
“Kau masih hidup?” Tanya seorang pria berwajah baru kepada Arka yang sedang tertancap diatas pohon dengan pedang iblis diperutnya. Lelaki itu kehabisan energi jiwa.
Arka melirik pria asing itu, terlihat dia sedang mencoba untuk mencabut pedang Onimaru dari perut Arka. Pedang itu tertancap begitu dalam.
*Brukkk
Arka terjatuh lemah keatas tanah, kemudian meringis, meringkuk-ringkuk kesakitan
"Bisa jalan?" Tanya pria tadi. Arka hanya diam karena tenggorokannya kering.
Lelaki itu pun memungut Onimaru dan menggendong Arka, lalu membawanya pergi entah kemana. "Namaku Jonathan, tapi kau bisa memanggilku Jojo."
Jojo (31 tahun) merebahkan Arka di atas sungai, membuat seluruh pakaiannya basah. Arka meminum air sungai itu dengan sangat terburu-buru, membuat Jojo tertawa. "Siapa namamu?"
"Arka, Arka Sadewa."
"Arka, apakah pedang ini milikmu?" Tanya Jojo, sambil membolak-balik pedang Onimaru.
"Ya. Itu pedangku."
"Hmmmm, menarik." Jojo melempar pedang itu kearah Arka, dan Arka menangkapnya tanpa merasa kesulitan. Luka fatal diperut pemuda itu juga sembuh dengan perlahan, ada yang berbeda darinya.
"Hei--" Saat Jojo hendak berbicara, sesosok iblis muncul dibelakangnya, dan menyerang Jojo dengan satu serangan pamungkas. Energi jiwa negatif terkumpul disatu titik, dan dilesatkan dalam bentuk laser. "Ah, dia kembali." Ujar Jojo, sambil memutar balik badannya.
Saat Arka ingin menghindar, Jojo melarangnya. "Tetap disisiku."
__ADS_1
Laser panas menghantam tubuh Jojo, tapi Jojo sama sekali tidak terbakar, bahkan dia tidak memberikan reaksi kesakitan pada serangan itu.
"Bagaimana bisa?" Bingung Arka.
"Akan kujelaskan nanti." Ucap Jojo, sebelum meluruskan tangannya ke arah laser, dan membelahnya lebar-lebar dengan menggunakan energi jiwa.
Ia kemudian membentuk sebuah bola energi positif, lalu menembakannya kearah iblis tadi hingga tewas.
"Keren!" Puji Arka.
Jojo terkekeh, lalu berjalan pergi meninggalkan Arka.
Arka yang merasakan aman disisi Jojo, kemudian mengikutinya dari belakang.
"Bisa kau jelaskan sekarang?" Mohon Arka, bersemangat.
"Tentang teknikmu tadi!"
"Teknikku? Teknikku simpel, namanya Limitless."
“Pada level dasar, Limitless adalah teknik bawaan yang diturunkan oleh keluarga ku. Teknik ini memberikanku kontrol yang hampir mutlak atas ruang dan waktu melalui manipulasi energi jiwa pada tingkat atom, menghasilkan beberapa teknik berikutnya dalam kemampuan keseluruhan.
“Ketakterbatasan Menjadi bentuk netral dari Limitless, Ketakterbatasan umumnya dikenal sebagai kemampuan untuk berhenti, namun dalam kenyataannya, ini adalah kesalahpahaman umum. Karena kekuatan ketakterbatasan sebenarnya, adalah untuk memperlambat segalanya. Ketika sesuatu mencoba mengenai tubuhku, orang itu atau objek itu akan mengenai ketakterbatasan antara diriku dan mereka. Menurutku, ini adalah konvergensi deret tak terhingga yang berasal langsung dari paradoks Achilles dan kura-kura. Mirip dengan cara Achilles yang tidak akan pernah menangkap kura-kura karena potensi jumlah ruang terbatas yang tak terbatas memisahkan mereka, atau bagaimana bilangan asli satu tidak akan pernah menyentuh bilangan asli dua karena jumlah fraksi tak terbatas yang memisahkan mereka, lawan tidak akan pernah menyentuhku karena ketakterbatasan di antara kami.
