
Arka kembali terbangun diatas genangan air merah yang sudah lama tidak ia temui. Arka menoleh ke kanan dan langsung mendapati Onimaru yang sudah lama menunggunya.
Arka berdiri kagok, lalu berjalan kearahnya. "Hei, dengar. Aku hanya--"
Sebuah tebasan yang mengarah ke leher Arka ditepis oleh sesosok iblis. "Bekerja sama dengan Mangetsu? Dasar menjijikan." Ledek Onimaru.
Arka yang masih shock hanya diam ditempatnya, jantungnya berdegup kencang sebab dia hampir saja mati.
"Padahal kau memilikiku, tapi malah meminta pertolongan dari iblis lain." Ucap Onimaru sambil menggaruk tengkuknya kasar.
Arka yang tidak terima kemudian membentak balik. "Kau hampir membunuhku, sialan!"
"Benar juga." Onimaru kembali meluruskan tangannya, kemudian berkata: "Dan aku tidak akan berhenti."
Beberapa tebasan lain menyusul, dan semuanya ditepis oleh Mangetsu. "Majulah, Arka. Aku akan melindungimu!" Ucapnya.
Arka mengeratkan kepalan tangannya, lalu menatap Onimaru penuh amarah. Ia merasa dikhianati oleh seorang teman, namun sejauh apapun pertemanan mereka, iblis akan tetap menjadi iblis. "Siap." Sahut Arka, sebelum berlari kencang kearah Onimaru untuk melandaskan kilatan hitam.
Tidak tinggal diam, Onimaru memberikan serangan yang sama kearahnya. Mereka mengadukan kilatan hitam, menciptakan distorsi ruang yang menggetarkan gelembung penghalang.
"Hindari adu kekuatan, dia berniat lepas dengan menghancurkan penghalang." Ucap Mangetsu.
"Oke!" Arka kembali melesat kearah Onimaru, namun dengan gerakan yang begitu abstrak. Iblis itu terlihat kagum, karena dia baru mengetahui gaya bertarung dari wadahnya. Arka mendaratkan tiga tendangan kilatan hitam ke tangan Onimaru. Tangan itu hancur, namun kembali beregenerasi.
Arka kemudian melanjutkan rantai serangannya dengan sebuah pukulan ke arah wajah Onimaru yang kini sedang terbuka lebar. "Skakmat."
Wajah Onimaru hancur lebur, namun kembali sembuh dalam milisekon.
"Aku tidak mengerti rencana kalian." Ucap Onimaru. "Kau pikir aku akan berhenti disatu titik dan memohon atas ampunanm--"
Wajah Onimaru kembali hancur dengan serangan yang sama. Lagi, lagi, dan lagi. Arka memberikan serangan beruntun yang pada akhirnya hanya akan melukai tubuhnya sendiri. "Kalau aku tidak bisa membunuhmu dalam sekali serang, maka aku akan membunuhmu berkali-kali bila perlu."
Onimaru akhirnya menahan tinju Arka, lalu memberikan pukulan telak ke arah perutnya hingga Arka mental dengan perut yang terkoyak.
__ADS_1
Tangan Onimaru juga terpotong karena tebasan pelindung dari Mangetsu. "Begitu, ya." Ucap Onimaru ketika mengetahui kelemahan pelindung Mangetsu.
Dia kemudian meluruskan tangannya lagi, untuk mengakhiri pertarungan. "Cleave."
Leher Arka terpotong. Mangetsu terlambat untuk melindunginya. "Selama bumi ini berotasi dan berevolusi, yang bisa mengalahkanku hanya raja manusia, brengsek. Apakah fakta itu saja tidak cukup untuk menyadarkanmu?"
Arka tersenyum kecut, lalu membalas: "Seimei Abe mengajarkanku, kalau sejarah bisa diulang kembali."
"Aku akan membunuhmu, Onimaru! Camkan itu!" Leher Arka kembali pulih dengan kemampuan regenerasi.
Seorang wadah, perlahan namun pasti, akan menyerap kekuatan iblisnya untuk menyesuaikan diri. Tubuh Arka kini sudah bisa beregenerasi seperti iblis, tinggal menunggu waktu agar Arka bisa mempelajari semua teknik-teknik tebasan yang dikuasai oleh Onimaru.
