
Hari ini Zahra merasa aneh dengan sikap Reyhan, entah mengapa Reyhan dari selesai shalat subuh, Reyhan manja sekali dengan nya.
Seperti setelah shalat tadi, masa iya dia mau tidur lagi tapi harus tidur di paha Zahra sebagai batalnya dan sekalian menyuruh Zahra untuk nyanyikan sebuah lagu untuk nya, katanya agar sebagai dia cepat tidur. Aneh bukan???
Dan saat ia sedang masak pun Reyhan selalu memeluknya dari belakang dan tidak mau melepas pelukannya.
"Hubby lepas dong, aku kan lagi masak" kata Zahra, pada saat Reyhan semakin erat memeluknya dan langsung menenggelamkan wajahnya di leleh sang istri.
"Hubby, nanti gosong lo masakan aku, entar kita nggak bisa sarapan lagi" kata Zahra lagi yang sudah merasa risih dengan perbuatan Reyhan tersebut.
"Kenapa kamu yang harus masik yank?, kan disini juga udah ada ART" ucap Reyhan.
"Ya tapikan emang udah kewajibanku sebagai seorang istri, aku juga udah ngomong kok ke Bi Ina kalau bagian nyuci baju sama msak biar aku aja yang ngerjain" ucap Zahra.
"Hubby, bisa nggak sih lepas dulu, kamu ini nggak malu apa, kalau nanti dilihat sama pekerja lain, udah ah lepas dulu, aku mau lanjut masak lagi, lebih baik kamu duduk aja di meja makan duluan" kata Zahra, untuk minta Reyhan melepaskannya.
Reyhan pun mau tidak mau, rela tidak rela akhirnya melepaskan pelukannya juga, dan lebih memilih duduk di meja makan, sekalian menunggu masakan yang di masak Zahra selesai.
Sekitar beberapa menit kemudian masakan yang di masak Zahra akhirnya jadi juga. Kemudian Zahra menta masakannya ke atas meja makan.
Setelah selesai menata makanan di atas meja Zahra langsung duduk disamping Reyhan, dan tidak lupa pula ia mengambilkan makanan untuk suami tercintanya.
"Nih hubby makanannya" kata Zahra sambil menaruh nasi berserta lauk pauknya tepat di depan Reyhan.
"Makasih honey" kata Reyhan dan tidak seperti biasanya Reyhan mencium Zahra pada saat di meja makan.
CUP
__ADS_1
"Kamu nih kenapa sih hubby, kamu sakit" ucap Zahra dan kemudian menempelkan punggung tangannya kedahi Reyhan.
"Aku nggak sakit honey" sahut Reyhan.
"Ya udah makan sana" suruh Zahra.
"Suapin" pinta Reyhan dengan nada manja.
"Aish, udah gede juga masih aja minta di suapin udah kaya anak kecil aja" omel Zahra dan menatap Reyhan dengan jegah.
"Ayo lah honey, please" pinta Reyhan dengan penuh harapan ke Zahra.
"Baiklah, sinikan piringmu" ucap Zahra dan langsung mengambil piring yang di sodorkan ke Zahra.
"Kau ini kenapa sih, aku merasa aneh dengan sikap mu ini, dan kenapa hari ini kau begitu manja sekali, seperti anak kecil saja, sikapmu hari ini berubah sekali, setelah kita selesai shalat, terus aku sedang masak dan ini sedang makan pun kau meminta ku untuk menyuapi mu seperti anak kecil yang minta di suapi oleh ibunya, kenapa sikap mu ini bisa berubah begini sih, aku merasa sedang mengasuh seorang bayi gede" cerocos Zahra sambil menyuapi Reyhan.
Zahra yang melihat Reyhan cemberut pun punya ide buat mengerjai suaminya itu. Zahra pun mendekatkan bibirnya ke bibi sang suami dan mencium sekilas.
CUP
Setelah mencium suaminya itu Zahra langsung kabur ke dalam kamar, karena ia tau apa yang akan suaminya lakukan ke dia nantinya.
'Ck, kenapa sih Zahra selalu saja mengodaku dengan bibir manisnya itu' gerutu Reyhan dalam hati, sambil berjalan ke arah kamar mereka.
Ceklek
Reyhan membuka pintu kamar dan mencari keberadaan Zahra, tapi pada saat ia masuk ke dalam kamar. Reyhan tidak menemukan orang yang di cari nya dari tadi.
__ADS_1
Reyhan pun mencari di balkon kamarnya, kerana tempat itu lah yang belum sama sekali ia cari. Saat sudah berada di dekap pintu balkon Reyhan melihat Zahra sedang berdiri membelakanginya.
Reyhan mengendap-endap berjalan menuju Zahra. Setelah berada di belakang Zahra. Reyhan langsung saja memeluknya dari belakang.
"Mikirin apa sih Hah!!!" seru Reyhan sambil menaruh dagunga di pundak Zahra sesekali mencium leleh jenjeng Zahra.
Zahra hanya menjawab dengan gelengan kepala saja.
"Aku tau kamu pasti memikirkan sesuatu" ucao Reyhan sembil membalikkan badan Zahra dan menghadap ke dirinya.
"Maaf" ucap Zahra. Reyhan bingung dengan ucapan Zahra yang tiba-tiba saja meminta 'maaf ' kepadanya.
"Maaf untuk?" tanya Reyhan yang merasa bingung.
"Maaf karena aku belum bisa memenuhi kebutuhan biologis untuk mu, dan belum bisa menjadi seorang istri seutuhnya untuk mu" kata Zahra dengan lirih, tapi masih dapat di dengar oleh Reyhan.
"Hey, kau ini kenapa tiba-tiba bicara seperti iti sih, sepertinya tadi tidak" ucap Reyhan sambil mengangkat wajah Zahra yang sedari tadi menunduk, untuk melihat ke arah dirinya.
"Entah lah, tiba-tiba saja aku kepikiran seperti itu" sahut Zahra dengan muka sedihnya.
"Aku takut kau akan meninggalkan ku, dan kau akan memilih wanita lain untuk memenuhi kebutuhan biologis mu itu" kata Zahra lagi.
"Honey kau tidak perlu merasa bersalah, aku bisa menahannya kok, dan aku tidak akan meninggalkan mu dengan wanita lain" jawab Reyhan dan menatap Zahra dengan senyuman.
"Sudah lah kau tidak perlu merasa bersalah, aku juga tidak terlalu menginginkan itu, yang aku inginkan sekarang hanyalah kau yang selalu berada disisi ku, baik suka maupun duka" ucap Reyhan, dan langsung menarik tubuh mungil Zahra ke dalam pelukannya.
****Bersambung.....
__ADS_1
Maaf kalau masih banyak typo****