Pedang Iblis

Pedang Iblis
Malaikat Dan Iblis pt.2


__ADS_3

Stardust meratapi pergerakan Kenny dari kejauhan. Setelah melihat pertarungan sengit tadi, ia mulai mewajari kekalahan yang dialami ayahnya pada hari itu. "Kalau dia tetap datang kemari, apakah berarti Jojo juga gagal dalam mencegahnya?" Pikir Stardust.


"Stardust!" Panggil Yeoul yang tengah berlari terpincang-pincang hanya untuk datang menghampirinya. "Kau bisa jalan? Berdiri?"


Stardust menggeleng. "Juzumaru enggan menyembuhkanku karena dia takut. Dia melarangku untuk ikut bertarung." Ungkapnya.


Yeoul melirik Kenny, lalu bertanya: "Memangnya siapa sebenarnya pria itu?"


"Dia adalah malaikat pencabut nyawa."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Aku penantangnya?" Ucap Onimaru yang sedang menahan gelak tawa.


Melihat reaksi spontan yang iblis itu berikan membuat Kenny cukup tertegun. Pasalnya, ini adalah kali pertama sesosok iblis kelas spesial tidak takut pada kekuatan penuhnya. Onimaru masih bisa berdiri angkuh walau senjata utamanya untuk membunuh Kenny telah hilang. Mungkin dia memang sekuat itu, atau dia hanya terlalu percaya diri.


"Kau sepertinya cukup senang karena telah menghancurkan cincin anti sihir itu." Lanjut Onimaru. "Tapi kau hanyalah seekor ikan di atas talenanku, Kenny."


"Sedikit lebih segar dari yang lainnya, tapi tetap seekor ikan tanpa nama." Onimaru nampak memusatkan energi jiwanya pada telapak tangan, sembari memasang kuda-kuda bertarung tanpa pedang. "Mari kita mulai dengan mengupas sisik-sisik itu."


"Biar kutanya, kenapa kau masih menggunakan wajah itu?" Balas Kenny, sembari melepas seragam gurunya. "Kau pikir aku akan menahan diri bila kau berpenampilan seperti itu? Sayangnya, aku telah melakukan pelatihan khusus."


Kenny ikut memasang kuda-kudanya, sebelum melenyapkan energi jiwa yang tadi sudah ia kumpulkan.


"Dan karena itu Arka, aku tahu aku bisa mengerahkan segalanya."


Mereka kembali bertarung dengan tangan kosong. Entah apa yang keduanya sedang pikirkan, tapi ego jelas sedang bermain-main diatas kepala mereka.


Kenny menangkap tinju Onimaru, lalu melemparnya ke pepohonan.


Kenny dapat memutuskan apa yang bisa menyentuhnya dan tidak menyentuhnya. Dia juga dapat melakukannya itu berdasarkan peringkat massa, kecepatan, dan bahaya.


Bayangan pepohonan yang begitu banyak memungkinkan Kenny untuk memanipulasinya menjadi sebuah kubus dan mengurung Onimaru didalamnya. Tapi dengan bantuan tebasan Cleave, Onimaru kembali bebas.

__ADS_1


"Kau benar-benar meniru semua sihir, ya?"


"Tidak semuanya." Kenny melesatkan sebuah pohon runcing untuk menusuk Onimaru, namun Onimaru dengan cekatan menghindarinya "Ada beberapa sihir kuat yang tidak sempat aku tiru."


Onimaru kembali mendekati Kenny dan mendaratkan sebuah pukulan telak diwajahnya.


Kenny diam sebentar untuk mencerna serangan tadi.


"Barusan itu..."


Amplifikasi ruang. Memperkuat energi jiwa Onimaru menjadi aura yang mengandung ekspansi ruangnya sendiri. Onimaru menggunakan teknik ini untuk menetralkan Limitless Kenny dan dengan demikian mampu melakukan kontak fisik dengannya.


Onimaru menguasai teknik ini setelah menyadari kalau Kenny mengincar cincinnya. Dia memadukan pengalamannya saat menggunakan cincin anti sihir dengan pengalamannya saat berada di ekspansi ruang kemudian mengubahnya menjadi sebuah teknik baru yang tak terkalahkan.


"Apa yang baru saja terjadi?" Bingung Yeoul.


"Onimaru menggunakan amplifikasi ruang untuk menetralisir Limitless Kenny." Jelas Stardust.


