Pedang Iblis

Pedang Iblis
Pergerakan pt.1


__ADS_3

4 April 2024.


Setelah menguasai kekuatan deteksi bulan purnama milik Mangetsu, Madara langsung menggunakannya untuk mencari markas tersenyembunyi milik The Saint.


Di antah berantah, negara Latvia. Madara masuk ke sebuah kuil dan melakukan pembantaian terhadap para penyihir kuat yang ditugaskan untuk menjaga tempat itu dari penyusup.


"Pilihan yang bijak. Tempat ini indah." Puji Madara.


"Apa yang kau mau dariku?" Tanya Star, sosok alien misterius dibalik kelompok elitis bernama The Saint/tetua.


Karena peran Star di dunia sihir, kebanyakan dari mereka tidak tahu seperti apa rupa dari Star yang sebenarnya. Hanya mereka yang diberi izin olehnya yang bisa mengetahui bahwa Star tidak sepenuhnya memiliki penampilan manusia pada umumnya. Star memiliki enam mata dengan kepala berbentuk silinder yang tidak memiliki rambut sama sekali, tetapi dia memiliki tubuh humanoid bipedal. Star mengenakan jubah sederhana berwarna terang.


Star menggunakan hologram untuk menciptakan kehadirannya dibeberapa tempat, termasuk gedung emas. Dengan hologram itupula, dia menciptakan ilusi sederhana yang membuat orang-orang berani menyimpulkan bahwa The Saint adalah sebuah kelompok.


"Berikan kubus anti sihir kepadaku." Ucap Madara.


"Apa maksudmu?" Star nampak kebingungan dengan untuk apa Madara membutuhkan benda itu. Namun tak lama kemudian, dia menyadari sesuatu. "Apakah mungkin..."


"Kau terlalu fokus dalam bersembunyi dariku dan menjadi lalai. Yuna masih hidup, dan Kenny telah bereinkarnasi." Ungkap Madara.


"Bagaimana dengan wadah Onimaru?"


"Disamping Yuna dan reinkarnasi Kenny. Kau sama sekali tidak menjalankan perintahku, Saint." Ucap Madara geram. "Di zaman ini, semua memang harus dilakukan dengan sumpah pengikat."


"Kale mengkhianatiku, ya?" Batin Star. "Jadi, sekarang kau berencana untuk menangkap reinkarnasi Kenny seorang diri?" Tebaknya.


Madara mengangguk. "Dengan mengurung reinkarnasinya didalam kubus itu, Kenny akan dipastikan hilang untuk selamanya."


"Setelah mendapatkan kubus itu, dia tidak akan membutuhkanku lagi." Pikir Star. "Aku serahkan sisanya padamu, wadah Onimaru!"


"Ekspansi ruang : Penjara cahaya."


Langkah yang tidak pernah Madara duga dari star. Alien itu telah mengurungnya di dalam ekspansi ruang penuh cahaya dimana waktu tidak berjalan dengan normal.


"Ekspansi ruang tidak berpenghalang namun masih bersifat mengurung. Ini akan merepotkan." Batin Madara. "Satu-satunya cara untuk keluar dari sini adalah membunuh Star yang menjadi objek dari ruangan itu sendiri."


Madara celingukan, lalu tersenyum lebar. "Tapi kau bahkan tidak ada didalam sini, sialan."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


4 bulan terakhir, dunia sedang dilanda bencana iblis. Mahluk-mahluk bengis dari dark territory itu berkeliaran dan menghancurkan banyak negara termasuk negara adikuasa Amerika. Menjadikan wilayah sebesar itu tanah yang mati, menciptakan teritorinya sendiri.

__ADS_1


Pada saat-saat kelam ini, para penyihir akademi hanya bermain aman dengan berpatroli disekitar tirai untuk melindungi reinkarnasi Kenny dari serangan penyihir lain atau iblis yang lebih kuat.


Namun, setelah mendapatkan pesan istimewa dari Star bahwa Madara sedang terperangkap, Kale pun percaya diri untuk memulai pergerakannya demi membalik keadaan.


Kini akademi sihir terbagi menjadi 3 tim, yaitu Tim Kale, tim Toru, dan tim Arka.


{Kale, Farel, Reisya, Yuki, & Yeoul} - Tim Kale, bertugas untuk datang ke Latvia.


{Toru, Ares, Aura, Asep, & Stardust} - Tim Toru, bertugas untuk membebaskan negara Indonesia dari iblis, juga mengevakuasi warga yang selamat.


{Arka, Yuna, & Reinkarnasi Kenny} - Tim Arka, harus terus bergerak ketempat yang aman.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Iblis kupu-kupu raksasa yang sedang hinggap diatas gedung, di sergap oleh Farel dan Kale. Mereka membutuhkan sayap dari iblis itu untuk pergi ke negara Latvia, dan dengan menggunakan kekuatan manipulasi bayangan milik Kale, mereka bisa menjadikannya kendaraan.


"Jangan bunuh dia." Ucap Kale.


Farel mengangguk, lalu mencekik leher kupu-kupu itu dan membantingnya ke tanah. Kale langsung melesat dan menusuk leher iblis itu hingga tewas. "Manipulasi bayangan." Rapalnya.


