
*author POV.
Selesai acara makan malam Elisa dengan keluarganya langsung pulang kerumahnya sungguh di dalam mobil Elisa cuma bisa marah dalam diam, Elisa sadar bahwa ayah nya adalah orang yang keras walau terlihat hangat tapi jika ayah nya sudah mengatakan sesuatu maka tidak ada yang bisa berkutik, khusus nya Elisa, karena Elisa tau tugas seorang anak adalah mendengarkan perkataan orang tua tanpa ada bantahan.
Tapi tetap saja Elisa tidak habis pikir dengan perilaku ayahnya yang tiba² menjodohkannya.
_____sampai di rumah.
"eh udah pulang kalian"ucap Abang nya Elisa bang Reyhan dengan cemilan di tangannya.
"El langsung ke kamar ya yah"ucap Elisa setelah meletakkan sepatunya dan berjalan menuju arah kamar.
"El kenapa yah?"tanya Reyhan tak tau apa².
"kamu tanya aja sama orangnya sendiri " jawab ayah Gunawan sambil mengarahkan dagunya ke arah putrinya yang lagi berjalan lemas.
"oh okey"Jawab bang Reyhan langsung merapikan makanan ringan di meja dan bergegas menyusul adik perempuannya itu.
Bang Reyhan berjalan menuju ke arah kamar sang adik sambil merasa hawatir tapi dia tidak ingin menanyakan ke ayahnya karena baru juga di tanyai langsung suruh ngomong sama orangnya.
"dek Lo kenapa"ucap bang Reyhan setelah membuka pintu kamar sang adik satu² nya itu."cerita sini sama Abang "lanjutnya perhatian.
"bang…….…"jawab Elisa dengan mata berkaca².
"eehhhhh kok nangis"tanya polos sang Abang.
"ayah mau nikahin El sama anak temennya....huuuuaaa"pecah Elisa.
__ADS_1
"maksud kamu!"tanya bang Reyhan serius.
"Elisa di jodohin bang...... hiks"jawab Elisa dengan sedikit segukan.
bang Reyhan menarik napas panjang.
"Abang bicara sama ayah."ucapnya tegas.
Ya benar saja Rehan ke ruang keluarga dan melihat ayahnya sedang berada di situ.
"yah Rey mau ngomong"ucapnya sambil menuju kursi di dekat ayahnya dan langsung duduk.
"kenapa? adik kamu ngadu."jawab ayahnya santai.
"yang bilang dia anak jahat ² siapa."dan sang ayah lagi ² dengan santai nya.
"ayah kalo bikin keputusan itu mikir juga kok"lanjut sang ayah dengan nada lembut sambil menatap sang putra.
"dengan banyak pertimbangan sebelumnya."lanjut sang ayah sambil berdiri mematikan tv dan berjalan menuju kamar."kamu tidur kalo gak kamu yang ayah nikahin"lanjutnya.
setelah kepergian sang ayah Reyhan pergi ke dapur tempat sang bunda berada.
"bunda tau alasannya ayah jodohin adik kenapa"tanya Reyhan kepada sang bunda.
"bunda juga bingung sih tapi bunda yakin ayah ngelakuin ini pasti banyak pertimbangan." lanjut bunda dan langsung duduk di depan sang putra yang lagi duduk di meja makan.
__ADS_1
"kamu yakin kan sama ayah"lanjutnya dan langsung pergi meninggalkan sang putra.
Jujur Reyhan masih bingung sama semuanya tapi dia berusaha ngertiin kan ini. dan tua juga yakin ayahnya task mungkin merusak masa depan sang adik.
_____DI TEMPAT LAIN.
Alandra cuma bisa pasrah saja keputusan papahnya karena sama dengan Elisa Alandra juga sangat menghormati papahnya.
sebelum sampai ke rumah Alandra dan keluarga mampir dulu ke orang jualan martabak mereka membelikan untuk sang adik.
Alandra hanya diam jujur dia ingin berontak tapi aku boleh buat papahnya adalah orang yg sangat teguh pendirian.
sesampai di rumah Alandra hanya diam dan langsung menuju kamarnya.
"alan "panggil papah nya dan Alandra pun langsung menoleh ke arah pemanggil.
"ya pah"tanyanya dengan sedikit menaikkan kedua alisnya.
"besok kamu jemput Elisa, jalin kan juga satu sekolah, dan kamu harus naik mobil gak ada motor."ucap papahnya dan tidak dapat perlawanan dari Alandra, alisnya hanya sedikit mengangguk dan melanjutkan jalannya bahkan dia mengabaikan panggilan dari adiknya. Alya Putri Wisnu nama adik Alandra.
__ADS_1