Pasutri SMA

Pasutri SMA
#DI SEKOLAH


__ADS_3

pagi ini di meja makan sudah lengkap dengan kedatangan Alan si putra sulung dan sang istri yang baru iya pinang sekitar seminggu yang lalu.


"besok malam kalian nginep lagi?" ucap papah Ahmad membuka suara yang sebelumnya hanya di isi dengan suara pertemuan sendok dan piring.


"gak pah" Jawab Alandra sambil meletakkan sendok di piringnya yang sudah kosong karena sekarang Alandra sudah selesai makan.


"kenapa kak, nginep lagi lahhhhh" campur sang adik - Lia dengan nada manja.


"nanti lagi kapan²" jawab Alandra lembut, ia dan sang adik sangat lah dekat walau jika di lihat sekilas mereka tidak akrab namun sebenarnya Alandra sangatlah menyayangi adik satu² nya itu.


"iya nanti Lia boleh juga nginep di rumah kakak sama kak Alan yang lama juga gak papa" campur Elisa dengan senyuman manisnya.


"beneran kak?" tanya Lia meyakinkan " yeeee" lanjutnya semangat.


"iya tapi jangan lama² juga" ucap mamah Tias, "emang kenapa mah, kan kalo mamah ke luar kota atau keluar negri Lia bisa nginep" jawab Lia tak terima.


"bukan gitu, kalo lama² Kapan kamu mau dapet ponakan" ucap mamah Tias sambil sesekali menatap sang putra dengan tatapan menggoda.


"mah" ucap Alandra.


"loh gak papa dong kalo mamah berharap".


"kita masih sekolah". jawab Alandra "apa kata sekolah kalo tau Elisa hamil, apa kata orang coba" lanjutnya.


Elisa yang di sebut² pun hanya tertunduk sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.


"kamu tuh kenapa sih lan kamu lupa siapa yang punya sekolah, dan lagi di sekolahkan di perbolehkan nikah asalkan bisa menjaga sikap saat di sekolah, dan soal hamil, Elisa bisa home scolling" campur sang papah heran bisa² nya Alandra lupa bahwa pemilik sekolah itu ia.


"iya pah tap.." ucap Alandra terpotong.


"doa in aja mah, pah" potong Elisa dengan senyuman nan manis.


"tap..." lagi lagi dipotong.


"udah gak papa" potong Elisa. btw itu hanya alandra yang dengar.

__ADS_1


Sesaat kemudian Alandra dan Elisa pamit untuk berangkat sekolah namun sebelum ke sekolah mampir ke rumah mereka dulu untuk mengambil buku pelajaran, Karna malam tadi sopir pribadi Lia hanya mengambilkan baju mereka.


diperjalanan Alandra mengemudi cukup kencang Karan sebentar lagi gerbang akan di kunci, ya kali se orang ketua OSIS, cowok paling ganteng kekunci di luar.


"kak bisa santai gak sih?" ucap Elisa sambil duduk dengan tegang, "rumah kita juga Deket itu" lanjutnya memang benar rumah mereka memang sudah dekat.


"santai" ucap Alandra sesuai dengan perkataanya.


Setibanya di rumah mereka masuk dan pergi ke kamar lalu membereskan kan buku² yang harus di bawa, setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan menaiki mobil menuju sekolah, lagi² Alandra mengemudi dengan kecepatan yg lumayan.


Sesampainya di sekolah Alandra langsung masuk untunglah belum bel, mungkin sebentar lagi, entah lah.


Alandra memarkirkan mobil nya di perkiraan khusus siswa/I .


"pulang ini aku naik taksi aja" ucap Elisa lesu setelah keluar dari mobil, serasa kepalanya pusing dan perutnya sangat mual.


"kenapa aku gak basket kok hari ini" jawab Alandra seperti orang tak bersalah, memang sih ia merasa bahwa ia tak bersalah. "loh kok pucat?" ucap Alandra panik setelah melihat wajah sang istri yang seperti orang tidak makan 1 Minggu.


Tanpa sadar sudah sangat banyak orang yang memerhatikan mereka, sebenarnya semua orang tidak tau kedekatan apa yang terjalin antara Alandra dan Elisa namun jika dilihat dari wajah Alandra yang khawatir saat melihat Elisa pucat bisa di simpulkan mereka cukup dekat.


