
Saat ini Reny sedang berada didalam ruang perasalinan, dengan ditemani oleh Dimas.
Sedangkan Reyhan, Dava, orang tua Dimas dan Reny, masih menunggu diluar ruangan.
Kemudian Reyhan inzin ke Dava untuk memberitahukan semua orang yang ada diruangan Zahra, kalau Reny akan melahirkan.
"Dav, gue ke ruangan Zahra dulu ya, mau ngasih tau kalau Reny mau lahiran" kata Reyhan. Dava hanya menggunakan kepala saja.
Reyhan pun langsung pergi ke ruangan sang istri, untuk memberitahukan soal Reny yang sedang melahirkan.
Saat sudah berada didepan pintu Reyhan kemudian membuka pintu ruangan rawat inap Zahra.
Cklek
"Assalamualaikum" salam Reyhan saat masuk kedalam ruangan.
"Wa'alaikumsalam" sahut semua orang yang ada didalam.
"Ra, Le, Ta, Ky, gue mau kasih tau kalau Reny sekarang mau lahiran, dirumah sakit ini juga" kata Reyhan ke teman-temannya.
"Serius, kok bisa bareng ya" kata Zahra merasa heran.
"Aku juga nggak tau honey, tapi kan kalau nggak salah kamu sama dia cuman beda 2 minggu ya, bisa jadi juga bareng" sahut Reyhan.
"Ya udah kalau gitu kita mau kesana" ucap Leo, Kyara, dan Attala.
"Ya udah kalau begitu kit bareng" ucap Reyhan.
"Hubby aku ikut ya" pinta Zahra.
"Nggak usah biar aku aja, kamu harus banya istirahat dulu, nanti aja kita jengukin Reny ok" bujuk Reyhan supaya Zahra tidak ikut.
Zahra pun hanya mengangguk pasrah. Sebelum pergi Reyhan memeluk Zahra dan mencium kening Zahra.
"Maaf ya aku belum bisa ngajak kamu, nanti aja kalau Reny sudah dibawa ke ruang rawat inap nya. biar aku suruh si Dimas, bawak Reny ke ruangan yang ada disebelah ruangan kamu, gimana?" kata Reyhan agar Zahra tidak ngambek, dan Zahra hanya mengguk.
"Ya udah kalau begitu aku ke ruangan bersalin buat ngeliat kondisi Reny sama anaknya" pamit Reyhan.
Leo, Reyhan, Kyara, dan Attala, mereka semua langsung pergi ke ruangan dimana Reny melahirkan.
Kini mereka berempat sudah sampai diruangan bersalin.
__ADS_1
"Gimana Om, Tan, Renynya udah lahiran" tanya Kyara.
"Belum Ky" sahut Luna Mamanya Reny.
Mereka semua masih menunggu di depan ruangan bersalin dengan harap-harap cemas.
1 jam kemudian terdengar suara tangisan bayi didalam ruangan.
Oekkkk.....oekkk.....oekkk
dan 5 menit kemudian ada lagi suara tangisan seorang bayi dari dalam.
Oekkk....oekk....oekkkk
Mereka semua yang ada diluar merasa heran bukannya si Reny hamil bukan anak kembar, tapi kenapa ada dua suara bayi di dalam ruangan.
Tidak lama kemudian Dimas keluar dengan menggendong salah seorang bayi mungil dan cantik, dan ada juga salah seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan di gendongannya.
Mereka yang melihatnya dibuat bingung. Reyhan pun bertanya ke Dimas, kenapa ada dua orang bayi yang keluar dari ruangan itu, terus kalau yang digendong Dimas anak, nah yang satu itu anak siapa.
"Emmm, Dim yang ada digendongan suster itu anak siapa sih" tanya Reyhan penasaran.
"Hah!!!, kok bisa, bukannya Reny cuman mengandung satu baby ya bukan twins" tanya Reyhan lagi.
"Sebenarnya kata Dokter itu, waktu di USG, alah satu janin nya tersembunyi, sehingga alat USG nggak bisa mendeteksi salah satunya, dan kalau kata Dokter istri gue itu mengalami yang namanya hidden twin" jelas Dimas.
