
Sekarang jam sudah menunjukan pukul 15:00 WIB, Dimas sekarang tengah bersiap-siap untuk pergi kerumah Reny.
Karena di sudah ada janji dengan Reny akan belajar bersama dirumah Reny. Dimas langsung turun dari kamarnya menuju lantai bawah dan akan berpamintan kepada Jenny ( Mama Dimas ).
"Ma, aku pamit ya, aku mau belajar bersama dengan teman aku, mungkin aku pulangnya setelah maghrib" pamit Dimas, dan kemudian mencium punggung tangan Jenny dan tidak lupa pula mencium kedua pipi Jenny sebelum pergi.
Dimas langsung keluar rumahnya, kemudian dia masuk kedalam mobil yang telah disiapkan oleh supir pribadi keluarganya yang ia suruh tadi sebelum pergi kerumah Reny.
Dimas langsung saja melaju kan mobilnya menuju rumah Reny, saat sudah sampai di sekitar peremuahan yang cukup elit.
Dimas pun mencari alamat rumah Reny, saat sudah ketemu alamat yang dicari, Dimas pun membunyi kan kelakson mobilnya, agar gerbang rumah Reny ada yang ngebukain.
Tidak lama kemudian ada seorang satpam yang membukakan gerbang rumah Reny. Saat sudah berada di dalam perkarangan rumah Reny. Dimas melihat Reny didepan pintu masuk yang sedang menunggu kedatangannya.
Dimas pun langsung turun dari mobil Lamborgini berwarna silver miliknya.
"Hai Ren, udah lama kamu nunggu aku?" tanya Dimas.
"Aeelah sejak kapan lo jadi formal gini ngomongnya" tanya Reny.
"Sejak gue chattan sama lo tadi, kan kita tadi pakai aku kamu" sahut Dimas.
"Ohh iya juga, udah ah terserah mau panggil apa aja, lebih baik kita mulai sekarang belajarnya nanti keburu malam" ajak Reny yang kemudian mengajak Dimas masuk.
Dimas pun hanya mengikuti langkah kaki Reny yang berjalan masuk kedalam rumah.
Setelah berada didalam rumah Reny, Dimas langsung disuruh duduk oleh Reny ketika mereka sudah berada diruang tamu.
Reny pun permisi sebentar dengan dengan Dimas, karena ingin membuatkan minum untuk Dimas.
"Dim, lo mau minum apa, biar nanti gue yang buatin?" tanya Reny.
"Nggak usah repot-repot" kata Dimas.
"Nggak repot kok, kalau cuman minum aja" sahut Reny.
"Ya udah terserah lo aja" kata Dimas.
__ADS_1
"Ok lo tunggu disini aja dulu kalau begitu, gue mau buatin lo minum dulu" Reny pun langsung berlalu menuju dapur untuk membuatkan Dimas minum.
Sekitar 10 menit kemudian Reny kembali lagi ke ruang tamu, dengan membawa nampan yang berisikan jus jeruk dan cemilan untuk teman mereka belajar.
"Ya udah ayo kita mulai belajarnya, oh iya di rumus yang mana lo belum ngerti" tanya Ren.
"Nah rumus ini nih gue belum terlalu mengerti dengan cara mengerjakannya" tunjuk Dimas.
"Oh, kalau rumus yang ini mah mudah menurut gue" kata Reny sambil membanggakan dirinya.
kemudian Reny mulai mengajarkan Dimas bagaimana cara mengerjakannya.
Dimas dia tidak pernah fokus dengan cara mengerjakan rumus yang diajari oleh Reny sedari tadi, Dimas malahan fokus dengan wajah cantik Reny.
"Udah ngerti belum?" tanya Reny tiba-tiba, dan itu membuat Dimas tersentak kaget yang tengah melihat wajah cantik dan manis Reny.
"Eh...emm, i.. iya udah ngerti kok" sahut Dimas gelagapan.
"Ya udah kalau begitu minum dulu, nanti kita lanjut lagi sama rumus yang satunya" kata Reny sambil tersenyum kearah Dimas.
