
Saat bel masuk, Reyhan, Zahra, Leo, Dava, Attala, Reny dan Kyara, mereka sudah berada di dalam kelas, karena setelah makan mereka langsung pergi ke kelas.
Sekitar 10 menit kelas IPS 2 menunggu guru datang, tapi tidak kunjung-kunjung datang juga, Akhirnya Reyhan harus turun tangan untuk menjemput bu Henny guru Sejarah.
"Woy lu pada diam aja di sini gue mau ke ruangan guru dulu, kalau sampai ada yang ribut, tau sendiri akibatnya" ancam Reyhan.
Reyhan langsung keluar dari kelas menuju ruang guru.
tok tok tok
"Permisi pak, apa bu Henny-nya ada?" tanya Reyhan.
"Bu Henny-nya lagi nggak masuk hari ini" jawab pak santo, sebagai guru Agama.
"Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu ya pak" ucap Reyhan.
Dan hanya di balas anggukan oleh beliau. Saat akan pergi ke kelas Reyhan melihat Fani yang hampir pingsan, jadi Fani langsung ia bawa ke ruang UKS.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sementara Itu
Zahra merasa heran dengan Reyhan yang tak kunjung-kunjung datang, jadi terpaksa iya pergi keluar untuk menyusul Reyhan.
Saat hampir sampai di ruangan guru Zahra, tidak sengaja melihat Reyhan yang tengah menggendong Fani anak kelas XII IPA 2.
"Ngapain juga sih tu Reyhan ngegendong si Fani Kakak kelas yang songongnya minta ampun suka sama dia, dasar cowok nggak pekak, tadi aja ngelarang gue deket-deket sama Dimas, ini sekarang dia sendiri yang dekatan dengan dengan Fani" gerutu Zahra sambil mengikuti Reyhan secara diam-diam.
Zahra mengikuti Rey dari belakang, saat Reyhan berhenti di UKS, Zahra pun ikut berhenti dan melihat Reyhan masuk ke dalam UKS.
__ADS_1
Saat dia rasa Reyhan sudah masuk, Zahra langsung ngintip di luar, dari pintu ruangan UKS. Dan tiba-tiba saat Zahra mulai ngintip, Zahra melihat Reyhan yang tengah bercumbu mesra dengan Fani.
Hati Zahra terasa perih, akibat perbuatan Reyhan yang tidak bagus. Zahra langsung saja pergi dari arah ruangan tersebut menuju rooftop sekolah.
Saat sudah berada di sana Zahra nagis sejadi-jadinya. Dia merasa di permainkan oleh Reyhan.
"Dasar Reyhan brengsek, gue benci sama lo, gue sebenci-bencinya sama lo, gue nggak mau liat muka lo lagi" kata Zahra dengan sedikit berteriak.
Disaat merasa sudah sedikit membaik Zahra turun lagi dan menuju ke kelas, sebelum menuju ke kelas Zahra pergi terlebih dahulu ke toilet untuk mencuci mukanya.
Setelah selesai mencuci muka Zahra langsung pergi menuju kelasnya. Saat Zahra masuk dia langsung melihat muka Reyhan yang tengah tersenyum ke arahnya. Tapi tidak di balas sama sekali oleh Zahra. Dia lengsung menuju ke tempat duduknya.
Reyhan yang merasa aneh dengan sikap Zahra pun langsung mendekatinya.
"Yank kamu kenapa sih?" tanya Reyhan tadi tidak di balas sama sekali oleh Reyhan.
"Yank kamu kenapa, kok aku nanya nggak di jawab sih, emangnya aku salah apa sih sama kamu" kata Reyhan lagi yang masih tidak dapata Respon dari Zahra.
"Ra, ayo lah ngomong ada apa sebenarnya jangan diam tanpa alasan kaya gini" ucap Reyhan, yang masih berusaha menggenggam tangan Zahra, waulun masih di tepisnya.
Reyhan yang merasa ada sesuatu yang terjadi dengan Zahra, dan dengan diamnya Zahra tanpa alasan ini ngerasa ada yang tidak beres.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jam Pulang Sekolah
Saat bel pulang berbunyi Reyhan berjalan ke arah Zahra.
"Yuk, yank kita pulang" ajak Reyhan sambil merangkul pundak Zahra dan langsung di tepis dengan kasarnya, lalu berjalan meninggalkan Reyhan yang tengah mematung karena sikap Zahra barusan.
__ADS_1
Reyhan menyusul Zahra dari belakang saat akan mendekat ke arah Zahra Reyhan langsung berhenti berjalan, saat melihat Zahra yang di samperin oleh Dimas.
Reyhan langsung mengeraskan rahangnya saat melihat Zahra naik motor sama Dimas. Reyhan pun juga langsung berlari menuju mobilnya, dan ngikuti Zahra dan Dimas dari belakang.
Sekitar beberapa menit Zahara dan Dimas sudah sampai di apartemen milik Reyhan.
"Kok lo tinggal di apartemen sih, bukanya lo tinggal sama orang tua dan abang lo ya" tanya Dimas.
"Gue cuman mau coba mandiri aja makanya gue nyuruh bokap gue beli apartemen di sini" alasan Zahra.
Diman manjawab dengan mengguk. Dimas pun pamit untuk pulang, karena mamanya minta anterin ke supermarket.
Setelah Dimas pergi Zahra langsung masuk menuju ke dalam apartemen.
Reyhan pun ikut turun dari mobil, dan melaju masuk ke apartemen.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dalam Apartemen
Zahra langsung masuk kedalam kamar mandi dan melakukan ritual mandinya. Saat Zahra keluar kamar mandi, dia melihat Reyhan yang sedang duduk di pinggir kasur.
Zahra hanya melihatnya sekilas setelah itu dia menuju lemari untuk mengambil pakaiannya dan masuk lagi ke dalam kamar mandi. Sesudah memakai pakaiannya, Zahra keluar lagi dari dalam kamar mandi.
Dan keluar dari kamar menuju dapur untuk masak, setelah masak Zahra kembali lagi ke kamar saat masuk kamar di tidak melihat keberadaan Reyhan.
Dan tiba-tiba ada sura percikan air dari dalam kamar mandi, Zahra yakin dia pasti mandi. Kemudian Zahra berjalan menuju lemari untuk menyiapkan pakaian Reyhan.
Setelah menyiapkan pakaian Reyhan. Reyhan pun keluar dari kamar mandi, dan Zahra akan keluar dari kamar namun tangannya di tahan lebih dahulu oleh Reyhan. Zahra meronta-ronta untuk minta di lepas.
__ADS_1
****Bersambung.....