
"Besok pagi, aku akan menikahi Rere."
Mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Farel, Arka tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Ia hanya melempar senyuman kosong lalu tertawa canggung.
"Sungguh?"
Farel mengangguk, lalu membalas senyuman Arka. "Aku ingin menjadikanmu pendampingku."
"Kenapa tiba-tiba?"
"Karena kau adalah sahabatku."
"Bukan. Bukan itu." Koreksi Arka. "Kenapa kau menikahi senior Rere?"
Garis keturunan.
Farel yang memiliki darah Faiz, dan Reisya yang menjadi sosok dari pembatasan surgawi itu sendiri dinikahkan untuk meneruskan klan Shin sekaligus kembali melahirkan pembatasan surgawi dengan kemampuan Oomiwa ke dunia.
Pernikahan dini ini harus dilakukan sesegera mungkin karena peluang salah satu dari mereka mati di beberapa pertarungan kedepan sangatlah besar.
"Farel tidak pernah menjalani hidupnya sendiri." Ucap Arka, saat sedang berjalan ditengah jalanan kota bersama Aura. Malam itu, bintang dan bulan menerangi jalan mereka dengan sangat romantis. Namun yang ada dipikiran Arka adalah pernikahan milik sahabat seperti saudaranya, Farel, yang terkesan sangat dipaksa. "Dia selalu melakukan sesuatu atas perintah orang lain dan demi orang lain."
__ADS_1
"Dia pernah bilang kepadaku, kalau dia tidak pernah bertemu dengan kisah cinta remajanya." Imbuh Arka. "Bukankah itu sangat menyedihkan?"
Aura mengembungkan pipinya sambil berpikir. "Semua tergantung sudut pandang, sih."
Arka menoleh karena terkejut dengan respon Aura. "Apa maksudmu?"
"Hari ini, Farel tuh sering banget senyum. Seseorang yang sedang sedih gak bakal melukis senyuman setulus itu diwajahnya." Ujar Aura. "Dia bahagia. Dan seharusnya kita ikut senang karena itu."
Arka terkekeh. Dia merasa bodoh karena sudah berpikiran buruk soal pernikahan ini. "Kau ingin melakukannya juga?"
"Hah?" Aura menendang batu, lalu merapikan kerudungnya. "Melakukan apa?"
"Menikah." Ucap Arka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kale mencabut katananya dari tubuh iblis cacing raksasa, lalu mengayunkannya dengan sangat kencang untuk membersihkannya dari darah kotor.
"Acaranya sedang berlangsung, kau yakin tidak ingin hadir?" Tanya Kai.
Kale menatap matahari pagi, lalu mengingat masa-masa dimana dia sangat menyukai Reisya.
__ADS_1
Sembari memasuki katananya kedalam selongsong, Kale melanjutkan perjalanannya dengan kelam.
Kai perlahan mengerti tanpa suara karena dia percaya kalau aksi lebih berisik dari sebuah perkataan. Ia lalu mengekori pria berpedang dua itu dengan senyuman terpampang diwajah.
Mereka sedang berpatroli didalam tirai, suatu kegiatan harian yang diterapkan oleh penyihir akademi sejak pertarungan dengan Venma.
Walau penyihir sudah jarang muncul, namun iblis kelas khusus terus berdatangan setiap harinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Farel menyukai pelukan Reisya yang erat dari sepuluh jari-jari ramping. Langit tertidur dan bintang-bintang bernapas lembut. Bunga-bunga tegak menjulang seperti batang leher Reisya yang dibelah Farel. Gadis itu mengusap dada Farel, menyentuhnya dari atas sampai ketempat yang berada diantara tungkai kaki. Aroma mulut Reisya adalah aroma teh yang disisip Farel di sore sebelumnya. Adegan itu tak bisa mati; tak juga bisa melanjutkan kehidupannya.
Mereka sedang bercinta untuk melanjutkan garis keturunan. Namun Farel akan berbohong bila mengaku tidak menikmati setiap detiknya.
Ketika melihat wajah penuh nafsu Reisya saat menerima benih-benih anaknya, Farel memutuskan bahwa saat itu bukanlah terakhir kali mereka akan berhubungan badan. Farel kembali mencekik leher Reisya dan menghantamkan pinggulnya lebih kencang. Melihat wanita tangguh seperti Reisya dalam keadaan lemah seperti ini membuatnya horny setengah mati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Liliard membuka pintu dari sebuah lumbung tua dengan tangan yang cidera. Semua yang ada didalam menoleh, lalu berjalan menghampirinya kecuali satu orang.
"Bagaimana keadaan diluar?" Tanya Gin.
__ADS_1
"iblis diluar kota semakin marak. Sementara pemburu iblis didalam Lestallum akan menyerang siapapun yang bukan berasal dari kelompoknya." Lapor Liliard. Dia menatap seorang gadis yang sedang duduk diatas tumpukan gandum, lalu bertanya : "Bagaimana? Masih ingin menyelamatkan Lestallum?"
Gadis itu berdiri dari duduknya, membuka tudung kotor untuk memperlihatkan rambut hitamnya yang terpotong pendek. Dia berjalan mendekati rekan-rekannya, lalu menjawab : "Sebagai anak terakhir dari Lucius, aku akan menyelamatkan kota Lestallum."