Pedang Iblis

Pedang Iblis
Akhir Dari Sentralisasi pt. 1


__ADS_3

Ketua Phoenix yang sebenarnya bukanlah Onyx, Melainkan Lucius. Dia adalah otak dari segala pergerakan yang selama beberapa bulan ini telah dilakukan Phoenix. Awalnya, dia menciptakan sistem sentralisasi untuk menguasai ekonomi kota, namun itu semua berubah ketika Lucius bertemu Stardust. Dia mengetahui kekuatan dari ke-5 pedang iblis, dan kini berniat untuk menguasai dunia dengan kekuatannya.


Lucius menguasai teknik sihir pemanggil. Sama seperti teknik Seimei Abe, tapi Lucius tidak memanggil sesosok iblis, melainkan 12 pedang suci dari gudang senjata terkutuk. 12 pedang terkuat yang mampu menyucikan iblis dalam sekali tebas. Luticia dan Onyx juga mempelajari teknik tersebut. Namun, Luticia hanya bisa memanggil 6 pedang suci.


Sementara Onyx, dia hanya bisa memanggil 1 pedang suci. Hal tersebut membuat Onyx iri pada Luticia. Ia pun akhirnya memilih untuk menyerah dan mencari sebuah talisman anti sihir. Ya, Anti sihir pada Onyx adalah sebuah talisman, bukan teknik sihir bawaan seperti Limitless milik Jojo.


Talisman anti sihir ini berbentuk cincin hitam. Jadi, selama Onyx menggunakan cincin ini, Onyx mampu menetralkan segala bentuk sihir yang ditembakkan kearahnya. Menurut sejarah, hanya anti sihirlah yang bisa membunuh pengguna Limitless. Hal tersebut membuat Onyx percaya diri dalam menghadapi kehebatan seorang Jojo.


Scarlett, ketua Shinotori, adalah mantan kekasih Onyx. Mereka sempat berhubungan setelah kematian William, namun karena adanya sebuah perbedaan pendapat, mereka kembali berpisah tapi masih dibawah naungan yang sama, yang tidak lain dari Lucius. Dia tidak memiliki kekuatan apa-apa, tapi koneksinya sangat luas karena dia lahir di keluarga mafia. Hampir seluruh anggota Phoenix berasal dari koneksinya.


Stardust, pemegang pedang iblis Juzumaru tsunetsugu. Dia adalah yang paling misterius dari yang lainnya, jarang bicara dan sangat patuh pada perintah Onyx.


Liliard, tangan kanan Onyx. Ahli beladiri, pencipta teknik pukulan baru, cakar macan kumbang hitam. Dia memiliki dua murid, yaitu Snow dan Coal. Snow ahli dalam tendangan, sementara Coal ahli dalam memukul.


Itulah yang Arka pelajari setelah bertemu dengan Luticia. Semua jadi lebih jelas, dan semua menjadi lebih jernih. Bahwa semua pertikaian ini dapat diakhiri, dengan hanya membunuh Lucius.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sore hari, Lucius mengadakan sebuah acara besar yang mengharuskan seluruh warganya untuk datang berkunjung ke balai kota.


Sekuritas disana sangat ketat, membuat Lucius merasa tenang saat menyampaikan suaranya ditengah-tengah masyarakat. Mereka membahas tentang politik dan perjanjian baru yang harus ditaati oleh warganya. Lucius bahkan memaksa remaja-remaja mereka untuk mengikuti militer dan bersiap untuk berperang dengan kota-kota lain. Dia akan memperbesar garis kekuasaan, mempercepat kesenjangan ekonomi, serta mempermudah pencarian pedang iblis.


"Tuan Lucius, Wadah Onimaru telah menghilang dari selnya." Lapor Clarus Lazarus, penasihat Lucius, saat pria tua itu turun dari podiumnya.


"Putriku benar-benar mengkhianatiku, ya?" Lucius nampak kecewa. Namun senyuman licik melebar diwajahnya. "Semua berjalan dengan mulus. Bersiaplah diposisimu, Clarus."

__ADS_1


Clarus mengangguk, lalu pamit pergi. Bersamaan dengan munculnya suara gaduh di luar balai kota, yang semakin lama semakin mendekat. Hal tersebut membuat para warga berlari ketakutan, dan mati akibat tembakan liar dari pasukan Phoenix. Nampaknya, Seinaru telah kembali memberikan serangan. Mereka akan mengakhiri semuanya pada hari ini, di tempat ini. Membebaskan kota Lestallum dari kuasa kejahatan.


