Pedang Iblis

Pedang Iblis
Serangan Pembuka pt.3


__ADS_3

Sebagai salah satu murid di akademi sihir dengan potensi terbesar, Gere memiliki tingkat energi jiwa yang luar biasa hebat. Dia sangat mahir memperkuat serangan fisiknya dengan energi jiwa, memungkinkan Gere untuk memberikan pukulan yang sangat menghancurkan seperti saat pertarungan dengan Hundun. Energi jiwa Gere ternyata memiliki tekstur yang jauh lebih kasar daripada yang lain. Dia diberitahu oleh Kenny bahwa energi jiwanya memiliki "keunggulan", memberikan serangan tumpulnya efek pemotongan yang tajam. Terlepas dari seberapa banyak atau sedikit kekuatan yang diberikan Gere di balik pukulan, lawannya akan terkena rasa sakit yang tajam.


Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa saat ini hanya kekuatan Gere lah yang mampu mengalahkan regenerasi Marlboro dan melenyapkannya dalam sekali serang. Namun untuk itu, diperlukan konsumsi energi jiwa besar-besaran sehingga Reisya selaku rekan dari Gere harus bertarung untuk memberikan Gere waktu tambahan dalam mengumpulkan energi jiwanya.


Tapi dilihat dari sisi manapun Reisya sedang kesulitan. Iblis itu sendiri tidak pernah memberikan sedikitpun tanda-tanda kelemahan. Dia terus melemparkan berbagai macam serangan tanpa jeda.


Saat Reisya terpojokkan oleh akar-akar milik Marlboro, seorang pria datang dan langsung menghancurkan semua penghalang itu dengan satu tekniknya yakni "Spotted."


"Toru?!" Kaget Reisya.


"2 menit lagi." Ucap Toru. "Gere tidak akan bisa menyucikan iblis itu bila serangannya masih bisa dihindari atau ditepis. Jadi tolong, bantu aku melemahkannya dalam 2 menit."


Reisya mengangguk lalu berdiri bersebelahan dengan Toru. "Pimpin pergerakannya."


Toru melesat ke arah Marlboro tanpa ragu, diikuti oleh Reisya dan juga pedang barunya. Mereka menjadikan akar-akar yang ditembakkan oleh Marlboro sebagai pijakan untuk terus mendekat. Tidak ada yang bisa menghentikan mereka. Kehadiran Toru telah membakar semangat Reisya hingga darahnya mendidih.


Dengan teknik rasio, Toru menghajar Marlboro secara beruntun, memberikan rasa sakit yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Reisya kemudian menebas lengan kanan Marlboro dan kedua ranting yang menonjol keluar di area matanya.


"Kuat sekali! inikah yang dimaksud dengan penyihir kelas spesial?" Batin Reisya sambil terus berusaha untuk mengimbangi pergerakan Toru yang sangat destruktif. Ketimbang melawan Marlboro, menurut Reisya, lebih sulit untuk bekerja sama dengan Toru.


"3." Toru menghajar wajah Marlboro dari kiri, lalu menendang perutnya. "2." Reisya dan Toru bersama-sama menyerang tubuh Marlboro. "1." Mereka pergi menjauh, meninggalkan tubuh Marlboro yang penuh luka dan terbuka.


Mempersilahkan Gere untuk menyelesaikan pertarungan ini dalam sekali serang.


Sama seperti pertarungannya dengan Hundun tapi jauh lebih kuat. Pria itu menghancurkan tubuh Marlboro serta bangunan yang mereka pijak dengan ledakan yang sangat dahsyat.


Tidak lupa untuk di cantumkan. Kelemahan dari teknik sihir Gere adalah, serangan itu juga melukai dirinya sendiri.


"Gere!" Reisya berlari mendekati Gere yang sedang dalam posisi duduk ditengah-tengah bangunan runtuh.


"Dia masih bisa diselamatkan." Simpul Toru setelah melihat kondisi Gere yang penuh luka bakar, memar, dan bengkak. "Segera bawa dia ke--"

__ADS_1


"Ekspansi ruang : laut merah."


Ruangan dimana tidak ada daratan, hanya ada laut merah yang mencekam dan binatang-binatang buas yang mengerikan di dalamnya. Walau laut itu bisa dipijak, namun semua ini bukanlah sebuah keuntungan. Toru, Reisya, dan Gere yang sedang sekarat terseret kedalam sana untuk menemukan siksaan baru.


"Marlboro, Ifrit." Ucap Kisame si iblis humanoid berkepala hiu. "Aku akan membalaskan dendam kalian!"


Kisame lahir dari ketakutan akan bencana alam berbasis air setelah serangan dari Kadita.


Bencana Pasang : Kisame dapat mengeluarkan gelombang air bervolume besar tanpa sumber, menghasilkannya dari energi jiwa sendiri. Setelah mengeluarkan air dalam jumlah besar, Kisame dapat menariknya kembali dan melahap setiap korban yang berjuang untuk berenang.


