Pasutri SMA

Pasutri SMA
#AYAH


__ADS_3

Sungguh hari ini adalah hari yang sungguh menegangkan, bagai mana tidak?, mereka harus jujur, dan harus menjawab semua pertanyaan yang di lontarkan oleh sahabat masung², siapa lagi orang yang menjalani hari berat ini, selain Alandra. dan Elisa.


Setelah bel berbunyi para murid berhamburan keluar, tak terkecuali Alandra dan Elisa, mereka sekarang,berada di dalam mobil.


모든 게 궁금해 how's your day


Oh tell me (oh yeah yeah, ah yeh ah yeh)


뭐가 널 행복하게 하는지


Oh text me (oh yeah yeah, ah yeh ah yeh)


Terdengar suara nada panggilan dari hp Elisa.


"suara apaan tuh?" tanya Alandra tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan raya.


"nada dering, hehe" ucap Elisa lalu terkekeh.


"oh... siapa?" tanya Alandra penasaran.


"em, bang Reyhan" jawab Elisa laku meletakkan hendphon tersebut di telinganya.


"..."


"waalaikumsallam, kenapa bang," jawab Elisa dari ucapan sebrang sana.


"..."


"ngapain kerumahnya sakit?" tanya Elisa khawatir, pasalnya suara sang Abang terdengar ngos² an.


"..."

__ADS_1


"Ayah?, ayah kenapa bang?" ucap Elisa terdengar teriak.


"..."


"iya El segera ke sana" ucap Elisa, lalu memutuskan sambungan telfon.


"kenapa El?" tanya Alandra, pasalnya wajah Elisa begitu terlihat gelisah.


"kak, sekarang kita ke rumah sakit" ucap Elisa.


"rumah sakit? siapa? kenapa? di mana?" tanya Alandra beruntun, tanpa memedulikan sekitar.


"ayah kak... aku juga gak tau.... rumah sakit **** kata bang Reyhan" jawab Elisa terdengar menahan tangisnya.


"ayah? yaudah kita ke sana sekarang, kamu harus percaya ayah gak bakalan kenapa²" ucap Alandra lalu kembali fokus pada jalanan.


Sesampainya di rumah sakit, Elisa dan Alandra langsung berlari menuju ruang UGD, Karna sebelumnya ia bertanya di mana ayahnya, kepada Abang nya.


"Bun...." ucap Elisa langsung memeluk sang bunda erat.


"ayah gak papa dek, kamu doa in aja, oke, ayah pasti kuat" ucap Reyhan menguatkan sang adik.


Membiarkan sang istri dengan sang mertua, Alandra beralih berbicara pada Reyhan.


"kenapa ayah bang?" tanya Alandra, pasalnya walau mengatakan ayah nya baik² saja, namun wajah Reyhan terlihat jelas sedang banyak pikiran.


"bisa ikut gw ke luar dulu" ucap Reyhan, tak menjawab pertanyaan Alandra .


Alandra hanya mengangguk saja, Reyhan berpamitan pada bunda, bilang mau beli minum dulu, ala era juga ikut pamit, dan mengelus puncak kepala sang istri dengan sayang.


disinilah sekarang Alandra dan Reyhan, di kantin yang berada di RS tersebut.

__ADS_1


nampak dari wajah Reyhan ia ingin memberi tau sesuatu, yang sepertinya serius.


"land, loh mungkin bertanya² alasan kenapa ayah mau lih nikah sama adik gw" ucap Reyhan tiba².


"dan mungkin, setelah gw kasih tau alasannya loh nganggep ayah itu egois, keluarga gw egois, dan mungkin loh akan marah, Karna perjodohan ini mungkin ngerenggut masa muda loh" ucap Reyhan nampak merasa bersalah.


"loh ngomong apa sih bang?, gw sama sekali gak ngerasa perjodohan ini ngerusak masa muda gw, bahkan gw beruntung kenal adek loh, bisa nikah sama dia lagi." jawab Alandra, sangat jelas dari wajah Alandra nampak tak pernah menyesal menikahi Elisa.


"emang apa alasan ayah bang?" lanjut Alandra, memang ia cukup penasaran dengan itu.


"ayah punya menyakitkan kanker otak, bahkan sekarang udah stadium akhir, itu alasannya kenapa ayah nikahin Elisa dan loh secepat ini, ayah takut dia gak bisa liat Elisa nikah, sebelumnya gw yg mau di jodohin, tapi gw nolak dgn keras, waktu itu gw juga belum tau, gw beda sama Elisa, adek gw itu lebih nurut, jujur sekarang gw nyesel gak nurutin kemauan papah, Kemari malam papah cerita, gw syok, bahkan gw langsung minta buat papah jodohin gw lagi, tapi papah nolak, katanya papah percaya sama gw....." ucap Reyhan sambil menunduk, mengingat malam itu sang ayah menceritakan padanya semua alasan nya, ke napa menikahkan sang anak yang masih SMA.


Alandra kaget dengan pengakuan itu, Alandra sama sekali tidak menganggap ayah mertuanya itu egois, mungkin jika ia juga berada di posisi sang ayah mertua, akan melakukan hal yang sama, melihat anak bahagia, memiliki pendamping hidup yg baik, tentu keinginan semua orang tua.


Belum sempat Alandra meladeni ucapan Kaka ipar nya, hp nya berbunyi, menampilkan nama 'my luv' siapa lagi selain Elisa, istrinya.


Alandra mengangkat telfon Elisa, terdengar suara Elisa yang terus menangis, setelah mendapat instruksi dari Elisa, untuk cepat ke tempat ayah berada, Alandra dan Reyhan langsung pergi.


"ayah ke Napa dek?" tanya Reyhan pada sang adik yang masih setia menangis begitu juga dengan sang bunda.


nampak Elisa berpeluk erat dengan sang bunda, tak kuasa lagi menahan badan sang anak, bunda Laila pun nampak ingin terjatuh, mungkin lelah karena terus menangis.


Reyhan langsung menegang badan sang bunda, Elisa nampak khawatir, namun ia juga lemah, jadilah Alandra yang memegangnya erat.


"udah sayang, berhenti nangis nya, kamu liatin bunda, kasihan bunda, dia lebih sedih kalo kamu makin nangis" ucap Alandra sambil mengusap² rambut Elisa penuh sayang.


Elisa nampak menahan air mata yang terus keluar.


"ayah kenapa, apa dokter tadi bicara" tanya Alandra, nampak perasaan Elisa sudah mulai stabil, jadi lah ia berani menanyakannya.


"kata... dokter.... ay.... ayah gak punya... waktu.. hiks.. lama... huhu.....hiks..huu..." jawab Elisa kembali dengan tangisnya.

__ADS_1


"cup sayang, usah ya, berdoa buat ayah, pasti semuanya bakalan baik baik aja" yakin Alandra, jujur saja hati nya juga sangat sakit.


Reyhan juga terus menyapu tangisan sang bunda, dan melontarkan kalimat penenang juga.


__ADS_2