"Amplifikasi... ruang?"


*** penjelasan mana yang lebih mudah dipahami? Penjelasan Author atau Stardust?***


"Bagaimana caranya Onimaru mengenal ekspansi ruang sederhana? Itu kan teknik yang hanya dikuasai oleh penyihir agung." Heran Yeoul.


"Onimaru memiliki daya tanggap yang sangat cepat. Kemungkinan besar, dia mempelajarinya saat sedang bertarung." Jawab Dojigiri.


"Kau ingin melihat sesuatu yang lebih menarik?" Onimaru menciptakan sebuah segel dengan tangannya, sambil berkata: "Teknik ini belum sempurna, tapi masih akan membuatku unggul."


"Teknik ekspansi ruang: Onimaru tenshou."


Sebuah ekspansi ruang tanpa penghalang. Memiliki radius serangan sejauh 120 meter. Semua yang ada didalamnya adalah mangsa.


Tubuh Kenny terkoyak dengan luka gores yang datang secara terus menerus. Kini ia diselimuti darah dan hampir mati. Namun teknik pembalik berhasil menyelamatkan nyawa Kenny.

__ADS_1


Selama hidupnya, dia selalu meremehkan ekspansi ruang dan tidak ingin mempelajarinya. Karena dia mampu mengalahkan lawannya cukup mudah dalam semua pertarungan.


Tapi kini Kenny dibuat mengalami rasa panik yang luarbiasa, menciptakan rasa takut yang menegangkan, membuat tubuhnya bergetar dan kaku.


"Takut itu wajar. Tapi kalah menang pada rasa takut itu yang menjadi pilihan."


Kenny tersenyum. "Ternyata ekspansi ruang semenarik ini, ya?" Ucap Kenny.


Di pertarungan yang sengit ini, selain Onimaru, Kenny juga seorang yang cepat tanggap. "Oomiwa!"



Kenny memasukan Onimaru kedalam teknik ekspansi ruangnya untuk mencari keunggulan. Dia mengubah syarat-syarat di dalam ruangan itu dengan cepat, hingga menciptakan ekspansi ruangnya sendiri.


"Aku akan menamainya, Void."


Void, ekspansi ruang milik Kenny ini menciptakan ruang metafisik yang menyebabkan korban menerima segala macam rangsangan dan informasi tanpa henti, menahan proses berpikir dan tindakan mereka. Kontrol Kenny atas ekspansi ruangnya sangat tepat sehingga dia dapat mengaktifkannya hanya dalam 0,2 detik, membatasi efek jangka panjangnya pada orang yang dia jebak di dalamnya.


Tubuh Onimaru kini tidak bisa bergerak, hanya bisa melihat Kenny yang sedang menatapnya dengan tatapan keji.


"Sial, ini akan berjalan dengan buruk." Batin Onimaru.


Sebuah teknik non-standar Limitless yang lebih kuat dan merusak daripada 2 bentuk standar lainnya. Kenny menjentikkan jarinya, menggabungkan "Demi" (daya tarik) dan "Alter" (daya tolak), menghasilkan singularitas jarak jauh di mana kedua efek tersebut digabungkan, menghapus dan menghapus semua materi yang dilaluinya secara instan.


"Fusion!" Kenny menyentil singularitas itu, menciptakan sebuah serangan laser yang akan menghapus Onimaru dari muka bumi.


Namun, satu tebasan dari luar memecahkan ekspansi ruang milik Kenny. Nampaknya, efek sure-hit dari Onimaru Tenshou masih terus aktif walau penggunanya sedang dikurung didimensi lain.


Mereka berdua terjatuh ke atas tanah dan serangan Kenny pun berujung meleset. Fusion akhirnya menabrak tirai kain dewi yang diciptakan oleh penyihir agung, meruntuhkan segalanya dan membuka gerbang terakhir, perbatasan antara dunia sihir dengan dunia nyata.


Kabar rubuhnya tirai kain dewi ciptaan pun tersebar begitu cepat hingga telinga The Saint dan dewan kejahatan.


"Gawat, aku akan mendapatkan banyak masalah!" Celetuk Kenny.

__ADS_1


"Dari sini, semuanya akan jadi jauh lebih menarik." Sahut Onimaru dengan tubuhnya yang hancur berantakan karena terkena hanya sepercik kerusakan dari Fusion.


__ADS_2