Pedang Iblis

Pedang Iblis
Wham dan William


__ADS_3

*Beberapa Chapter kedepan akan berfokus pada pengenalan kota Lestallum sebelum sentralisasi* - Author.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pemburu iblis tidak hanya bertugas untuk memburu iblis. Mereka juga memiliki beberapa tugas tertentu dan akan rela melakukan hal terburuk sekalipun jika sesuai denhan bayarannya.


Sekitar 4 tahun lalu sebelum terjadinya tragedi Sentralisasi. Rachel Aldercapt dan Lucius Nox Fleuret selaku kubu 1, bersaing dengan Zack Fair dan Bartz Klauser selaku kubu 2 dalam memperebutkan Tahta Walikota. Tetapi persaingan kedua kubu tersebut merupakan persaingan yang sangat tak biasa, kedua kubu tersebut bermain dibalik layar dengan cara yang sangat kotor. Alias bersaing dengan cara saling membunuh, membunuh demi memperebutkan kursi Walikota Lestallum.


Kedua kubu tersebut memanfaatkan kelompok pemburu iblis yang masing-masing telah mereka sewa dengan bayaran yang sangat fantastis beserta jaminan jabatan yang tinggi dalam kota ketika Kubu yang dibantu menang.


Kelompok Phoenix adalah kelompok yang telah dibayar oleh Kubu 1 (Rachel Aldercapt dan Lucius Nox Fleuret). Sementara kelompok yang dibayar oleh Kubu 2 (Zack Fair dan Bartz Klauser) adalah kelompok Seinaru dan dibantu oleh penasihat mereka Clarus Lazarus. Jika salah satu Kubu mati, maka itu merupakan kemenangan mutlak bagi kubu yang selamat.


Beberapa minggu sebelum pemilu, seluruh anggota kelompok Seinaru telah hampir 1 bulan penuh melakukan penjagaan ketat pada Kubu yang menyewa mereka. Pada saat itu, kelompok Seinaru masih dipimpin oleh Wham Vermilion.


"Apa kau sudah mendapat informasi tentang kelompok yang menjaga Kubu 1?" Tanya Wham, kepada pasukannya yang datang keruangan untuk melapor.


"Ya. Kelompok itu adalah Phoenix!" Ucapnya.


Seorang pria yang bersandar di didekat jendela terdengar mendecih. "Berarti kita harus siap menghadapi kelompok bersenjata jarak jauh, ya?" Simpul Kageyama Shiro (22 tahun), wakil ketua dari kelompok Seinaru.


Saat ini Calon Walikota kubu 1 yang di incar kelompok Seinaru tengah berlindung didalam South Town Tower yang berada didalam district Trost l. Sedangkan Calon Walikota Kubu 2 saat ini sedang bersembunyi didalam sebuah ruangan bawah tanah milik apartement Lighthouse yang merupakan markas dari kelompok Seinaru.


Ketika suasana sedang hening, tiba-tiba saja salah satu kaca ruangan pecah. Seseorang dari atas gedung lain telah menembaki ruangan tersebut. Nampaknya pelapor mereka dibuntuti oleh lawan.


"Tiarap!!" Seru Wham. Membuat semua orang yang ada diruangan tersebut dengan sigap tiarap dan menghindari tembakan beruntun dari seseorang yang berada diatas gedung lain. Penembak itu kemungkinan besar adalah kiriman dari kelompok Phoenix.


Tembakan itu kian berhenti dan berhasil menewaskan beberapa orang. Serangan tersebut menandakan perang dan pertumpahan darah akan segera dimulai.


"Sial, sekarang baik musuh juga mengetahui keberadaan 2 kubu!" Kesal wham.


Karena merasa bahwa serangan itu adalah deklarasi perang, Wham tak segan-segan untuk merencanakan penyerangan balik.


Sem. terlihat Wham, shiro dan kuroi, adik Shiro, beserta seluruh anggota kelompok Seinaru lainnya, telah sampai didepan South town Tower. Tempat dimana Rachel Aldercapt dan Lucius Nox Fleuret berada.


