Pasutri SMA

Pasutri SMA
Welcome To The World Baby Triplets


__ADS_3

Beberapa menit kemudian kedua orang tua Zahra dan Reyhan beserta teman-teman mereka berdua, kembali lagi ke dalam ruangan Zahra, setelah mereka selesai makan dikantin.


"Assalamualaikum" salam mereka semua.


"Wa'alaikumsalam" balas Zahra dan Reyhan.


Saat masuk Attala langsung heboh sendiri, karena dia tau kalau calon menantunya sudah lahir.


"Rey, mana nih mantu gue, gue mau liat" kata Attala antusias ingin sekali melihat anak perempuan Reyhan.


"Belum mantu, tapi calon mantu" protes Reyhan.


"Iya iya terserah lo" kata Attala.


"Tuh anak gue, yang katanya mau lo jodohin sama anak lo itu" sahut Reyhab sambil menunjuk anak perempuannya.


Kemudian Attala pun bertanya nama anak Reyhan dan Zahra.


"Rey, btw nama anak lo siapa nih?" tanya Attala.


"Iya betul tuh kata Attala, anak-anak kalian udah pada dikasih nama?" tanya Sandra.


"Udah Ma" sahut Reyhan.


"Siapa namanya?" tanya sandra lagi.


"Kalau yang pertama namanya Kenzo Pradika Sebastian, kalau yang kedua namanya Khanza Dhikara Sebastian, dan yang ketiga Kenzi Pradipta Sebastian" jawab Reyhan.


"Bagus juga nama yang lo kasih" sahut Attala.


"Iya lah siapa dulu gue gitu loh" Reyhan pun membanggakan dirinya sendiri.


"Hay baby, triplets kenalin nama Uncle Leo, dan sebelah Uncle ini namanya Om Dava, dan yang ini namanya Om Attala, dan sebelah situ yang lagi duduk namanya Tante Kyara" Leo memperkenalkan satu persatu orang yang ada diruangan.


"Ehhh, curut enak aja lo, ngajarin anak Reyhan manggil gue Om, sedangkan lo dipanggil Uncle, gue nggak mau dipanggil Om, gue maunya dipanggil Uncle juga bukan Om" protes Dava.


"Betul tuh kata Dava, gue sama bini gue juga nggak mau dipanggil Om sama Tente, kita maunya di panggil Daddy sama Mommy" protes Attala juga.

__ADS_1


"Terserah di lo pada" balas Leo.


"Hai baby, Welcome To The World Triplets Baby" kata Dava tiba-tiba, dan semuanya menatap kearah Dava dengan tersenyum.


Setelah selesai melihat anak dan teman anaknya berdebat Leni memberikan dua bungkus bubur ayam yang sempat ia beli di kantin rumah sakit tadi.


"Rey, Ra, lebih baik kalian berdua makan dudu, kalau soal ketiga anak kalian biar Bunda, Mama kamu, Ayah, Papa kamu, dan teman-teman kamu aja yang jagainnya" kata Leni, sambil menyodorkan dua buah bukus bubur ayam.


"Makasih Bunda" ucap mereka berdua. Leni hanya menganggu kan kepalannya, dan langsung menggendong anak pertama Zahra dan Reyhan, kemudian Sandra juga mengambil anak ketiga Zahra dan Reyhan, dan kini Bayu yang mengambil alih Putri kedua Zahra dan Reyhan kedalam gendongannya.


Karena Bayu waktu itu kepengen sekali mempunyai anak perempuan, tapi Tuhan berkehendak lain karena waktu itu Leni pernah di diagnosa oleh Dokter mengalami kemandulan.


Tapi Bayu dan Leni selalu ikhtiar dijalan yang maha kuasa, dia yakin jika Allah berkehendak lain makan itu akan terwujud Kun Fayakun.


Dan setelah 2 tahun pernikahan mereka. Mereka mendapat kabar bahagia bahwasannya Leni sedang mengandung 5 minggu.


Dan sebenarnya Leni dan Bayu sempat tidak percaya, karena waktu itu Dokter mengatakan bahwa Leni tidak dapat mengandung, disebabkan ia mengalami kemandulan.


Makanya Reyhan selalu dimanjakan kedua orang tuanya, tapi dengan cara mendidik nya agar anaknya iti tidak semena-mena merehmehkan orang.


Walaupun dimanja Reyhan jarang sekali memakai fasilitas yang selalu di berikan kedua orang tuanya, tapi semua fasilitas itu kadang ia jual dan uangnya ia sumbangkan ke panti asuhan atau panti jompo.


"Ohh iya Dav, kok Dimas nggak datang ya nengokin Zahra ya, nggak kaya biasanya" tanya Reyhan ke Dava.


"Nggak tau jug gue, kalau gitu biar gue coba telfon tu anak" sahut Dava. Dava pun mengambil handphone miliknya disaku celananya.


tut tut tut


suara nanda sambung di handphone milik Dava. Tidak lama kemudian telfon nya diangkat oleh Dimas.


"......."


"Wa'alaikumsalam, lo kok nggak jengukin Zahra sih, katanya calon besan"


"......."


"Apa!!!"

__ADS_1


"........"


"Lo sekarang lagi dimana"


"........"


"Ohh ok nanti gue suruh suster buat nyiapin peralatannya"


"......."


"Wa'alaikumsalam"


Dava kemudian mematikan sambungan telfon nya, setelah itu dia keluar dari ruangan Zahra dengan tergesah-gesah tanpa pamit terlebih dahulu, pada semua orang yang ada di dalam ruangan.


Reyhan juga merasa aneh dengan sikap Dava, yang pergi secara tiba-tiba dengan tergesa-gesa setelah menelfon Dimas. Kemudian Reyhan menyusul Dava.


Beberapa saat kemudian Reyhan melihat Dava yang sedang menunggu seseorang di depan rumah sakit, lalu Reyhan menghampiri Dava.


"Dav, ada apa sih, kok lo aneh banget setelah menelfon si Dimas?" tanya Reyhan setelah berada di dekat Dava.


"Itu tadi kata Dimas Reny udah mau lahiran makanya gue disuruh dia buat nyiapin ruang persalinan buat Reny" jelas Dava.


"Serius lo nggak lagi bercanda kan?" tanya Reyhan merasa tidak percaya.


"Gue serius, emang saat ini lo liat gue dengab tampang lagi bercanda apa" sahut Dava.


"Santai aja kali, nggak usah ngegas juga" kata Reyhan.


"Kalau nggak ngegas hidup lo nggak akan jalan, malahan yang ada diam di tempat" sahut Dava.


Tidak lama kemudian Dimas datang dengan menggendong Reny yang merintih kesakitan.


Reny kemudian dibawa ke ruang persalinan oleh Dimas.


****Bersambung....


Mungkin nanti aku bakalan buat cerita khusus untuk Reny, Dimas, Attala, Kyara, Dava, Leo, dan serta kisah cinta Reza dan Renatta di epepisode 67 atau 68.

__ADS_1


Dan maaf kalau masih banyak typonya


Jangan lupa kalian Vote cerita aku****


__ADS_2