Tentu tim inti dari kelompok Phoenix takkan tinggal diam, mereka kembali berhadapan dengan kelompok Seinaru yang kini telah bersiap lebih matang.


Tak kunjung menemukan Jojo dan Kira, Onyx pun memilih mundur. "Mereka berencana untuk langsung membunuh ayah." Ucapnya.


Melihat pergerakan Onyx, Shiro sontak mengejarnya, namun ia dihalangi oleh Liliard.


Liliard sempat memberikan beberapa serangan mematikan kearah Shiro, namun Shiro berhasil menghindarinya. Lalu, detik kemudian, Guntur datang dan menghajar wajah Liliard dengan listriknya. "Pergi, Shiro!"


Shiro menurut, lalu masuk kedalam balai kota. Ternyata, disana sudah ada banyak kelompok pemburu iblis lain yang bekerja sama dengan Phoenix. Mereka langsung mengeroyok Shiro untuk mengatasi kecepatannya.


Sementara itu, ditempat Farel, kini dia harus berhadapan dengan murid-murid Liliard. Dia akan memberikan 100% kekuatannya untuk pertarungan yang satu ini. Tidak ada yang kedua kali.


Disaat yang bersamaan, Satsujin Mashin berhasil mengimbangi pasukan bersenjata milik Phoenix. Ditambah Jojo dan Kira yang sudah berhasil memasuki istana Istana Wali Kota, Kesempatan mereka untuk menang jadi sangat tinggi. Namun sayangnya, mereka dihadang oleh Onyx yang telah sampai lebih dulu.


"Kau yakin?"


Jojo mengangguk, lalu menatap sinis Onyx. Kira pun kembali berlari memasuki istana, dan saat Onyx mencoba untuk menghentikannya, Jojo menembaknya dengan energi jiwa.


Onyx tertawa. "Kau memang tidak mengincar Lucius, ya?" Tanyanya.


"Benar. Aku mengincarmu." Jojo berlari mendekati Onyx, lalu menghajarnya dengan tangan kosong hingga Onyx mental. "Untuk yang kali ini, aku yang akan menang." Tegasnya.


Onyx memanggil 1 pedang sucinya, lalu menebas tipis kulit tangan Jojo. "Jangan sembarangan menentukan nasibku, orang rendahan!"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Lucius!" Panggil seorang pria.


Dia adalah Arka, dia datang dari dalam istana, dan kini tengah berlari menyusuri lorong untuk menangkap lelaki tua itu.


Namun, seorang pria lain datang, dan itu adalah Stardust. Dia langsung mencekik Arka yang tidak bersenjata, lalu merubah wujudnya menjadi iblis, dan membawanya pergi menjauh dari sana.


Ditengah udara, Onimaru berbisik kepada Arka.


"Apa kau bisa merasakan energi jiwaku yang terpancar dari pedang iblis?" Tanyanya.


"Ya, aku bisa."


"Fokus pada energi jiwa itu, dan buka tanganmu selebar mungkin." Titah Onimaru. Arka pun mengikuti instruksi tersebut, lalu tiba-tiba saja, pedang Onimaru melesat ketangannya.


Arka menyerang sayap Stardust dengan pedang itu, dan mereka berdua pun terjatuh ke area pertambangan milik Lestallum.


"Woah, keren." Ucap Arka, tanpa menyadari kalau Stardust tengah melesat kearahnya. Dalam seperkian detik, Stardust menebas tangan Arka, lalu merebut pedang ditangannya, ia kemudian menancapkan pedang itu ke jantung Arka dan mendorongnya ke arah tembok hingga ia terpaku pada tembok tersebut.


"Kau tidak layak menjadi seorang wadah!" Hina Stardust.


Arka hanya bisa mendesah, sambil secara perlahan kehilangan kesadarannya.


Setelah Arka pingsan, Stardust pun terbang keluar dari area pertambangan. Saat ia hendak kembali ke istana Lestallum, energi jiwa hitam yang sangat kelam meledak-ledak dari arah belakangnya.

__ADS_1


Stardust pun tersenyum, sambil menoleh kebelakang. "Akhirnya, dia keluar."


"Onimaru Yasutsuna!"


__ADS_2