
Keluarga Lucius adalah keluarga paling populer di seluruh Lestallum. Tidak ada yang tidak mengenali istrinya yang baik hati, putranya yang licik, dan putri pirangnya yang telah memulihkan nama baik keluarga walau harus berakhir dengan buruk.
Luticia adalah bintang yang redup terlalu cepat.
Namun tanpa sepengetahuan kota Lestallum, Lucius masih memiliki seorang putri berambut hitam yang selama ini hidup dibalik bayangan keluarganya sendiri.
Dia adalah Yuri (16 tahun), anak Lucius yang paling lemah.
Berbeda dari kakak-kakaknya yang ingin mengikuti jejak sang ayah dengan terjun ke jenjang politik, Yuri lebih berfokus dibidang akademik dan menjadi siswi paling berprestasi di sekolahnya. Dia menjadi salah satu mahasiswi termuda di kampusnya, namun cahaya seterang itu masih tetap kalah bersaing dengan cahaya yang dimiliki oleh kakak-kakaknya.
Di dunia dimana memburu iblis adalah mata pencaharian utama, orang-orang akademik jadi jarang dilirik oleh dunia sihir.
Sejak sentralisasi yang dimulai Lucius, sampai penyerangan yang dilakukan sendiri oleh Madara, mereka telah menghancurkan mimpi pendidikan milik warga Lestallum dan membakarnya menjadi debu.
Kini para pemburu iblis kembali memperebutkan kekuasaan kota fantasi itu, membelah kesatuan yang telah susah payah diciptakan oleh Luticia menjadi beberapa kelompok yang memiliki pandangan dan ideologi berbeda. Peristiwa ini dinamakan "Permainan pemusnahan" oleh Gin, dimana para pemburu iblis saling membunuh untuk tujuan yang belum pasti.
Saat Yuri sedang melarikan diri dari situasi yang buruk itu, dia secara tidak sengaja bertemu dengan Gindaijin Satoru, seorang pemburu iblis yang sudah banyak membantu Kakaknya dalam membangun kembali infrastruktur dan pemerintahan kota Lestallum. Pria itu sedang berjalan di sebuah gang gelap. Namun dia tidak sendiri, ada beberapa tahanan lepas dibelakangnya.
Yuri kemudian memohon pertolongan kepadanya dengan bersujud diatas tetesan air mata.
"Angkat kepalamu." Pinta Gin, sebelum jongkok untuk menyamai tingginya dengan wanita didepannya itu. "Yuri, kan?"
"Luticia banyak bercerita tentangmu." Imbuhnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Kita berenam... melawan sekte sebesar itu? Bukankah terlalu nekat?" Tanya Scarlett, khawatir. "Kalau tidak datang keajaiban, yang kita lakukan hanyalah bunuh diri." Timpalnya.
"Hei, tenang saja, nona." Ucap Garou. Dia mengacungkan jempol diatas tangan kirinya yang sudah pulih untuk menunjuk diri sendiri. "Keajaiban kalian ada bersamaku."
"Garou benar. Dia sudah pernah melakukan ini sebelumnya." Gin menyetujui ucapan Garou. "Tidak ada tirai, tidak ada Madara. Asal bisa memberikan serangan langsung, kita pasti bisa mengalahkannya."
"Tapi kita bahkan belum mendapatkan informasi konkret mengenai teknik sihirnya." Cemas Urahara. "Ini sama saja seperti masuk ke hutan tanpa peta--"
"Dia kuat." Potong Liliard. "Informasi itu saja sudah cukup, bukan begitu?"
"Setuju." Celetuk Garou.
Scarlett memutar bola matanya sambil membuang napas kesal, ia mengangkat sepasang tangannya ke atas pundak kemudian pergi keluar dari lumbung. Sementara Urahara hanya membungkuk.
Scarlett dan Urahara kalah suara seperti biasanya. Bekerja sama dengan 3 orang bar-bar membuat mereka sering kali resah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hope datang ke kota besar itu melalui kegelapan, membunuh salah satu pemimpin mereka kemudian menggantikan posisinya. Tidak lama, ia membuat perjanjian dengan kelompok lawan yang secara jumlah lebih besar, lalu menguasai kota secara penuh dengan membasmi kelompok yang lebih kecil.
Tentu perjanjian itu hanyalah jebakan untuk lawan, Hope memperkosa istri sang pemimpin didepan matanya lalu menewaskan keduanya untuk menjadi satu-satunya yang memerintah.