"Bagi penyihir, kemarahan itu sebuah pemicu penting. Tapi, memancing amarah lawan terkadang bisa membuatmu kalah."
"Itu pun berlaku sebaliknya. Kemarahan bisa mengganggu energi jiwamu, membuatmu tak bisa memanfaatkannya secara maksmimal dan kalah."
"Aku mengerti alasanmu dipenuhi amarah."
"Tapi, kemarahanmu yang sekarang terlalu berlebihan. Sebaiknya ditahan dulu."
Onimaru langsung menyadari perubahan emosi yang terkesan mendadak dari Arka.
"Aku hanya ingin mati dengan layak." Suara Arka tiba-tiba bergetar. Ia mengingat punggung paman Eko dikasur kematiannya, juga senyum manis Aura beserta teman-temannya.
Ekspansi ruang ini adalah alam bawah sadar milik Arka. Membuat Onimaru juga merasakan keinginan Arka untuk tetap hidup. Untuk mati, dikelilingi oleh orang-orang yang di kasihi.
"Aku tidak ingin mengurungmu, dan aku juga tidak ingin menyesali pertemuan kita." Tutur Arka. "Jadi tolong, ajukan syaratmu, dan akhiri pertarungan konyol ini."
Onimaru nampak merenungkan jawabannya. Dia sudah mengetahui kalau pertarungan ini akan berlangsung lama karena regenerasi mereka sudah hampir sama kuatnya. Onimaru juga ingin segera bertemu lagi dengan lelaki itu, dan membunuhnya tanpa interupsi dari Arka. Maka menciptakan kontrak bukanlah ide yang sangat buruk bagi kedua belah pihak.
"Baiklah, ini syaratku." Garis wajah Arka terkejut, ia kemudian menghapus air matanya dan tersenyum. Namun senyuman itu tidak bertahan lama. "Bertukarlah denganku saat kita bertemu dengan Kenny."
"Kenapa?" Tanya Arka.
__ADS_1
"Kau tahu sendiri kenapa." Ucap Onimaru, lalu melipat kedua tangannya didepan dada. "Dia adalah tujuanku hidup di era ini. Peduli tai dengan Holocaust. Kita akan bertukar lagi saat aku berhasil membunuhnya."
"Tapi, kalau kau membunuhnya..."
"Bumi akan kehilangan pelindung terkuatnya." Sela Onimaru. "Hidupmu dan hidupnya. Yang mana yang lebih kau hargai?"
Arka terdiam, lalu menundukkan kepalanya. "Baiklah, kuterima persyaratanmu."
"Kontrak ini adalah kontrak pertemanan. Kau akan memberikan kekuatanmu padaku tanpa merebut seluruh kesadaranku. Dengan satu syarat yang telah kau buat dan sudah kusetujui."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gelembung penghalang pecah, dan Arka terlihat sedang menenteng pedang Onimaru yang sudah pulih.
"Kau berhasil." Ucap Stardust beserta yang lainnya, mereka nampak bahagia dan juga lega. Tapi tidak dengan Arka.
Hikari yang mendengar percakapan antara Arka dan Onimaru pun berkata: "Mengenai persyaratan itu..."
"Tenang saja, aku ada rencana." Arka melirik Jojo, membuat mereka berdua saling tatap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Pinta gurumu yang bernama Kenny untuk tidak pernah menemuimu lagi?" Ulang Jojo. "Kau akan memutuskan hubunganmu dengannya?"
Arka mengangguk. "Untuk yang terbaik."
Jojo menghela napas lalu mengacak-acak rambut Arka. "Jadi kau akan tinggal disini untuk sementara waktu?"
"Ya. Aku akan melatih teknik pedang bersama Stardust dan Yeoul." Jawab Arka. "Tolong bantuannya, guru Jojo."
Jojo mengangguk. "Oh, ya. Bisa kau pegang talisman ini untukku?" Jojo menyerahkan sebuah cincin berwarna hitam kepada Arka. "Ini adalah cincin anti sihir milik Onyx. Onyx mempercayakannya padaku, tapi aku akan melanjutkan kepercayaan itu padamu."
"Sampai bertemu lagi, Arka."
__ADS_1
Jojo pergi meninggalkan kuil itu. Untuk sebuah pertemuan dengan pria bernama Kenny. Pertama kali selama seumur hidup, dia akan menghampiri akademi sihir.