
Murid-murid akademi sihir cabang cina nampak iba ketika melihat guru terkuatnya berjalan melewati mereka menggunakan tongkat.
Dari kejauhan, Yuna dan dua lelaki tua berpakaian adat, duduk sambil memandanginya dengan tatapan menghakimi.
"Kenapa kau tidak memulihkan matanya, Yuna?" Tanya Sima Yi, Dia adalah kepala akademi sihir cabang Cina.
"Dia menolak." Jawab Yuna. Membuat Sima Yi mengangguk paham dan mengerti.
"Sombong." Kesal Jang Uk, salah satu guru di akademi sihir. "Kenapa tidak membunuhnya? Dia tidak akan berguna banyak bagi akademi."
"Mata dewa bukanlah satu-satunya kelebihan yang Keshi punya." Terang Sima Yi. "Tentu daya tempur kita akan berkurang drastis, tapi bukan berarti kita bisa membunuh seseorang yang sudah banyak berkorban untuk akademi ini."
"Keshi sedang menghukum dirinya sendiri. Setelah hukuman berakhir, aku yakin dia akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya." Imbuh Sima Yi. "Berikan dia waktu."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Arka berpamitan dengan Aura, lalu masuk kedalam mobil hitam yang dikendarai oleh Asep.
Aura dan orangtuanya selamat dari serangan Seimei Abe karena Asep mengevakuasi mereka ke Bandung lebih dulu daripada yang lain. Mereka diprioritaskan oleh Asep karena Asep tahu betapa sayangnya Arka kepada mereka. Kalau mereka mati, keadaan bisa lebih buruk dari sebelumnya. Walau begitu, ternyata Asep masih ceroboh. Kakak Aura yang pada saat itu sedang bekerja dikantor, tidak dapat dihubungi sampai sekarang.
Saat Arka datang, Aura dan keluarganya sedang berduka dirumah neneknya yang kebetulan tinggal di Bandung. Untung saja, mereka masih terlihat bahagia dan mau menerima kedatangan Arka.
"Kau tahu, kan? Kalau kau tidak harus pulang ke akademi." Ingat Asep, ia sesekali melirik Arka lewat spion.
__ADS_1
Tanpa menoleh, Arka menjawab: "Aku ada janji dengan seseorang."
"Apakah seseorang ini lebih penting dari kisah cintamu?" Tanya Asep. "Masa muda cuma sekali, loh."
"Seseorang ini kehilangan keluarganya." Jawab Arka. "Dia bilang, keberadaanku disisinya mengingatkannya pada anaknya yang pergi meninggalkannya."
"Dan sejujurnya, keberadaan seseorang ini pun mengingatkanku pada sosok paman." Imbuh Arka.
"Indah." Celetuk Asep.
Mobil pun hening sejenak.
"Apa kabar guru Kenny? Aku belum bertemu dengannya." Arka mengalihkan topik.
Arka membulatkan mulutnya, lalu kembali menatapi kaca jendela mobil yang menampilkan indahnya kota Bandung. Dia juga merindukan sosok guru Kenny. Tapi dilihat dari segi manapun, situasi sedang tidak mengizinkan mereka untuk bertemu.
Setelah berpisah dengan teman-temannya di akademi, Arka berteleportasi kerumah Usugurai menggunakan teknik titik lompat.
Sesampainya disana, Arka langsung menyadari sebuah perbedaan besar. Rumah itu hancur, dan banyak bekas tebasan di dindingnya. Apa yang terjadi?
"Kek?" Arka memasuki rumah itu hanya untuk menemukan jasad Usugurai yang sudah tergeletak lemah di atas tikar. Saat Arka hendak mendekati tubuhnya yang dingin, sebuah pedang mengarah ke leher Arka.
"Kau siapa?" Tanya seorang pria berpakaian seperti koboi yang baru saja datang dari ruangan lain.
__ADS_1
Mereka pun berkelahi dan menghancurkan rumah itu hingga rubuh. Arka benar-benar kesal hingga kesadarannya kembali bertemu dengan Onimaru.
"Tidak bisa." Tolak Onimaru. Arka pun keheranan karena biasanya Onimaru ingin bebas dan ingin menguasai tubuhnya. "Disaat kau mati, kita membentuk sebuah kontrak. Dan kontrak itu akan membunuhku bila aku melanggarnya. Kau memang tidak akan ingat karena melupakan kontrak itu adalah salah satu syaratnya."
"Kau akan melepas kontrak itu?" Tanya Onimaru, ketika melihat Arka yang sedang dipenuhi kebencian.
Onimaru pun tersenyum sinis.
Dengan hanya begitu, mereka kembali bertukar.
Onimaru kemudian menebas pria itu dan mencabiknya hingga hancur berantakan. Namun, berbeda dengan manusia pada umumnya, pria ini kembali pulih dan menusuk Onimaru dengan pedangnya.
Onimaru melirik pedang itu dan merasakan energi jiwanya yang berbeda. Ia pun tersadar akan sesuatu. "Kau..."
"Pengguna pedang iblis lain." Ucap pria itu. "Akhirnya kita bertemu."
Pria itu melempar tubuh Onimaru ke pepohonan, lalu mengejarnya dan menikamnya dengan sadis.
Odenta Mitsuyou, adalah salah satu dari kelima pedang iblis selain Onimaru Yasutsuna, yang sudah memiliki seorang wadah. Dan mereka dipertemukan ditempat ini, di lembah yang dijaga ketat oleh kakek Usugurai seorang diri.
Wujud Odenta.
__ADS_1
Pertarungan besar yang tak diduga oleh kedua belah pihak. Dengan dua arah arus sungai yang berbeda, mereka harus bertabrakan dititik yang sama.