
Distrik Shibuya II terletak di tengah kota Lestallum. Tapi itu tidak membuatnya menjadi pusat dari segala hal, baik dari segi politik juga ekonomi, membuat Onyx pada saat itu rela memberikan kekuasan dari daerah tersebut kepada Shiro. Namun untuk sekarang, semua berubah. Lucius selaku pemimpin kota, menginginkan seluruh kekuasaan kota itu untuk dirinya sendiri.
Keinginan tunggal tersebutlah yang membuat Onyx (25 tahun) dan Shiro (26 tahun) harus kembali bersitegang di distrik Shibuya III. Mereka saling tatap dengan seluruh tim inti Phoenix dibelakang Onyx, juga kelompok gabungan penentang sentralisasi dibelakang Shiro.
Tim inti Phoenix terdiri dari Scareltt (ketua kelompok Shinotori), Liliard, Snow dan Coal (murid Liliard), Stardust, serta Onyx sendiri.
Sementara di sisi Kelompok gabungan, kelompok gabungan terdiri dari dua kelompok, yaitu Seinaru dan Akuma no Kao. Ditambah lagi dengan pasukan tambahan yang dikirimkan langsung oleh Agung selaku kepala sekolah akademi sihir dari cabang Indonesia. Dia mengirimkan Farel dan Guntur sebagai perwakilan akademi.
Akuma no Kao adalah kelompok pemburu iblis yang berprinsip hidup seperti ninja. Mereka bertarung dari jarak dekat, dan mereka membunuh menggunakan kecepatan. Mereka tidak memiliki energi jiwa, mereka hanya mengandalkan kekuatan fisik mereka yang kuat dan lincah. Mereka diketuai oleh pria bernama samaran Kira.
"Kita tidak perlu saling membunuh lagi, Shiro. Kau hanya perlu mengembalikan kekuasan kami yang dulu sempat kupinjamkan padamu." Negosiasi Onyx.
"Tidak." Tentang Shiro. "Kita sudah sepakat, Onyx. Dengan darah adikku, kau sudah berjanji!"
"Aku tidak akan mundur dari wilayahku sendiri. Aku datang bersiap, kau datang bersiap." Lanjut Shiro sambil mengeluarkan pedang anggarnya dari selongsong. "Mari saling membunuh."
Onyx mendengus, seolah malas. Dia sudah menduga reaksi ini dari Shiro. Dia kemudian memerintahkan Liliard untuk menyerang Shiro. Namun seseorang datang ketengah-tengah mereka dari atas untuk menangkis serangan kencang dari Liliard tersebut.
Farel dan Guntur yang berdiri dibelakang Shiro terkejut dengan kehadiran sosok itu.
"Arka?!" Seru keduanya.
Arka dan Liliard saling tatap, sebelum akhirnya kembali mundur untuk menjaga jarak mereka. Mereka menyadari persamaan kekuatan yang mereka kuasai. Hal tersebut membuat keduanya lebih berhati-hati.
"Maaf, aku terlambat." Ucap Jojo, sambil berjalan kesamping Shiro.
Mendapati kehadiran dua orang tersebut, Onyx mulai khawatir. Ia pun meminta Scarlett untuk memberi perintah pada pasukan senapan serbunya yang berada diatas atap. Tapi ternyata, pasukan senapan serbu itu sudah di habisi oleh pasukan Akuma no Kao.
Onyx jadi kalah jumlah, membuat Shiro berada didalam posisi kemenangan.
__ADS_1
"Berbijak-bijaklah, Onyx. Kau tidak akan bisa memenangkan pertarungan ini." Ucap Jojo.
"Benarkah?" Onyx tersenyum miring, membuat Jojo dan Shiro harus segera menerka-nerka tentang apa yang sedang ia rencanakan.
Hujan turun.
Dari arah samping, sesosok iblis menabrak Arka dan membawanya pergi dari tempat itu. Dia adalah Stardust, anggota inti Phoenix yang tadi bersembunyi.
Jojo dan Shiro nampak terkejut. Pada saat itulah Onyx membuka serangan dengan menusuk perut Jojo hingga pria itu jatuh karena kehabisan darah.
Shiro yang hendak menyerang Onyx di hadang oleh Liliard. Saat Liliard ingin memukul Shiro, Farel datang dan menghajarnya. "Serahkan yang satu ini padaku!" Ucap Farel.
Shiro mengangguk, lalu memerintah pasukannya untuk membawa Jojo pergi ketempat yang aman. Dia kemudian kembali mengincar Onyx.
