Pasutri SMA

Pasutri SMA
Rumah Baru


__ADS_3

Tidak terasa sudah seminggu ini Zahra dirawat di rumah sakit, karena masa pemulihan Zahra sehabis dari komanya selama 3 minggu.


tok tok tok tok


"Masuk" ucap seseorang yang berada di dalam ruangan itu.


"Ehh, Mama, Papa, Ayah, Bunda, sama Bang Reza" sapa orang itu yang ternyata Reyhan.


"Tumben kesini" ujar Reyhan.


"Iya kita semua kesini, kita ini pada mau jemput Zahra, emangnya nggak boleh" timbal Reza yang kini sudah duduk di sofa.


"Boleh-boleh aja sih Bang, tapikan kalian nggak usah repot-repot buat jemput Zahra" ucap Reyhan yang merasa tak enak hati.


"Nggak ngerepotin kok" jawab Leni.


"Betul apa kata Bunda kamu, nggak ngerepotin, lagian kita sendiri kan yang mau jemput Zahra, bukan permintaan kamu" jelas Sandra ke menantunya itu.


"Barang-barang nya udah pada siap semua?" tanya Bayu ke Zahra dan Reyhan.


"Udah Yah" jawab sepasang suami istri itu.


"Ya udah sekarang kita langsung pulang aja, oh iya Rey, kamu mau pulang kemana?" tanya Bayu untuk memastikan ke Reyhan.


"Gimana kalau aku sama Zahra pulang ke rumah kita berdua aja Yah, lagian kan rumah itu udah lama aku siapin buat istri aku" timbal Reyhan.


Zahra merasa heran dengan ucapan Reyhan, dia jadi penasaran dengan ucapan Reyhan barusan.


"Hubby, emangnya kita nggak pulang ke apartemen?" Zahra memberanikan dirinya untuk bertanya ke Reyhan, karena rasa penasanya tidak dapat di bendung lagi olehnya.


"Iya kita nggak pulang ke apartemen lagi, tapi kita pulang ke rumah kita yang udah lama aku siapin buat istriku nanti, dan sekarang kamu lah istriku, jadi mulai hari ini kita tinggal di rumah kita nggak di apartemen lagi" kata Reyhan.


"Baiklah, kalau itu udah jadi keputusan terbaik yang kamu ambil" ucap Zahra.


"Baiklah sekarang kita langsung pulang ke rumah kamu aja Rey" imbuh Bayu.


Sebelum keluar dari ruangan itu, Reyhan membantu Zahra untuk duduk di kursi roda yang akan di bawa oleh Reyhan kerumahnya.


Sebenarnya menurut Zahra, Reyhan itu terlalu berlebihan kepanya, padahal Zahra sudah merasa lebih baik kan dari sebelumnya.


Tapi mau bagaimana lagi Zahra haya menurut, karena perkataan Reyhan tidak mau di bantah sedikit pun.


Kini kedua keluarga dari keluarga Sebastian dan Anggara punkeluar dari ruangan itu untuk menuju parkiran rumah sakit.

__ADS_1


Saat mereka keluar dari ruangan itu dan berjalan menelusuri setiap lorong rumah sakit, banyak sepasang mata yang melihat kagum dengan kedua keluarga itu.


Karena bagi mereka jarang sekali kedua keluarga itu pergi ke rumah sakit atau pun mall secara lengkap seperti ini.


Sekarang mereka semua sudah pada di parkiran semua, Reyhan, Reza, dan sedang mengambil mobil mereka masing-masing.


Dan tidak lupa pula Reyhan memanggil supir pribadi Ayanhnya dan mertuanya. Setelah itu Reyhan langsung membawa mobil dimana Zahra bersama kedua orang tua Reyhan dan Zahra, dengan di ikuti mobil milik Ayahnya dan mertuanya, sedangkan Reza dia telah pergi ter lebih dahulu, karena ada urusan sedikit di Gank Mafia Rajawali.


Zahra ikut mobil sang suami, dan orang tua mereka menaiki mobil masing-masing.


"Sini aku pasangin self belt" kata Reyhan. Zahra melempar senyum ke arah Reyhan.


"Kamu mau mampir dulu, kemana gitu?" tanya Reyhan ke Zahra.


"Boleh nggak kalau kita mampir ke toko roti dulu, aku lagi pengen makan roti rasa cokelat, stroberi, dan greentea" jawab Zahra, sambil meneloh ke arah Reyhan.


"Baiklah nanti kita mampir ke toko roti" sahut Reyhan, sambil menggenggam tangan Zahra dengan tangan kirinya, yang tidak memegang kendali mobil.


Setelah itu, Reyhan meminta tolong Zahra untuk menelfon kedua orang tua mereka, untuk langsung aja pergi ke rumah mereka dulu, karena mereka akan mampir terlebih dahulu ke toko roti untuk membilikan Zahra roti kesukaannya.


