Pedang Iblis

Pedang Iblis
Malaikat Dan Iblis pt.1


__ADS_3

"Apa kabarmu, Arka?" Tanya Kenny, dengan senyuman tengil khas miliknya. Dia berdiri dengan tangan disaku celana, menatap Arka yang tengah merangkak, memegang perut dengan mata yang membalas tatapannya.


Tanpa perlu menunggu lama, Onimaru langsung bertukar pikiran dengan Arka lalu mengayunkan pedang iblisnya ke arah leher Kenny.


Sebuah benturan terjadi, Kenny tak berkutik sementara Onimaru terheran-heran. Sesuatu jelas telah menghalangi serangannya yang seharusnya sudah pasti kena.


"Aku baru saja mendapatkan mainan baru." Ucap Kenny.


Onimaru tertegun. "Limitless?" Batinnya. "Begitu, ya."


"Mata dewa yang dicuri dari Keshi, dia gunakan untuk mencuri teknik sihir lain dari orang yang berbeda. Pria ini memang licik." Kesal Onimaru. "Tapi tak kusangka kalau mata itu juga bisa meniru teknik bawaan. Kenny benar-benar mengoptimalkan semua yang dia punya."


"Kau memang kejam, padahal aku sedang rindu dengan murid kesayanganku." Keluh Kenny. "Bertukarlah dengan Arka, atau kau bisa mati bersamanya."


Onimaru terkekeh. "Aku ingin melihatmu mencoba." Tantangnya.


Stardust kemudian datang entah darimana, mengayunkan pedangnya penuh amarah. "Untuk ayah!" Raungnya.


Namun, Kenny masih bersikap tak acuh dengan mengatakan: "oh, ada dua."


Kenny menciptakan sebuah simbol dengan jemarinya untuk memperluas tekanan Limitless. Daya hancurnya seperti ledakan bom atom, hanya saja bukan membakar, melainkan mendorong.


Sebuah kawah tercipta dari serangan pembuka milik Kenny yang kini sedang terbang diatasnya. Wadah-wadah lainnya terpencar, sementara Onimaru yang tadi ikut terdorong kini tertumpuk dengan batang-batang pohon yang ditabrak oleh Limitless.


"Aku harus bisa menembus penghalang bodoh itu." Batin Onimaru. Ia membersihkan pakaiannya, kemudian teringat dengan cincin yang di berikan oleh Jojo. Ia mengecek kantong baju Arka, dan langsung menemukan benda itu. "Kebetulan yang menarik."


Kenny yang sedang menunggu serangan balasan dari Onimaru, tiba-tiba merasakan goresan di lehernya. Ia menoleh kebelakang dan tidak menemukan siapa-siapa. "Apa yang terjadi?" Batinnya.


"Sama seperti Limitless, Cleave mempunyai banyak kekeliruan. Cleave bukanlah teknik sihir, melainkan teknik tebasan yang mengonsumsi energi jiwa." Ucap Onimaru, menjelaskan kepada Arka yang sedang menonton dari alam bawah sadar. "Dan cincin ini adalah cincin anti sihir, bukan anti energi jiwa."


"Aku bisa menembus Limitless dengan bantuan cincin ini. Dengan kata lain, aku bisa membunuhnya."


Kenny terlihat sedang menyembuhkan luka dilehernya dengan teknik sihir pembalik. "Anti sihir, ya?" Gumam Kenny.


Onimaru menyeringai, menatap Kenny yang sedang berpikir keras. "Hari ini, adalah hari kematian dari seorang malaikat."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hikari dan Yeoul sedang melarikan diri dengan pedang iblis Odenta digenggaman. Mereka terlihat sedang berselisih.


"Kau serius akan meninggalkan mereka?" Tanya Yeoul, kakinya terus berlari namun pandangannya sering kali melihat kebelakang.


"Mereka adalah dua lelaki dewasa. Mereka bisa menemukan kita lagi saat masalah mereka sudah selesai." Jawab Hikari.


"Tapi bagaimana kalau mereka mati?"


"Bukan urusanku."


"Kita tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja!" Tegas Yeoul. "Jojo menitipkan mereka pada kita!"


"Terus apa maumu? Mati bersama mereka?!" Bentak Hikari. "Aku sudah kehilangan banyak orang, kalau aku harus kehilanganmu dan diriku sendiri, aku tidak mau!"


"Kau egois!" Cecar Yeoul. "Jangan pernah bermimpi untuk menikah denganku lagi!"


Yeoul berputar balik, meninggalkan Hikari sendiri ditempatnya berangkuh diri.


