
Tepat pukul 13:45 WIB, kedua orang tua Reyhan dan Zahra serta Reza Abangnya Zahra, tiba di bandara I Gusti Ngurah Rai. Sesampainya di bandara, kedua orang mereka langsung pergi ke rumah sakit ******.
Sekitar 35 menit, Sandra, Reynal, Reza, Bayu, dan Leni langsung pergi menuju rumah sakit dimana Zahra dirawat.
"Rey, bagaimana keadaan mantu Bunda" tanya Leni dengan cemas. Reyhan yang melihat Bundanya langsung lari dan memeluk Bundanya.
"Bun Zahra Bun, ini semua salah aku, karena aku tidak bisa menjaga Zahra dengan baik, aku udah jadi suami yang nggak berguna" isak Reyhan.
"Ya udah, lebih baik kamu jelasin sama kita semua apa yang sudah terjadi sama Zahra" kata Leni. Kemudian Reyhan pun menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi.
Setelah selesai menjelaskan semuanya, Sandra langsung menanyakan keadaan sang anak.
"Rey, bagaimana keadaan Zahra?" tanya Sandra.
"Zahra tadi sebenarnya butuh donoran darah golongan A-, ternyata stok di bank darah habis, dan sangat kebetulan Dimas golongan darahnya sama kaya Zahra, jadi sekarang Zahra dalam ke adaan koma" jawab Reyhan dengan lirih.
"DimasDimas Wijaya ?" tanya Reza, dan hanya di jawab anggukan oleh Reyhan.
"Berarti Dimas mata pacar Zahra waktu SMP, emang dia udah tau kalau kalian udah nikah?" tanya Reza lagi, dan jawabnya masih sama seperti tadi.
"Kalau kalian mau liat Zahra silahkan tapi hanya bisa 3 orang" kata Reyhan.
"Ya udah kalau begitu yang masuk biar Bunda, Mama, dan Papa aja" kata Reza.
Setelah Leni, Sandra, dan Reynal masuk, Reyhan, Bayu, dan Reza menunggu di luar.
"Yah, Rey!!!" panggil Reza.
"Iya Rey"
"Iya Bang" jawab Bayu dan Reyhan bersamaan.
"Kira-kira siapa ya yang udah berani mencelakai Zahra" tanya Reza.
"Gimana kalau kita lacak aja Yah, Rey" kata Reza lagi.
"Bagaimana caranya?" tanya Bayu dan Reyhan secaranya.
"Tapi Ayah sama Reyhan harus Rahasiain ini dari Mama dan Papa aku ya" kata Reza.
__ADS_1
"Iya kamu tenang aja kalau soal itu" sahut Bayu.
"Gini Yah, Rey, sebenarnya aku itu ketua Genk Mafia Rajawali" kata Reza secara lirih tapi masih dapat di dengar oleh Reyhan dan Bayu.
"Serius kamu Za, nggak bohong kan sama Ayah" tanya Bayu untuk memastikan lagi.
"Seriusan lo Bang, lo ketua Genk Mafia Rajawali, yang terkenal di dunia, lo nggak lagi bercanda kan Bang?" kata Reyhan.
"Iya aku serius Yah, Rey" sahut Reza.
"Udah berapa lama kamu jadi ketua Genk Mafia Rajawali?" tanya Bayu.
"Udah 10 tahun, kalau nggak salah waktu itu umur aku 18 tahun mendirikan Genk itu" jawab Reza.
"Jadi selama ini Mama, Papa, dan Adik kamu nggak ada yang tau sama sekali?" tanya Bayu lagi. Dan hanya di balas anggukan oleh Reza.
"Ya udah kalau begitu Ayah setuju dengan usulan kamu" kata Bayu.
"Gue juga setuju Bang" kata Reyhan.
"Ya udah kalau begitu aku mau nelfon tangan kanan aku dulu Yah" ucap Reyhan. Bayu pun mengangguk sebagai jawabnya.
tut tut tut tut
Suara sambungan nada handphone milik Reza. Beberapa detik kemudian telfonnya di angkat oleh orang yang berada di sebrang sana.
