
Saint Angel atau Light Territory, merupakan sebuah negara yang menjadi tempat tinggal bagi para penyihir-penyihir kuat yang memiliki garis keturunan langsung dari penyihir agung [walau setiap tahunnya jumlah mereka semakin berkurang, dan hanya menyisakan beberapa orang yang masih bisa dianggap sebagai penyihir yang benar-benar kuat]. Struktur bangunannya beragam, cenderung seperti sebuah desa kecil di jepang dengan gedung emas bertema yunani ditengahnya. Banyak sawah, sungai, dan bunga-bunga cantik disepanjang jalan, pepohonan begitu rindang, kupu-kupu dan burung merpati berterbangan di udara.
Karena pengaruh rotasi dan revolusi bumi, negara itu tidak pernah mengalami malam hari, memustahilkan munculnya para iblis. Tirai kain dewi ciptaan The Saint juga menangkal datangnya iblis-iblis.
Negara itu juga berada dibawah pemerintahan Raja Manusia, namun akhir-akhir ini pria itu sedang di hibernasi oleh The Saint untuk persiapan melawan Holocaust.
Kini, para penyihir tengah berkumpul didalam ruangan spiral milik The Saint, salah satu ruangan yang berada di gedung emas, untuk menganalisa arena pertarungan dengan sangat teliti. Sementara para non penyihir diminta untuk langsung mendatangi ruang inap yang sudah di siapkan oleh mereka.
Lucas, pemilik dan pencipta gudang senjata terkutuk yang digunakan oleh Lucius dan anak-anaknya hadir dalam pertemuan tersebut.
Lucas.
Dia adalah penyihir kelas spesial yang tidak pernah bergabung dalam pertarungan. Kemampuannya belum pernah dikupas tuntas. Hanya muncul sebagai pedagang senjata terkutuk dari zaman ke zaman. Dia jarang sekali terlihat di tempat umum, kehadirannya sangat misterius dan auranya sangat mencekam. Itulah mengapa kedatangannya di hari ini mencuri banyak mata dari para penyihir.
Selain Lucas, ada Ino si pemilik tinju terkuat. Dia adalah satu-satunya keturunan penyihir agung yang memiliki jenis kelamin perempuan. Rambutnya lurus panjang berwarna pirang, dan penampilannya seperti wanita tomboy dengan atasan tank top hitam juga bawahan celana cargo berwarna cream.
Dua api bersaudara juga ikut meramaikan pertemuan itu. Agni dan Ignis, pakaian mereka serba merah karena mereka sangat membanggakan kekuatannya yang menurut mereka adalah anugerah dari tuhan. Agni si kakak bersenjatakan katana sementara Ignis si adik hanya menggunakan tinju. Agni memiliki rambut hitam yang panjang yang diikat kebelakang, wajahnya selalu muram dan serius, ia relatif lebih pendek dari Ignis yang gagah berotot. Berkebalikan dengan Agni, Ignis cenderung lebih ceria dan bodoh.
*Ada banyak penyihir lain yang akan dikenalkan di chapter-chapter berikutnya.
"Madara telah menghancurkan kapal-kapal ekspor dan kini sedang bergerak menuju Lestallum." Lapor Agung. "Wadah Juzumaru sudah ada disini namun pria itu tidak berhenti dan akan tetap datang kesana."
"Apa yang sebenarnya sedang dia rencanakan?" Bingung Ino.
"Taktiknya sederhana, dia ingin kita keluar dari persembunyian dan bersikap pahlawan dengan menyelamatkan Lestallum dari bahaya untuk kedua kalinya." Simpul Agung. "Kita dalam posisi kalah, Madara sudah mempunyai Mangetsu dan kalau bersembunyi seperti ini terus, tinggal menunggu waktu dan Holocaust akan terjadi."
__ADS_1
"Kau benar, mau tidak mau kita harus bergerak." Sahut Ino.
"Peduli tai!" Sewot Agni. "Aku tetap tidak akan keluar dari sini. Apapun yang sedang terjadi di luar sana."
"Kenapa?" Tanya Ino.
"Kau yakin bisa menyelamatkan kota itu darinya?"
"Aku setuju dengan Agni." Ucap Lucas. "Madara bukanlah sebuah kasus yang bisa dianggap remeh. Menyerangnya secara langsung pun merupakan tindakan ceroboh."
"Kalian harus terbagi menjadi dua kelompok, serangan pembuka dan serangan penutup." Ucap The Saint. "Dan untuk kepentingan bersama, kami yang akan menentukan anggotanya."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada hari itu, Lestallum sedang mengadakan sebuah festival terbuka untuk semua orang, bahkan pengunjung dari luar kota. Mereka sama sekali tidak mengetahui ancaman yang akan datang. Seperti tikus diatas perangkap.
"Terlalu rentan, lebih baik meminimalisir jumlah para penyihir terlebih dahulu." Jawab Madara. "Para penyihir itu... Mereka bisa menjadi serangga yang sangat menjengkelkan di saat-saat tertentu."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Wadah yang tersisa dilarang untuk ikut bertarung oleh The Saint.
Ares yang mendengar itu langsung membantahnya dengan tegas. "Arka harus ikut bertarung!" Ucapnya.
"Kenapa?" Bingung penyihir-penyihir lain yang berada di ruangan itu.
"Hanya regenerasi Onimaru yang bisa menandingi transfigurasi Erca." Sahut Stardust.
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
"Aku sudah mengalaminya, regenerasiku waktu itu pun hampir tidak mampu menangkalnya." Ucap Stardust.
"Bisa jelaskan lebih rinci?" Pinta Ino. "Dimulai dari kemampuan Erca."
"Erca mampu merusak tubuh korbannya, menyembuhkan lukanya sendiri, mengubah anggota tubuhnya menjadi senjata, dan berbagai kemungkinan transformasi lainnya yang tak terbatas." Jelas Ares.
"Kalau memang begitu, teknik pembalik pun seharusnya cukup, bukan?" Heran Ignis.
"Teknik pembalik memakan terlalu banyak energi jiwa, teknik itu juga tidak akan bekerja bila dia menargetkan kepala kalian.
Sementara regenerasi Onimaru, regenerasi itu tidak memiliki kelemahan."
"Jadi, apa poinmu?" Tanya Lucas.
"Poinku adalah, Arka harus bertarung."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
5 pedang suci milik Luticia tertancap diberbagai sudut ruangan. Perempuan itu kini sedang tergeletak lemah di atas lantai bersimbah darah dengan lubang besar diperutnya.
Dengan anggun, Madara melangkahi tubuh Luticia sembari bergumam: "Kenapa orang-orang tidak pernah memilih dengan bijak?"
Dia duduk diatas kursi tahta walikota, berusaha untuk mencari posisi nyaman.
"Lalu apa sekarang?" Tanya Ijichi
__ADS_1
"Berpencarlah, sebentar lagi mereka akan datang."