
Hari ini adalah hari ke-2 mereka di bali. Mereka juga hari ini akan berburu kuliner khas Bali. Dan besok hari terakhir mereka di Bali, Jadi hari ini mereka akan jalan-jalan dan berburu kuliner khas Bali sepuasnya.
Mereka semua sekarang sedang berada di restoran hotel untuk sarapan pagi ini.
"La, kita besok emangnya pulang jam berapa nih?" tanya Dava, setelah mereka selesai makan.
"Kita besok pulang jam 15:45 WIB" sahut Attala.
"Ohh, berarti kita besok paginya masih bisa keliling-keliling dulu dong" ucap Zahra
"Ehmm" Attala menjawab dengan deheman dan anggukan kepala saja.
"Ok, berarti hari ini khusus untuk berburu kuliner khas Bali, dan besok untuk berburu sovenir di pasar Seni Martanadi, gimana" usul Leo.
"Gue setuju" jawab Zahra dan di ikuti anggukan oleh Reny, Dimas, Reyhan, Dava, Attala, dan Reny.
"Berarti kita langsung berangkat aja gimana?" tanya Leo lagi.
"Ok" jawab mereka semua. Akhirnya mereka semua langsung bergi dari restoran hotel tersebut.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Disisi Lain
Ada seorang perempuan yang merasa kesal atas kejadian kemarin, yang telah di permalukan.
Dan dia pun menelpon seseorang di sebrang sana.
tut tut tut tut
suara sambungan telfon dari handphone perempuan tersebut.
"Halo, saya punya kerjaan buat kamu"
"......."
"Saya mau kamu celakain perempuan yang bernama Zahra"
"......."
"Ok, nanti fotonya saya kirim"
"......."
__ADS_1
"Sip"
perempuan itu pun langsung mamatikan sambungan telfonnya.
"Liat aja nanti Reyhan, kamu pasti nyesel udah mutusin aku, karena kamu telah bermain-main dengan Siska Pratama Kusuma" ucapa perempuan tersebut yang ternyata Siska dan tersenyum devil.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Zahra, Reyhan, Dava, Reny, Kyara, Leo, Dimas, dan Attala, sedang berada di luar restoran.
"Hubby, kalian semua langsung nyembrang aja dulu, aku mau balik lagi ke dalam handphone aku kaya nya tinggal di atas meja deh" kata Zahra.
"Ohh, ya udah kalau begitu kita tunggu kamu disana aja ya" sahut Reyhan. Sebelum pergi Reyhan mencium kening Zahra dengan lamanya.
Mereka bertujuh pun langsung menyeberangi jalan dan Zahra masuk ke dalam restoran tadi, untuk mengambil handphone nya.
'Kenapa perasaan ku tidak enak ya, semoga saja tidak akan terjadi apa apa, dan kenapa juga aku tadi mencium Zahra secara tiba-tiba, dan mungkin ini cuman prasaan ku saja' gumam Reyhan dalam hatu
"Huh!!!, untung handphone ku masih ada" kata Zahra, karena handphone miliknya masih ada di atas meja yang mereka duduki tadi.
Setelah mengambil handphone miliknya ith, Zahra langsung keluar dari restoran.
Saat Zahra sedang menyebrang jalan, ada mobil melaju dengan cepat ke arah Zahra dari sebelah kiri. Dan pada saat itu juga Reyhan melihat mobil itu melaju ke arah Zahra.
"Zahra awas ada mobil dari arah kiri kamu" teriak Reyhan dari arah sebrang. Zahra pun menengok ke arah yang kirinya.
"Aaaaaa" teriak Zahra.
*BRUK
"ZAHRA*!!!!" teriak Reyhan saat melihat Zahra sudah tertabrak mobil. Reyhan pun langsung berlari ke arah Zahra.
Saat Reyhab sudah berada di dekat Zahra Reyhan pun mangku kepala Zahra.
"Sayang, bangun sayang" kata Reyhan sambil memeluk Zahra.
"Va, cepat telfon ambulance" teriak Reyhan ke arah Dava. Kemudian Dava pun langsung menelfon ambulance.
Beberapa menit kemudian mobil ambulace yang ditefon dava tadi datang.
Zahra pun langsung di bawa ke mobil ambulance.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Rumah Sakit
Sekitar 45 menit kemudian mereka sampai juga di rumah sakit terbesar di Bali.
Saat mereka sampai Zahra, langsung di bawa ke ruang ICU.
Reyhan hanya menunggu di depan ruangan ICU. Reyhan juga sudah menelfon kedua orang tua mereka.
Sudah sekitar 1 jam Reyhan menunggu di depan ruang ICU, tapi Dokter belum juga keluar.
"Lo harus sabar Rey" kata Dava mencoba menenangkan temannya itu.
"Iya Rey, lo harus tenang Zahra itu anak yang kuat, dia pasti tidak akan kenapa-napa" ucap Dimas sambil menepuk pundak Reyhan.
Tidak lama kemudian Dokter pun keluar dari ruang ICU, dan Reyhan langsung nyamperin sang Dokter.
"Dok, bagai mana keadaan istri saya Dok?" tanya Reyhan.
"Istri anda sekarang ke kurang kan banyak darah, dan istri anda butuh darah bergolongan A-, dan persedian golongan darah itu tidak ada di bank darah" penjelasan Dokter pria itu.
Dimas yang mendengar kata Dokter itu pun, langsung berdiri ke arah dan berjalan ke arah Dokter.
"Dok, golongan darah saya A-" kata Dimas.
"Baiklah kalau begitu mari ikut saya biar di priksa dulu" kata suster yang mendampingi Dokter itu.
"Makasih ya Dim" ucap Reyhan.
"Santai aja" jawab Dimas sambil tersenyum
"Oh iya Dok, apa saya boleh masuk?" tanya Reyhan.
"Boleh, tapi hanya 1 orang saja" jawab Dokter.
"Makasih Dok" kata Reyhan, dan hanya di balas dengan anggukan kepala saja oleh sang Dokter.
Saat Reyhan masuk ke ruang ICU, betapa sakit hati Reyhan saat melihat sang istri terbaring lemah di atas brankar.
"Sayang maafin aku ya, karena aku nggak bisa jagain kamu dengan baik" kata Reyhan sambil menggenggam tangan Zahra.
"Maaf sekali lagi aku nggak becus jadi suami kamu, maaf sayang" ucap Reyhan.
Setelah itu, Reyhan keluar dari ruang ICU dan duduk di kursi depan ruangan, sambil menunggu orang tua mereka sampai.
__ADS_1
****Bersambung......
Hai, mampir yuk ke cerita baru aku berjudul 'Kakak Kelas Ku Senior BUCIN' Dan jangan lupa Like, Tambahkan ke favorit, dan vote cerita aku. Maaf kalau masih banyak typo****