Hope telah menghabiskan sebagian hidupnya di lokasi yang berbeda dengan nama samaran yang berbeda dan memiliki tingkat karisma dan kecerdasan yang luar biasa. Dia cenderung menggunakan bakatnya untuk memanipulasi dan merusak orang lain dengan kejam, seringkali tanpa tujuan yang jelas selain menyebabkan penderitaan dan kehancuran demi kesenangannya. Tujuan awalnya, seperti yang dia nyatakan ketika dia masih muda, adalah menjadi tuhan, meskipun kemudian, dia memutuskan tujuan kedua, yakni untuk menghapus dirinya sendiri dari dunia dan melakukan bunuh diri yang sempurna.
Di permukaan, Hope adalah pria muda santun yang karismatik dan penyayang. Ia memiliki segudang sifat yang disukai dan dapat dengan mudah membuat orang kewalahan dengan sifatnya yang tampak sempurna. Seperti yang dikatakan Lucas pada perbincangannya dengan Kale, ia mendeskripsikan Hope sebagai seseorang yanh "bukan dari dunia ini".
__ADS_1
Fasad yang dibuat dengan cermat ini membuatnya mudah untuk membuat sekutu baru dan memanipulasi mereka untuk melakukan berbagai perbuatan untuknya melalui pengaruh persahabatan dan niat baiknya. Dengan keterampilan menciptakan rasa kesempurnaan dan kemurnian ini, Hope menyembunyikan motif aslinya dengan mudah.
Namun, di dalam eksterior yang dibuat-buat ini, Hope tanpa perasaan memberikan kehancuran dan penderitaan kepada mereka yang kebetulan menjadi korban dari rencananya. Bahkan sebelum permainan pemusnahan ini dilakukan, Hope masih menunjukkan kecenderungan psikopat. Misalnya, sebagian besar pembunuhannya, baik di masa kanak-kanak maupun dewasa, telah direncanakan dan diperhitungkan.
Pada awal mula rencananya yang kali ini, Hope menggunakan topeng kepala kijang untuk menutupi identitasnya dari para pemburu iblis. Namun ternyata, hal itu juga telah memberikannya sebuah karisma tersendiri, terus mempermudahnya untuk menaklukan hati para pemburu iblis dan membentuk sebuah sekte.
Kedamaian tercipta dengan satu syarat yaitu menyembahnya. Misi tunggal pertama, menjadi tuhan.
Hope memiliki teknik bawaan yang sangat destruktif yaitu Pembusukan. Teknik ini memungkinkannya untuk menghancurkan apa pun yang disentuhnya dengan kelima jari. Ini akan berpengaruh apakah targetnya organik atau tidak. Disintegrasi menyebar dengan cepat dan akan menyebar ke seluruh tubuh korban jika bagian tubuh yang membusuk tidak segera diamputasi. Tekniknya bahkan dapat menyebar melampaui apa yang dia sentuh, memungkinkannya untuk menghancurkan sekelompok besar musuh secara instan.
Meski menanggung kekuatan sebesar itu, Hope juga memiliki kecenderungan untuk membuat korbannya mengalami kerugian dan penderitaan yang paling buruk daripada benar-benar membunuh mereka; Namun, pengalaman ini seringkali membuat para korban bunuh diri. Petinggi dari kota sebelah adalah contoh utama dari ini; alih-alih dibunuh begitu saja, petinggi itu terpaksa menyaksikan semua kerabat dekat dan kenalannya mati, satu demi satu, semua agar dia bisa merasakan apa yang Hope rasakan selama ini, kesendirian.
Hal ini membuat orang luar seperti Liliard tidak mengetahui kebenaran dari kekuatan yang Hope miliki.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pintu lumbung tua terbuka selebar mungkin.
Terlihat Garou dan yang lainnya sudah siap berangkat dengan menggunakan jubah hitam panjang untuk menyembunyikan identitas mereka dari pemburu iblis yang sedang berpatroli diluar kota.
"Tak kusangka kita akan benar-benar menjalankan misi bunuh diri ini." Kesal Scarlett.
"Hei, ini bukan pertama kalinya untuk kita, sayang." Goda Garou, membuat Scarlett risih dan memukulnya. Urahara tertawa, sementara Yeoul dan Liliard hanya tersenyum.
__ADS_1
"Phoenix, ayo selamatkan Lestallum." Ucap Gin.