Pedang Iblis

Pedang Iblis
Vermon


__ADS_3

Vermon (31 tahun) adalah pengguna pedang iblis pertama dimuka bumi. Kehadirannya membuat dunia takut sekaligus terpukau dengan kekuatannya. Padalah pedang yang ia kendalikan adalah Juzumaru tsunetsugu.


Berbagai macam perang sihir Vermon ikuti dan pihak yang ia bela pasti menang, membuat namanya semakin besar seiring berjalannya waktu. Dia menjadi pemburu iblis yang dipercaya oleh rekan-rekannya dan menjadi salah satu pemburu iblis terkuat pada masanya.


Namun, di satu titik dalam masa kejayaannya, Vermon (43 tahun) memilih untuk menciptakan sebuah keluarga. Karena pada salah satu misinya, ia menemukan Cleo, si gadis manis dari desa Lotus.


Mereka pun memilih untuk tinggal di desa itu dan menanamkan bibit cinta murni mereka untuk pertama kalinya. Tapi sayangnya, Cleo mati sesaat setelah melahirkan Stardust kecil. Menjadikan Vermon seorang duda beranak satu.


Vermon yang putus asa akhirnya membawa Stardust ke medan perang, memaksa Stardust untuk bertumbuh didunia yang kasar. Mentalnya jadi sangat kuat, dan gaya berpedangnya menjadi lebih lihai dari remaja lain. Ia menjadi seorang yang patuh pada perintah, seorang prajurit sejati.


Vermon juga sering memberikan kata-kata bijak kepada Stardust membuatnya menjadi lelaki yang tangguh dalam menghadapi segala percobaan.


Suatu hari, saat Vermon (54 tahun) dan Stardust (21 tahun) sedang melewati jalan setapak yang melintasi sungai hilir, mereka dipertemukan dengan seorang penyihir yang terkenal sangat kuat. Vermon pernah mendengar kabar kalau orang ini lah yang membunuh Faiz, teman masa kecilnya. Vermon pun menjadi sangat berhati-hati, apalagi dia sedang membawa Stardust.

__ADS_1


"Kata para tetua, pedang itu tidak seharusnya ada ditanganmu." Ucap Kenny (26 tahun), menunjuk Juzumaru yang ada ditangan Vermon. "Keberatan untuk mengembalikannya?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah mencoba melawan, Vermon menyadari perbedaan kekuatan diantara mereka. Dia pun membawa Stardust pergi, bersama Juzumaru yang masih berada digenggamannya. "Bawa pedang ini pergi, Stardust."


Stardust menoleh, "Apa maksudmu?"


"Bawa pedang ini pergi, lalu tusukan pedang ini kejantungmu agar kau bisa mendapatkan kekuatan iblisnya." Jelas Vermon. "Aku akan memancing perhatian penyihir itu, kau lari!"


Sekilas dari kejauhan, terlihat pertarungan sengit yang menegangkan diantara Vermon dan Kenny. Stardust memejamkan mata, lalu meneruskan pelariannya sehingga ia sendiri pun tidak mengetahui letak keberadaannya. Baru kali ini Stardust terpisah dari ayahnya, dia benar-benar tersesat.


Hujan turun, Stardust pun meneduh dibawah gua yang gelap gulita. Ia menatap pedang Juzumaru, dan teringat dengan perintah ayahnya. Tanpa berlama-lama, Stardust melepas pakaiannya, dan meraba-raba dadanya sendiri untuk mencari detak jantung. "Disini, ya?"

__ADS_1


Stardust menusuk dadanya sendiri, kemudian jatuh pingsan karena kehabisan darah.


Saat ia terbangun, ia terbangun diatas sebuah gerobak. Ia celingak-celinguk, dan melihat seorang pria yang sedang menarik gerobak itu. "Ayah, dia bangun!" Seru anak perempuannya, yang berada di didalam tas punggung pria itu.


Mereka pun berhenti, dan Stardust pun turun. Mereka sempat berbincang dan katanya, Stardust telah tertidur selama 3 hari. Stardust pun membungkuk, meminta maaf, dan berterima kasih sebesar-besarnya kepada keluarga itu.


"Kalau kau jalan lurus, kau akan menemukan kota Lestallum. Disana, kau bisa menggunakan pedangmu itu dan menjadi pemburu iblis." Terang pria itu, menunjuk ke arah tenggara.


Stardust mengangguk, ia melambaikan tangannya kemudian melanjutkan perjalanannya seorang diri, tapi malah kehilangan kontrol atas kekuatannya sendiri. Dia pun mengamuk di depan kota Lestallum, dan dijatuhkan oleh Onyx beserta Liliard.


Setelahnya, sejarah terjadi.


Perang dengan Seinaru, Pertemanan, Sentralisasi, perang dengan tentara gabungan, bertemu Arka, mengenal Arka, dan pada akhirnya, ia sampai dititik ini.

__ADS_1


Tak pernah sekalipun ia berpikir, kalau akan bertemu dengan penyihir yang telah membunuh ayahnya, ditempat ini dan pada situasi seperti ini.


"Kenny..." Gumamnya. Kebencian lambat laun terlukis diwajahnya. Amarah pun memenuhi matanya, dia siap mencabik sosok itu kapanpun dan dimanapun.


__ADS_2