
Tidak terasa pasangan suami istri itu sudah 2 ini mereka menempati tempat tinggal baru mereka.
Karena Zahra belum terlalu sembuh total jadi Reyhan masih belum bisa masuk sekolah. Dan orang tua mereka juga sudah izin kepada pihak sekolah.
Pada hari ini juga, Reyhan di kabari oleh wali kelasnya untuk memberitahukan bahwa ia dan Zahra harus segera melaksanakan ulangan susulan.
Reyhan pun mencoba menghubungi orang tuannya, agar memberitahukan ke wali kelasnya agar beliau saja yang datang kesini saja, karena kondisi Zahra masih belum memungkinkan untuk datang ke sekolah.
Setelah menghubungi orang tuanya, Reyhan kembali lagi ke kamar, untuk memberitahukan ke Zahra, bahwa mereka akan melaksanakan ulangan susulan.
"Sayang bangun, cepatan kamu mandi, nanti akan ada bu Sartika akan kesini untuk melaksanakan ujia susulan" Reyhan membangunkan Zahra, karena setelah shalat tadi Reyhan menyuruh Zahra untuk kembali tidur.
"Ehmm, emangnya jam berapa bu Sartika akan kesini hubby?" tanya Zahra yang telah merubah posisi tidurnya menjadi duduk dan menyenderkan kepalanya di kepala tempat tidur.
"Mungkin jam 07:30 WIB, makanya kamu cepatan mandi" suruh Reyhan.
"Iya aku mandi" sahut Zahra, dan pada saat akan turun, tiba-tiba saja Reyhan menggendong Zahra ala Bridal Style.
"Ehhh, kok kamu gendong aku sih" Zahra kaget pada saat Reyhan menggendongnya, dan refleks tangan nya menggalung di leher putih Reyhan.
"Kan kamu belum sembuh betul, terus juga kata Dokter kan kamu itu harus banyak-banyak istirahat, agar cepat sembuh" jelas Reyhan sambil berjalan ke kamar mandi.
"Kamu tunggu disini dulu, biar aku mau nyiapin air panas dulu di baht up" ucap Reyhan sambil menurunkan Zahra dari gendongannya.
"Gih sana masuk udah aku siapin air panasnya, nanti kalau udah mandinya panggil aku ya, aku mau nyiapin baju kamu dulu" kata Reyhan dan berlalu, untuk pergi ke ruang ganti pakaian.
Sekitar 15 menit kemudian Zahra pun selesai mandi, dia keluar hanya menggunakan handuk kimono.
"Kenapa nggak panggil aku sih, kan udah aku bilang kalu kamu udah selesai mandinya panggil aku, kamu mah ngeyel jadi orang" omel Reyhan.
"Ya hubby aku minta maaf, lagian kan aku itu udah sembuh, kamu liat sendiri kan kalau aku udah bisa jalan sendiri" ucap Zahra.
Reyhan hanya diam saja. Tiba-tiba pada sat di tengah perdebatan pasutri itu, ada suara ketukan pintu.
tok tok tok
__ADS_1
Reyhan pun kemudian membuka pintu kamarnya saat mendengar ketukan pintu, dan Zahra langsung memakai pakaiannya yang sudah di siapi oleh Reyhan di ruang ganti.
"Ada apa Bi?" tanya Reyhan pada asisten rumah tangganya.
"Itu tuan ada tamu, katanya wali kelas tuan dan nona" jawab Bi Ina.
"Oh ya udah Bi, saya dan istri saya sebentar lagi akan turun, Bibi tolong siapin minuman dan makanan ringan buat beliau ya Bi" kata Reyhan.
"Baik tuan kalau begitu saya permisi dulu" ucap Bi Ina. Setelah itu, Bi Ina langsung menyiapkan apa yang di perintahkan oleh sang majikan.
"Yank udah belum, Bu Satrika udah datang nih" panggil Reyhan ke Zahra.
"Iya aku udah selesai ni hubby" jawab Zahra.
"Ya udah kalau begitu lebih baik kita cepat turun, kan nggak enak kalau bu Sartika nunggu kit" ucap Reyhan.
"Tapi kamu nggak akan ngegendong aku kan di depan bu Sartika" ucap Zahra.
"Emangnya kenapa kalau aku ngegendong kamu di depan bu Sartik" tanya Reyhan dengan polosnya.
"Iya aku nggak akan gendong kamu kok" kata Reyhan saat melihat Zahra cemberut.
Mereka berdua pun langsung keluar kamar dan turun kebawah sambil bergandengan tangan. Saat sudah di bawah Mereka langsung menyapa bu Sartika.
"Pagi bu, Ibu apa kabar nih" sapa Zahra.
"Alhamdulillah saya baik-baik saja kok, kamu sendiri gimana udah sehatan?" tanya balik bu Sartika.
"Alhamdulillah bu udah lebih baik" jawab Zahra dengan senyum.
"Maaf ya Zahra, saya mewakili semua guru, waktu itu nggak bisa ngejengguk kamu, soalnya kami semua pada sibuk ngurusin ulangan buat seluruh siswa kelas XII" ucap bu Sartika
"Tidak masalah kok bu" sahut Zahra dengan senyum tulus.
"Ya udah kalau begitu mari kita mulai ulangannya" kata bu Sartika.
__ADS_1
Mereka berdua pun langsung mengisi semua soal jawaban yang ada di lembar jawaban.
Zahra dan Reyhan mereka mengisinya dengan teliti.
Walaupun mereka berdua tidak ada persiapan belajar sama sekali, tapi jangan meragukan otak mereka berdua. Zahra dia selalu mendapat peringkat 3 besar setiap tahunnya begitu pula dengan Reyhan.
Jadi walaupun tidak belajar, mereka berdua pasti akan bisa mengerjakannya dengan benar. Sekitar 45 menit kemudian mereka berdua. selesai mengerjakan 50 soal dengan baik dan benar.
"Nih bu kami berdua sudah selesai mengerjakannya" kata Reyhan, sambil memberikan lembar jawaban miliknya dan. Zahra.
"Oh ya sudah kalau sudah selesai, kalau begitu saya pamit dulu, buat kembali lagi ke sekolah" ucap bu Sartika.
"Makasih ya bu, Ibu sudah mau kesini untuk memberikan saya dan Reyhan soal ujian susulan" kata Zahra.
"Tidak apa-apa Zahra, memang sudah kewajiban saya sebagai guru, ya udah kalau begitu saya pamit dulu" sahut bu Sartika.
"Bu, lebih baik Ibu di antar oleh supir saya aja gimana?" tanya Reyhan, merasa tidak enak hati dengan beliau.
"Tidak usah Rey, nanti saya merepotkan" jawab bu Sartika.
"Tidak apa-apa kok bu, kita berdua nggak merasa di merepotkan oleh Ibu kok?" sahut Reyhan.
"Oh, ya sudah kalau begitu saya terimakasih atas tawarannya" ucap bu Sartika.
"Mari bu saya antar Ibu kedepan" kata Zahra, sambil berjalan dan di ikuti oleh Reyhan dari belakang.
"Mang Asep, antar bu Sartika ke sekolah ya Mang" kata Zahra, saat mereka sudah di luar.
"Baik nona, mari bu" sahut Mang Asep.
"Kalau begitu saya permisi" ucapan permisi yang ke sekian kalinya dari bu Sartika.
Setelah kepergian bu Sartika, Zahra dan Reyhan masuk lagi ke dalam rumah, dan Reyhan langsung membawa Zahra ke dalam kamar mereka untuk beristirahat kembali.
****Bersambung.....
__ADS_1