
3 Tahun Kemudian
Tidak terasa pernikahan Reyhan dan Zahra sudah berjalan selama 5 tahun. Kini Reyhan maupun Zahra sudah lulus kuliah.
Setelah lulus kuliah Reyhan, bekerja di perusahaan milik sanga Ayah, dan juga sudah menggantikan posisi Ayahnya itu sebagai seorang CEO yang sangat tampan, tapi dengan wajah dingin yang selalu ia perlihatkan kepada para karyawan kantor.
Saat sedang asiknya tidur Reyhan kaget saat mendengar istrinya teriak memanggil namanya.
"REYHANN!!! " teriak Zahra, yang kini sedang berada dikamar mandi.
Reyhan langsung lancar dari tempat tidurnya, karena teriakakn Zahra. Reyhan mulai panik saat melihat Zahra terduduk di lantai kamar mandi yang sangat dingin, dan dengan wajah yang sangat pucat.
"Honey, kamu kenapa, apa kamu kepeleset, terus dibagian badan kamu yang mana sakit, dan kenapa juga muka kamu pucat banget" tanya Reyhan secara bertubi-tubi yang ia berika ke Zahra.
Zahra sudah tidak bisa menahan tangisan bahagianya lagi, disaat itu juga dia mulai mengeluarkan buliran bening dari arah sudut matanya, dan juga sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Zahra hanya menyodorkan sebuah benda pipih panjang ke arah Reyhan.
Reyhan menatap bingung dengan benda itu, kemudian dia melihat kearah Zahra seakan bertanya ' Ini apa '. begitu lah kira-kira.
Zahra mulai menarik napasnya dalam-dalam dan menghebuskannya secara perlahan, disaat perasaannya sudah sedikit tenang, Zahra mulai memberitahu Reyhan soal benda itu.
"Hubby, ini namanya taspack, ini fungsinya untuk mengetes kehamilan seseorang, dan kamu lihat apa maksud dari garis dua itu" kata Zahra, dan Reyhan hanya menggelengkan kepalanya pertanda dia tidak tahu.
"Emangnya apa maksud dari garis dua ini?" tanya Reyhan, seakan penasaran.
"Ini tandanya kalau aku itu lagi hamil, mengandung buah hati kita, anak kamu" jelas Zahra ke Reyhan.
"Ohh, kamu cuman hamil aja toh, aku kira kamu tadi kepeleset atau apa gitu, taunya cuman ham...., APA KAMU HAMIL" kata Reyhan yang tadinya belum menyadari kalau sang istri sedang hamil, dan pada saat sudah mulai menyadarinya Reyhan berteriak seakan tidak percaya.
Zahra hanya mengangguk dan tersenyum ke arah Reyhan yang masih tidak percaya dengan ucapan Zahra.
__ADS_1
"Hubby, disini sudah ada penghuninya, disini juga sedang ada anak kamu, buah hati kita" kata Zahra untuk membuat Reyhan percaya.
Reyhan pun langsung memeluk Zahra, karena bahagia dengan kehamilan Zahra, dan Reyhan langsung mencium seluruh wajah Zahra, dari kening, kedua mata Zahra, kedua pipi Zahra dan terakhir bibir manis Zahra yang bagaikan candu baginya.
"Ya udah sekarang kamu siap-siap ya, kita akan ke dokter sekarang" kata Reyhan. Dan itu hanya di angguki oleh Zahra, kemudian Reyhan membantu Zahra berdiri dari duduknya.
Setelah beberapa menit kemudian Zahra sudah selesai berganti pakain, dan sedang menunggu Reyhan bersiap-siap. Kini Reyhan sudah selesai dan langsung keluar rumah bersamaan denga Zahra.
Mereka akan pergi kerumah sakit yang waktu itu Zahra di rawat karena komanya.
Sesampainya mereka di rumah sakit itu, Zahra dan Reyhan langsung turun dari mobil, dan langsung masuk kedalam rumah sakit itu.