Dimas langsung terpanah saat melihat betapa manisnya senyum Reny. Dan Tiba-tiba saja ada seseorang pria yang masuk ke dalam rumah Reny tanpa permisi.
"Dimana?" tanya Reny.
"Kalau nggak salah itu ada dimeja ruangan kerja Papa deh" katanya pria itu.
"Hemm tunggu disitu dulu" kata Reny, dan langsung berlalu menuju ruangan kerja Papanya untuk mengambil berkas yang ketinggalan dan meninggalkan kedua pria itu diruang tamu.
"Lo siapa nya Reny" tanya pria itu.
"Temannya Bang, nama gue Dimas" balas Dimas sambil mengulurkan tangannya kearah pria itu, ia pikir adalah kekasih Reny.
"Ohh Dimas, gue Bimo Abangnya Reny" pria yang bernama Bimo itu pun menyambut uluran tangan Dimas.
Saat mendengar kalau peria tersebut adalah kakaknya Reny, ekspresi wajah Dimas pun berubah drastis yang awalnya dengan wajah datar kini sudah senyum.
"Ohh, Abangnya Reny, gue kira pacarnya Reny"
__ADS_1
sahut Dimas.
"Kenapa lo suka ya sama adek gue" tanya Bimo, saat melihat perubahan wajah Dimas
"Nggak kok Bang" sahut Dimas.
"Udah deh lo nggak bisa bohong sama gue" kata Bimo.
Dan tiba-tiba saja Reny kembali lagi ke ruang keluarga dengan membawa map yang berwarna biru, yang dicari Bimo.
"Makasih sayang, ya udah kalau begitu Abang mu ini mau pergi lagi, soalnya udah ditunggu Papa" kata Bimo, dia langsung mencium pipi kana Reny dan berlalu begitu saja.
Dimas sudah mulai sedikit lega, karena laki-laki itu ternyata adalah kakaknya Reny.
"Ya udah kita mulai lagi yuk" ajak Reny.
Dan kemudian mereka mulai lagi dengan satu rumus yang dianggap Dimas sangat rumit.
Dan kembali lagi seperti tadi, disaat Reny sedang menjelaskan bagaimana caranya tapi Dimas malah kembali fokus yang wajah Reny.
' Untung Bang Bimo tadi bukan pacar Reny, berarti gue masih ada kesempatan buat nembak Reny, gue bahagia banget hari ini, tapi kenapa mukanya beda ya sama yang ngejemput Reny disekolah tadi, ah belum lega hati gue ' gumam Dimas dalam hati.
Sekitar 30 menit kemudian Reny selesai menjelaskan rumus yang kedua, dan kemudian Dimas pun berpamitan untuk pulang.
Reny pun mengantarkan Dimas sampai didepan rumah.
"Ren, gue pamit pulang dulu ya" Dimas pun berpamitan.
"Iya, hati-hati ya dijalan" kata Reny, kemudian melambaikan tangan nya kearah Dimas.
Dimas langsung melakukan mobilnya menuju rumahnya, dengan kecepatan rata-rata. Dimas masih memikirkan siapa yang menjemput Reny pas disekolah tadi, dan siapa juga orang yang berfoto dengan Reny, saat ia menstalking Instagram milik Reny, mereka semua adalah 2 orang yang berbeda.
Dimas akan mencari tahu siapa kedua pria itu, dan ada hubungan apa mereka berdua itu dengan Reny. Dimas juga harus mempersiapkan bagaimana cara ia menyampaikan perasaannya ke Reny, dan itu semua membuatnya menjadi pusing.
****Bersambung.....
Jangan lupa vote cerita aku, biar aku lebih semangat nulisnya, vote kalian adalah semangat bagi ku.
__ADS_1
Oh iya kalau soal cerita Pasutri SMA season 2 nya masih direview, jadi tinggal kalian tunggu saja jangan sampai ketinggalan ceritanya, karena ceritanya aku buat gereget****