
"Scarlett, Garou, kalian sudah diposisi?" Tanya Gin via radio.
"Ya." Jawab Garou, singkat. Pria itu berdiri dibelakang Scarlett, memperhatikannya mengotak-atik teropong besar yang tertempel diatas sniper.
Hasil dari tembakan wanita itu akan menentukan nasib dari mereka semua. Tekanan memenuhi atmosfer, membuat wanita itu tidak sengaja menjatuhkan sebutir peluru dari jemarinya.
"Hei." Garou jongkok disebelah Scarlett, lalu menepuk pundaknya. "Dibawa tenang saja." Ucapnya.
Scarlett mengangguk, lalu menempelkan pipinya dibantalan sniper. Satu matanya menyipit, dia telah memulai pemantauannya.
Detik kemudian, Scarlett nampak terkejut, membuat Garou penasaran. "Ada apa?" Bisiknya.
"Siapa orang itu?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Harapan dan Keadilan....
Pernah menjadi penjahat paling kuat di dunia, dan musuh bebuyutan dari Kenny, identitas lengkapnya tidak diketahui. Tujuan utamanya adalah mencuri teknik bawaan milik adiknya, mata dewa, satu-satunya teknik yang bisa melawannya.
Dia dipenjara di Tartarus (bawah Light Territory) setelah kekalahan keduanya di tangan Kenny sampai dia dilepaskan oleh Madara, sekarang dengan fokus menghancurkan pengguna kesembilan mata dewa, reinkarnasi Kenny, untuk menyelesaikan rencananya selama seabad.
Justice (keadilan) adalah pria halus, sadis, dan jahat, yang suka memerintah dari bayang-bayang dan menikmati dirinya sendiri dengan mengorbankan banyak orang, sebelum membuangnya ke lahan kematian. Di masa lalu, Justice membantu orang sebagai imbalan atas pengabdian mereka. Begitu mereka tidak lagi dapat mengikuti perintahnya, Justice akan meninggalkan mereka tanpa perasaan, dan mereka yang menentang kehendaknya akan disingkirkan oleh para pengikutnya.
Sekarang Justice kembali mengambil keuntungan dari era kekacauan yang disebabkan oleh Madara, Justice menawarkan kepada manusia apa pun yang mereka inginkan selama mereka mau mengikutinya, termasuk pilihan dan kekuatan bagi mereka yang tidak memilikinya, di mana dia akan mengambil dari mereka yang tidak mau dan memberikannya kepada mereka yang menginginkan kekuatan, semuanya sebagai sarana untuk mengumpulkan angka dan melakukan rencananya melalui orang lain.
Namun semua itu tidak akan bisa berhasil sebab sedikitnya jumlah penyihir di Middle Earth. Dia pun mengunjungi Ashura, kemudian Lestallum untuk berunding dengan Hope.
"Ulang sejarah. Sentralisasikan Lestallum, namun dengan jangkauan yang lebih besar, Ashura."
Teknik bawaan yang terbuang sia-sia oleh mereka (penyihir) yang memilih menjadi warga pelosok akan dikumpulkan di Lestallum. Pertukaran antara yang ingin dengan yang tidak ingin akan terjadi. Demikian, Hope dan Justice bisa menciptakan pasukan penyihir yang berjumlah membengkak.
"Kau mendapatkan pasukan, kami mendapatkan kesetiaanmu. Bagaimana, tertarik?" Tawar Justice.
Setelah terluka parah oleh Kenny bertahun-tahun yang lalu, wajah Justice seluruhnya terdiri dari jaringan parut, memanjang dari atas bibirnya dan menutupi seluruh kepala dan bagian belakang lehernya. Dengan demikian, ia tidak memiliki hidung, telinga, rambut, atau mata yang terlihat, meskipun bentuk rongga matanya terlihat. Justice buta, tetapi menggunakan teknik bawaan Inframerah untuk "melihat" dan dia akan merasakan arah getaran di area sekitarnya, mirip dengan ekolokasi. Ada lubang kecil di setiap telapak tangannya, begitulah cara dia mencuri dan mentransfer Teknik bawaan.
"Tenang saja, tidak perlu menghapus mimpimu sebagai tuhan." Lanjut pria itu.
Hope nampak berpikir sambil mengetuk-ngetuk gelas kaca berisi anggurnya.
__ADS_1
Justice adalah salah satu penyihir paling kuat di dunia. Berkat Teknik bawaan Life force, Justice hampir abadi, dan telah aktif sejak kemenangan Raja manusia. Dia telah mengumpulkan banyak teknik bawaan dengan berbagai macam aplikasi dan dapat menggabungkannya sesuka hati. Bersama dengan kemampuannya untuk mencuri teknik bawaan apa pun dari lawannya membuat Justice hampir tidak mungkin dikalahkan. Penyihir sepertinya akan menggunakan segala cara yang diperlukan untuk melukai lawannya sebelum membunuh mereka.
Semua informasi itu membuat Hope berpikir bahwa menerima tawarannya adalah pilihan yang paling bijak.
Mereka berjabat tangan untuk melakukan sumpah pengikat.
Menyadari bahwa teknik bawaannya tidak berpengaruh apapun pada Justice, Hope lega telah menerima tawarannya.
Peluru yang menembus dinding hampir mengenai Hope tepat dikepala. Namun sebuah sihir teleportasi telah menyelamatkannya dari kematian.
