
Setelah acara resepsi kecil² selesai, beberapa kerabat pun berpulangan, begitu juga mamah Tias, papah Ahmad, dan Lia juga pulang ke kediaman Wisnu family, tapi tidak untuk Alandra berhubungan sekarang dia sudah punya istri jadi untuk malam ini dia akan tidur di rumah sang mertua.
"aem.. Bun kita naik duluan ya" ucap Alandra yang sedari tadi duduk di rumah keluarga, Karna baru saja mempulangkan Wisnu family.
"eh iya sana, kalian beres² terus tidur bunda juga mau tidur." jawab bunda.
"yaudah duluan Bun" ucap Alandra sopan diikuti Elisa alias istrinya di belakang
sesampainya di kamar.
"Lo duluan aja, gw mau beresin baju dulu" ucap Alandra berjalan menuju tempat kopernya bet ada.
"oh okeh"jawab Elisa lalu berjalan menuju kamar mandi tapi sebelum itu dia mengambil baju tidur nya terlebih dahulu.
15 menit kemudian.
"eh main tidur aja, mandi juga belum"beri Elisa setelah keluar kamar mandi dan melihat Alandra yang tengkerap an di kasurnya.
"kak bangun udah itu kamar mandinya udah bisa di pake" ucap Elisa sambil menggerakkan ² kan badan Alandra, Alandra yang merasa terganggu semakin menenggelamkan wajahnya di tumpukan bantal.
"ihs kak cepat lah biar aku beresin dulu kasur nya ini" ucap Elisa tak putus asa.
"iihh..... iya iya" jawab Alandra lalu berjalan menuju kamar mandi letoy. melihat Alandra alias suaminya itu berjalan seperti itu Elisa hanya terkekeh, jujur sekarang dia masih tidak menyangka ia sudah memiliki suami dan sekarang dia memiliki tugas yaitu sebagai istri yang taat akan suaminya.
Okeh berhubungan Elisa lagi beresin kasurnya yang penuh dengan kelopak mawar, Yap kamar itu udah jadi kamar pengantin. Selagi nunggu selesai ada yg mau aku beri tau.
Jadi H- 1 bunda Laila itu ngomong sama Elisa tentang tugas seorang istri, dan bunda Laila juga bilang kalo Elisa harus sabar menerima kelakuan yg agak ke kanak² an Alandra Karna itu juga kewajiban istri kalo soal masak Elisa udah jago, begitu juga berberes rumah.
__ADS_1
Sebenarnya Alandra udah dapet hadiah pernikahan dari papah dan ayah yaitu sebuah rumah yang cukup luas tapi Alandra memutuskan untuk tinggal di situ besok atau lusa kalo langsung nanti bisa² dia akan koma bertahun² Karna kelelahan
[ author ; eddah lebai bgt dah land lu ]. {Alandra ; diem lu jomblo*}.
[ author ; peran lu gw matiin secara mengenaskan baru tau rasa*.].
Ih apansih gaje.
oke lanjut.
Dan sekarang Elisa sudah selesai membereskan tempat tidurnya dilanjutkan nya memberikan perawatan pada wajah putihnya, setelah selesai Elisa beralih membaringkan dirinya di tempat tidur, ketika ingin berjelajah ke jalur mimpi tiba² suara pintu kamar mandi terbuka melihatkan seorang pemuda tampan dengan telanjang dada menghampiri Elisa.
"apa sih pake baju gih" ucap Elisa sambil menutup bahannya dengan kedua tangannya.
"ih apa sih El, santai nanti loh bakalan liat tiap hari" kabar Alandra sangat santai.
Alandra memakai bajunya, dan tiba tiba pundaknya di genggam seseorang yang mengatakan untuk duduk di ujung kasur. siapa lagi orangnya kalo bukan Elisa.
"gw gak suka rambut basah, ngetes di mana², terus baju yg loh Peke juga ikut basah terus masuk angin"ucap Elisa panjang × lebar. dan Almera hanya berlaku deheman aja.
"udah"ucap Elisa merasa rambut Alandra sudah mulai mengering.
"emmm…El gw mau ngomong" ucap Alandra beralih menatap.
"ya ngomong aja" ucap Elisa berusaha santai menyembunyikan kegugupan nya karena mendapatkan tatapan Alandra.
"gw mau Lo berusaha nerima pernikahan ini, Karna gw gak mau nikah dua kali" ucap Alandra serius "Karna gw gak mau main² dalam sebuah hubungan dan ini pernikahan bersumpah di hadapan tuhan El" lanjutnya amat sangat serius.
__ADS_1
"gw juga maunya gitu...... gw gak mau ada perceraian karena gw gak mau lihat ayah sedih" ucap Elisa menunduk.
"bukan gitu maksud gw, gw mau Lo jalani hubungan ini dari hati jangan terpaksa, walau gw tau itu susah tapi gw percaya dgn berjalannya waktu, rasa bakalan datang" ucap Alandra tak beralih menatap Elisa. dan Elisa hanya mengangguk dalam tundukan nya.
"tatap gw kalo gw ajak ngomong" lanjut Alandra yang melihat Elisa masih menunduk, bukan apa² Elisa tuh malu di tatap kek gitu sama Alandra.
Dan sekarang mata mereka bertemu.
"kak bimbing gw" ucap Elisa. di anggukin oleh Alandra mantap.
"jadi sekarang Lo bertema gw jadi suami loh kan, dan loh istri gw, jadi harus nurut" ucap Alandra sambil menaikan alisnya. Elisa mengangguk.
"oke kalo gitu dari sekarang gak ada loh gw hanya ada aku kamu, mau di rumah atau pun di sekolah" ucapnya santai ~alandra.
Elisa menularkan matanya 'aku kamu? dan sekolah bukankah mereka sepakat ketika di sekolah mereka seperti tak kenal'.
"tap...." ucap Elisa dipotong Alandra.
"perintah suami ini" ucap nya kembali menaikkan satu alisnya, mau apa lagi Elisa hanya bisa mengangguk.
"udah oyo tidur biar biar aku matiin lampunya" ucap Alandra berjalan Mamuju ketikkan lampu dekat pintu. Elisa mengangguk dan beralih membaringkan tubuhnya ke kasur tak lupa menyisakan setengah tempat tidur untuk Alandra, jangan bingung kok Elisa langsung mau tidur berudua gak ada drama ² Aan, ini Karna Elisa sudah disuruh bunda untuk tidak menidurkan Alandra di sofa, karena sang bunda tau Elisa akan menyuruh untuk Alandra tidur di sofa kata bundanya 'kalo Alan minta jatah kalo kamu belum siap bilang Secra baik ² baik pasti akan ngerti dan nunggu kamu sampai siap' ujar bunda guys.
Sekarang Alandra mulai merebahkan tubuhnya yang pegal dan tiba tiba.
"eh"
"aku paling suka kalo pas tidur ada yang di peluk apa pun itu, biasanya boneka, gulung, atau bantal, berhubungan udah punya istri sah jadi biarin aku peluk kamu, kalo gak aku bakalan minta dan lakuin yang lebih dari ini."ucap anta panjang lebar sambil memeluk tubuh Elisa, Elisa yang di peluk hanya diam dan menikmati pekan itu, dan mereka terus tidur dalam keadaan berpelukan.
__ADS_1
'pertama kali gw dipeluk cowok selain Abang sama ayah, sambil tidur pula' ucapnya dalam hati, author, Tuhan, Elisa dan kalian yang tau.
Dan setelah itu Elisa terlelap nyenyak dalam tidurnya...