Sesudah menghubungi kedua orang tua mereka, Reyhan langsung berhenti saat melihat ada toko roti yang baru saja buka.


" Kamu tunggu aku disini aja ya, aku nggak akan lama kok, tenang aja" kata Reyhan, saat ia akan turun dari mobil dan akan membelikan Zahra roti.


"Nih, roti pesanan kamu" ujar Reyhan sambil menyodorkan roti yang berada di tangannya ke arah Zahra.


"Makasih hubby" ucapan trimakasih dari Zahra, dan kemudian Zahra memeluk Reyhan sangking senangnya ia mendapatkan roti dari suami tercintanya.


Reyhan kemudian melanjutkan perjalan mereka menuju rumah baru mereka berdua.


Setelah 35 menit perjalanan menuju rumah baru, mereka pun sampai juga. Saat ini mobil yang di kendarai Reyhan sudah berada di perkarangan rumah yang sangat indah dan megah, bak istana kerajaan.


Zahra hanya melongo melihat rumah yang berada di depannya, apakah itu rumah mereka atau mereka salah masuk perkarangab rumah.


Zahra berasa mimpi, dia masih tidak percaya dengan yang di lihat olehnya sekarang, sehingga dia memberanikan diri untuk bertanya ke Reyhan.


"Hubby beneran ini rumah baru kita, kamu nggak salahkan rumah kan?" ucap Zahra untuk memastikan saja.


"Iya ini beneran rumah kita berdua" sahut Reyhan.


"Kamu yang beli rumah ini?" tanya Zahra lagi. Reyhan hanya mengangguk.


"Emangnya kamu punya duit, bukannya setau aku kamu cuman punya showroom mobil aja ya, masa kamu bisa kebeli sih rumah semewah ini" kata Zahra dengan hati-hati.

__ADS_1


"Aish, kamu itu ya jangan dulu meremehkan suami tampan kamu ini, gini-gini aku itu punya saham 10% di perusahaan Ayah loh" sahut Reyhan.


"Masa sih, kenapa aku nggak tau kalau kamu punya saham di perusahaan Ayah, terus kenapa kamu nggak kasih tau aku?" kata Zahra dengan bibir yang sudah maju beberapa centi.


"Orang kamunya nggak nanya" sahut Reyhan dengan entengnya.


"Ya udah kalau begitu sekarang kita masuk" kata Reyhan, dan mengambilkan kursi roda sebelum Zahra keluar dari mobil.


"Hubby nggak usah pakai kursi roda kan juga nggak papa, aku juga kan udah bisa jalan dan udah sembuh" protes Zahra ke Reyhan.


"Tapikan kata Dokter kamu itu masih perlu banyak-banyak istirahat" sahut Reyhan sambil memindahkan Zahra ke kursi roda.


"Terserah kamu" kata Zahra yang sudah mulai kesal atas sikap posessif Reyhan, setelah ia kecelakaan.


Reyhan tidak sama sekali mengubris perkataan Zahra. Reyhan pun mendorong kursi roda untuk memasuki rumah baru mereka berdua.


Saat mereka sudah berada di ruang tengah, mereka di sambut oleh para asisten rumah tangga. Dan kedua orang tua mereka berdua juga sudah pada duduk di sofa ruang tengah.


"Pa, Ma, Yah Bun, aku mau ngajak Zahra keliling rumah dulu ya" ujar Zahra. Mereka semua yang di panggil Reyhan hanya mengangguk.


"Gimana bagus nggak rumahnya?" tanya Reyhan.


"Bagus banget hubby aku suka, hubby aku mau ke taman dulu baru kita liat kamar kita, gimana" kata Zahra.


Sekarang ini mereka sudah berada di tanam. Tamannya sungguh sangat indah, di taman itu juga terdapat beberapa bunga yang cantik nan indah.


Di taman itu juga ada ayunan, perosotan, jungkat jungkit, dan komedi putar.


"Hubby kok ada permainan anak-anak sih di taman ini?" tanya Zahra yang merasa heran.


"Aku sengaja buat ini untuk anak kita nanti" sahut Reyhan. Zahra hanya berOria saja.


"Sekarang kita ke kamar utama yuk" ajak Reyhan. Reyhan kembali mendorong kursi roda yang di duduki Zahra.


Saat sudah berada di kamar utama, betapa terkejutnya Zahra saat melihat betapa indahnya kamar yang akan mereka tempati.


"Gimana honey?" tanya Reyhan.


"Sangat indah" sahut Zahra singak, padat, dan jelas. Setelah berkeliling-keliling rumah Reyhan dan Zahra kembali bergabung bersama orang tua mereka yang berada di ruang tengah


****Bersambung....


Mari berkunjung ke cerita yang aku buat "Kakak Kelas Ku Senior BUCIN " maaf kalau masih banyak typonya di cerita ini****

__ADS_1


__ADS_2