Pasutri SMA

Pasutri SMA
Mager (2)


__ADS_3

Setelah semalam mereka berkumpul di apartemen milik Reyhan dan Zahra, mereka sangat merasa lelah.


Semalam mereka semua bubar tengah malam saat jam menunjukkan pukul 23:00 WIB. Saat semua nya sudah pada pulang, Zahra langsung membereskan semua ke kacauan di ruang TV.


Setelah membereskan semuanya, Zahra langsung pergi ke kamar, untuk membersihkan badannya. Saat sudah berada di dalam kamar, Zahra melihat Reyhan yang sudah berbaring di kasur dan tubuhnya sudah berbalut dengan selimut.


Kemudian Zahra pun berlalu menuju kamar mandi. Sekitar beberapa menit kemudian Zahra keluar dengan wajah yang sedikit fresh, dan sudah berganiti pakaian dengan piyama berwarna Biru Laut.


Dan Zahra kemudian ikut berbaring di samping Reyhan. Reyhan yang merasakan ada pergerakan dari kasur pun terbangun dan melihat Zahra yang akan tidur. Kemudian Reyhan berbalik menghadap Zahra dan langsung memeluk Zahra dengan erat.


Kepalan Zahra pun di bawa Reyhan ke atas dada bidangnya. Sehingga beberapa menit kemudian Zahra dan Reyhan sudah berada di dalam mimpi indahnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi Hari


Reyhan dan Zahra hari ini mereka bangunnya kesiangan, sehingga membuat Zahra dan Reyhan tidak melaksanakan shalat subuh.


Mentari pagi menelusup masuk ke dalam kamar sepasang sejoli yang masih berbalut dengan selimut yang sangat nyaman.


Zahra dan Reyhan bangun akibat sengatan mentari yang menusuk-nusuk kulit Reyhan dan Zahra dengan sinarnya.


"Agh, jam berapa ini" tanya Reyhan ke Zahra.


"Emmm, pukul 08:45 WIB" jawab Zahra yang masih mengumpulkan nyawanya.


"Ohhh, jam 08:45" ujar Reyhan dan tidak beberapa lama kemudian dia sadar dengan ucapannya.

__ADS_1


"Hah!! jam 08:45, berarti kita nggak shalat subuh dong" ucap Reyhan dengan kaget nya.


"Ini pasti gara-gara semalam, kalau aja kita bubarnya nggak malam-malam banget, pasti udah bangun dari tadi, lagian kamu juga kenapa nggak bangunin aku sih" omel Zahra.


"Emangnya siapa yang setuju kalau kita ngumpul-ngumpul, trus bubar nya tengah malam, Hah!!!" ucap Reyhan.


"Iya, iya salah aku, memang aku yang salah, kalau aja aku nggak menyetujui ngumpul-ngumpul bareng nggak akan jadi kaya gini" ucap Zahra dengan menundukkan kepalanya dan langsung berdiri dari posisinya yang duduk di atas tempat tidur, menuju kamar mandi.


Reyhan yang merasakan perubahan istrinya pun menyesal dengan perkataan ya tadi, dan dia langsung menuju pintu kamar mandi dan mengetuk h ngetik nya tapi tidak ada jawaban dari dalam.


Reyhan sudah beberapa kali mengetuk dan memanggilnya tapi tetap tidak ada sahutan dari dalam kamar mandi. Reyhan dia hanya menunggu Zahra di depan pintu kamar mandi sambil berdiri.


Sesaat kemudian Zahra keluar dari kamar mandi, dia terkejut melihat Reyhan berada di depan pintu dengan posisi berdiri dengan tangan yang di lipat di depan dada.


Zahra kemudian merubah raut wajah yang tadinya terkejut menjadi seperti semula. Saat Zahra akan pergi, tangannya langsung di tahan oleh Reyhan, walaupun Zahra sudah meminta lepaskan cengkraman itu, tapi Reyhan tidak mengindahkannya.


"Nggak kok, aku nggak marah" kata Zahra dengan kepala menunduk.


"Sini coba kamu liat aku deh" kata Reyhan sambil memegang dagu Zahra dan menaikannya agar Zahra bisa melihatnya.


"Maafin aku ya, aku tadi nggak bermaksud ngomong kaya gitu" ujar Reyhan.


"Iya nggak papa kok" kata Zahra dengan lirih dan masih bisa dapat di dengar oleh Reyhan.


Setelah itu Reyhan langsung meraih tubuh mungil itu dan di bawanya tubuh mungil Zahra kedalam pelukannya. Kemudian Reyhan melepaskannya.


"Ya udah kalau begitu kamu pakai baju sana, entar kamu masuk angin loh" ucap Reyhan. Karena sedari tadi Zahra hanya menggunakan handuk kimono. Zahra hanya mengguk atas apa yanh di ucapkan Reyhan barusan dan pergi menuju lemari pakaian, sedangkan Reyhan ia masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.

__ADS_1


Setelah memakai baju Zahra duduk di meja rias untuk mengeringkan rambutnya setelah itu menyisirnya. Beberapa saat kemudian Reyhan keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang di lilitkan dipingangnya.


Seperti biasa Zahra langsung menyuruh Reyhan duduk di lantai dan dia di kasur agar memudahkan untuk mengeringkan rambut Reyhan.


Setelah kering Reyhan memakai pakaiannya dan kemudian dia mengajak Zahra keluar kamar. Mereka langsung pergi menuju ruang TV untuk menonton TV.


"Yank aku laper nih" ucap Reyhan.


"Kita beli aja ya hubby, aku lagi mager nih, nggak tau kenapa" ucap Zahra sambil bersandar di dada bidang sang suami.


"Yah, kok beli, sebenarnya aku lagi pengen masakan kamu loh" ucap Reyhan.


"Beli aja ya hubby, aku juga nggak tau kenapa aku tiba-tiba manger, bawaannya cuman pengen duduk selonjoran, dan nonton kartun" ucap Zahra.


Reyha yang mendengarnya pun juga merasa kasihan, karena dia juga bisa memaklumi Zahra yang lagi mager hari ini, entah karena dia ke lelehan akibat semalam atau apa.


Jadi Reyhan menyetujui perkataan Zahra, dan akhirnya dia memesan makanan melalui aplikasi go****.


"Ya udah kita pesan aja, kamu mau pesan apa?" tanya Reyhan.


"Aku mau pesan fried chiken sama pasta aja" ucap Zahra.


"Ok" ucap Reyhan dengan singkat, dan lalu memasang makanan untuk mereka.


Beberapa menit kemudian pesanan Zahra dan Reyhan sampai juga. Kemudian Reyhan mengambilnya dan membayarnya, setelah itu makanan tersebut di bawanya ke dapur. Pasata milik Zahra pun ia simapan, karena ia tau pasta nya untuk ia makan nanti.


Reyhan pun langsung menaruhnya di piring yang sudah ia siapin. Setelah menaruh makan itu di atas piring Reyhan pun membawanya ke ruang TV kata Zahra dia ingin makan di ruang TV saja. Dan saat Reyhan menolaknya kata-kata yang keluar lagi hanyalah kata 'MAGER'.

__ADS_1


****Bersambung.....


__ADS_2