
Disaat sedang enak-enaknya tidur, Reyhan dan Zahra terbangun oleh teriakan Leo dan Dimas dari luar.
"Woy, kalian berdua kalau mau mesum jangan di rumah sakit napa, emangnya nggak bisa apa nanti aja, kalau udah pulang ke apartemen" kata Leo dengan sedikit berteriak.
"Iya ni lo berdua, emangnya lo berdua nggak kasian apa sama kita yang jomblo-jomblo ini" sahut Dimas dari arah belakang Leo.
"Ck, apa-apaan sih lo berdua, berisik tau, ganggu orang lagi tidur aja, lo berdu tu irikan sama gue, karena kalau gue tidur, ada yang bisa di peluk, nggak kaya kalian berdua tidur meluk bentak guling aja" kata Reyhan dengan jengkelnya oleh kelakuan Dimas dan Leo
Dimas dan Leo hanya memutar bola mata jengah nya, saat mendengar perkata Reyhan barusan.
"Lagian lo berdua, udah bikin orang-orang jomblo yang ada di sini jadi iri" kata Leo.
"Sorry gue nggak ya" seru seseorang dari arah belakang Dimas.
Mereka semua yang ada disana sontak menoleh ke asal suara. Dan ternyata orang tersebut adalah Attala Pratama.
"Iya, nggak sama gue, gue itu udah nggak jomblo lagi ya, kaya lo pada" ucap Attala dengan tersenyum.
"Hah!!!" sontak mereka semua terkejut atas pengakuan Attala.
"Beneran lo udah nggk jomblo lagi?" tanya Dimas dan Leo bersamaan. Attala hanya mengangguk.
"Sama siapa lo jadian?" kali ini bukan pertanyaan dari Prince Kepo ( Dimas dan Leo ). Tapi ini bertanyaaan dari Dava.
"Gue itu udah jadian sama...." sebelum menyelesaikan perkataannya Attala sudah lebih dahulu mendekat ke arah Kyara dan langsung mengalungkan lengan kekarnya ke leher Kyara.
"Betul lo pacaran sama Kyara?" tanya Reny dan Zahra. Kyara yang di tatap Reny dan Zahra merasa terintimidasi, seolah-oleh meminta penjelasan.
"Iya, kita udah jadian waktu kita di Bali, gue di tembak nya waktu kita pergi ke Pura Tanah Lot, pada saat itu juga Attala nembak gue, dan gue langsung menerima cintanya, karena gue juga nggak bisa bohong kalau gue itu juga cinta dan sayang sama Attala" kata Kyara dengan tersenyum malu-malu.
"Ohh" seru mereka semua, setelah mendengar penjelasan Kyara.
__ADS_1
"Oh iya Ren, gue mau ngomong serius ni sama lo" ucap Dimas secara tiba-tiba.
"Ngomong apa?" tanya Reny.
"Ok, gue ngomong di sini aja ya, lo semua yang ada di sini jadi saksinya " kata Dimas sambil menunjuk ke arah mereka semua.
"Reny Wulandari, will you be my girlfriend" kata Dimas, sambil berlutut dan membuka sebuah kotak berwarna merah dengan bentuk hati dan dengarkan ke Reny.
Semua orang langsung terkejut dengan perkataan Dimas, yang menyatakan perasaan nya ke Reny secara tiba-tiba dan mereka semua tau kalau Dimas itu tidak pernah dekat denga Reny, bahkan menegur atau pun menyapa saja jarang sekali.
Tapi ini secara tiba-tiba saja langsung menyatakan perasaannya di depan mereka semua yang ada di dalam ruangan Zahra itu.
Begitu pun dengan Reny yang mendengar perkataan dan perbuatan Dimas tadi sontak saja terkejut. Ia berasa mimpi.
"Maaf kalau gue nembak lo kurang romantis, karena nembak nya di rumah sakit, dan kalau lo mau nerima cinta gue, lo ambil cincin ini dan langsung lo pakai, tapi kalai lo nolak gue lo tutup kotak cincin ini, dan langsung lo buang ke kotak sampah itu" kata Dimas, sambil menatap mata indah Reny.
Reny hanya mematung dengan sikap Dimas yang secara tiba-tiba. Sebenarnya Dimas sudah menyiapkan untuk nembak Reny dengan romantis nya.