William Vengeance, ketua dari kelompok Phoenix, menatap rendah kelompok Seinaru dari atas gedung disaat pasukan-pasukannya sedang sibuk mempersiapkan senjata mereka.


Shiro teringat kembali dengan perkataan Wham sebelum penyerangan tersebut.


"William milikku."

__ADS_1


Shiro pun menargetkan wakil ketua dari kelompok Phoenix, yang bernama Onyx Lucis Caelum (21 tahun)


Peperangan besar pun terjadi. Kemenangan diraih kelompok Seinaru, karena kelompok Phoenix memilih mundur di saat-saat terakhir. Banyak yang menjadi korbannya, tetapi mereka gagal dalam menyelesaikan misi utama mereka yaitu membunuh Rachel Aldercapt dan Lucius Nox Fleuret. Kegagalan tersebut terjadi sebab target mereka telah dievakuasi ketempat yang jauh oleh kelompok Shinotori saat mereka sedang sibuk bertarung. Shinotori adalah kelompok pemburu iblis kecil yang diketuai oleh Scarlett. Mereka menjadi developer senjata bagi kelompok Phoenix. Membuat mereka kerap kali bekerja sama dalam banyak hal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa bulan setelah peperangan itu, pihak Phoenix memberikan surat pertemuan kepada Seinaru. pertemuan itu hanya mengundang Ketua dari tiap kelompok, yang tidak lain dari Wham Vermilion dan William Vengeance.


"Terowongan Laerdar? Bukankah terowongan itu yang sudah lama terbengkalai?" Bingung Shiro.


"Ya, terowongan yang melubangi gunung itu ditutup oleh pemerintah karena banyaknya peristiwa buruk yang mengikuti." Ucap Zack Fair. Mengingat banyaknya kejadian miris dari para pengendara mobil, motor ataupun kendaraan umum lainnya yang di makan oleh iblis saat memasuki terowongan itu.


"Benar juga, itu sangat berbahaya. Belum lagi kemungkinan bahwa ini adalah jebakan dari kelompok Shinotori." ucap Barts klauser.


"Tapi, jika mereka memang benar-benar hanya mengirim ketua kelompok mereka, bukankah ini menjadi kesempatan bagus untuk menyelesaikan semuanya?" Nimbrung sang penasihat kubu 2, Clarus Lazarus.


"Maksudmu membunuh William Vengence dalam pertarungan itu? Tidak mungkin! Dia memiliki kekuatan keabadian yang sangat berbahaya. itulah alasan mereka hanya mengirim william seorang!" Tentang Shiro.


Wham mengangkat tangannya, seolah menyuruh Shiro diam. "Aku bisa menang." Ucapnya.


Wham kemudian pergi meninggalkan ruangan itu, membuat Shiro dan yang lainnya terdiam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ketua, izinkanlah kami untuk ikut membantu mu!" Mohon Scarlett kepada william. Tetapi william selalu saja menolak karena ini merupakan pembicaraan empat mata dari kedua pemimpin.


"Tunggu saja diluar. Aku pasti akan pulang." Tegas William.


William memasuki Terowongan Laedar dari arah Timur. Begitu juga dengan Wham yang secara bersamaan akan memasuki terowongan tersebut dari arah yang berlawanan yaitu barat.


Wham lalu menempelkan sebuah surat agar kelompoknya tidak memasuki terowongan tersebut. Karena ia tahu bahwa kelompoknya akan menyusul kepergiannya entah itu disuruh atau tidak. Ia lalu mamasuki terowongan tersebut secara perlahan. Ia menginjak genangan air, melewati terowongan gelap yang dihiasi sedikit cahaya lampu redup.


Dari kejauhan, ia bisa melihat beberapa iblis yang sedang menunggu kedatangannya. Ia lalu tersenyum bengis sambil mengeluarkan pedang rampingnya. ia memenggal kepala iblis yang ada didepannya tersebut sambil terus berlari, disusul oleh iblis setinggi 7 meter dengan kepala berbentuk bunga pemakan manusia. kepala iblis itu dengan cepat mendekatinya sambil membuka lebar mulutnya.


