Pasutri SMA

Pasutri SMA
Zahra Sadar


__ADS_3

Setelah dapat telfon dari sang Bunda Reza dan Reyhan pun langsung pergi ke rumah sakit, saat mendengar kondisi Zahra yang semakin memburuk.


Sesampainya di rumah sakit, Reyhan maupun Reza langsung pergi menuju ruangan dimana Zahra di rawat.


Saat Reyhan dan Reza sampai di ruangan Zahra, Reyhan langsung bertanya akan kondisi Zahra sekarang.


"Bun, bagaimana ke adaan Zahra sekarang?" tanya Reyhan dengan cemas.


"Alhamdulillah keadaan Zahra sudah lebih baik, soalnya tadi detak jantung Zahra sempai berhenti sebentar, dan untungnya Dokter langsung menanganinya dengan cepat, sehingga sekarang kondisi Zahra sudah lebih baikan" jawab sang Bunda.


Reyhan dan Reza yang mendengar ucapan sang Bunda pun merasa lega dari sebelumnya.


"Bun, Yah, Ma, Pa, Bang, aku masuk dulu ya, mau melihat kondisi Zahra dulu" kata Reyhan.


"Ya, kamu masuk aja" jawab Sandra ke menantunya.


Reyhan sekarang sudah duduk di kursi samping brankar Zahra, dan langsung memegang tangan istrinya.


"Hai manis, kamu tadi emangnya kenapa?" tanya Reyhan dengan wajah sendunya.


"Kamu tau nggak, aku tadi hampir aja ketakutan kehilangan kamu, saat Bunda tadi nelfon aku dan memberitahu aku soal kondisi kamu yang tiba-tiba saja detak jantung kamu berhenti"


"Sayang kapan kamu bangun, emangnya kamu nggak bosen apa ada di tempat ini terus?"


"Kalau kamu bangun aku janji deh aku bakalan nurutin semua kemauan kamu, aku janji"


"Nanti juga kalau kamu udah bangun kita akan pergi ke Prancis, aku tau kamu itu pengen banget kan pergi ke Prancis, buat liat menara Eiffel bersama pasangan seumur hidup kamu sampai maut memisahkan kita kan, makanya kamu harus cepat-cepat bangun ya" setelah mengucapkan itu, Reyhan merasa lelah dan tidur sambil duduk.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Keesokan Harinya

__ADS_1


Tepat pukul 08:45 WIB, Zahra sadar dari komanya yang selama 3 minggu lamanya. Saat Zahra bangun ia melihat sosok yang sangat amat ia cintai, siapa lagi kalau bukan Reyhan.


Kemudian Zahra mengelus pelan rambut Reyhan. Dan disisi lain Reyhan merasakan ada sebuah tangan yang sedang mengelus rambutnya.


Betapa terkejutnya Reyhan saat melihat orang yang selama ini ia rindukan dari senyumnya, cerewetnya, cerianya, dan kemajaannya.


"Sayang, kamu udah bangun?" tanya Reyhan yang sudah langsung duduk dengan benar di kursi. Zahra hanya membalas dengan senyumannya, yang dapat membuat orang terhipnotis akan kecantikannya.


"Beneran ini aku lagi nggak mimpi kan" ucap Reyhan lagi, sambil menepuk-nepuk pipinya dengan tangannya, agar ia dapat memastikan kalau ini bukan sedang dalam dunia mimpi.


"Hey, hubby jangan di pukul-pukul pipinya, ia aku udah sadar, kamu lagi nggak mimpi kok" kata Zahra dengan suara pelan nya, yang masih dapat di dengar oleh Reyhan.


Saat mendengar ucapan Zahra, Reyhan pun langsung menekan tombol yang berada di sebelah brankar milik Zahra.


Beberapa menit kemudian datang lah sang Dokter yang khusus untuk merawat Zahra, kemudian Dokter itu memeriksa Kondisi Zahra.


