Pasutri SMA

Pasutri SMA
Perjuangan


__ADS_3

2 Bulan Kemudian


Kini kandungan Zahra sudah memasuki usia 9 bulan, dan perkiraan Dokter Yuni bahwa Zahra seminggu lagi akan melahirkan baby triplets. Tapi itu hanya perkiraan saja, dan itu juga bisa maju bisa mundur waktu untuk Zahra persalinan nanti.


Sudah seminggu ini Reyhan tidak masuk ke kerja, tapi Reyhan mengerjakan tugasnya di rumah, kalau ada yang harus di tanda tangani olehnya maka Kennan lah yang sebagai sekertaris Reyhan yang mengantarkan berkas tersebut kerumah.


Saat ini Reyhan sedang menemani Zahra duduk di ayunan taman belakang rumahnya.


"Hubby, aku udah nggak sabar lo pengen cepat-cepat anak kita lahir" ujar Zahra.


"Aku juga, aku penasaran sama ketiga anak kita nanti, dan aku mau nanya sama kamu, gimana menurut kamu kalau soal perjodohan anak kita yang di ajukan oleh Dimas dan Attala?" tanya Reyhan.


"Kalau aku sih setuju aja, soal perjodohan ini" sahut Zahra sambil bersandari di dada bidang Reyhan dan mengelus-elus perutnya yang sudah semakin membuncit itu.


"Ok, berarti kita udah sepakat ya buat ngejodohin anak kita sama anak Dimas dan Attala" kata Reyhan dan setelah itu mencium pucuk kepala Zahra.


Saat sedang asik-asikkan mengobrol tiba-tiba saja perut Zahra merasa mules dan sakit menjadi satu.


"Awwww" rintih Zahra sambil memegang perutnya.


"Kamu kenapa honey?" tanya Reyhan.


"Akhhh, hubby kok perut ku rasanya sakuit sekali sih, akhhh" kata Zahra sambil merintih kesakitan.


Reyhan langsung panik saat melihat Zahra kesakitan dan memanggil ART yang ada dirumah.


"Bi Ina, Bi!!! " teriak Reyhan memanggil ARTnya. Kebetulan Bi Ina sedang menjemur pakaian di halaman belakang, jadi Bi Ina langsung berlari kearah Reyhan yang memanggilnya.


"Ada apa Tuan?" tanya Bi Ina


"Nggak tau Bi, tiba-tiba saja tadi perut istri saya merasa sakit" sahut Reyhab dengan nada sedikit panik.


"Ya ampun Tuan kayaknya Nona Zahra akan melahirkan deh, karena air ketubannya sudah pecah" kata Bi Ina.


"Bukannya istri saya seminggu lagi melahirkan, dan ini kan belum tanggalnya" kata Reyhan.


"Iya Tuan, kalau iti kita tidak dapat memprediksikan, soalnya kadang bisa maju dan juga kadang bisa mundur Tuan" sahut Bi Ina.


"Ya udah kalau begitu, kamu bilang sama Mang Asep suruh dia menyiapkan mobilnya sekarang dan Bibi juga siapkan perlengkapan untuk Nona dan perlengkapan baby juga" kata Reyhan dengan nada yang sudah mulai sangat panik.


Setelah memerintahkan Bi Ina, Reyhan langsung menggendong Zahra menuju mobil yang sudah disipkan oleh supir pribadi Zahra yaitu Mang Asep.


Kini mobil yang akan membawa Zahra kerumah sakit sudah melaju dengan kecepatan sedang.


"Hubby, perut ku sakit banget rasanya, aku Akhh nggak sanggup lagi hubby" kata Zahra dengan lirih, sambil menahan rasa sakit.


"Kamu yang kuat ya, sebentar lagi kita sampai" kata Reyhan menguatkan Zahra.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit yang ada di kota tersebut.


Zahra langsung di bawa ke ruang bersalin oleh para perawat dan Dokter Yuni yang sedang menunggu kedatangan Zahra.


Karena sebelum sampai, Reyhan sudah menghubungi Dokter Yuni, kalau Zahra akan melahirkan sekarang juga, maka dari itu Dokter Yuni sudah menyiapkan seluruh keperluan.


Dan Reyhan juga sudah menghubungi seluruh keluarga, dan teman-temannya, kalau Zahra akan melahirkan anak mereka.


"Mari Tuan Reyhan masuk, ada harus mendampingi istri anda di dalam" kata Dokter Yuni, Reyhan pun langsung mengikuti langkah Dokter Yuni masuk kedalam ruang bersalin.


Saat sudah didalam ruangan Reyhan merasa kasihan dengan istrinya itu yang sedang berjuang untuk melahirkan anak mereka.


Reyhan pun berjalan mendekat kearah brankar diamana Zahra berbaring.


"Kamu yang kuat ya honey, aku kan selalu mendampinginya kamu selalu, kamu boleh gigit aku, cakar aku, pukul aku, terserah kamu mau apain aku, disaat rasa sakit itu menyerang dan lampiaskan saja itu semua sama aku" kata Reyhan sambil mengelus rambut hitam, panjang, dan lebat milik Zahra.


"Aduh Dok, aku udah Akhhh...nggak tahan lagi" rintih Zahra. Dokter Yuni pun memeriksa Zahra sudah masuk ke dalam pembukaan berapa.


Sedangkan orang-orang yang dihubungi Reyhan saat dijalan tadi, sudah pada berkumpul di depan ruang bersalin dengan harap-harap cemas.


"Ok, Nona Zahra sekrang sudah pembukaan ke- 10 dan anda harus mengikuti instruksi saya ya" ucap Dokter Yuni.


