Pedang Iblis

Pedang Iblis
Ancaman Baru


__ADS_3

Setelah pertemuan singkatnya dengan Agung di beberapa hari yang lalu, Hikari pergi mengunjungi sebuah tempat yang dulu pernah menjadi rumahnya. Rumah itu terletak di sebelah utara Jepang. Rumah yang berada disebuah lembah terkenal, yakni lembah neraka. Lembah yang dipenuhi oleh iblis-iblis jahat, setidaknya begitu menurut laporan warga setempat.


Melihat betapa hancurnya rumah itu sekarang, membuat Hikari merasa iba. Dan bekas tebasan pedang dimana-mana, memberikan sebuah cerita unik tersendiri untuk Hikari.


"Jadi Arka benar-benar bertarung disini, ya?" Batinnya.


Ia kemudian masuk kedalam reruntuhan itu hanya untuk menemukan tubuh rapuh milik ayahnya yang masih tergeletak diatas tanah dengan bau busuk yang sangat menyengat.


"Inikah ujung cerita yang kau inginkan?" Tanya Hikari.


Ia lalu mengangkat tubuh tak bernyawa itu ke sebuah lahan terbuka dan menguburnya dalam-dalam. Hanya untuk mengubur tubuh Usugurai, Hikari menghabiskan banyak waktu dan tenaga hingga malam hari pun tiba.


Ia akhirnya memutuskan untuk bermalam ditempat itu, dengan api unggun yang dibuat sendiri olehnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di ruangan Agung.


"Siapa diantara kalian yang siap bersedia untuk menjadi wadah pengganti dari pedang iblis Odenta Mitsuyou?" Tanya Agung dihadapan Farel, Kale, dan Jang Uk. "Pedang ini memiliki iblis kuat yang lebih kejam dari Onimaru Yasutsuna."


"Mustahil! Bagaimana mungkin?" Sahut Jang Uk. "Onimaru adalah simbol kebencian."


"Tetapi Onimaru memiliki wadah yang mampu menahan semua kebencian itu." Terang Agung, membuat Jang Uk tertegun.

__ADS_1


"Arka?" Pikir Farel.


"Sementara Odenta, dia memiliki Caius Ballad sebagai wadah pertamanya. Seorang yang keji, dengan mudah mencabut nyawa mahluk lain hanya untuk memuaskan nafsu Odenta. Memperkuatnya dari dalam, memberikannya kontrol yang begitu besar terhadap tubuh dan pikiran."


Mendengar hal tersebut, Kale tiba-tiba mengangkat tangannya. "Aku siap."


Agung tersenyum, lalu menyerahkan pedang itu kepada Kale. "Ritual akan dijalankan pada malam hari ini. Nona Yeoul akan menjadi pemandumu."


Yeoul masuk keruangan untuk memperkenalkan dirinya.


Farel menatap Kale begitu kagum, seniornya yang satu itu memang memilik ambisi yang serius untuk bisa menggantikan posisi Kenny.


"Aku akan menjadi lebih kuat. Setidaknya cukup kuat untuk membunuh Onimaru Yatsutsuna!" Batin Kale.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ia pergi menemui klan milik ayahnya, yaitu klan Shin. Klan besar yang sudah melahirkan banyak penyihir-penyihir kuat di akademi sihir cabang Cina (pernah disebut dalam chapter 6). Produk terkuat dan paling terkenal yang pernah dikeluarkan oleh klan ini adalah Shin Faiz Enka. Walau ditakuti, namun Faiz Enka tetap dianggap sampah oleh klan tersebut karena tidak memiliki energi jiwa. Hal ini menjadi alasan mengapa Faiz dengan sukarela membuang marga itu dari namanya.


Yang menjadi pujaan bagi mereka malah Shin Yuna, penyihir dengan teknik pembalik terkuat di era ini. Selain bisa menyembuhkan diri sendiri, Shin Yuna juga mampu menyembuhkan banyak orang dalam waktu yang bersamaan. (Ini juga menjadi alasan mengapa Kenny memilih Yuna sebagai ibu dari anaknya. Karena dengan teknik pembalik sekuat itu, tidak akan ada kemungkinan gugur dan gagal dalam sesi melahirkan.)


Reisya mengalami kasus yang sama dengan Faiz. Tidak memiliki energi jiwa, namun memiliki tingkat fisik yang sangat kuat. Kasus ini diberi nama pembatasan surgawi.


Sejak bayi, Reisya dibawa pergi oleh orangtuanya begitu mengetahui nasib yang akan di alami oleh anaknya.

__ADS_1


Reisya kemudian dimasukkan ke akademi sihir oleh orangtuanya, berharap agar putri semata wayangnya itu mendapatkan pelatihan juga lingkungan yang sesuai. Lingkungannya memang lebih baik, namun Reisya masih seringkali merasa tertinggal ketika sedang berlatih di akademi sihir. Itulah mengapa pada suatu hari, ia memilih untuk pergi menemui klan Shin hanya untuk diperlakukan seperti sampah, sesuatu yang sudah dicegah oleh orangtuanya sejak lama.


Karena emosi dihina dan diperlakukan buruk selama berbulan-bulan, Reisya pun membantai klan itu. Membunuhnya satu persatu dengan sangat sadis. Saking sadisnya, keberadaan Reisya pada saat itu mengingatkan mereka pada Faiz.


Hari ini, Reisya kembali ke akademi dengan penampilan yang sangat berbeda. Auranya begitu mengerikan, dan sikapnya menjadi dingin.


"Lama tak jumpa, senior." Sambut Farel.


"Rere saja cukup." Balasnya. "Dimana Kale?"


"Dia sedang melakukan ritual."


"Ritual?"


Farel pun menjelaskan seluruh kondisinya kepada Reisya, dan untungnya Reisya adalah perempuan yang cepat tanggap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat pagi hari tiba, Hikari pergi melewati jalan setapak di hutan bambu Sagano. Pemandangannya sangat indah, sampai ia bertemu dengan seorang pria berkasaya warna emas di atas jubah yukata hitam. Pakaian biksunya juga termasuk kaus kaki tabi putih dan sandal zori.


Dia menghalangi jalan Hikari dengan senyuman yang mengerikan. "Siapa?" Tanya Hikari.


"Mari berkenalan." Aura iblis yang mencekam keluar meledak-ledak dari tubuhnya. "Namaku Madara, dan aku adalah ketua dari sekte penyembah iblis.'

__ADS_1


__ADS_2