"Bagaimana Dok, kondisi istri saya?" tanya Reyhan dengan senyum miliknya itu.


"Sukurlah, makasih Dok" kata Reyhan sambil tersemum ke arah Zahra.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu, masih ada urusan" pamit sang Dokter.


"Ohh baiklah, kalau begitu mari saya antar ke depan" kata Reyhan.


Sesudah mengantarkan Dokter, Reyhan kembali lagi ke dalam untuk menemui sang istri yang sudah ia rindukan selama 3 minggu belakangan ini.


"Sayang kenapa kamu baru bangun sekarang, kanapa nggak dari kemarin-kemarin, aku itu kangen tau sama kamu" Zahra hanya bisa senyum saat melihat suaminya yang antusias melihat ia sadar dari komanya.


"Yank, aku mau minta maaf, karena aku kamu bisa kaya gini, aku itu memang suami yang nggak berguna buat kamu, aku emang suami yang nggak becus buat jaga kamu" kata Reyhan sambil menunduk.


"Nggak ini bukan salah kamu, tapi emang udah takdir aja mungkin" jawab Zahra sambil memegang tangan Reyhan.

__ADS_1


"Hubby, kamu udah kasih tau Ayah, Bunda, Mama, Papa, dan Bang Reza belum kalau aku itu udah sadar?" tanya Zahra, agar suaminya tidak merasa bersalah lagi.


"Ya udah kalau begitu aku hubungi mereka semua dulu ya" sahut Reyhan.


Reyhan kemudian menelfon orang tuanya, mertuanya, berserta kakak iparnya, dam memberi tahu kalau Zahra itu sudah siuman dari komanya.


Saat semua orang tau kalau Zahra itu sudah siuman, mereka semua bahagia, mulai dari Leni, Bayu, Reynal, Sandra, Reza, berserta teman-teman mereka.


Dan kata mereka semua, mereka akan datang kerumah sakit, tapi kalau untuk Leo, Attala, Dimas, Dava, Kyara, dan Reny, mereka akan datang setelah pulang dari sekolah.


Ketika Zahra ingin duduk, Reyhan yang melihatnya dengan sigap membantu Zahra membenarkan posisi tidurnya untuk duduk.


"Kenapa nggak panggil aku sih, kalau kamu mau duduk" tanya Reyhan dengan lembut.


"Aku kira kamu tadi belum selesai menelfon" sahut Zahra dengan senyum.


"Sayang aku merindukan mu" ucap Reyhan. Zahra hanya senyum saja.


"Kamu tau nggak, aku itu sangat khawatir sama kamu, aku itu belum siap tau, untuk di tinggalin kamu sekarang" kata Reyhan.


"Kamu mau minum nggak?" tanya Reyhan ke Zahra. Zahra hanya menggukan kepalanya saja. Kemudian Reyhan pun mengambilkan minum yang berada di meja samping brankar Zahra.


"Makasih" ucap Zahra, dan di balas senyum saja oleh Reyhan. Kini Reyhan beranjak dari kursi di samping brankar istrinya itu, dan menduduki dirinya di atas brankar, bersama dengan Zahra.


Reyhan pun langsung memeluk Zahra dengan mesranya saat sudah berada di samping Zahra, dan tidak lupa mencium kening istrinya, Reyhan yang melihat wajah pucat sang istri pun merasa kasihan.


"Sekarang kamu istirahat aja lagi ya" kata Reyhan ke Zahra yang masih berada dalam pelukan hangatnya.


"Tapi aku maunya sambil meluk kamu" sahut Zahra, yang tidak mau melepas pelukannya.


"Iya aku tidur juga di samping kamu" kata Reyhan dan langsung berbaring di samping Zahra, kemudian memeluk Zahra. Beberapa saat kemudian mereka pun terlelap dan sudah masuk ke dalam mimpi idah mereka.

__ADS_1


****Bersambung.....


__ADS_2