"Serius ini, lo nggak salah nemabak gue, setau gue bukanya lo masih cinta ya sama Zahra, dan lo kan juga belum bisa move on kan dari hubungan lo masa Zahra dulu, dan mulai sejak kapan lo cinta sama gue" kata Reny seperti seorang guru yang mengintrogasi siswa yang nakal.
"Lo dengerin gue baik-baik" Reny hanya diam dan memasang telinganya untuk mendengarkan penjelasan dari Dimas.
"Gue itu udah lama move on dari Zahra, setelah gue tau kalau Zahra itu udah nikah dengan Reyhan mulai dari situlah gue belajar move on dari Zahra, dan menerima keadaan yang sebenarnya, kalau Zahra itu udah milik orang lain dan bukan milik gue lagi, gue juga nggak tau mulai sejak kapan gue suka sama lo, tapi yang harus lo tau gue itu udah merasa nyaman saat di dekat lo, dan waktu itu gue juga pernah liat lo di jemput seorang laki-laki dengan menggunakan mobil berwarna kuning, entah mengapa pada saat itu juga gue mulai takut kehilangan orang yang gue sayang untuk yang kedua kalinya" jelas Dimas panjang lebar untuk meyakinkan Reny.
"Gimana jawaban lo?" tanya Dimas.
Reny mulai mengarkan tangannya ke arah kotak yang di pegang Dimas. Dimas yang merasa gelisah dan deg-dengan menunggu jawaban Reny.
Reny pun menuntup dang mengambil kotak yang berada di tangan Dimas, kemudian dia berbalik dan berjalan ke arah tempat sampah. Pada saat iti juga perasaan Dimas hancur dan terasa sakit, saat ditolak mentah-mentah oleh seseorang yang ia cintai.
Semua orang yang berada disitu hanya melongo melihat Reny yang berjalan ke arah tempat sampah, dan membuat kotak itu ke dalam kotak itu.
__ADS_1
Setelah Reny dari kotak sampah dan sudah membuang kotak berwana merah dan berbentuk hati itu. Dan kini dia telah bergabung lagi dengan teman-teman ya yang ada di situ.
"Jadi jawabannya lo nolak gue" kata Dimas sambil tertenduk.
"Kata siapa?" tanya Reny sambil tersenyum.
"Loh terus kenapa lo buang kotak itu ketempat sampah, bukannya berarti lo itu udah nolak gue kan" sahut Dimas yang sudah mengangkat kepalanya dan menatap Reny dengan heran.
"Makanya jadi orang itu liat-liat dulu, coba deh lo liat di jari gue ini ada apa?" kata Reny sambil menunjukan jari tengahnya sudah ada sebuah cincin permata yang begitu indah.
"Jadi lo, eh maksud aku, kamu itu nerima aku jadi pacar kamu?" tanya Dimas untuk memastikan yang ia lihat. Reny hanya tersenyum dan mengangguk.
Dimas begitu merasa senang karena tidak sia-sia usahanya. Kemudian Dimas langsung memeluk tubuh Reny, dan mencium kedua pipi Reny saking bahagianya ia.
"Ehmm, kayanya ada dobel traktiran nih" ucap Leo, di tengah-tengah kebahagian Attala dan Dimas.
"Kalau soal itu mah gampang" sahut Attala dan Dimas berbarengan.
"Ya, tinggal kita berdua aja ni Le yang jomblo" ucap Dava dengan wajah sendunya.
"Betul, kapan ya kita punya pacar sama kaya mereka bertiga?" Leo pun membenarkan ucapan Dava.
"Woy lo pada disini tuh mau menjenguk bini gue atau nyatain persaan kalian masing-masing sih?" tanya Reyhan kesal saat melihat mereka semua dari tadi.
"Heheheh, iya iya, kita kesini mau menjenguk Princess Zahra dan Pengeran Reyhan" kata mereka semua.
Akhirnya mereka semua ngobrol panjang lebar, dan terkadang tertawa bersama atas perbuatan Dimas dan Leo yang tidak punya malu sedikit pun.
****Bersambung......
datang dong ke cerita baru aku " Kakak Kelas Ku Senior BUCIN " maaf juga kalau masih banyak typonya****
__ADS_1