
Kebetulan hari ini Zahra dan Reyhan beserta teman-temannya pulang sekolah cepat, jadi Zahra, Reyhan, Reny, Kyara, Attala, Leo, Dava, dan Dimas mereka pergi ke super mall untuk mencari perlengkapan yang di butuhkan oleh oleh mereka.
Setelah mendapatkan semua yang di butuhkan mereka langsung pergi ke restoran italia yang ada di mall. Saat mereka semua sampai mereka langsung memesan makanan.
Tidak lama mereka memesan makanan, makanan yang di pesan pun sampai. Mereka langsung makan, dan seperti biasanya akan ada drama dulu anatar Zahr dan Reyhan.
Kerena Reyhan dia merengek minta makan sepiring berdua dengan Zahra, walaupun sudah di tolak Zahra, tapi Reyhan kekeh minta di suapin.
"Yank suapin aku" kata Reyhan.
"Enggak ah, malu tau di liatin banyak orang" ucap Zahra.
"Ayo lah, biasanya juga kamu suka nyuapin aku" pinta Reyhan lagi.
"Enggak mau, emangnya kamu nggak malu apa udah gede masih di suapin" ucap Zahra.
"Ya udah deh kalau kamu nggak mau nyuapin aku" ucap Reyhan dengan lirih, tapi masih dapat di dengar oleh Zahra, Zahra yang melihat perubahan wajah Reyhan pun mengalah, jadi dia mau nyuapin Reyhan di depan banyak orang.
"Ya udah sini aku suapin" ucap Zahra sambil menyodorkan sendok ke arah mulut Reyhan.
"Nggak usah deh, aku makan sendiri aja" ucap Reyhan dengan dinginnya.
Reyhan jadi acung dengan Zahra. Reyhan, dia lebih banyak main handphone dari pada memakan makanan yang ada di meja. Zarha yang melihat Reyhan yang sedari tadi tidak menyentuh makanan yang ada di depan, jadi merasa bersalah.
"Rey sini aku suapin, buka mulut kamu" ucap Zahra sambil menyodorkan sendok ke arah mulut Reyhan. Reyhan, dia tidak juga menghiraukan perkataan Zahra sama sekali.
"Hubby marah sama aku" ucap Zahra. Semua orang yang ada di meja itu, sedari tadi hanya menatap sepasang suami istri dengan malas nya.
Dan saat Zahra memanggil Reyhan dengan sebutan 'Hubby', mereka semua langsung tercengang dengan sebutan itu, dan beberapa detik kemudian mereka langsung tertawa dengan sebutan hubby ke untuk Reyhan.
"Diam lo pada" kata Zahra sambil melotot ke arah teman-temannya.
"Woles, lagian lucu aja gitu denger lo manggil Reyhan dengan sebutan hubby" kata Kyara.
"Sejak kapan lo jadi bucin kaya gini" ucap Leo.
Zahra malah mengacuhkan perkataan teman-temannya, dia masih fokus ke Reyhan yang sedang ngambek.
"Ayo lah hubby, sini aku suapin" kata Zahra lagi. Tapi masih tidak dapat respon dari Reyhan.
Zahra yang tidak dapat respon dari Reyhan pun mengalah, dan berhenti memaksa Reyhan. Dan dia mulai diam dan tidak ikut bercerita sama sekali.
__ADS_1
Setelah selesai makan mereka semua keluar dari restoran itu, tapi tidak dengan Zahra dia masih tetap di tempatnya. Zahra dia tidak sadar kalau dia di tinggal teman-temannya, teaman-temannya juga tidak tau kalau Zahra tidak ikut keluar dari restoran tersebut, termaksud dengan Reyhan.
Sesaat lamunan Zahra buyar akibat suara seorang pelayan yang memberitahu nya, bahwa ia sudah di tinggal teman-temannya.
"Permisi Mbak, teman-teman Mbak udah pada pergi semua tuh Mbak" ucap seorang pelayan laki-laki.
"Oh iya, makasih ya" ucap Zahra dengan ke terkejutannya. Kemudian dia keluar dari restoran itu menuju luar dan saat di lihatnya semua teman-temannya, sudah tidak ada.
Zahra berfikir mungkin mereka semua sudah pulang termaksud Reyhan. Dia juga berfikir mungkin Reyhan meninggalkannya sendiri, jadi dia pulang harus naik taxi.
Zahra pun keluar dari mall tersebut, dan langsung memesan taxi online.
Beberapa menit kemudian taxi yang di pesan Zahra datang juga.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di Lain Tempat
"Rey kemana Zahra?" tanya Reny yang mulai menyadari kalau Zahra tidak ikut dengan mereka.