"Menara itu." Ucap Justice sambil menunjuk Apartement lighthouse dengan telunjuknya.
"Hanai." Sebut Hope.
Seorang wanita dengan tombak ditangannya langsung melompat keluar dari jendela lalu memanggil seekor serigala raksasa dengan siulan tepat sebelum dia mendarat.
Dia melesat menyusuri lorong-lorong kota dari balik bayangan dengan kecepatan tinggi.
"Sonic."
Seorang pria di dalam ruangan itu langsung mengaktifkan teknik sihirnya untuk merusak gelombang radio lalu mendeteksi asal getarannya. Dia kemudian juga melesat ke arah yang berbeda dari Hanai, menandakan bahwa musuh tidak sendirian.
"Ingin kubantu?" Tawar Justice.
Justice menurut, kemudian pergi melalui sebuah lubang yang merobek ruang kosong. Sebuah sihir teleportasi yang lebih kondusif untuk para penyihir daripada titik lompat.
Saat seorang pengikutnya ingin menyusul, Justice mencegahnya. "Tidak, kau tetap disini."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sial!" Umpat Scarlett. Dia langsung berdiri dan hendak pergi, namun Garou menahannya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Garou.
"Tembakanku dibuat meleset oleh orang itu!" Kesalnya. "Informasi Liliard kurang lengkap, kita harus pergi--"
Seekor serigala raksasa tiba-tiba menabrak ruangan yang mereka tempati. Dia tidak bisa masuk, namun seorang wanita jelas telah mendarat dihadapan Garou dan Scarlett. Gerakan tombaknya begitu cepat hingga mampu menebas perut Garou dan memaksa Scarlett untuk menggunakan senapannya sebagai perisai.
"Sudah kuduga." Ucap Hanai. "Hanya ada satu penembak jitu yang akurasinya sangat terkenal di seluruh Lestallum."
Scarlett mengubah genggamannya terhadap senapan, lalu mengayunkan benda itu selayaknya sebuah pedang. Hanai menangkis serangan tersebut, lalu terpaksa untuk memepet kedinding.
__ADS_1
"Jadilah penggemar yang baik, dan enyah dari hadapanku!" Titah Scarlett.
"Penggemar?!" Hanai menabrakkan kepalanya ke arah Scarlett lalu menendangnya untuk kembali menjaga jarak. "Phoenix telah membunuh keluargaku dan keluarga banyak orang..."
"...Aku akan membalaskan dendam mereka dengan membunuhmu!!"
"Berisik." Sela Garou. "Aku lebih menyukai suara gonggongan anjing daripada ocehan balas dendam."
Garou menepuk tangan membuat posisi Hanai dengan serigala raksasanya bertukar. Bangunan seketika runtuh ketika tersentuh oleh anjing itu, memberikan Garou dan Scarlett waktu untuk kabur.
"Tadi itu gerakan yang bagus." Puji Scarlett, sambil terus berlari diatas bangunan yang sedang runtuh.
"Aku punya rencana!' Ungkap Garou. "Lapisi pelurumu dengan energi jiwa, tembak setiap aku bilang ra dan tembak berputar setiap aku bilang do!"
"Hah?!"
"Percaya padaku!" Bertepatan dengan seruan itu, mereka kini telah sampai diujung bangunan dan terpaksa untuk melompat.
Garou melirik kebawah dan menemukan lima orang pemburu iblis yang sedang menatap aksi nekat mereka. "Bersiap untuk lari!" ucapnya.
Garou bertepuk tangan dua kali untuk menukar posisi mereka berdua dengan dua orang diantara kelima pemburu iblis tadi. Setelah bertukar, mereka kemudian langsung melanjutkan pelariannya, meninggalkan tiga pemburu iblis tadi yang masih bengong dan pada akhirnya tertimpa oleh bangunan yang runtuh ke arahnya.
Garou menarik Scarlett begitu kencang hingga terlempar kehadapannya. Ia kemudian menggendong wanita itu untuk berlari lebih cepat, membalap bangunan runtuh yang masih mengejarnya.
Debu yang tersapu oleh reruntuhan menutupi pandangan mereka. "Kau tak apa?" Tanya Garou.
Scarlett mengangguk, lalu turun dari gendongan pria itu. "Terimakasih." Ucapnya malu-malu.
Mendengar auman kencang dari serigala milik Hanai, mereka kembali was-was dan bersembunyi.
"Kita akan membunuh serigala itu." Ucap Garou, membuat Scarlett terbelalak kaget. Stamina wanita itu udah terkuras, sementara lelaki itu masih sangat ceria. Keduanya memang hidup di dua dunia yang berbeda.
"Apa rencanamu?" Tanya Scarlett, perlahan dia mulai mempercayai Garou.
"Tembakkan senapanmu keudara."
Namun Garou malah membuatnya kembali ragu.
"Kau gila?" Tanyanya.
"Tidak ada cara lain. Kalau terus begini, kita tidak bisa mengetahui keberadaan dari mahluk bengis itu." Jelas Garou. "Sama seperti tadi, aku pasti akan menyelamatkan kita."
__ADS_1
"Jadi tolong, berikan aku seluruh kepercayaanmu."
Scarlett mengeluh, lalu menatap senapan di genggamannya itu dengan senyuman. "Baiklah, ayo memburu serigala."