Pasutri SMA

Pasutri SMA
Tamu


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah sakit. Zahra langsung di tuntun Reyhan pergi menuju kamar mereka. Kini Zahra sudah berada dikamar dan sedang duduk bersandar di kepala kasur.


Kalau Reyhan dia jangan ditanya, sekarang dia sedang heboh sendiri memberikan kabar gembira ini, ke kedua orang tuanya, sang mertua, dan teman-teman mereka.


"Udah telfon nya?" tanya Zahra, ketika Reyhan sudah duduk di atas kasur sebelahnya.


"Udah, kata Ayah, Bunda, Mama, Papa sama Bang Reza mereka juga sebentar lagi kesini, terus kalau rombongan anak-anak curut paling sorean deh" sahut Reyhan, sambil menaruh kepala Zahra agar bersandar di dada bidangnya.


"Oh iya honey, kamu kan belum minum susu ibu hamil, kalau begitu kamu tunggu aja disini dulu, biar aku aja yang buatin, kamu mau rasa apa?" kata Reyhan.


"Rasa mangga aja" sahut Zahra.


"Ya udah lebih baik kamu tunggu disini aja dulu ya, aku buatin sebentar" ucap Reyhan, dan langsung turun dari teman tidur menuju ke bawah, untuk membuatkan susu.


Beberapa saat kemudian Reyhan balik lagi ke kamarnya dan membawa segelas susu rasa mangga pesanan Zahra tadi.


"Honey nih susunya, minum dulu" Reyhan pun menyodorkan segelas susu yang ia buat tadi.


"Makasih hubby" Zahra pun meminum susunya.


Saat tinggal setengah lagi sisa susunya tiba-tiba saja perut Zahra terasa di aduk-aduk, dan mulai mual-mual. Zahra langsung saja berlari kekamar mandi dan di ikuti Reyhan.


Hoek Hoek Hoek


Reyhan langsung saja memijat tengkuk Zahra. Zahra muntah hanya keluar cairan bening saja. Setelah di rasa perutnya sudah lebih membaik Zahra langsung di bawa ke kasur oleh Reyhan.


"Kamu tunggu disini dulu biar aku ambilin kamu air hanget dulu" kata Reyhan, dan langsung pergi berlalu keluar kamar dan turun kebawah untuk mengambilkan air hanget buat Zahra.


Setelah itu, Reyhan langsung memberikan air itu ke Zahra agar ia minum air hangatnya, dan bisa membuat perut Zahra lebih baik kan.


Saat sedang membantu Zahra untuk berbaring, tiba-tiba saja pintu kamar Zahra dan Reyhan terbuka dan muncul lah Kedua orang tua mereka beserta Abangnya Zahra.


"Ya Allah sayang, akhirnya Mama akan menjadi nenek" kata Sandra dan langsung memeluk Zahra.


"Iya betul, akhirnya kita akan menjadi seorang nenek" seru Leni sama semangatnya dengan Sandra.


Tapi tidak dengan kedua calon kakek itu, mereka berdua sama sekali tidak senang kalau harus di panggil kakek, di saat usia yang masih terbilang kepala 4.


"Papa sama Ayah kok cemberut, kenapa emangnya?" tanya Reza, saat melihat kedua calon kakek itu cemberut.


"Masa iya kita harus dipnaggil kakek sih" protes Reynal.


"Betul tuh kata Reynal, kalau Bunda siap sih, Ayah juga masih bisa buatin Reyhan adek" sahut Bayu, yang membenarkan ucapan Reynal.


"Udah terima aja kali Yah, Pa, kan kalian yang maksa buat jodohin Zahra sama Reyhan, tapi giliran Reyhan sama adek udah mau punya anak Ayah sama Papa, nggak suka" sahut Reza yang merasa jengkel dengan kedua laki-laki paru baya itu.


"Bukan nggak suka, Ayah malahan seneng banget kalau Reyhan sebentar lagi punya anak, tapi kan Ayah nggak mau di panggil kakek dulu, Ayah terlalu muda untuk di panggil kakek" jawab Bayu, dan Reynal hanya mengguk setuju.

