Pasutri SMA

Pasutri SMA
Emang Kamu Udah Siap Punya Anak?


__ADS_3

Teman-teman Reyhan dan Zahra kini sudah pada pulang, dan ruangan itu pun kembali terasa sepi lagi, karena semuanys sudah pada pulang.


Jam sekarang sudah menunjukan pukul 18:00 WIB, berarti sudah waktunya masuk shalat maghrib. Sebelum shalat maghrib Reyhan membersihkan diri dulu.


Setelah selesai mandi di kamar mandi yang berada di ruangan Zahra tersebut Reyhan pun keluar dan akan melaksanakan shalat.


Saat Reyhan akan memulai shalat, Zahra memanggilnya untuk ikut shalat maghrib.


"Hubby, aku juga mau shalat, tapi aku minta tolong kamu ambilin mukenah Bunda di dalam loker itu" kata Zahra meminta tolong ke suaminya.


Reyhan kemudian mengambilkan mukenah milik ibunya itu di loker. Karena Zahra tau kalau sang mertua selalu membawa kemana saja mukenah.


"Nih mukenahnya" Reyhan pun mengulurkan tangannya yang memegang mukeh.


"Ehh, kamu mau kamana?" tanya Reyhan, saat melihat Zahra akan turun dari brankar.


"Ya mau ambil wudhu lah, emang mau ngapain lagi?" sahut Zahra.


"Kan kamu bisa tayamum honey" ujar Reyhan.


"Oh iya ya, aku lupa,tapi kamu bantuin aku ya" kata Zahra sambil tersenyum. Reyhan hanya geleng-geleng kepala saja, melihat tingkah Zahra, tapi disisi lain dia juga senang karena Zahra telah sadar dari komannya.


"Ya udah sini aku bantu" sahut Reyhan, kemudian Reyhan pun membantu Zahra untuk bertayamum. Setelah selesai membantu Zahra bertayamum, Reyhan juga membantu memasangkan mukenah ke istri tercintanya itu.


Sesudah membantu Zahra mereka pun langsung melaksanakan shalat, dengan Zahra yang shalat sambil berbaring di atas tempat tidur, karena kaki Zahra belum terlalu kuat untuk berdiri lama dan Reyhan menjadi imam.


Setelah selesai shalat maghrib, Reyhan membantu membukakan mukenah yang di pakai sang istri. Tidak berapa lama kemudian datang lah seorang perawat yang membawakan makanan dan obat-obatan untuk Zahra makan malam.


"Permisi nona Zahra, tuan Reyhan, saya kesini untuk mengantarkan makan malam nona Zahra dan obat untuk nona Zahra" kata suster yang membawa makanan untuk Zahra.


"Oh iya sus, ditaruh saja di atas meja itu" ucap Reyhan sambil menunjuk arah meja samping brankar Zahra.

__ADS_1


Dan susternya pun menuruti apa kata Reyhan. Sesudah itu suster tadi pun langsung keluar dari ruangan Zahra.


"Yank, makan dulu yuk, biar aku yang nyuapin kamu" ujar Reyhan, sambil mengambil mangkok yang berisi bubur.


Zahra hanya mengangguk, dan langsung menerima suapan demi suapan dari Reyhan. Setelah makan Zahra meminum obat. Saat sudah selesai makan dan minum obat, tidak terasa sekarang sudah waktunya shalat isya.


Sepasang suami istri itu pun melaksanakan shalat isya seperti shalat maghrib tadi, dimana Reyhan membantu Zahra.


Reyhan dan Zahra pun telah melaksanakan kewajiban ya sebagai muslim. Kini waktu Zahra untuk tidur, karena ia tidak nboleh terlalu malam tidur, mengingat kondisi badan nya yang belum stabil.


Seperti biasa Reyhan diminta Zahra untuk tidur di sampingnya, Reyhan, ia hanya menuruti apa kata istri kesayangan nya itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi Hari


Mereka berdua sudah bangun dari jam 04:46 WIB, dan telah melaksanakan shalat subuh.


