
Setelah seminggu acara kelulusan Zahra dan Reyhan. Sekarang Zahra hanya bisa berdiam diri dirumah, kalau tidak ikut Reyhan ke showroom hanya untuk sekedar menghilangkan bosan saja.
Tapi untuk hari ini Zahra tidak pergi kemana-mana, hanya bisa berdiam diri dirumah saja, dan tidak ada yang bisa ia lakukan sama sekali, karena hari ini juga Reyhan tidak pergi kemana-mana.
Saat ini mereka berdua sedang berada di tukang tengah untuk nonton TV bareng, sambil ngobrol tentang universitas mana yang akan mereka masuki.
"Emm, hubby, entar emangnya kita mau masuk di universitas yang mana?" tanya Zahra sambil mengelus rambut Reyhan yang sedang tiduran di paha istrinya.
"Nggak tau juga" jawab Reyhan, sambil memainkan game online di handphone miliknya, tanpa mengalihkan pandangannya dari benda itu.
"Gimana kalau kita satu kampus lagi sama Reny, Kyara, Leo, Dimas, Attala, dan Dava?" tawar Zahra.
"Aku sih ayo aja, emangnya mereka masuk kampus mana?" tanya Reyhan.
"Kalau nggak salah sih Trisakti, katanya sih" sahut Zahra.
"Ya udah kalau gitu" balas Reyhan, yang kini sudah merubah posisinya menjadi duduk.
"Bosen nih hon, ngapain enaknya ya?" tanya Reyhan ke Zahra sambil bersender di pundak Zahra dengan manjannya.
"Emmm, gini aja, gimana kalau kita buat rainbow cake mau nggak?" tawar Zahra.
"Ya udah ayo" ajak Reyhan yang kini sudah lebih dulu berdiri.
"Semangat banget kamu?" tanya Zahra yang heran melihat Reyhan yang semangat untuk menemaninya membuat rainbow cake.
"Hehehhe" bukannya menjawab pertanyaan Zahra, Reyhan malah tertawa cengengesan sambil mengaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ya udah ayo katanya mau buat rainbow cake" ajak Reyhan lagi, dan langsung pergi berlalu menuju dapur. Zahra yang melihat sikap suaminya itu hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja. Zahra pun langsung menyusul suaminya ke dapur.
Saat sudah sampai di dapur, Zahra mulai mempersiapkan barang-barang dan bahan-bahan apa saja yang dipakai untuk membuat rainbow cake.
Kini semua barang dan bahannya sudah pada siap. Zahra langsung saja mulai membuat rainbow cakenya dengan di bantu Reyhan, yang memasuk masukan bahan-bahan yang di suruh Zahra.
__ADS_1
Saat sedang asik-asikan membantu Zahra, tiba-tiba saja otak jahil Reyhan pun muncul, untuk menjahili sang istri yang sedang serius membuat adonan.
Reyhan memulai aksinya saat Zahra tengah lengah. Mulai lah Reyhan mengambil segenggam temung terigu, kemudian dia memanggil Zahra.
"Honey" panggil Reyhan ke Zahra. Zahra yang di panggil pun langsung menghadap Reyhan. Disaat Zahra menghadap ke Reyhan, Reyhan langsung melempari Zahra dengan terigu yang di genggamnya ke wajah Zahra.
Zahra yang mendapatkan kejahilan Reyhan langsung berteriak.
"REYHANNN!!!!" teriak Zahra.
Reyhan langsung berlari sebelum Zahra menganiaya nya.
Tapi usahanya sia-sia sudah, karena Zahra sudah lebih dulu menarik baju Reyhan dengan kuat. Kini Zahra mulai membalas perbuatan Reyhan. Zahra mengambil terigu dan mulai melempari Reyhan dengan terigu.
Jadilah sekarang mereka perang terigu di dapur, dapur pun kini sudah menjadi putih semua, akibat ulah mereka berdua.
Setelah puas perang terigu, mereka pun melanjut kan membuat rainbow cake yang tertunda, akibat ulah Reyhan. Sekitar 35 menit kemudian rainbow cake yang mereka buat pun jadi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Seusai shalat maghrib berjamaah, Zahra dan Reyhan mereka sedang duduk di ruang tengah sembari memakan rainbow cake yang mereka buat siang tadi.