"Baiklah sekarang anda harus mengejang" perintah Dokter Yuni.


"Akhhgghh....huffgghhh....akhghhh!!!" Zahra mengejang dengan sekuat tenaga.


"Aaaakgghhh...huuufffgghhh...hubby aku nggak kuat lagi" kata Zahra sambil menahan rasa sakit yang ia alami.


Sedangkan Reyhan, sudah banyak bekas cakaran dan gigitan Zahra di lengannya. Reyhan merasa kasihan melihat sang istri yang sedang berjuang untuk melahirkan buah hati mereka.


"Kamu harus kuat saya, nanti kita bakalan membesarkan mereka bersama dengan kasih sayang kita setulus hati, dan aku akan selalu berada disamping mu, kamu harus kuat demi buah hati kita, perjuangan kamu belum selesai, kita masih harus membesarkan kedua pura dan putri kita bersama-sama, aku juga tau kalau kamu itu wanita yang hebat, kuat, dan tangguh, semangat" Reyhan menyemangati Zahra, dan Reyhan lalu mencium kening Zahra dengan lamanya.


"Terus Nona, sedikit lagi, Nona kali ini harus sekali mengejang" intruksi Dokter Yuni.


"Aaaakkkkgggghhhhh" Zahra langsung sekali mengejang.


Oekkk....oekkk....oekkk


Dan keluar lah anak pertama mereka dengan jenis kelamin laki-laki.


5 menit kemudian keluarlah anak kedua mereka yang berjenis kelamin perempuan.


Dan 3 menit kemudian keluarlah anak ketiga mereka dengan jenis kelamin laki-laki.


Zahra tersenyum sebelum menutupkan matanya, karena ia terlalu lelah yang langsung melahirkan 3 sekaligus baby.


Reyhan pun membisikkan sesuatu ditelinga Zahra, karena merasa sangat bahagia.

__ADS_1


"Honey, terima kasih kamu telah berjuang untuk melahirkan ketiga malaikat kecil ini di dalam hidup ku" setelah itu Reyhan mencium kening Zahra, sebelum ia melihat ketiga anaknya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kini Zahra sudah dipindahkan di ruang rawat inap VIP. Reyhan saat ini masih menunggu Zahra untuk sadar dari tidurnya.


Tidak lama kemudian Zahra membuka matanya, dan saat pertama kali ia membuka matanya ia melihat sosok Reyhan yang sedang tersenyum ke arahnya.


"Kamu udah sadar honey?" tanya Reyhan, dan Zahra hanya tersenyum.


"Hubby, gimana anak kita?" tanya Zahra dengan lirihnya.


"anak kita masih ada diruangan khusus baby hon, nanti juga pasti suster datang membawa mereka" sahut Reyhan.


Dan benar apa kata Reyhan, datang lah 3 suster yang membawa ketiga anak mereka.


Zahra langsung mengembangkan senyumnya saat melihat ketiga anaknya.


"Terimakasih sayang karena kamu telah berjuang untuk melahirkan penerus keluarga Sebastian yang sangan tampan dan cantik" kata Reyhan dan dia mengambil alih putra pertamanya dari salah satu suster, sedangkan Zahra dia mengambil alih putri keduanya. Dan putra ketiga mereka di letakan di atas brankar yang sama dengan Zahra.


"Itu tidak malasah buat aku, karena aku sangat menikmatinya" sahut Zahra dan tersenyum kearhnya, setalh itu mengalihkan pandangannya kembali lagi ke anak ketiganya yanv tiba-tiba saja menangis.


"Nona sudah saatnya anda memberikan Tuan muda dan Nona muda ASI" kata salah seorang suster. Zahra hanya mengangguk. Ketiga suster tersebut pun langsung pamit mengundurkan diri.


"Hubby anak pertama kita yang mana?" tanya Zahra.


"Yang aku gendong ini anak pertama kita, yang lagi kamu gendong itu Anka kedua kita dan yang ada disamping kamu itu anak ketiga kita" jawab Reyhan. Zahra hanya mengangguk pertanda Zahra mengerti.


Zahar mulai tersadar kalau sedari tadi ia membuka matanya keluarganya dan temab-temanya tidak ada didalam ruangan.


"Ohh iya hubby, Mama, Bunda, Ayah, Papa, Bang Reza, sama teman-teman kita kok nggak ada disini saat aku membuka mata tadi" tanya Zahra.


"Ohh, kalau mereka sekang lagi pada ke kantin untuk makan dulu" sahut Reyhan.


Zahra pun mulai memberikan satu persatu ASI pada ketiga anaknya.


Setelah selesai Zahra bertanya ke Reyhan nama ketiga anak mereka.


"Hubby, nama anak kita siapa aja?" tanya Zahra.


"Kalai anak pertama kita namanya Kenzo Pradika Sebastian, yang kedua namanya Khanza Dhikara Sebastian, dan yang ketiga Kenzi Pradipta Sebastian" jawab Reyhan.


"Nama yang bagus" sahut Zahra. Dan beberapa saat kemudian keluarga sama teman-teman Zahra dan Reyhan kembali lagi kedalam ruangan Zahra karena mereka mau melihat baby Triplets.


****Bersambung....


Ohh iya siapa yang setuju nih kalau di cerita ini aku buat cerita khusus buat Attala dan Kyara, Dimas dan Reny, nasip kedua jomblo akut Dava dan Leo, serta Reza dan Renatta.

__ADS_1


Dan jangan lupa kalian harus datang ke cerita baru aku Kakak Kelas Ku Senior BUCIN. Dan rencana aku juga aku mau buat cerita Pasutri SMA sampai season 3 kalian semua pada setuju nggak.****


__ADS_2