"Hubby, aku mau ke taman rumah sakit" kata Zahra, sambil mencoba duduk.


"Ayo kita ke taman, aku tau kamu pasti sudah mulai bosen kan" sahut Reyhan, sambil membantu Zahra untuk turun dari brankar, untuk duduk di kursi roda.


Zahra kini sudah duduk di atas kursi roda dan memegang botol infus, Reyhan dia mulai mendorong kursi roda menuju taman.


Beberapa saat kemudian mereka berdua sudah sampai di taman yang berada di depan rumah sakit. Reyhan mengajak Zahra untuk menuju bangku taman yang masih kosong.


Saat sudah berada di bangku kosong itu, Reyhan duduk dan Zara berada di depannya masih menggunakan kursi roda dengan menghadap ke arah Reyhan.


"Sayang, kamu tau nggak betapa frustasinya aku waktu denger kamu koma, terus pernah juga dapat kabar dari bunda kalau detak jantung kamu pernah berhenti waktu itu" kata Reyhan setelah mereka duduk dan saling berhadapan.


Zahra hanya diam dan mendengarkan ukapan hati suaminya itu.

__ADS_1


"Dan waktu itu kalau sampai kamu ninggalin aku, nggak tau akan jadi seperti apa hidupku nanti tanpa kamu, dan waktu itu juga kalau kamu pergi ninggalin aku emangnya kamu nggak mau apa di panggil Bunda, atau Oma setelah kita punya anak dan cucu nanti" kata Reyhan lagi, sambil mengenggam tangan Zahra dengan eratnya.


Zahra hanya tersenyum mendengar kata-kata Reyhan.


"Kata siapa aku nggak mau di panggil Bunda dan Oma nanti setelah kita punya anak dan cucu" sahut Zahra sambil tersenyum.


"Hubby aku mau nanya sama kamu" kata Zahra lagi.


"Mau nanya apa sih sayangnya aku?" tanya Reyhan sambil membenarkan rambut Zahra.


"Emangnya kamu udah siap punya anak?" sahut Zahra dengan senyum.


"Aku sih siap-siap aja, tapi kalau kamunya belum siap nggak papa kok" jawab Reyhan dengan senyum ke arah Zahra.


"Makasih ya hubby, kamu udah bisa memahami aku, aku akan siap punya anak pas aku sudah lulus sekolah, dan lulus kuliah" kata Zahra, sambil menatap mata Reyhan.


"Iya, aku bakalan nunggu kesiapa kamu aja, lagian kan kita ini juga masih muda, jadi kamu jangan khawatir" ucap Reyhan.


"Tapi aku takut, kamu akan berpaling ke wanita lain" kata Zahra, dan langsung di peluk oleh Reyhan, saat mendengar kata-kata terakhir dari Zahra.


"Shutt, kamu nggak boleh ngomong kaya gitu, tenang aja. aku nggak akan pernah ninggalin kamu kok, aku akan tetap setia sama kamu, jadi kamu jangan takut, kalau aku akan berpaling ke wanita lain"


"Kamu dengar baik-baik ya, aku itu indah cinta sama kamu, terus buat apa juga aku berpaling hati ke wanita lain, istri aku aja cantik nya udah ngalahin Taylor Swift" ucap Reyhan lagi, Zahra yang mendengarnya langsung tersipu malau atas ucapan Reyhan barusan.


Reyhan memandang ke arah langit yang mulai mendung, dan sepertinya akan turun hujan.


"Honey kayanya udah mau turun hujan deh, lebih baik kita kembali ke ruangan kamu ya, soalnya kamu juga belum sarapan, pasti susuter udah membawakan kamu makanan di ruangan kamu" kata Reyhan ke Zahra.


"Ya, ayo kita masuk" ajak Zahra. Kemudian Reyhan mendorong kursi roda milik Zahra untuk kembali ke ruangan Zahra, karena hari ini sepertinya akan turun hujan yang sangat lebat.


****Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa datang dong ke cerita terbaru aku " Kakak Kelas Ku Senior BUCIN "


__ADS_2