabar yaaaaaa, dan maaf:)ā