"Yeoul!" Nama itu terus dipanggil, namun yang dipanggil terus menjauh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kenny menerjang Onimaru yang masih berdiri ditempatnya, lalu menghajarnya ke atas udara dengan pukulan yang sangat kuat hingga meninggalkan lubang.


"Benar juga, dia masih bisa meningkatkan kekuatan dari fisiknya." Batin Onimaru.


"Tapi kalau bermain di ranah fisik, Onimaru akan menang dengan telak." Pikir Kenny, sambil terus berusaha untuk menjaga jarak. "Kelemahan dari saraf surgawi adalah slotnya. Jadi, jika aku meningkatkan kekuatan fisik, energi jiwaku akan melemah dan memustahilkan teknik pembalik."


"Dan jika teknik pembalik jadi mustahil, Onimaru bisa membunuhku dalam sekali tebas."


"Menyebalkan, dipikirkan terus pun akan percuma." Ucap Kenny, pasrah pada pemikiran panjang lebarnya. "Dengan kekuatan mata, aku bisa melihat dari mana datangnya aura anti sihir itu."


Kenny menggunakan kekuatan mata dewanya untuk mencari pusat dari kekuatan anti sihir milik Onimaru. "Ketemu!"


Kenny melesat ke arah Onimaru, lalu mengucap: "Oomiwa!"


Sebuah teknik ekspansi ruang tiruan mengurung Onimaru didalam dimensi lain.

__ADS_1


"Kekuatan klan Enka?" Bingung Onimaru.


Kenny nyengir. "Aku juga tidak menyukainya." Ucapnya.


"Tapi dengan teknik ekspansi ruang ini, seluruh abilitas ku dapat meningkat secara sekaligus tanpa perlu berganti-gantian." Imbuh Kenny dalam hati. "Aku akan menggunakan kesempatan ini untuk merampas cincin itu!"


"Walau tingkat sihirmu meningkat, kau tetap tidak akan bisa menyentuhku, loh." Ujar Onimaru.


"Oh, aku tahu itu." Kenny menundukan badannya, dengan tatapan yang sangat licik. "Untukmu, aku hanya ingin mengoptimalkan kekuatan fisikku. Untukku, aku menginginkan teknik pembalik yang maksimal."


Kenny bergerak dengan begitu cepat lalu menghajar Onimaru dari belakang. Saat Onimaru hendak berhenti untuk mencari Kenny, wajahnya kembali dihajar oleh kecepatan suara.


Kenny terus melakukan itu berulang-ulang, membuat tubuh Onimaru hancur secara perlahan. Tapi, Onimaru juga memiliki tingkat adaptasi yang tinggi. Dia tiba-tiba saja menemukan lokasi Kenny, dan menebas lengan kenny yang hendak menyentuh tangannya hingga putus.


"Dia barusan mengincar tanganku?" Batin Onimaru. "Jadi dia sudah menyadarinya, ya? Mata dewa memang mengerikan."


"Kau menyebalkan." Ucap Kenny, sembari menyembuhkan lengannya. Dia kembali teringat dengan pertarungannya bersama Faiz. Lokasi, tingkat kesulitan, dan pencarian strategi, semuanya hampir sesuai.


"Kau bukan orang pertama yang mengatakannya." Balas Onimaru. Mengingat pertarungannya dengan Keshi.


Mereka kemudian kembali berteru, menciptakan kerusuhan didalam teknik ekspansi ruang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yeoul yang sudah sampai didekat kawah, tidak menemukan apa-apa selain bola hitam yang melayang diatas udara. "Benda apa itu?" Bingungnya.


"Mereka ada didalam sana!" Seru Stardust yang sedang dalam keadaan sekarat. "Hancurkan benda itu!"


Yeoul mengangkat pedang iblisnya, lalu melemparnya penuh kekuatan ke arah bola itu hingga satu retakan menyebar keseluruh permukaan.


Bola itu kemudian pecah, memperlihatkan Kenny dan Onimaru yang sedang saling tatap.


"Sial." Kesal Onimaru. Tangannya yang dipasangkan cincin anti sihir telah di hancurkan oleh Kenny. Kini cincin itu terjatuh entah kemana.


"Zaman sudah berubah, Kau yang baru saja terlahir kembali bukan apa-apa di zaman ini." Energi jiwa Kenny tiba-tiba meningkat dengan sangat drastis. Menciptakan awan gelap dan tekanan yang sangat berat di daratan.


"Dan di zaman ini, aku lah pemegang gelar terkuat, sementara kau...

__ADS_1


Kau adalah penantangnya."


Senyuman kecil kembali terlukis diwajah Onimaru. Entah itu senyum kekalahan, atau senyum kemenangan. Tetapi jelas, hanya Onimaru yang bisa tersenyum didalam situasi buruk seperti ini.


__ADS_2