Pedang Iblis

Pedang Iblis
Wadah (II)


__ADS_3

"Jadi kesimpulannya, Arka tidak akan pulang ke akademi." Tutup Farel, setelah menjelaskan seluruh kejadian di Lestallum pada murid-murid akademi serta Kenny yang mempertontonkannya dari sofa ruang kumpul.


Di saat yang lainnya diam-diam mengerti, Kenny bertanya: "Pria bernama Jojo itu, apakah menurutmu dia bisa dipercaya?"


"Aku mempercayainya." Jawab Farel.


Kenny nyengir. Pasalnya, Farel adalah orang yang sukar dalam mempercayai seseorang. Intuisinya sering benar, dan keputusannya sering kali bijak. Kenny pun menepuk tangannya untuk membubarkan pertemuan itu. "Baiklah, kembali bertugas!"


Disaat Farel dan Guntur pergi membantu Lestallum, akademi sihir kembali terlibat masalah dengan anggota inti dari sekte penyembah iblis. Kali ini pria korea berwatak wajah tenang namun mematikan. Pakaiannya kuno tapi tidak senorak Seimei Abe, dia bernama Seo Yul. Behemoth yang dilawan Kenny pada chapter sebelumnya adalah iblis pembantu milik Seo Yul.


Seo Yul telah melancarkan serangan ke akademi sihir cabang Cina dan berhasil membantai akademi tersebut termasuk Sima Yi, si kepala Akademi juga Keshi.


Uniknya, Yuna dan Gabriel selamat dari penyerangan itu sebab mereka sedang menjalankan sebuah misi di Eropa. Mereka pun mengungsi ke akademi Indonesia, dan menggabungkan kekuatan mereka untuk menyerang balik Seo Yul.


Jang Uk, guru akademi sihir cabang Cina yang juga berhasil selamat, melaporkan kalau Seo Yul tidak dapat disentuh. Lelaki itu sangat kuat, teknik sihirnya sungguh beragam, dan iblisnya luarbiasa mengerikan.


"Apakah dia memiliki kemampuan mata yang sama dengan Keshi?" Tanya Farel kepada Kenny.


"Tidak mungkin. Sepertinya jauh lebih hebat dari itu."


Teknik sihir Sima Yi adalah manipulasi darah. Sekuat apapun kekuatan mata, tidak mungkin bisa menghentikan serangan dari dalam tubuh.


Kenny pun menyimpulkan kalau pertarungan itu adalah pertarungan sekali serang. Yang lebih cekatanlah yang menang. Dan kalau misal simpulan itu benar, maka Kenny akan kesulitan.


"Bagaimanapun hasil akhirnya, aku pasti akan menjadi lawan terbaik yang pernah sekte itu hadapi." Ucap Kenny. Lalu meninggalkan Farel sendiri diruangan itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Berbeda dengan Arka yang mendapatkan pedang iblisnya secara kebetulan, Stardust mendapatkan pedang iblisnya setelah kematian dari sang ayah.


Ayah Stardust adalah pemegang pedang iblis pertama. Namanya sangat terkenal, namun redup dalam waktu yang sangat cepat. Penurunan popularitas itu terjadi setelah ia dibunuh oleh penyihir kuat yang menginginkan pedang ditangannya. Namun Stardust remaja berhasil membawa kabur pedang itu dan menjadi pengguna berikutnya.


Stardust tidak pintar bersosialisasi, itulah yang Arka pelajari setelah beberapa hari bertemu dengannya. Lelaki itu sangat kaku dan terlalu patuh pada perintah Jojo, selebihnya dia hanya diam dan memperhatikan situasi. Sifatnya seperti anjing German Shepherd.


Sementara Arka memiliki sifat seperti anjing golden retriever. Dia selalu ceria, dan mudah bergaul dengan orang-orang yang dia temui. Dia perhatian dan menyukai perhatian. Kemarin saat mereka berbelanja pakaian, Arka menghabiskan banyak waktu dengan pemilik toko tersebut sampai toko itu memberikan diskon teman pada mereka.


Namun sifat murninya itu sering di sembunyikan dibalik topeng, karena didikan pamannya yang cukup keras. Keras namun tidak berlebihan, hanya membuat Arka menjadi lelaki tangguh yang bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri.


"Tak kusangka akan sejauh ini." Keluh Arka, ditengah perjalanan.


Dalam perjalanan ini, Jojo menjadi ayah dari 2 anak. Dia selalu mengarahkan arah layar perjalanan mereka dan menentukan keputusan yang tepat. Dia juga jadi yang selalu terjaga disaat yang lainnya tertidur. Stardust memang terkadang bersikeras untuk tetap terbangun, tapi rasa kantuk dan letih terus mengalahkannya.


"Bagaimana hubunganmu dengan Juzumaru?" Tanya Arka saat pagi hari telah tiba, dan mereka sudah kembali berjalan menelusuri jalan setapak. Posisi nyaman mereka selalu Jojo yang didepan, Arka ditengah, dan Stardust paling belakang.


Stardust kemudian menjelaskan kalau hubungan antara dirinya dengan Juzumaru adalah hubungan yang tergolong cukup harmonis, karena Juzumaru mengenal Stardust jauh sebelum pemuda itu menjadi wadahnya.


Dia juga mengungkapkan kalau Juzumaru sudah terbiasa untuk bekerja sama dengan manusia, membuat Stardust tidak perlu mengalami kesulitan yang sama dengan Arka dalam hal bertukar kekuatan.


Mereka kemudian sampai disebuah desa kecil. Desa itu cukup ramai, mengingatkan Arka kepada desa kecil yang dulu dihancurkan oleh Keshi. Mereka mampir kesebuah kedai mie yang mengeluarkan aroma harum. Mereka duduk dimeja dekat kompor, lalu menunggu makanannya dimasak.


Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba saja datang seorang pria besar menggunakan topi kupluk dengan pedang besar dipunggungnya. Dia duduk disebelah Arka.

__ADS_1


Lelaki itu memesan makanan dengan suara yang Arka kenal. Arka pun menoleh, dan tersadar.


Ia tersadar kalau pria itu adalah pemegang pedang Odenta Mitsuyou, pria yang mengalahkannya dihari itu. Dihari ia bertemu dengan Jojo.


Mengira kalau pria itu tidak mengenali dirinya, Arka sontak berlagak tenang.


"Apa yang terjadi pada pedangmu?"


"Hah?"


Sebuah serangan Arka terima, kedai itu hancur berantakan dan para pengunjungnya panik. "Kau memang bukan wadah yang layak." Ledeknya.


Arka kembali bangkit, namun belum sempat ia siaga, ia kembali diserang. "Matilah!"


Stardust datang, dan menepis serangan Odenta Mitsuyou dengan potongan pedangnya.


"Dua pedang iblis disatu tempat yang sama?" Pria itu tersenyum lebar sembari menjaga jaraknya, ia kemudian tersadar kalau pedang Stardust juga terbelah. "Apa yang sebenarnya telah terjadi?"


Tubuh pria itu tiba-tiba hancur sebagian akibat serangan dari Jojo. "Kekuatan ini... Jojo?!" Dia kemudian memilih pergi, karena merasa kalah kekuatan.


"Siapa dia?" Tanya Stardust.


"Caius Ballad. Anggota dari Sekte penyembah iblis." Ungkap Jojo. "Sebelum aku menemui Arka, aku sedang mengikuti jejak energi jiwanya."


"Dia menjadi incaranku, karena dialah yang membunuh keluargaku." Imbuhnya, membuat Arka dan Stardust merasa tidak mengenali Jojo sepenuhnya.

__ADS_1


__ADS_2