Pasutri SMA

Pasutri SMA
Nginep di Rumah Papa dan Mama (2)


__ADS_3

Kira-kira di rasa sudah rambut Reyhab sudah kering Zahra langsung menyuruhnya memakai bajau, karena dia tadi hanya menggunakan boxer saja, dan telanjang dada.


"Hubby rambut kamu udah kering nih, sana pakai baju kamu dulu baru kita keluar" ucap Zahra sambil berdiri dan menyisir rambutnya sebelum keluar kamar.


"Yuk yank kita keluar" ajak Reyhan sambil memeluk Zahra dari belakang.


"Hayuk, tapi lepas dulu napa pelukannya" ucap Zahra. Reyhan langsung melepas pelukannya walaupun tidak rela.


Mereka langsung keluar kamar dan menuruni undukan anak tangga.


Saat sudah di bawah Zahra langsung ke dapur sedangkan Reyhan ke ruang keluar duduk bersama kakak iparnya.


"Hubby aku ke dapur dulu ya, mau bantuin Mama di dapur, kamu ke rung keluarga aja, di sana juga ada Bang Reza kan" ucap Zahra.


"Ya udah sana bantuin Mama, aku mau nemuin Bang Reza dulu" ucap Reyhan.


Zahra pun pergi ke dapur menemui sang Mama yang sedang masak, walaupun di rumah itu sudah ada 2 pembantu tapi Sandra masih harus masak, karena sang suami nggak mau makan kalau bukan Sandra sendiri yang masak.


"Mah ada yang bisa aku bantu?" tanya Zahra, yang sudah berada di samping Mamanya.


"Sini sayang, kamu goreng ayam, udah itu cuci beras, dan tata piring di atas meja" ucap sang Mama memberikan instruksi.


Zahra pun melakukan apa yang di katakan Mamanya.


Sekitar 45 menit kemudian semuanya sudah selesai, Zahra dan Mamanya sekarang sedang menata makanan di atas meja.


Setelah itu ia pergi ke ruang keluarga untuk menemui suami dan kakaknya.


"Udah lama Papa pulangnya" tanya Zahra saat melihat Papanya sudah bergabung duduk bersama anak laki-laki nya dan menantunya.


"Enggak kok, ini juga baru duduk, Oh iya, tumben kamu pulang" tanya sang Papa saat anak perempuannya sudah duduk di samping Papanya sambil memeluk Papanya.


"Biasa Pa, anak manjanya Papa dan Mama kangen sama kalian" ucap Reza mendahului perkataan Zahra.

__ADS_1


"Aish, apaan sih Bang, nggak Abang, nggak Reyhan sama aja?" ucap Zahra sambil cemberut.


"Yaelah gitu aja ngambek, kaya anak kecil lo Dek" ucap Reza sambil menoyorkan kepala sang Adik.


"Pa, liat Abang nih, masa kepala aku di toyor-toyor" ucap Zahra dengan manjanya. Zahra merupakan anak kesayangan Papanya.


Papanya yang melihat Adik dan Kakak itu hanya bisa geleng-geleng kepala.


Sebenarnya ini lah yang paling dirindukan oleh Papanya Zahra, setelah Zahra menikah. Yang biasanya suka ada suara cekcok antara Reza dan Zahra sekarang tidak ada lagi, setelah Zahra tinggal di apartemen bersama suaminya.


Tidak lama kemudian Sandra datang dan ikut duduk di tengah keluarganya.


"Apaan sih kamu Dek, udah tau kamu udah punya suami tapi masih aja peluk-peluk suami Mama" ucap Mamanya saat melihat anaknya memeluk sang Papa.


"Ihhh, Mama cemburuan, aku kan kangen sama Papa, Ma" ucap Zahra.


"Ya udah kalau begitu kita tukeran aja, biar Mama yang peluk Reyhan kamu peluk Papa kamu bagaimana" ucap Mamanya sambil menaik turunkan alisnya.


"Nggak mau, lebih baik aku peluk Reyhan aja deh" ucap Zahra yang melepas pelukannya dari Papanya, dan langsung memeluk Reyhan dengan erat.


"Udah deh, lo pasti sirikkan sama gue, karena lo itu jomblo akut, makanya iri sama gue" ucap Zahra. Reza yang mendengarnya hanya mendengus kesal.


Setelah itu semua orang yang berada di sana langsung pergi ke kamarnya masing-masing.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kamar Zahra


Setelah sampai di kamarnya Reyhan ngajakin Zahra untuk shalat, tapi Zahra sedang tidak bisa shalat.


"Yank kita shalat maghrib dulu yuk" ajak Reyhan, yang sedang di pinggir kasur dan melihat Zahra yang sedang menutup hordeng kamar.


"Aku lagi nggak bisa shalat dulu hubby" ucap Zahra, sambil ikut duduk di samping Reyhan.

__ADS_1


"Kenapa emangnya" tanya Reyhan dengan polosnya.


"Bisa lagi ada tamu bulanan" kata Zahra. Reyhan yang mendengar tamu bulanan tambah di buatnya pusing.


"Tamunya laki-laki apa perempuan" tanya Reyhan lagi.


Zahra yang mendengar ucapan Reyhan langsung tertawa terpingkal-pingkal.


"Kok kamu ketawa sih yang, apa ada yang lucu sama perkataan aku barusan" ucap Reyhan saat mendengar Istrinya tertawa, tidak ada sebab.


"Yank, kenapa sih sama kamu" Zahra yang mendengar engekkan Reyhan pun langsung berhenti tertawa.


"Tamu yang aku maksud itu aku lagi PMS hubby, bukanya akan ada tamu mau main ke rumah" ucap Zahra, dan langsung tertawa lagi.


Reyhan pun langsung mengaruk tengkuknya yang tidak merasa gatal dan salah tingkah.


"Aku kira siapa tamu kamu hehehe!!!" ucap Reyhan sambil tertawa.


"Makanya jadi suami itu jangan terlalu posessif hubby" ucap Zahra sambil mencubit pinggang Reyhan.


"Udah sana kamu cepatan shalat dulu baru kita makan bersama" suruh Zahra.


"Iya sayang ku" ucap Reyhan dan.


CUP


Reyhan mencium pipi Zahra dan langsung pergi ke kamar mandi untuk ngambil wudhu.


Zahra yang mendapat ciuman itu hanya bisa geleng-geleng kepala atas sikap suaminya itu.


Setelah Reyhan shalat, Zahra langsung mengajak Reyhan ke ruang makan. Saat mereka sampai mereka sudah di tunggu oleh Mama, Papa, dan Abangnya Zahra.


Saat sudah sampai di meja makan Zahra mengambilkan Reyhan nasi beserta lauk pauknya. Setelah itu barulah ia mengambil nasi dan lauk untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Mereka pun langsung memulai makan bersama tanpa suara sedikit pun, dan hanya ada suara sendok dan piring saling beradu.


****Bersambung....


__ADS_2