
Sudah 2 minggu Zahra terbaring koma tak berdaya di ruang VVIP, ya sudah 1 minggu yang lalu Zahra di pindahkan ke ruang VVIP rumah sakit yang berada di jakarta atas permintaan Reyhan, dan orang tua mereka, karena kondisi Zahra semakin kesini semakin memburuk.
Kalau soal pencarian siap yang menabrak Zahra masih di cari oleh Reza berserta seluruh Genk Mafia Rajawali. Dan baru kali ini juga mereka mencari seseorang tapi sulit di temukan.
Setelah Reza mandi ia, langsung mengecek handphone miliknya, dan kalu tidak salah tadi handphone nya berdering.
"Leon" gumam Reza. Setelah melihat siapa yang manelfonnya tadi, Reza pun menghubunginya lagi.
tut tut tut tut
"Halo Yon ada apa?"
"Gini Za, gue udah ketemu sama orang yang udah nembrak Zahra waktu itu"
"Ok, lo langsung bawa aja orang itu ke markas kita, nanti gue kensono sama Adek ipar gue"
"Ohh, ok"
Sesudah menelfon, Reza pun mamatikan sambungan telfonnya itu.
'Gue akan beri pelajaran sama orang itu, karena udah berani-beraninya mencelakai Adek kesayangan gue' gumam Reyhan sambil menahan emosinya itu.
Kemudian Reza pun menelfon Reyhan, utuk mengajak Reyhan ke markas Rajawali.
"Hallo Rey, lo bisa kan ikut gue sekarang?"
"......"
"Ok, kita langsung ketemu di markas Rajawali, nanti gue sherlock"
"......"
Setelah selesai menghubungi Reyhan, Reza langsung bergi ke markas Rajawali.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Disisi Lain
Kini Reyhan sedang berada di rumah sakit, yang dimana Zahra di rawat. Dan tiba-tiba saja ada telfon masuk dari handphone nya. Saat dipriksa siapa yang menfonnya, ternyata kakak iparnya.
Setelah mendapat telfon dari kakak iparnya Reyhan pun berpamitan ke Zahra, sebelum pergi menemui Reza di markas Rajawali.
__ADS_1
Dan tidak lupa pula ia, menelfon orang tua Zahra, agar bisa menemani Zahra sebentar saat ia akan bertemu dengan Reza.
"Halo, assalamualaikum Ma"
"......"
"Apa Mama bisa kerumah sakit sebentar untuk menjaga Zahra, karena aku hari ini ada urusan sebentar"
"......"
"Ohh, ya udah kalau begitu Ma, makasih ya Ma, Assalamualaikum"
"......"
Sesudah menelfon mertuanya, Reyhan pun langsung berpamitan ke Zahra sebelum pergi.
"Hai bidadari ku, aku pargi dulu ya, soalnya aku ada urusan sebentar sama Bang Reza, aku janji kok, setelah semua urusan ya udah selesai aku akan segera kembali untuk menemani mu lagi"
Setelah berpamitan dengan sang istri, kemudian Reyhan pun mencium kening istrinya dengan lama.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Saat ini Reza sudah sampai terlebih dahulu dari pada Reyhan. Reza sekarang sedang menunggu Reyhan di ruangan miliknya.
25 menit kemudian Reyhan pun sampai di depan markas Rajawali. Saat dia keluar dari mobilnya Reyhan banyak melihat pria yang berbadan besar, tinggi dan memakai pakaian berwarna hitam, dengan muka datar.
Salah seorang pria tersebut pun menghampiri Reyhan, karena pria tersebut sudah tau siapa itu Reyhan dari bosnya.
"Mari ikut saya tuan muda, bos besar sudah menunggu anda di dalam" kata pria itu.
"Baiklah" jawab Reyhan dan langsung mengikuti pria itu.
Reyhan dan pria itu pun sampai di ruangan Reza.
"Emangnya ada apa Bang, sampai-sampai kita harus bertemu di markas ini?" tanya Reyhan penasaran.
"Gue udah tau siapa orang yang udah buat Zahra celaka" sahut Reza dengan muka emosi.
"Siapa emangnya Bang?" tanya Reyhan lagi.
"Kalau lo mau tau siapa orangnya lo ikut gue sekarang" jawab Reza dan langsung berjalan dengan di ikuti Reyhan di belakangnya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian mereka berdua sampai di ruang bawah tanah.
"Ini orangnya" tunjuk Reyhan ke arah perempuan dan pria yang ada di hadapannya.
"Ohh, jadi lo yang udah buat Zahra kaya gini, lo itu emang perempuan berhati iblis" kata Reyhan dengan emosinya.
"Heheheh, gimana rasanya melihat orang yang lo sayang menderita, gue yakin sebentar lagi istri tercinta lo itu akan mati" kata perempuan itu yang ternyata Siska mantan kekasih Reyhan.
"Diam mulut lo, jangan sembarangan lo ngomong, gue juga udah pernah memperingati lo anggar lo jangan pernah sentuh Zahra walau hanya seujung rambut pun, tapi apa, lo sendiri udah melanggar omongan gue waktu itu, dan mulai hari ini juga gue bisa bikin keluarga lo menderita, dan asal lo ingat aja kalau perusahaan bokap lo itu berada dibawah naungan perusahan bokap gue, jadi keluarga lo harus siap-siap tinggal di pinggir jalan" ucap Reyhan sambil tersenyum devil miliknya itu.
Siska langsung diam seketika setelah mendengar ucapan Reyhan babarusan. Sebelum Reza keluar dari situ, dia menyuruh salah seorang anak buahnya untuk menembak Siska di arah kepalanya.
Kini Reza dan Reyhan sudah berada di dalam ruangan Reza.
"Lo tenang ada, dia udah nggak bisa lagi menggangu hubungan lo sama Zahra sekarang" kata Reza sambil mengang bahu adik iparnya itu.
"Gue juga nggak nyangka kalau dia orangnya yang udah buat Zahra seperti ini, dan gue harus lapor ini ke Ayah" sahut Reyhan sambil mengepalkan tangannya karena masih sedikit emosi.
Disaat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba saja handphone milik Reyhan berbunyi, dan langsung ia angkat.
"Assalaikumsalam Bun, ada apa?" salam Reyhan ke Leni.
"Wa'alaikumsalam, Rey kamu harus cepat kesini, Zahra Rey, Zahra" kata Leni dengan nada panik
"Zahra kenapa Bun?" tanya Reyhan dengan sedikit cemas.
"Kondisi Zahra semakin tambah memburuk, kamu harus cepat-cepat kesini" yang menjawab bukanlah sang Bunda tapi telah beralih ke Ayahnya.
"Ok Yah, Reyhan akan langsung pergi kerumah sakit secepatnya" sahut Reyhan dengan nada paniknya.
"Ada apa Rey?" tanya Reza ke Adik iparnya.
"Zahra Bang, kondisinya semakin memburuk" jawab Reyhan dengan nada panik.
"Ok, lebih kita harus cepat ke sana" kata Reza.
Reza dan Reyhan pun langsung pergi menuju rumah sakit dimana Zahra di rawat. Reza maupun Reyhan, mereka membawa mobil dengan kecepatan di atas rata-rata, untung saja jalanan yang mereka lewati agak sedikit sepi.
****Bersambung.....
Hallo dateng ke cerita baru yang aku buat " Kakak Kelas Ku Senior BUCIN ". Jangan lupa like, tambahkan ke favorit, dan vote cerita ini, maaf kalau masih banyak typo nya***
__ADS_1