
Setelah Elisa sadar Alandra langsung lah membawa nya untuk pulang ke rumah mereka, awalnya Elisa menolak, dan mengatakan untuk ia istirahat di UKS dan Alandra melanjutkan pelajarannya, namun, Alandra dengan jurus jitunya berhasil memaksa Elisa untuk pulang bersamanya.
jurus jitu?.
ya Alandra dengan setatus nya sebagai suami, berhasil memaksa Elisa, mau tidak mau Elisa sebagai istri harus menuruti perintah sang suami.
Dan sekarang mereka sudah berada ada di rumah.
"nih kan aku baik² aja" ucap Elisa yang sedang duduk di ruang keluarga yang merangkap menjadi ruang tamu.
"iya tapi aku tetap khawatir" jawab Alandra mengalihkan pandangannya yang awalnya menatap layar hp beralih ke wajah Elisa yang mulai normal.
"Hem" jawab Elisa singkat dan beralih mengambil hp nya, yang berada di dalam tas.
sebenarnya mereka udah pulang dari tadi tapi belum ada yang berniat untuk mengganti baju.
**grup kelas kuh:v
Udin**.
"Napa nih cecan kelas gak masuk".
Agus.
"au nih mana Elis, keluar lah~ keluar lah~ keluar lah~".
Itu lah sebagian dari isi chet di grup kelas Elisa, memang benar ini sudah jam nya istirahat, sungguh Elisa sangat ingin sekolah tapi apa boleh buat sang suami tak memperbolehkan nya, ya sudah lah.
"kamu gak lapar?" tanya Alandra yang baru saja meletakkan hp nya.
"laper, kamu mau makan apa? biar aku masakin" jawab Elisa yang juga menyimpan hp nya.
"emmmm nasi goreng" jawabnya sambil mikir mikir.
"yaudah aku ganti baju dulu" ucap Elisa sambil berdiri, sebelum itu iya membereskan tasnya dan tas alandra untuk juga di bawanya ke kamar mereka.
"oke" jawab Alandra dan ikut berdiri lalu...
CUP.
di cium Alandra kening sang istri lalu kembali duduk.
Di sisi lain Elisa masih mematung dengan wajah bak tomat yang sudah siap panen.
"ulu... ulu... muka nya merah" goda Alandra yang melihat wajah Elisa memerah karena malu.
"ih apaan sih" ucap Elisa berlalu ke kamar mereka.
"makin kesini makin cinta aja" ucap Alandra dalam hati, melihat punggung Elisa yang menjauh.
Setelah selesai ganti baju Elisa berlalu menuju dapur untuk menyiapkan makan untuk dia dan sang suami.
sesekali Elisa berteriak untuk menyuruh Alandra berbesih badan Karna ia tak suka melihat Alandra yang berbaring² di kursi depan tv dengan pakaian sekolah lengkap.
__ADS_1
10 menit.
15 menit.
20menit.
25 menit.
dan selesai.
"siap sudah" ucap Elisa berlalu berjalan menuju ruang keluarga untuk menyuruh Alandra berganti pakaian, Karna ia tau walau di suruh beribu kali pun Alan tidak akan mendengarkan nya kecuali di paksa.
"yah dia tidur" ucap Elisa pelan setelah melihat sang suami tidur di sofa Karna lelah menonton tv.
"jadi gak tega bangunin, tapi kali gak di bangunin nasi goreng nya jadi dingin gak enak juga" ucap Elisa berbicara pada diri sendiri.
"bangunin deh" putusnya.
"kak bangun yuk, makanannya udah siap itu" ucap Elisa sambil mengelus² pipi Alandra.
Tak mendapatkan hirauan kembali Elisa melakukannya sampai Alandra mulai membuka matanya.
"cium" ucap Alandra dengan suara khas orang bangun tidur.
"apa sih udah ayo ganti baju terus makan" ucap Elisa berusaha menutupi wajah memerah nya.
"gak mau kalo gak cium" ucap Alandra manja.
CUP.
"bibir"
DEG.
BI...bibir?
Elisa memasang wajah bingung, deg² an, malu, duh campur aduk dah.
CUP.
Tanpa permisi, tanpa basa basi Alandra langsung menangkap wajah Elisa dan langsung menyatukan bibir mereka.