Kisame dapat memunculkan ikan pemakan manusia yang berbahaya dan shikigami hiu sesuka hati. Bahkan tanpa fungsi sure-hit dari ekspansi ruangnya, Kisame dapat menghasilkan hewan laut itu langsung dari tubuhnya. Kisame memiliki berbagai jenis shikigami yang bisa dia hasilkan. Persenjataan shikigami-nya termasuk hiu seperti belut, kawanan piranha, ikan pedang, dan krustasea besar yang merupakan famili Kisame yang paling keras dan paling kuat.


Death Swarm : Kawanan shikigami tak berujung yang terhubung dengan efek yang sure-hit dari ekspansi ruang. Tekanan tanpa henti dapat digunakan untuk melawan teknik anti-ekspansi ruang seperti amplifikasi dan Kisame dapat dengan rela membagi keefektifan teknik ini di antara lawan-lawannya.


"Jangan kelamaan berpikir!" Raung Toru. "Serang tanpa keraguan! Bertarung tanpa belas kasih!"


Mereka mengayunkan pedang mereka tanpa henti untuk menahan terjangan dari shikigami. Toru menerima luka berat yang mengharuskannya kehilangan mata kiri juga kain di bagian lengan kanan, sementara Reisya menerima luka pada pundaknya.


Toru menyapu bersih shikigami-shikigami yang menekan mereka berdua dalam sekejap mata.


"Masih sekuat itu?!" Batin Kisame.


"Oomiwa!!"


Tercipta sebuah lubang didalam ekspansi ruang milik Kisame, hal itu mengakibatkan terhentinya efek sure-hit pada Death Swarm. Farel telah menciptakan ekspansi ruangnya sendiri, memaksa Kisame untuk tarik tambang dengannya.


"Rere!! Toru!!" Panggil Farel.


"Untuk kembali mengaktifkan efek sure-hit, aku harus menghancurkan ekspansi ruangnya!" Kisame melesat ke arah Farel, namun Toru dengan sigap mencegahnya.


"Aku akan melindungimu!! Jadi tolong, fokus pada ekspansi ruangmu!!" Ucap Toru.

__ADS_1


Reisya dari belakang memberikan luka tebas pada punggung Kisame. Toru melanjutkan serangan dengan menghajar leher Kisame dengan pedang tumpulnya. "Jika terus begini, kita bisa menang!"


"Toru!!" Panggil Farel. Toru menoleh, saat Reisya sedang bertarung dengan Kisame. "Hiu itu mengira kalau kita sedang berada ditengah pertempuran ruang. Tapi sebenarnya, objektifku berbeda."


"Aku sedang mencoba untuk membuat lubang pada dinding penghalang." Ungkap Farel. "Lubang yang tadi ku gunakan untuk masuk sudah tertutup. Keluar jauh lebih sulit dibanding masuk. Tapi aku bisa membuat lubang yang cukup besar untuk kita semua keluar."


"Hiu itu bukan guru Kenny. Dia tidak akan bisa menggunakan ekspansi ruang dua kali dalam sehari. Jika kita berhasil keluar, kita bisa menang!" Jelas Farel. "Lubangnya berada tepat dibawahku. Aku mengetahuinya karena aku telah menyentuhnya saat tadi masuk."


"Aku siap kapanpun. Kalian berdua harus lompat keluar dalam waktu bersamaan." Imbuhnya.


"Aku harap kau tidak berniat untuk tinggal." Ucap Toru.


"Tidak akan. Aku sudah berjanji untuk bertemu lagi dengannya." Sahut Farel.


"Reisya!!" Teriak Toru. "Berkumpul!"


Saat berhadapan dengan iblis yang memahami percakapan manusia, dia menyampaikan pesannya secara tidak langsung.


Melarikan diri dari ekspansi ruang. Cara yang dipercaya sudah tidak lagi mungkin, kembali ke dalam papan permainan.


"Apakah mereka berniat untuk melindungi bocah itu? Bukankah melakukan itu hanya mempermudahku untuk--" Kisame menyadari sesuatu yang janggal. "Bukan! Bukan itu!"


"Dia menyadarinya? Tapi semua sudah terlambat!" pikir Toru ketika Mmelihat Kisame yang sedang berlari ke arah mereka. "Farel!"


Farel membuka lubang yang menjadi pintu keluar untuk mereka, tapi juga pintu masuk untuk sesuatu yang tidak pernah mereka duga.


Dia yang mewarisi kutukan keluarga Shin. Dia yang telah meninggalkan semuanya jauh dibelakang. Sang pemburu para penyihir, Shin Faiz Enka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Menggunakan burung elang sebagai alat transportasi, Agung sedang dalam perjalanannya menuju Lestallum.

__ADS_1


Sebagai kepala akademi, dia tidak bisa membiarkan murid-muridnya bertarung seorang diri. Meski itu akan menjadikannya pengkhianat dimata para The Saint sekalipun.


__ADS_2