Pedang Iblis

Pedang Iblis
Serangan Pembuka pt.2


__ADS_3

Kembali pada distrik Shibuya II, Farel dan Garou sedang mempertontonkan Arka yang sedang menghujani tirai milik lawan dengan pukulan yang sudah diperkuat dengan energi jiwa.


"Tidak bisa. Sama sekali tidak ada kerusakan." Ucap Arka sambil kembali mundur beberapa langkah untuk mendekati Farel dan Garou.


"Kekuatan fisiknya sama denganku, tapi jika energi jiwa dimasukkan ke atas panci, daya hancurnya setara dengan Ino." Teliti Garou dalam hati.


"Tirai ini sangat kokoh, kita harus mencari titik lemahnya dan mencoba untuk membuat lubang disana." Ucap Farel.


"Percuma, kita tetap tidak akan bisa masuk." Bantah Garou.


"Kenapa?" Tanya Arka.


"Karena, tirai ini dibuat untuk melarang penyihir masuk. Dengan kata lain, sebuah penghalang. Penghalang adalah untuk perlindungan dan memberikan perlindungan, benar begitu?" Jelas Garou. "Secara teori, si perapal seharusnya berada didalam."


"Tapi, kata Kura..."


"Benar juga." Garou nampak berpikir lebih keras dari sebelumnya. "Dengan tetap berada diluar tirai, si perapal meningkatkan resiko untuk bisa terlihat, ditemukan, dan diserang. Namun, sebagai imbalan, tirainya akan menjadi lebih kuat. Agak seperti telur columbus... Tunggu, tapi kalau seperti itu, mereka benar-benar mengabaikan dasar dari sebuah teknik penghalang! Kita sedang berhadapan dengan orang-orang gila!"


Garou menjentikkan jarinya. "Sekarang aku mengerti kenapa serangan Arka sama sekali tidak berdampak."


"Jika memang benar begitu, maka seharusnya sumber dari tirai ini berada di tempat yang benar-benar terbuka dan jelas." Sahut Farel.


"Bingo. Bayaran untuk penghalang yang lebih kuat adalah terlihat dengan sangat jelas ditempat yang terbuka." Ucap Garou. "Dan prediksiku, adalah..."


Gedung tertinggi dan paling mencolok di distrik Shibuya II : "Apartement lighthouse." Ucap mereka serempak.


"Jika setinggi ini, apakah mereka benar-benar bisa menemukan kita?" Bingung Ijichi yang sedang memandangi pemandangan indah malam hari dari Lestallum. "Ini adalah tempat paling mencolok yang dimiliki oleh tirai, kan?"


"Mungkin saja." Jawab Ah Sui. "Tapi, bahkan jika mereka benar-benar berhasil menemukan lokasi kita, gedung ini sudah dipenuhi oleh manusia-manusia yang sudah di transfigurasi. Aku ragu mereka bisa sampai ke tempat ini secepat it--"


Garou menonjok wajah Ah Sui dengan sangat kencang. "Bagaimana bisa?!" Batinnya.


Teknik bawaan Garou memungkinkannya untuk mengganti posisi mahluk apapun yang memiliki energi jiwa jika berada di dalam jangkauannya dengan satu tepukan tangan. Dia dapat mengubah lokasi dirinya dengan lokasi orang lain, atau beralih dua pihak yang berbeda selain dirinya sendiri.


Garou menggunakan tekniknya untuk bertukar tempat dengan Ijichi.


Tirai dapat dibuat dan dijiwai dalam objek, yang kemudian mempertahankan penghalang sampai objek itu sendiri dihancurkan.


Objek yang digunakan dalam kasus ini adalah paku, dan Garou berhasil menghancurkannya.


Tirai kain dewi yang menangkal para penyihir kini rubuh, memancing perhatian seluruh penyihir di arena.


"Cucuku." Ucap seorang nenek yang sedari tadi hanya duduk diam ditengah-tengah Garou dan Ah Sui. Keberadaannya sangat senyap sehingga Garou sendiri lengah.

__ADS_1


"Sejak kapan?" Batinnya.


Ah Sui menuruti perintah wanita tua itu, lalu berjalan ke arah Garou dengan tatapan garang. "Aku mengerti, Nek." Ucapnya.


Ah Sui menggunakan sebuah pisau panjang sebagai senjatanya, dia bertarung tanpa teknik dan hanya berperan sebagai tameng bagi sang nenek.


"Ada yang aneh. Aku harus mengakhiri semua ini dengan cepat." Garou bertukar tempat dengan Ah Sui, lalu bergerak ke arah sang nenek untuk memberikannya satu pukulan telak. Namun, sang nenek berhasil menghindarinya dengan gerakan paling gesit yang Garou tidak pernah antisipasi dari seorang wanita dengan perawakan sebungkuk itu.


Ah Sui kembali mendekati Garou lalu menusuk lengannya. "Baiklah, aku akan menghabisimu lebih dulu!" Seru Garou sebelum menarik lengan Ah Sui yang sedang menusuknya untuk mengadukan kepala mereka dengan sangat kencang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah bertukar tempat dengan Garou, Ijichi langsung menerima serangan terkuat milik Arka yang tidak lain dari kilatan hitam. Pria itu terpental jauh hingga menabrak sebuah jembatan layang namun bisa kembali bangkit dengan instan.


"Woah!" Arka terkejut, sementara Farel mengernyit dan menganalisis.


"Serang bersama-sama." Ajak Farel.


Tanpa banyak bicara, mereka langsung berlari ke arah Ijichi dan menghajarnya secara bertubi tanpa ampun.


"Keabadian? Tidak mungkin. Dia jelas terluka dan aku yakin luka itu datang bukan dari serangan Arka." Timbang Farel. "Pembatalan kerusakan? Mustahil, Dia bukan Hiro."