"Halo Leon, gue mau lo cari orang yang udah nyelakain adek gue, secepatnya"
"Apa Zahra kecelakaan bagaiman keadaanya Za, kenapa lo nggak ngasih tau gue dari tadi"
"Sorry, tapi gue mau lo cepatan temuin orang yang udah buat adek gue kecelakaan sampai koma"
"Lo tenang aja, gue juga nggak akn biarin tu orang hidup tenang, karena Zahra udah gue anggap adek gue sendiri, jadi lo nggak usah khawatir"
"Ehmm"
Sesudah menelfon Leon sambungan telfon pun di putuskan secara sepihak. Reza pun kembali lagi ke ruang ICU.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
1 Minggu Kemudian
Sudah seminggu Zahra koma, dan belum ada tanda-tanda ia akan bangun dan selesai melewati masa kritisnya. Dan setiap hari juga Reyhan selalu berada di dekat Zahra.
Reyhan tidak mau meninggalkan Zahra di rumah sakit, walupun kadang di suruh pulang oleh orang tuanya dan mertuanya.
Reyhan sekarang sedang duduk di kursi samping Zahra, dan Reyhan selalu menggenggam tangan istrinya itu, berharap istrinya bangun.
"Hai istri cantik ku, emangnya kamu nggak capek ya tidur terus, emangnya kapan kamu mau bangun dari tidur kamu ini, aku kangen loh sama kamu"
"Sayang bangun dong, aku kangen sama senyum kamu, aku kangen di saat kita berantem karena hal sepele, aku kangen sama suara teriakan kamu, aku kangen sama kecerian kamu" kata Reyhan sambil mencium tangan mungil Zahra.
"Sayang aku mohon kamu bangun, emangnya nanti setelah kita lulus kamu nggak mau punya anak?, terus kamu juga nggak mau di panggil Bunda sama anak kita nanti" kata Reyhan lagi dengan lirih.
"Emangnya kamu nggak mau jadi ibu dari anak-anak aku, emangnya kamu nggak mau hidup sama aku sampai maut memisahkan kita"
"Maafin aku sayang, aku emang suami paling bodoh di dunia ini, aku udah nggak becus jagain istri aku sendiri"
"Sayang aku nggak mau kamu ninggalin aku sekarang, aku mau kita hidup bersama, dan aku mau kita meninggal secara bersamaan"
"Aku nggak sanggup kalau kamu ninggalin aku duluan, aku nggak sanggup sayang, kalau saja aku bisa minta sama Allah Swt. lebih baik aku aja yang pergi dulu dari dunia ini"
"Dan kalau bisa penyakit kamu ini pindah ke aku aja, aku nggak sanggup liat kamu terbaring lemah di sini, dan menderita, lebih baik aku aja yang menderita, aku rela menderita demi kamu"
"Sayang ayo dong bangun udah seminggu loh kamu nggak bangun, entar kalau kita udah lulus, terus kita punya anak, anak kita sudah dewasa dan akan menikah, pasti kita akan segera menimang cucu, emangnya kamu nggak mau itu semua?"
"Emangnya kamu ikhlas kalau aku nanti nikah lagi sama orang yang akan di jodohin sama aku lagi"
"Kamu tau nggak kalau aku itu menderita, hati ku sakit saat melihat kamu yang tak berdaya, yang hanya bisa terbaling lemah dan menutup mata mu terus, kalau kamu berani ninggalin aku, aku akan menyusul kamu di surga nya Allah Swt., kita akan bisa hidup abadi di sana"
"Sayang aku mohon kamu jangan lama-lam tidurnya ya, karena aku selalu menunggu kamu, aku sayang kamu Love You"
Setelah mengucapkan itu Reyhan pun menciyum kuning Zahra dengan lamanya, karena ia sudah sangat merindukan istri tercintanya itu.
Dan tak terasa sedari tadi sebuah buliran bening keluar dari pelupuk mata Reyhan. karena sudah tidak bisa menahan air matanya itu.
****Bersambung.....
Hai semuanya datang dong ke cerita baru aku yang berjudul "Kakak Kelas Ku Senior BUCIN ".
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak typonya****