Elisa yang bingung hanya bisa pasrah Karna kini Alandra yang memegang kendali.
ini adalah yang pertama untuk Elisa, tentu ia merasa gugup tapi perasaan gugup nya sedikit berkurang saat ia ingat yang menciumnya adalah lelaki yang sudah berstatus sebagai suaminya.
yang awalnya hanya sebuah ciuman biasa, dan sekarang beralih menjadi ciuman nan panas.
yang awalnya Elisa hanya diam kini Elisa juga mulai menikmatinya, elisa mulai meletakkan tangannya di belakang kepala Alandra, dengan sedikit arahan dari Alandra Elisa dan Alandra sudah duduk di sofa dengan keadaan Elisa yang berada di atas Alandra, dan Alandra yang sedang berbaring.
sedikit di dorongnya dada alandra agar melepaskan ciuman panas pertama mereka.
"kah... Muh... mau.... aku mati" ucap Elisa ngos² an sambil menatap Alandra.
__ADS_1
"maaf ke kelepasan" ucap Alandra yang masih setia memeluk Elisa, bukan merasa bersalah, Alandra malah merasa sangat bangga, Karna menurutnya ia yang pertama menyentuh bibir Elisa yang ia rasa sangat lah manis.
Elisa hanya mengangguk dengan senyum simpulnya.
"lanjut?" tanya Alandra sekaligus pinta.
"nanti makan dulu" ucap Elisa beralih dari atas badan Alandra dan berdiri lalu berjalan menuju dapur, sungguh saat ini wajahnya begitu merah, karna dari itu ia langsung berjalan ke arah dapur.
Alandra yang melihat wajah merona Alisa, merasa sangat senang, sungguh ketika Elisa blushing Alandra sangat menyukainya, menurutnya Elisa sangat menggemaskan ketika pipinya merona.
Setelah itu ia pergi ke kamar dengan perasaan gembira, sedikit khawatir bagaimana jika setelah kejadian tadi Elisa jadi canggung lalu menjauh dari Alandra.
Sudah lah...
selesai Alandra berbesih badan ia berjalan menuju dapur, di sana sudah ada Elisa yang sedang duduk sambil memainkan hp nya, saking Elisa konsen dengan hp nya bahkan ketika Alandra mendekat pun ia tak sadar.
Dan glep.
Alandra memeluk dari belakang, sekaligus melihat apa yang di mainkan oleh Elisa.
"Seru banget sampe aku jalan ke sini aja kamu gak ngeh" ucap Alandra sambil meletakkan dagunya di pundak elisa.
"Oh udah selesai, gak liat apa², makan dulu keburu dingin." ucap elisa berusaha santai, padahalmah udah deg² an abis.
"okey" jawab Alandra lalu berjalan ke kursi di depan Elisa.
mereka memakan tanpa ada pembicaraan karena Alandra sendiri tidak menyukai makan sambil berbicara. dengan begitu juga dengan Elisa.
selesai Sudah mereka makan, selesai makan Elisa mencuci piring di wastafel dan alandra berlalu ruang keluarga.
sekarang Alendra dan Anisa sedang duduk menonton acara TV kesukaan mereka.
"kak kita salat dulu yuk." ajak Elisa.
"nanti" ucap Alandra singkat.
"ih gak ada nanti, sekarang!" jawab alesha tak terima, Bagaimana bisa sang suami itu menunda-nunda kewajiban sebagai seorang muslim.
"masih ada waktu kan" alundra memohon.
"his suami kok kayak gitu, katanya mau bimbing aku, terus nanti kalau udah punya anak gimana cara bimbing nya, sekarang aja sholat Masih dipaksa" omel Elisa.
"anak??" setelah mendengar omelan sang istri.
"ah...enggak itu" jawaban essay terbata-bata jawab.
"oke kita sholat, tapi malam ini kita buat anak" ucap Elandra lalu berjalan menuju kamar sambil menarik tangan Elisa, dengan perasaan bahagia.
setelah mendengar perkataan alandra dan alandra menarik tangannya, ia tidak bisa berkata apa² lagi.
**maaf ya baru sempat up, lagi banyak urusan sekolah, nanti aku usahain lebih sering oke.
Jangan bosan nunggu oke...
__ADS_1
I LOVE U.
LIKE, KOMEN DAN BAY**........