"Yang sudah kutahu pasti adalah tekniknya masih bermain diranah kekebalan, namun aku kurang tahu pas--"


"Serangannya mempan? Padahal daya hancur serangan Jang Uk adalah yang paling rendah se-akademi (menurut perhitungan Agung)." Batin Farel. "Mungkinkah..."


Inverse : Saat teknik Ijichi diaktifkan, serangan akan menjadi semakin lemah jika semakin kuat. Berkebalikan, serangan akan semakin kuat bila semakin lemah. Ada batas maksimum dan minimum seberapa besar dampak yang dapat dipengaruhi oleh teknik ini. Ijichi melindungi dirinya dengan energi jiwa di atas kebalikannya untuk secara efektif meniadakan semua serangan lawannya.


"Arka." Panggil Farel. "Sentil dia."


"Hah?"


"Percaya padaku!" Farel kembali menghadap Ijichi untuk menyimpulkan pola pikirnya.


"Sekarang, Ijichi akan lebih berhati-hati dengan keberadaan Jang Uk dan benar-benar mengabaikan keberadaan Arka yang menurutnya memiliki daya hancur lebih besar." Pikir Farel. "Peranku saat ini adalah menjadi rencana cadangan bila saja tebakanku keliru."


"Maju!" Farel dan Arka kembali berlari ke arah Ijichi sementara Jang Uk menembakinya dari kejauhan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Oku adalah seorang wanita tua jahat yang selalunmelayani dirinya sendiri. Hanya pernah menggunakan bakatnya untuk dirinya sendiri dengan mengorbankan nyawa orang lain. Dia mengutuk orang lain untuk mendapatkan bayaran dan hidup bebas, tidak lebih. Sejauh perilaku umumnya, Oku hampir tidak berbicara atau membuka matanya sebagian besar waktu.


Seperti Ijichi, dia kesal karena kebebasannya untuk melakukan kejahatan terhalang oleh kehadiran seorang penyihir bernama Kenny. Bahkan di usia tuanya, Oku memutuskan untuk bekerja sama dengan pengguna kutukan lainnya untuk menyingkirkannya dan merebut kembali masa jayanya.

__ADS_1


Oku tidak memiliki simpati untuk siapapun bahkan keluarganya sendiri.


Teknik Necro : Oku dapat memanggil informasi tubuh atau jiwa dari orang yang telah meninggal untuk menggunakan mayat mereka dalam pertarungan. Hal ini memungkinkan dia untuk mengubah dirinya sendiri atau peserta yang bersedia untuk menjadi orang yang meninggal itu. Oku dengan hati-hati memanggil hanya informasi tubuh dan bukan jiwa. Hal ini memungkinkan pengubah bentuk untuk menggunakan kemampuan fisik dari target pemanggilan arwah tanpa menghidupkan kembali kepribadian mereka.


Saat Ah Sui terus menerus mendekati Garou, Garou berpikiran licik untik menukar posisi Oku dengan Ah Sui, mengurangi jarak diantara mereka dengan drastis dan memberikan Garou kesempatan untuk mengakhiri pertarungan dalam sekali pukul.


Namun, wanita itu lagi-lagi berhasil menghindarinya. 0,01 detik sebelum serangan mendarat. "Semua sudah siap." Ucap Oku.


"Baiklah, nek." Ah Siu nampak melahap sesuatu. Sesuatu jelas telah terjadi.


"Shin Faiz Enka." Sebut Oku, membuat Garou tercengang ditempatnya berdiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menghancurkan kepala Ijichi dalam sekali sentil, mereka berkumpul untuk membahas rencana selanjutnya.


"Dimana Garou?"


Farel tersentak, lalu menoleh keatas gedung. Terlihat Garou sedang terjatuh dalam keadaan tak sadarkan diri. "Garou!!" Teriak parau Farel.


Arka melompat jauh untuk menangkap Garou. Dia mendarat pada dinding, lalu melompat kembali ke tempat asal dengan gerakan yang sangat lincah.


"Apakah dia mengalami luka berat?" Khawatir Farel sebelum kembali terfokus pada atap gedung apartement. "Sebenarnya ada apa di atas sana?!"


"Aku akan mengejarnya!" Inisiatif Arka setelah menaruh tubuh Garou diatas tanah.


"Jangan!" Larang Jang Uk. "Utamakan prioritas kita. Tirai sudah terbuka dan siapapun yang melukai Garou pasti sudah melarikan diri."


Arka menarik napas kasar, lalu menghembuskannya penuh amarah. "Aku akan ke istana." Ucap Arka. "Farel, tolong kejar mereka."


"Hah?!" Jang Uk terbelalak dengan keputusan yang terkesan seenaknya itu.


"Serahkan padaku." Sahut Farel. Membuat Jang Uk tambah terkejut. "Bila dilepas, mereka hanya akan mempersulit keadaan. Sebaiknya diurus dari sekarang."


Jang Uk melengos. Dia harus mengalah. "Baiklah, aku akan mempercayai keputusan kalian. Jadi tolong, jangan rusak kepercayaanku."


Tanpa menaruh rasa peduli pada omongan Jang Uk, Farel mendekati Arka untuk melakukan tos tinju. "Temui aku lagi."


Arka mengangguk. Detik kemudian, mereka pun berpencar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah Garou terjatuh, Faiz membunuh Oku karena telah mendapatkan kesadarannya kembali. Tidak pernah ada kasus seperti ini sebelumnya. Mungkin karena kesalahan pada teknik, atau mungkin karena dia adalah Shin Faiz Enka.

__ADS_1


"Saatnya kembali berburu." Monolog Faiz dengan senyuman mengerikan.


__ADS_2