"Aku dapat memutuskan apa yang bisa menyentuhku dan tidak menyentuhku. Aku juga dapat melakukannya berdasarkan peringkat massa, kecepatan, dan bahaya.” Jelas Jojo, sambil terus berjalan. "Sekiranya hanya itu yang bisa kusampaikan padamu mengenai teknikku."
__ADS_1
"Aku tidak mengerti banyak, tapi kau terdengar kuat." Ucap Arka. "Apakah kau berasal dari akademi sihir cabang cina?"
"Tidak, aku bukan seorang penyihir. Aku adalah pemburu iblis." Ungkap Jojo.
"Pemburu... Iblis?" Arka teringat dengan kakek Usugurai.
Jojo kemudian kembali menjelaskan kepada Arka mengenai kebenaran dunia ini.
Setelah Raja Manusia berhasil mengalahkan ke-5 pangeran iblis, mereka memutuskan untuk memisahkan dunia manusia dengan dunia sihir dan iblis menggunakan tirai kain dewi yang dipasangkan oleh Penyihir agung sehingga sulit untuk dihancurkan oleh siapapun.
The Saint (Tetua yang sering dibicarakan Kenny pada awal chapter), yang merupakan sebuah kelompok elitis penguasa, menginginkan lokasi Saint Angel yang merupakan sebuah wilayah di samudra pasifik yang tidak pernah bertemu dengan malam hari untuk dijadikan pusat kekuasaan. Sehingga, mustahil untuk para iblis mencapai wilayah mereka. Raja manusia pun diminta untuk ikut bersama mereka menetap diwilayah itu.
Tidak egois, mereka juga memberikan pasukan Raja Manusia sebuah wilayah sendiri yakni negara Ashura, negara yang bersebelahan dengan Saint Angel. Negara itu di ibu kotai oleh Lestallum yang menjadi pusat kuasa tersendiri bagi negara mereka. Awalnya negara itu diisi oleh para penyihir, membuatnya cepat berkembang. Namun, semakin berjalannya waktu, keturunan mereka kehilangan kekuatan sihir akibat melemahnya energi jiwa mereka dan membuat penyihir semakin langka.
Walau bersebelahan dengan Saint Angel, Negeri itu masih sering didatangi para iblis. Oleh karena itu, muncul mata pencaharian baru yang bernamakan pemburu iblis. Baik dari kalangan penyihir dan non penyihir, tidak ada yang menghentikan mereka dari memburu iblis. Mereka (manusia) akan menciptakan senjata kuat untuk membunuh para iblis. Setelah memburu iblis, mereka (manusia dan penyihir) akan menjual mentahannya ke titik penjualan dan mendapatkan uang banyak tergantung dari segi kelasnya. Mentahan itu kemudian akan dikirim ke pabrik dan diolah menjadi hal-hal yang menguntungkan untuk negara (senjata, zirah, dll).
Nama penyihir pun semakin lama semakin dilupakan karena mereka sudah sama kuatnya. Para manusia dengan senjatanya, para penyihir dengan kekuatannya. Mereka telah menjadi satu kesatuan, yakni pemburu iblis.
Middle earth atau yang dikenal banyak orang sebagai "dunia manusia", dimana uang adalah segalanya dan iblis hanyalah mitos belaka, Penyihir menjadi suatu fenomena. Penyihir juga menjadi pelindung dibalik bayangan mereka karena iblis mulai sering bermunculan di dunia itu. Disanalah mereka (warga negara Ashura) mengalihkan nama penyihir. Bagi mereka, penyihir adalah mereka yang keluar tirai untuk melindungi Middle earth. Sementara di dalam tirai, hanya ada warga yang dilindungi dan pemburu iblis.
((SEMOGA BISA DIMENGERTI)) - Author
"Sekarang, Lestallum sedang disentralisasi oleh suatu kelompok pemburu iblis." Ungkap Jojo. "Kelompok itu berisikan orang-orang kuat, dan aku akan kembali kesana untuk membantu teman-temanku yang juga menolak gerakan ini."
"Maukah kau membantuku untuk membebaskan Lestallum?"
__ADS_1
Mata Arka berbinar, lalu berseru: "MAU!"