Disaat yang bersamaan, Guntur disibukkan oleh Coal dan Snow yang memiliki keahlian, kekompakkan, dan kelincahan melebihi manusia biasa. Mereka menghajar Guntur habis-habisan, sama sekali tidak membiarkan Guntur untuk mengeluarkan Soulnya.
Sementara Kira, dia sedang berhadapan dengan Scarlett. Kecepatannya dihalangi oleh senjata unik yang Scarlett punya. Senjata itu berupa pedang, namun bisa digunakan sebagai senapan api. Membuat Kira ragu untuk melancarkan serangan frontal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Arka terjungkal ke atas tanah dengan sangat kencang mengakibatkan rusaknya rusuk, rasa sakit ia rasakan di sekujur tubuh. Namun Arka tahu kalau dia masih harus segera bangkit, meski hanya dengan tangan kosong didepan dada karena pedangnya telah terlempar jauh.
"Dari pertarungan kemarin dengan wadah Odenta Mitsuyou, satu hal yang kupelajari." Monolog Arka, sambil memasang kuda-kuda. "Pedang iblis memiliki kemampuan yang berbeda-beda."
Terdengar Onimaru kemudian berbisik didalam kepalanya. "Kau tidak akan memenangkan pertarungan ini tanpa pedang."
Tanpa mempedulikan omongan Onimaru, Arka maju mendekati Stardust yang tengah berdiri dihadapannya. "Aku tidak berniat untuk melawannya..." Arka melesatkan kilatan hitam kesatu titik secara spesifik, memaksa Stardust untuk menghidar dan menyingkir dari hadapannya. "Aku hanya akan menahannya disini selama mungkin, agar dia tidak mengganggu pertarungan Jojo!" Batin Arka.
Arka kini menendang Stardust dan menciptakan kilatan hitam dengannya. Berbeda dengan Arka dan Onimaru yang hanya bisa bertukar kendali melalui pikiran, Stardust dan iblisnya (Juzumaru tsunetsugu) mampu merubah wujud tanpa perlu bertukar kendali.
__ADS_1
*Wujud Stardust saat melakukan perubahan wujud.*
*Kalau dibandingkan dengan pangeran iblis yang lain, Juzumaru tsunetsugu adalah iblis yang paling mirip dengan wujud asli Onimaru Yasutsuna.*
Stardust sudah beberapa langkah didepan Arka dalam menggunakan kekuatan iblis. Entah karena pengalamannya, atau hubungan antara mereka (wadah dan iblis) yang bisa membuat hal tersebut mungkin terjadi.
Arka yang sedang melempar tinjunya ke arah Stardust, dibuat terhempas lagi olehnya hanya dengan kibasan sayap.
"Aku merindukan wujud asliku." Bisik Onimaru. "Tubuhmu payah." Ledeknya.
"Cerewet! Apa kau tidak bisa membantuku?!" Bentak Arka.
"Maksudmu bertukar pikiran lagi? Ogah." Tolak Onimaru. "Energi jiwaku belum terkumpul, dan itu membuat hawa nafsuku mengecil. Aku membutuhkan lebih banyak kebencian."
"Sedikitnya energi jiwa juga menjadi pengaruh besar dari terkurungnya wujud asliku yang secara otomatis juga menghilangkan beberapa teknik pamungkasku." Ungkap Onimaru. "Para tetua brengsek itu benar-benar menyegelku dengan seluruh kekuatan mereka."
Arka ditebas dari kanan dan kiri oleh Stardust. Ia kemudian jatuh tak sadarkan diri ketika ditikam tanpa belas kasih olehnya.
"Hm, sudah kalah?" Onimaru nampak kebingungan. "Padahal fisik bocah ini sudah melebihi kapasitas manusia pada umumnya. Tapi dia akan tetap kalah kalau harus berhadapan dengan yang seperti ini, ya?"
Stardust merubah bentuknya menjadi manusia berambut hitam panjang elegan, lalu berjalan mendekati Arka untuk membawanya pergi. Saat jarak mereka semakin dekat, tiba-tiba saja Arka kembali bangkit dan melesatkan tinjunya.
"Kilatam hitam."
Tinju itu berujung meleset. Stardust menendang perut Arka dengan lututnya, kemudian menggendong Arka seperti sebuah karung.
"Aku sudah mendapatkannya, kau ingin aku apakan bocah ini?" Ucap Stardust, kepada seseorang diujung lain telepon.
__ADS_1
"Bawa dia ke istana. Lucius ingin bertemu."
"Dimengerti." Sambungan dimatikan, Stardust pun kembali merubah wujudnya dan terbang pergi menuju istana.