__ADS_1


"Terus kalau nggak mau di panggil kakek mau di panggil apa hayo, opah, embah, akik, yai, emangnya Ayah sama Papa nggak nyadar ya kalau Ayah sama Papa itu umurnya aja udah mau setengah abad" ucap Reza, yang sudah mulai kesal.


"Udah deh, kalian ini nggak liat apa Zahra, dia kaya nya udah pusing mendengar perdebatan kalian, Papa sama kak Bayu ini lagi, udah tua juga masih aja nggak" omel Sandra.


Setelah mendengar omelan Zahra, mereka bertiga langsung terdiam, dan hanya duduk disofa kamar. Kini Zahra duduk sambil bersandar di dada bidang Reyhan, dan. mendengarkan nasehat kedua orang ibu itu, soal masa-masa kehamilan yang akan di lewati Zahra.


Setelah 2 jam kedua orang tua mereka disana, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dan katanya mereka juga besok akan kesini lagi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pukul 17:00 WIB


Kini kediaman Reza dan Zahra sudah ramai lagi, karena kedatangan teman-teman mereka siapa lagi kalau buka Kyara, Attala, Reny, Dimas, Leo, dan Dava.


Mereka semua sekarang sudah berada di kamar Reyhan dan Zahra.


"Weee bro selam ya, akhirnya lo punya anak juga, gue kira selama ini lo kurang perkasa, karena belum juga dapat momongan" ejek Leo.


"Enak aja lo ngomong, selama ini gue sama Zahra udah sepakat, untuk belum mau punya anak dulu, karena gue sama Zahra waktu itu lagi sibuk-sibuknya kuliah, jadi terpaksa harus di tunda dulu, dan sekarang akhirnya gue punya juga anak" jelas Reyhan.


"Selamat Rey, semoga aja nanti anak lo sikap nya nggak kaya bapaknya, biarin aja kaya emaknya aja" kata Dava.


"Terserah lo aja dah Dav, Dav" balas Reyhan


"Selamat bro, entar anak lo jodohin aja ama anak gue, gimana" tawar Dimas, sambil menarik turunkan alisnya.


"Sama anak gue aja entar Rey" kata Attala.


"Terserah gue lah, kalau kata pepatah sebelum janur kuning melengkuk, siapa aja boleh nikung kali" balas Attala.


"Ehhh, curut berisik banget lo berdua, emangnya lo berdua mau jodohin anak gue sama siapa" tanya Reyhan ke Dimas dan Attala.


"Sama anak gue lah, masa sama anak curut" sahut Dimas dan Attala bersamaan


"Emang istri lo berdua isi" tanya Reyhan lagi.


"Kalau soal itu mah mudah bisa lah gue usahain malam ini sama Reny" kata Dimas.


"Betul tuh Rey, gue malam ini bakal kerja keras sama Kyara, dan gimana lo mau nggka ngejodohin anak lo sama anak gue" jawab Attala.


"Woy, gue dulu ya yang pesen anaknya Reyhan sama Zahra buat dijodohin sama ank gue" kata Dimas.


"Entar deh gue pikir-pikir dulu" sahut Reyhan.


Sedangkan para istri hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah suami mereka.


"Selamat ya Ra, Rey, akhirnya kalian berdua bakalan jadi orang tua, semoga aja, kandungan lo sehat selalu" kata Reny.

__ADS_1


"Amin, dan semoga juga lo cepat nyusul sama Dimas, biar bareng gitu kita hamilnya, lo juga Ky sama Attala, jagan lama-lama nunda punya momongan, biar bareng gitu kita bertiga hamil nya" kata Zahra.


"Tenang aja, sekarang gue juga lagi isi kok, kalau kata Dokter sih udah sekitar 3 minggu" kata Kyara.


"Gue juga lagi isi, kalau nggak salah sih udah 4 minggu, kata Dokter" sahut Reny juga.