"Oh, iya benar tuh, keman sih Zahra?" ucap Kyara.
"Jangan-janagn Zahra ketinggalan di resto tadi" ucap Leo.
"Lebih baik kita ke restoran tadi lagi" ucap Reny yang mulai cemas, begitu pun dengan Reyhan. Dia merasa bersalah karena tadi sudah mendiamkan Zahra, karena Zahra tidak mau menyuapinya.
Mereka semua pun kembali lagi ke restoran itu, tapi yang di cari tidak ada. Kemudian Reyhan bertanya kepada serang pelayan.
"Permisi Mas, apa Masnya liat serang perempuan memakai seragam sekolah anak SMA disini" tanya Reyhan.
"Oh kalian teman-temannya kan, tadi dia udah keluar dari sini, sekitar 5 menit yang lalu" ucap Pelayan itu.
"Oh, terima kasih" ucap Reyhan, kemudian melangkah pergi dari situ dengan terburu-buru.
Saat sudah di parkiran Reyhan menghubungi nomor handphone Zahra, tapi tidak di jawab oleh Zahra. Sehingga menambah kecemasan Reyhan.
Kemudian Reyhan langsung melajukan mobilnya menuju apartemennya dengan kecepatan rata-rata dan dengan kecemasan yang melanda hati dan pikirannya.
Reyhan juga merutuki dirinya sendiri, yang merasa sikapnya seperti anak kecil. Dia juga tidak akan memaafkan dirinya sendiri kalau terjadi apa-apa dengan Zahra.
Beberapa menit kemudian Reyhan sampai di apartemennya, dan Reyhan langsung pergi menuju lift, dan terus menekat-nekan tombol untuk membuka pintu lift itu.
__ADS_1
Saat pintu lift tersebut terbuka Reyhan langsung masuk dan menekan tombol nomor apartemennya berada.
TING...
Pintu lift pun terbuka dan dia langsung pergi ke arah pintu apartemennya, dan langsung menekan tombol pinnya.
Saat membuka pintu, Reyhan langsung pergi menuju kamar mereka, tapi Reyhan tidak mendapati Zahra di sana, Reyhan kemudian berjalan ke arah kamar mandi dan langsung membuka pintu kamar mandi untuk mencari Reyhan di sana.
Tapi dia juga tidak mendapati Zahra di sana.
Reyhan pun keluar untuk mencari Zahra di dapur. Saat Reyhan sampai di dapur ia melihat Zahra sedang masak.
Reyhan dia langsung berlari ke arah Zahra dan langsung memeluk Zahra dari belangkang sambil meminta maaf dan menangis.
"Maafin aku yank" ucap Reyhan sambil menangis. Zahra yang merasa di peluk oleh seseorang dari belakang pun terkejut, apa lagi saat dia mendengar orang itu minta maaf dan Zahra sangat kenal dengan suara itu, dan langsung berbalik ke arah orang tersebut.
Yang ternyata orang itu adalah Reyhan.
"Hey kenapa nangis" tanya Zahra ke Reyhan.
"Maafin sikap aku yang udah ke kanak-kanakkan ini" ucap Reyhan sambil memeluk Zahra.
"Nggak papa kok" ucap Zahra, sambil membalas pelukan Zahra.
Kemudian Reyhan melonggarkan pelukannya, dan menyudahi pelukan itu.
"Udah ah, jangan nangis, kalau kamu nangis kamu itu jelek tau nggak tampan lagi" ucap Zahra sambil mengusap sudut mata Reyhan yang basah akibat tangisan Reyhan.
"Maafin aku" ucap Reyhan lagi.
"Nggak ini bukan salah kamu atau salah aku kok, aku juga bisa memaklumi kamu, udah kamu nggak usah merasa bersalah lagi" ucap Zahra, dan langsung mencium pipi Reyhan.
CUP
"Lebih baik, kamu bersih-bersih dulu gih, kamu bau tau" ucap Zahra sambil menutup hidungnya seolah-olah Reyhan memang beneran bau, padahal tidak.
"Walupun bau begini tapi kamu cintakan" kata Reyhan sambil menggoda Zahra.
"Iya aku sangat mencintai kamu, cepetan mandi sana" kata Zahra sambil mendorong Reyhan.
"Iya aku mandi" kata Reyhan, dan sebelum pergi dia mencium pipi Zahra dan langsung lari pergi menuju kamar untuk bersih-bersih badannya.
__ADS_1
Zahra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja atas sikap Reyhan yang mencium pipinya secara tiba-tiba, dan setalah mencium langsung berlari ke kamar. Zahra pun melanjutkan masaknya lagi yang tertunda gara-gara Reyhan yang memeluknya sambil menangis dan meminta maaf.
****Bersambung....