Pasutri SMA

Pasutri SMA
Gosip


__ADS_3

Hari ini Zahra dan Reyhan sudah lebih dulu sampai di sekolahan. Karena kata Reyhan, ia hari ini ada rapat OSIS pagi ini. Jadi hari ini Reyhan ngajak Zahra pergi lebih pagi dari pada biasanya.


"Yank aku nitip tas ya, aku mau langsung ke ruang OSIS" ucap Reyhan.


"Ia, sini tas kamu, tapi ingat jangan genit, dan kamu juga harus tau kalau kamu itu udah beristri" ucap Zahra, yang selalu mengulang kata-katanya itu, di saat Reyhan akan rapat OSIS, atau latihan bersama anggota band nya.


Karena di anggota band nya terdapat 2 orang perempuan dan 4 laki-laki beserta Reyhan.


Sebelum Zahra pergi ke kelas Reyhan terlebih dahulu mencium kening istrinya.


Begitu pun sebaliknya, Zahra langsung meraih tangan Reyhan dan mencium punggung tangan Reyhan. Setelah itu ia langsung pergi menuju kelas nya.


Saat di kelas, Zahra melihat Dimas yang sedang memakai earphone sambil memejamkan kedua matannya.


"Tumben Dim udah dateng aja" ucap Zahra. Dimas yang masih memakai earphone pun tidak mendengar ucapan Zahra barusan.


Zahra juga lupa kalau Dimas sedang memakai earphone.


Earphone yang masih berada di telinga Dimas pun di tariknya. Dan membuat Dimas membuka matanya, dan akan marah dengan orang yang telah menganggu kesenangannya.


"Ck, jadi orang tu nggak usah ganggu orang bisa nggak si lo Le" ucap Dimas yang masih belum tau kalau itu adalah Zahra.


"Apa lo, mau ngajak gue berantem Hah!!!" ucap Zahra dengan sangarnya.


"Eh, ada nyai" ucap Dimas sambil cengengesan.


"Nyai-nyai, palak lo peyang" ucap Zahra.


"Santai aja kali nggak usah ngegas juga" kata Dimas lagi.


"Kalau nggak ngegas hidup nggak akan jalan keles" ucap Zahra sambil duduk di kursi sebelah Dimas.


Sedikit info nih, sebenarnya Dimas dan Zahra sebenarnya itu udah temanan loh, termaksud dengan Leo, Attala, Dava, Reyhan, Kyara, dan Reny. Walaupun Reyhan terkadang juga masih suka cemburuan yang nggak jelas gitu lah.

__ADS_1


"Btw, laki lo mana?" tanya Dimas.


"Biasa orang sibuk" kata Zahra.


"Gaya lo orang sibuk" ucap Reyhan.


"Emang sibuk beneran, orang dia hari ini ada rapat OSIS" kata Zahra.


"Iya iya, laki lo itu emang orang sibuk, saking sibuk nya pulang aja udah tengah malam" ucap Dimas.


"Enak aja lo ngomong, laki gue itu nggak pernah kali pulang malam" ucap Zahra sambil menekankan kata-katanya.


"Masa???" ucap Dimas.


"Udah ah, males gue kalau harus terus-terusan ngeladenin lo" ucap Zahra.


"Oh iya Ra, tadi pagi kan gue liat berita di TV loh Ra" ucap Dimas.


"Emang lo nggak tau kalau sekarang itu lagi marak-maraknya 'PELAKOR', masa lo nggak tau sih" tanya Dimas sambil menatap Zahra heran, karena dia tidak tau soal berita pelakor yang lagi naik daun ( Semoga nggak jatuh tuh yang lagi naik di atas daun )


Zahra hanya menggeleng-gelengkan kepalnnya.


"Pelakor itu emangnya apa?" tanya Zahra dengan polosnya atau udah kelewat oon nya.


Dimas yang mendengar pertanyaan Zahra hanya menepuk judatnya, karena dia tidak menyangka kalau Zahra itu nggak tau soal pelakor, entah itu emang dia nya yang nggak tau, atau dianya yang oon.


"Dengerin gue baik-baik 'PELAKOR' Itu 'Perempuan Perebut Laki Orang' lo paham sampai sini maksud gue" ucap Dimas yang sudah merasa jengkel dengan ke polosan Zahra.


"Ohh, permpuan perebut laki orang" ucap Zahra dengan santai nya. Dan beberapa detik kemudian dia tersadar atas ucapan ya barusan.


"APA PEREMPUAN PEREBUT LAKI ORANG" ucap Zahra dengan teriak, sehingga membuat gendang telinga Dimas hampir pecah.


"Santai aja kali nggak usah teriak-teriak juga" kata Dimas sambil menutup telinganya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Sorry, kelepasan" ucap Zahra dengan mengaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Berarti gue harus jaga laki gue dengan benar biar nggak di ganggu sama Mbak Mbak Pelakor dong" ucap Zahra.


"Hemm" Dimas hanya berdehem.


"Tapi ya Dim, gimana kalau entar laki gue kepincut sama pelakor gimana dong Dim?" tanya Zahra.


"Ya, biarin aja lah, lagian kan masih ada gue ini, buat gantin Reyhan, tenang aja jangan khawatir" ucap Dimas dengan candaannya.


"Gue sama lo ogah, lebih baik gue menjanda dari pada harus jadi istri tua atau jadi bini lo" ucap Zahra dengan gambangnya.


"Beneran lo mau jadi janda?" tanya Dimas.


"Ya kagak lah yang bener aja masa umur gue yang masih terbilang muda udah jadi janda aja" ucap Zahra sambil menoyor kepala Dimas.


"Biasa aja kali nggak usah noyor-noyor juga, ini kepala juga udah di fitrain kali" ucap Dimas.


Zahra yang mendengar hanya cengengesan. Tiba-tiba saat mereka lagi ketawa datang lah 5 orang dari arah pintu kelas dan mengagetkan Zahra dan Dimas yang sedang ngegosip.


"Woy, lo berdua masih pagi aja udah ngegosip, emangnya ngegosip apaan sih, pagi-pagi gini?" ucap Kyara yang ikut nimbrung ngegosip.


"Biasa berita yang lagi viral soal pelakor" ucap Dimas sambil menatap Kyara.


"Oh soal pelakor" ucap Kyara dengan santai nya.


"Lo Ra, lo harus jaga tuh laki lo biar nggak di gondol sama pelakor, kalau ada pelakor yang ngedeketin laki lo, lo harus lawan tuh Mbak Mbak pelakor" ucap Kyara.


"Iya tenang aja" ucap Zahra.


Tidak berapa menit kemudian bel masuk berbunyi, dan semua guru masuk kelas masing-masing untuk mengajar para siswa dan memberikan ilmu yang di milikinya.


****Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2