"kita ke UKS" putus Alandra ingin mempapah sang istri, namun Elisa memberikan gelengan, dan mengisyaratkan bahwa mereka sudah menjadi bahan tontonan.


Seperti orang bodoh, Alandra tidak paham dengan isyarat itu.


"apa sih,, udah ayo" sekarang bukan mempapah lagi namun Alandra menggendong Elisa menuju UKS , semakin lah cewek² yang melihatnya patah hati di buat alandra.


*itu mereka......


oh my God kak Alandra*......


itu lah salah satu teriakan mereka, melihat Alandra menggendong Elisa.


Alandra berjalan cepat menuju UKS, lorong² yang Alandra lewati tidak ada mata yang tidak menuju kepadanya dan Elisa yang sedang ia gendong itu.


Sesampainya di UKS murid yang bertugas untuk menjaga uks itu langsung membantu Alandra untuk membawa Elisa ke dalam dan membaringkannya.

__ADS_1


"kenapa nih land?" tanya Anisa -siswi yang hari itu bertugas.


"ini nih Nis dia tadi berangkat bareng gw, Karna takut telat gw ngebut eh dia nya lemes" ucap Alandra dengan nada dan raut wajah khawatir.


"oh Lo bareng dia?" ucap Anisa terkejut sedikit sesak rasanya, Karna selama ini Anisa selalu memuja Alandra.


'jadi dia siapa Alan?, kenapa bisa bareng?, dan siapa orang ini sebenarnya sampai bisa buat Alan khawatir segininya' fikir Anisa.


"eh Lo kenapa, cepetan tangani dia!!" ucap Alandra membuyarkan lamunan Anisa.


Anisa sudah suka dengan Alandra sejak kls 10 waktu itu mereka satu kelas, sampai kelas 11 mereka juga sekelas, saat naik kelas 12 mereka tidak sekelas lagi, selama ini Anisa selalu menyembunyikan perasaannya walau beberapa kali ai memberikan perhatian yang lebih kepada Alandra, contoh saja saat latihan basket waktu itu Alan masih kelas 11 saat diberi waktu beberapa menit untuk istirahat Anisa mendekat ke Alandra yang sedang mengelap keringatnya yang membasahi badannya, Anisa mendekat dan memberikan air mineral Alandra dengan senang hati menerimanya, toh nyatanya ia haus, tapi air nya sudah habis, sejak saat itu Anisa merasa peluang mendapatkan Alandra sangat besar.


Selesai sudah Anisa memeriksa Elisa. selagi di periksa Alandra terus saja menyuruh untuk Elisa bangun dan membuka matanya, padahal Anisa sudah berkali menyuruh Alandra berhenti melakukan itu tetapi Alandra tidak mendengarkannya, ia terus saja mencium punggung tangan Elisa, dan itu membuat Anisa yang melihatnya merasa sesak.


"gimana?" tanya Alandra sungguh khawatir.


"dia cuma kena gejala mabok, Karna Lo bawa mobilnya ugal² LAN mungkin" jawabnya Anisa berusaha menyembunyikan rasa cemburunya.


"Alhamdulillah, syukurlah tapi kok dia belum bangun" tanya Alandra lagi, namun kali ini ia mengurangi rasa khawatirnya karena keadaan Elisa yang tidak terlalu buruk, terbukti dari raut wajahnya Elisa sudah kembali berwarna.


"dia cuma tidur, biarin bentar juga bangun, udah Lo masuk kelas aja udah bel loh tadi" jawab Anisa, memang bel sudah berbunyi bunyi dan sepertinya guru pun sudah masuk.


"biar gw yang jaga" lanjutnya sungguh sangat sulit Anisa menyimpan rasa cemburunya, apa lagi melihat Alandra yang sangat khawatir.


"gak loh aja pergi sana biar gw yang jagain, kalo loh mau ke kelas tolong ijinin gw bilang gw temenin pacar gw" ucap alandra santai, yang membuat Anisa sangat terkejut dengan ucapan pacar.


"di... dia pacar loh?" tanya Anisa samar.


"hah.... iya udah sana biar gw yang jaga" jawab Alandra sama sekali tidak menatap wajah Anisa.


"oh okey,, setelah bangun lo suruh dia minum obat yang udah gw siapin" ucap Anisa berlalu keluar dari UKS.


________________


follow itu author @reni_ta16

__ADS_1


__ADS_2