Dimas dan Attala yang mendengar ucapan istrinya itu langsung terdiam, dan mendekat seakan ingin minta penjelasan.


"Kamu hamil yank, terus kenapa kamu nggak ngasih tau aku, kalau kamu lagi hamil" tanya Dimas.


"Sebenarnya sih aku itu mau ngasih taunya ke kamu itu pas hari ulang tahun kamu, biar suprise gitu, tapi karena udah tau nggak jadi deh, aku juga udah cek ke Dokter itu kemarin, dan aku juga baru kemarin tau kalau aku hamil" penjelas Reny, dan Dimas langsung mencium seluruh wajah istrinya itu.


"Kamu juga kenpa nggak langsung kasih tau aku hah!!!" kata Attala.


"Ini juga udah kasih tau, sebenarnya sih aku juga baru tau pas tadi pagi, aku merasa aneh soalnya aku itu udah telat 1 minggu, jadinya setelah kamu pergi ke kantor, aku mau langsung aja pergi ke Dokter, tapi pas mau ke Dokter Mama kamu dateng ke rumah, makanya aku minta temanin Mama buat antar aku ke Dokter, terus saat di kasih tau kalau aku itu lagi hamil 3 minggu, Mama seneng baget dengar nya" jelas Kyara ke sang suami.


Attala langsung aja meluk Kyara dengan eratnya dan mencium perut rata Kyara dengan kasih sayang yang tulus.


"Yah jadi disini cuman gue sama Dava dong yang belum punya anak sama istri" ujar Leo saat semua sedang bahagia.


"Makanya nyari bini sono, biar punya anak, atau jangan-jangan lo berdua kagak laku lagi" ejek Dimas ke Leo dan Dava.


Leo dan Dava yang mendengar ejekan Dimas berdecak kesal, bukan karena mereka nggak laku, tapi karena nggak ada yang mau deketin.


Oh iya, kalau soal Kyara dan Attala itu udah menikah sekitar 1 tahun yang lalu. Dan soal Reny dan Dimas sekitar 1 ½ tahun yang lalu. Tapi kalau nasib si jomblo leo dan Dava masih setia menempel di diri mereka berdua.


"Oh iya Ra, udah berapa bulan kandungan lo sekarang?" tanya Kyara.


"Kalau kata Dokter sih, baru sekitar 6 minggu" jawab Zahra.


"Ohh" Kyara hanya berOria, dan sambil mengelus-elus perut rata Zahra.


"Jadi sekarang kita hamil barengan dong, seru ya, kalau kaya gini" kata Zahra sangat bahagia saat mendengar kedua sahabatnya hamil juga.


"Iya Ra" sahut Kyara dan Reny.


"Gimana Rey udah ada hasilnya" kata Dimas yang masih membahas soal perjodohan.


"Iya Rey, sama anak gue aja ya, jangan sama anak Dimas" mohon Attala.


"Ck, lo berdua ini udah gue bilang, gue pikir-pikir dulu" sahut Reyhan. Attala dan Dimas yang mendengar merasa kecewa dengan jawaban Reyhan.


Setelah mereka semua ngobrol dan bercerita mereka sekrang langsung turun kebawah dan akan melanjutkan ngobrolnya di lantai bawah.


Dan sekarang mereka semua sudah pada keluar dari kamar Zahra menuju ruang tengah, dan akan melanjutkan ngobrol-ngobrol disana, dengan Zahra yang selalu manja pada sang suami.


tepat waktunya shalat meghrib mereka semua langsung melaksanakan shalat berjamaah di ruang tengah itu, karena luas. Zahra hanya disuruh menunggu saja disofa, dan Reyhan dia ngambil perlengkapan shalat dulu dikamar.

__ADS_1


Setelah Reyhan mengambilnya, mereka semua langsung menjalankan ibadah shalat maghrib berjamaah. Sesudah shalat mereka semua makan malam bersama.


****Bersambung....


__ADS_2