Iblis itu langsung hidup kembali dalam wujud yang lebih ganas dengan warna hitam pekat diseluruh area tubuh.


"Mantap!" Seru Reisya dan Yeoul yang sedang menunggunya di bawah bersama Yuki.


"Senior!" Seru Farel.


Untuk berjaga-jaga, Kale menonaktifkan kekuatannya. Namun hal itu malah membuat Farel terjatuh dari ketinggian.


"Farel!" Reisya yang hendak menyelamatkan juniornya ditahan oleh debu hitam milik Oda yang mengeras di area kaki.


"Winter." Yuki memanipulasi udara dan membekukannya untuk menyelamatkan Farel dari dampak jatuh yang lebih bahaya.


Yeoul bertransformasi, menggunakan pedang iblis Dojigiri untuk menghancurkan debu hitam dikakinya itu, lalu melesat ke arah Oda yang sedang berdiri dibelakang mereka.


Oda menciptakan tameng dilengannya, lalu menepis serangan Yeoul dengan mudah. "Dojigiri adalah yang terlemah." Oda menghajar Yeoul, lalu menghindari serangan Reisya yang datang dari samping.


Dia kemudian memunculkan sebuah duri dari debu hitam yang melayang untuk menusuk bahu Reisya.


"Sudah kuduga." Batin Yuki. "Dipertarungan seperti ini, mereka berdua hanya akan menghalangi jalanku."


Yuki menciptakan ombak es raksasa yang membekukan jalanan kota tanpa menaruh rasa peduli terhadap nasib dari rekan-rekannya.

__ADS_1


Farel awalnya cukup terkejut, namun bisa kembali bernapas lega ketika melihat Reisya dan Yeoul berhasil menyingkir dengan selamat.


"Kita memang sudah lama bersama, tapi kita masih belum bisa bertarung disisi yang sama." Batin Farel.


"Yuki!" Farel terjun dari atas untuk berdiri disamping si pria es. "Aku serahkan yang ada disini padamu."


Yuki mengangguk, lalu melanjutkan serangannya. Sementara Farel pergi untuk menjemput kedua rekannya yang terluka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kale menabrak sebuah gedung, lalu menggunakan pedangnya untuk menghentikan laju.


"Tadi itu..."


Melayang terbalik di belakang lawannya, Sky berbicara ke telinga Kale : "Manipulasi bayangan, ya?"


Kale segera berbalik menghadapnya. Sebelum Kale dapat menghadapi bahaya secara langsung, Sky menggunakan teknik sihirnya untuk mendistorsi ruang di sekitar mereka.


Kale terlempar ke belakang oleh gelombang ledakan besar yang diciptakan oleh teknik sihir Sky.


Sky adalah seorang wanita dengan tubuh yang bugar, kulit pucat, dan rambut putih yang biasanya dia manipulasi agar menonjol ke atas, menjaganya tetap dalam bentuk yang sama seperti jika tubuhnya terbalik. Dia memiliki alis tipis dan mata besar dengan sklera hitam dan iris merah muda gelap.


Sky sama sekali tidak memakai pakaian apapun selain aksesorisnya. Dia memakai dua gelang yang serasi di kedua pergelangan tangannya, anting-anting tebal, dan kalung di lehernya. Alih-alih menggunakan pakaian, Sky menggunakan teknik sihirnya untuk menutupi bagian pribadi tubuhnya yang terbuka dengan membuatnya tampak tembus cahaya.


"Aku berhasil mengurangi dampak kerusakannya, tapi apa-apaan serangan itu?" Batin Kale. "Dua orang yang berbeda... Mereka mengincarku, ya? Dilihat dari situasinya, sepertinya satu lagi bersama Farel dan yang lainnya."


Sky menindaklanjuti serangannya dengan pukulan yang Kale mampu hindari dan balas dengan pukulannya sendiri.


Sky lalu melengkungkan ruang di sekitar lengan Kale dan mendistorsi bentuknya. Kale terkejut dan bingung dengan embel-embelnya yang terdistorsi saat Sky memukulnya kembali dengan serangan lain.


Lengannya kembali normal tanpa kerusakan apa pun, membuat Kale menganggap teknik sihir Sky memanipulasi ruang tanpa benar-benar menghancurkan apa pun di dalamnya, mirip dengan cara lensa menciptakan distorsi.


"Teknik sihirku memperlakukan langit sebagai permukaan." Ungkap Sky. Sebagai contoh, Sky secara fisik mengambil ruang terbuka, menjadikannya nyata dan menariknya ke depan seolah-olah itu adalah kain.


"Langit... Mengubah ruang menjadi permukaan." Batin Kale. "Kedua serangan melewati pertahananku dan menghempaskan tubuhku ke udara."


Mengingat demonstrasi yang tadi diberikan Sky, Kale berpikir : "Mungkin tadi itu bisa disebut sebagai permukaan, tetapi pasti ada semacam trik dibaliknya."


"Hei, aku ingin menanyakan sesuatu." Ucap Kale. "Ada berapa dari kalian?"


Kai menyela percakapan dengan menggunakan Granite Blast untuk menembakkan gelombang besar energi jiwa pada kedua penyihir dari atas atap terdekat.

__ADS_1


"Ketemu." Batin Kale.


__ADS_2