Mereka semua akhirnya mengerti penjelasan dari Dimas.
"Ohh iya Rey, gimana jadi nggak soal perjodohan anak kita, nah anak cowok lo kan ada dua, dan gue juga punya dua cewek, jadi pas lah buat kuta jodohin" kata Dimas.
"Ck, masih aja lo ingat soal perjodohan ini" kata Reyhan yang sudah bosan mendengar ucapan Dimas yang selalu membahas soal perjodohan anak mereka.
"Terus gimana keadaan kedua calon mantu gue, sama calon besan gue?" tanya Dimas, dan kemudian memberikan anaknya yang berada didalam gendongannya ke suster yang baru datang, kemudian suster tersebut membawa nya ke ruangan khusus baby.
"Mereka sehat semua" sahut Reyhan.
"Siapa aja nama anak lo?" tanyanya lagi.
"Kalau yang pertama namanya Kenzo Pradika Sebastian, kalau yang kedua namanya Khanza Dhikara Sebastian, dan yang ketiga Kenzi Pradipta Sebastian" jawab Reyhan.
"Bagus-bagus juga nama anak lo, berarti yang bakal dijodohin sama anak gue Konzo dan Kenzi dong, nah kalau Khanza bakal dijodohin sama anaknya tu curut" kata Dimas sambil menunjuk Attala yang sedang mengelus-elus perut Kyara.
__ADS_1
"Dim, nanti ruangan rawat inap Reny disebelah ruangan bini gue ya, katanya dia mau ngejenguk bini lo sama anak lo" kata Reyhan.
"Ok, beres tapi lo harus setuju dengan perjodohan anak kita" sahut Dimas.
"Dih maksa" kata Reyhan, dan mereka semua hanya geleng-geleng kepala saja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
***Ruangan Zahra
Pukul 19:45***
Saat ini Reyhan sudah kembali lagi keruangan dimana Zahra di rawat. Dan saat Reyhan melihat ke adaan didalam sangat sepi, karena orang tua mereka tidak ada.
"Hon, Bunda, Ayah, Mama, sama Papa kemana" tanya Reyhan sambil berjalan kearah brankar Zahra.
"Mereka aku suruh pulang, kasian aku sama mereka, dan aku tau kalai Ayah, Bunda, Mama dan Papa pasti kelelahan" sahut Zahra.
"Hubby, gimana keadaan Reny sama anak-anaknya" tanya Zahra, disaat Reyhan sudah duduk di kursi sebelahnya.
"Alhamdulillah mereka bertiga baik-baik saja, tidak ada kekurangan satupun" jawab Reyhan.
"Hah!!!, mereka bertiga, maksud kamu?" tanya Zahra yang tidak mengeti dengan jawaban Reyhan.
"Iya mereka bertiga, soalnya Reny melahirkan baby twins hon" jawab Reyhan. Zahra langsung melongo saat mendengar ucapan Reyhan.
"Apa, kok bisa sih" tanya Zahra kalau kata Dimas Reny mengalami yang namanya hidden twin, dimana salah satu janinny nggak bisa terdeteksi oleh alat USG, dan itu di sebabkan salah satu janin tersembunyi" penjelasan Reyhan.
Zahra hanya berOria setelah mendengarkan penjelasan dari Reyhan, tenteng kenapa Reny dapat melahirkan baby twins.
"Kamu udah makan belum?" tanya Reyhan, Zahra hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Ya udah kalau begitu kita delivery aja ya, aku tah kamu nggak mau makan bubur ayam lagi kan" kata Reyhan.
Reyhan pun membuka aplikasi Go**** dan mulai memesan makanan apa saja yang adan dipesan.
Setelah selesai memesan makanan Reyhan mengajak Zahra ngobrol sembari menunggu makanan nya datang.
****Bersambung....
Ayo dong dukung cerita aku dengan cara vote, supaya aku lebih semangat lagi membuat ceritanya****
__ADS_1