Saat ini mereka sedang menunggu diruang tunggu sampai nama mereka akan di panggil oleh seorang suster.
"Dengan nama Nona Zahra, silahkan masuk" kata suseter itu yang menyebutkan nama Zahra.
"Silahkan duduk Tuan dan Nona" ucap Doker perempuan itu dengan ramah, dan Doket itu bernama Yuni.
"Kita langsung mulai aja Nona Zahra ya" ucap Dokter Yuni, dan hanya di balas anggukan dan senyum oleh Zahra.
"Saya mau nanya sama Anda, selam beberapa hari ini apa Anda memiliki beberapa keluhan?" tany Dokter Yuni.
"Iya Dok, sudah 3 hari ini saya selalu mual-mual dan pusing di pagi hari" jelas Zahra.
"Anda terakhir datang bulan kapan?" tanya Dokter Yuni.
"Kalau nggak salah sih, 1 bulan yang lalu, dan tadi pagi juga saya udah cek dengan testpack, dan alhamdulillah hasilnya positif" jelas Zahra.
"Ohh, saya kira belum mencoba, taunya udah, ya udah kalau begitu mari saya periksa" kata Dokter Yuni, dan langsung berjalan kearah tempat pemeriksaan.
__ADS_1
Dokter Yuni pun memeriksa kondisi janin Zahra. Setelah memeriksanya, mereka kembali lagi ke tempat semula.
"Begini Nona Zahra, Tuan Reyhan, di perkirakan usia kandungan Nona sudah sekitar 6 minggu, kondisi kandungan Nona juga terbilang sehat dan kuat, Anda juga tidak boleh terlalu capek, dan setres akibat banyak pikiran, karena dimasa kehamilan trisemester pertama ini sangat rentan dengan keguguran, jadi Anda juga tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat, dan ini resep untuk Anda, dan nanti Anda juga bisa minta tolong sama suster Rika untuk membantu Anda menebus resep ini" penjelasan Dokter Yuni.
"Apa msih ada yang ingin ditanyakan lagi" tanya Dokter Yuni.
"Emm, gini Dok, makanan apa saja yang boleh dimakan sama ibu hamil?" tanya Reyhan.
"Yang boleh itu sayuran, biji-bijian, dan buah-buahan, dan yang tidak boleh itu makanan instan seperti mie, makan cepat saji, itu sangat tidak baik untuk kesehatan janin nya" jelas Dokter Yuni.
"Ohh, ya udah dok kalau begitu saya permisi dulu Dok" pamit Reyhan kepada Dokter Yuni.
Setelah itu mereka langsung menebus resep yang diberikan oleh Dokter Yuni tadi.
Reyhan kini telah selesai menebus resep itu, dan langsung mengajak Zahra pulang, tapi pada saat di perjalanan menuju rumah, Reyhan mampir sebentar ke supermarket terdekat.
"Honey, aku mau beli susu ibu hamil untuk kamu dulu ya, kamu nunggu disini aja dulu, aku nggak akan lama kok" kata Reyhan.
"Iya, tapi nanti beliin aku es krim rasa coklat sama strawberry ya" pinta Zahra ke Reyhan.
"Iya aku beliin" sahut Reyhan.
Reyhan pun langsung keluar dari dalam mobil, dan berjalan masuk kedalam supermarket, disana dia memberi susu untuk ibu hamil berbagai rasa untuk Zahra, agar Zahra tidak bosan hanya meminum susu satu rasa saja, dan tidak lupa pula ia memberi beberapa es krim rasa cokelat dan strawberry pesanan Zahra.
Setelah selesai Reyhan langsung pergi menuju kasir dan membayarnya. Sesudah membayar belanjaannya, dia balik lagi ke mobil, dan memberikan es krim pesanan Zahra, sedangkan susunya ditaruhnya di atas jok belakang.
Kini Reyhan pun melanjutkan perjalanan ya menuju rumah, dan ingin langsung memberitahukan kepada ku dua orang tuannya dan merduanya, beserta teman-temannya.
****Bersambung....
__ADS_1