"Soul Cutter!" Rapal Wham sambil melewati iblis yang akan memakannya. Tanpa disadari oleh iblis tersebut, wham berhasil melewatinya. Ia lalu memasukan kembali pedangnya ke selongsong, membuat iblis itu terbelah menjadi beberapa potongan dalam sekali tebas. Hal tersebut menunjukkan kecepatan dari seorang Wham. Darahpun berhamburan kesegala arah diikuti dengan munculnya beberapa iblis lain.


Ditempat William, terlihat beberapa bangkai-bangkai iblis yang baru saja ia bunuh menggunakan senjata pemberian Shinotori, yaitu AK-47 dan pistol revolver beserta sebuah golok dan kapak.


Sambil menjepit sebatang rokok dengan jemarinya, William membantai berbagai macam iblis dari berbagai kelas yang menetap disana.

__ADS_1


Kembali ke tempat Wham, ia mulai mendengar bunyi-bunyi tembakan yang menggema dari arah depan. Bunyi itu dihasilkan oleh senjata api milik william yang berada di arah lain terowongan.


"Sudah dekat ya?" Bisik Wham.


kedua pemimpin dari kedua kelompok besar yang tengah berkonflik tersebut, sebentar lagi akan bertemu di tengah-tengah terowongan Laerdar.


Mereka menorobos masuk sembari membunuh para iblis yang menghalangi jalan mereka. Sampai pada akhirnya, kedua orang tersebut berpapasan ditengah terowongan dengan jarak ± 5 meter.


"Yo, teman lama. Seperti biasa kau selalu keluar dari pertarungan tanpa luka." Sapa William


"Darah memang perhiasan yang sempurna untukmu." Balas Wham.


"Kebiasaan burukku. Aku malas menghindar." ucap William.


Mereka sontak mengeluarkan senjata masing-masing, dan saling membunuh hingga akhir hayat mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kedua kelompok yang baru saja datang, terkejut dengan apa yang mereka lihat. Pertarungan itu berakhir imbang, kedua pemimpin mati dalam keadaan mengenaskan.


Mereka kemudian melirik kedua pihak. Mereka tak saling mengancam ataupun saling menodongkan senjata. Mereka hanya terdiam, memandangi hal mengerikan yang ada dihadapan mereka.


Masing-masing dari mereka kemudian pergi tanpa menciptakan keributan. Scarlett menyesal sebab dia lah yang membujuk ketuanya untuk membuat pertemuan itu.


Begitu juga shiro yang menyesal karena telah gagal mencegah ketuanya. Tetapi secara kebenaran, mereka tak bersalah, ketua merekalah yang sengaja memilih jalan tersebut dan pada akhirnya saling membunuh.


Setelah kedua kelompok itu bubar, membawa mayat ketua dari masing-masing kelompok, onyx terdiam didalam terowongan. Ia kemudian menelepon seseorang melalui ponselnya.


"Ada apa, Onyx?" Tanya seorang pria dari seberang sana.


"Wham mati." Jawab Onyx.


"Bagaimana dengan William?"


"Mereka berdua mati. Semua berjalan sesuai dengan rencanamu, Clarus."


Clarus Lazarus, sang penasihat dari kubu 2. Tidak, bukan kubu 2. Ia merupakan dalang dari semua ini. Dia adalah agen ganda. "Baguslah, semua untuk menjadikanmu ketua dari kelompok Phoenix."


"Ya, aku sangat berterimakasih padamu. Tapi sayang sekali, Wham juga harus ikut terbunuh." Ucap Onyx.

__ADS_1


"Wham memang pion favoritku, tapi itu berarti, lawanmu sekarang tinggal Kageyama bersaudara." Ucap Clarus. "Malam ini, aku akan membunuh Zack Fair dan Barts Klauser."


"Mohon bantuannya." Pamit Onyx, sambungan pun diputus sepihak. Meninggalkan Onyx yang sedang merenung. "Sebentar lagi, ayah. Sebentar lagi, kau akan menjadi penguasa Lestallum!"


__ADS_2