Sambil ngobrol masalah yang belum terselesaikan dari tadi siang masalah mereka akan masuk ke universitas mana.
Dan tidak terasa waktu sudah mulai memasuki waktunya shalat isya. Zahra maupun Reyhan langsung pergi menuju kamar untuk melaksanakan shalat isya berjamaah.
Setelah shalat mereka berdua duduk di kasur dengan posisi Reyhan merebahkan kepalanya di atas paha Zahra dengan memainkan game online di handphone, dan Zahra membaca buku novelnya sambil bersender di kepala kasur, dengan tangan yang satu mengelus rambut Reyhan.
Dan entah mengapa Zahra kepikiran soal kebutuhan biologis untuk Reyhan. Dan Zahra memberanikan dirinya untuk menanyakan hal itu ke Reyhan.
"Emmm, hubby, aku mau nanya dong sama kamu" kata Zahra sambil menunduk menghadap wajah Reyhan.
"Tanya apa" balas Reyhan dan mendongak menatap wajah Zahra.
__ADS_1
"Emmm, kamu udah mau hak kamu belum sebagai suami" tanya Zahra.
"Sebenarnya aku sih udah lama pengen minta hak aku sebagai suami kamu, aku juga sebagai laki-laki normar pasti lah pengen, tapi aku juga nggak mau menuntut hak aku sebagai sumai dengan cara memaksa kamu, aku maunya kamu ikhlas dari hati kamu ngasih nya ke aku bukan karena paksaan, aku juga nggak mau cuman ngikuti ego dan hasrat aku saja" penjelasan Reyhan ke Zahra.
Zahra yang mendengarnya merasa bersalah karena dia belum bisa memenuhi kebutuhan biologis Reyhan, dan belum bisa menjadi istri seutuhnya.
"Hubby, kalau kamu mau menunt hak kamu sebagai suami aku udah siap kok" kata Zahra sambil memalingkan wajahnya ke arah lain, karena merasa malau atas ucapannya barusan.
Sebaliknya dengan Reyhan, dia malah langsung merubah posisinya menjadi duduk akibat terkejut atas ucapan Zahra tersebut.
"Kamu serius, nggak terpaksa kan" tanya Reyhan untuk memastikan saja.
"Iya aku serius kok, kan emang udah kewajiban aku sebagai seorang istri, aku juga ngelakuinnya bukan karena terpaksa" jawab Zahra sambil tersenyum.
"Ya udah kalau begitu, tapi sebelum itu kita shalat dua rakaat dulu ya" ajak Reyhan dan hanya di balas anggukan kepala saja.
Mereka pun langsung melaksanakan shalat 2 rakaat sebelum melakukan hubungan suami istri, setelah itu mereka langsung pergi menuju kasur dan kemudian membaca doa.
Setelah selesai semua mereka langsung melakukan hubungan itu, yang hanya di temani dengan cahaya indah bulan dan angin malam.
Sesudah melakukan hubungan intim Reyhan langsung membaringkan tubuhnya di sebelah Zahra yanh sudah lebih dulu tertidur. Kemudian Reyhan manaik kan selimut sebatas leher Zahra.
Sebelum tidur Reyhan mencium kening Zahra.
"Terima kasih honey kamu udah mau menjaga mahkota berharga kamu buat aku, aku sangan mencintai kamu" ucap Reyhan.
"Dan semoga aja kamu cepat hadir disini ya baby, Ayah sama Bunda sangat menunggu kehadiran kamu di tengah-tengah keluarga kecil kita" ucap Reyhan lagi sambil mengelus-elus perut rata Zahra.
Dan beberapa saat kemudian Reyhan ikut terlelap di samping Zahra, sambil memeluk Zahra dengan mesranya.
****Bersambung....
Ya akhirnya selesai juga, dan nggak akan lama lagi ceritanya udah mau tamat deh.
__ADS_1
maaf ya kalau masih banyak typo nya***