Pedang Iblis

Pedang Iblis
Cuaca Buruk


__ADS_3

Dari dalam istana, Hope sedang mengawasi kerusuhan tunggal yang diciptakan oleh seorang monster ditengah-tengah kota Lestallum. Bangunan-bangunan hancur dan pasukannya semakin berkurang setiap 30 menitnya.


"Kau yakin akan pergi keluar sana?" Sang pria berkepala kijang bertanya.


Tanpa menjawab, Cloud pergi meninggalkan ruangan tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kembali!" Raung Liliard sebelum melompat dari sebuah derek diatas gedung ke gedung yang lain hanya untuk menghantam seorang pemburu iblis yang sedang melarikan diri darinya. Hantaman itu terlalu kuat sehingga merubuhkan gedung yang dipijak oleh sang pemburu iblis.


Pasir dan debu terhempas bersamaan dengan jatuhnya puing-puing bangunan.


"Liliard!" Urahara berlari masuk kedalam kehancuran, menemukan pria besar itu sedang duduk dengan tangan penuh darah. "Liliard..."


Liliard akhir-akhir ini sedang melatih teknik barunya yang bernama "Taring naga hitam (fase terakhir dari kilatan hitam versi Liliard, dimana pukulan normal dipangkat secara besar-besaran, mengorbankan kecepatan dan jiwa)". Namun, setiap harinya, dampak kehancuran dari teknik itu semakin berbahaya bagi tubuh Liliard.


Liliard melirik Urahara, lalu kembali pada posisi semula. "Tidak perlu memandangku seperti itu." Ucapnya.


Urahara berjalan mendekat, lalu mulai memulihkan luka fatal Liliard. "Kalau aku telat datang, kau bisa mati."


Liliard terkekeh. "Kalau begitu jangan sampai tertinggal."


"Jangan sampai tertinggal?" Bingung Urahara. "Aku ini tim medis, loh. Tugasku adalah berada dibelak--"


"Tunggu, apa benar begitu?" Urahara tiba-tiba mempertanyakan kebenaran dari perannya dalam hati. "Apakah tim medis benar-benar harus selalu berada dibelakang?"


Dentuman sonik terdengar oleh telinga Urahara, matanya kemudian terlambat untuk mengikuti Gin yang sedang ditabrak oleh petir ungu hingga menembus banyak bangunan.


"Gin!" Seru Urahara.


Liliard menggenggam erat jubah si pria medis. "Tolong temui Yuri. Kita tidak boleh kehilangannya."

__ADS_1


Urahara mengangguk, lalu pergi menuju istana karena disanalah Gin dan Yuri seharusnya berada setelah berpisah dengan mereka. Namun Gin sekarang berada disini, menandakan bahwa Yuri juga sedang dalam masalah.


"Petir keluar dari ujung jarinya..." Batin Gin, sembari menutup layar perisai holo-nya yang telah mengalami kerusakan. Dia mendarat didalam sebuah gedung setelah menciptakan lubang besar di dindingnya.


Seorang pria jangkung dengan kulit putih, mata abu-abu dan pupil putih. Rambut putih yang mencapai bahunya, usang tersapu ke belakang dari wajahnya.


Fiturnya yang paling menentukan adalah topeng hitam besar yang menutupi dirinya dari dada hingga tepat di atas hidungnya, empat potong tambahan melingkari kulit wajahnya yang terbuka dan di sekitar kepalanya. Empat pelat yang lebih gelap menutupi setiap sisi lehernya, dilapisi dengan ungu tua, dan dia memiliki sesuatu yang mirip dengan moncong datar topeng gas di mulutnya yang dihiasi dengan tujuh kancing abu-abu, serta ungu dan hitam besar. Silinder menonjol dari masing-masing tulang belikatnya.


Cloud adalah pria yang sangat dingin, tidak terpengaruh oleh kebanyakan situasi. Dia tidak menyerang siapa pun kecuali diprovokasi atau atas perintah Justice, dan menggunakan kebiasaannya untuk menangkal serangan. Namun, jika didorong cukup jauh, dia cenderung marah.


Teknik bawaan Cloud memungkinkannya untuk mengontrol cuaca, dapat secara instan menyebabkan badai petir dan tornado yang sangat kuat. Namun, menurut Cloud, teknik bawaannya itu terlalu kuat untuk digunakan, hingga mengakibatkan kerusakan jaringan seluler ditubuhnya [Dengan harapan untuk sembuh, Cloud mendonorkan tubuhnya ke sekte penyembah iblis]


Teknik bawaan ke-2 milik Cloud adalah duplikat yang lebih lemah dari Justice, teknik bawaan yang dapat dia gunakan untuk mencuri dan menyimpan hingga delapan teknik bawaan yang berbeda. Dia mendapatkannya melalui operasi transplantasi oleh Dr. Joshua, setelah dia dianggap cocok dengan Faktor teknik bawaan milik Justice. Tidak diketahui apakah dia bisa mentransfer teknik bawaan curiannya ke orang lain. Namun, teknik bawaan ini hanya akan memperburuk kesehatannya yang sudah rapuh lebih cepat.


Teknik pertama yang dicuri olehnya adalah Bullet Laser. Cloud menggunakan teknik ini untuk menembakkan laser berwarna ungu dari ujung jarinya sesuka hati. Teknik ini telah terbukti dapat dengan mudah menembus daging manusia, serta banyak permukaan padat lainnya. Juga telah ditunjukkan bahwa itu dapat meledak pada benturan beberapa permukaan.


"Dia mendekat!" Gin langsung menciptakan sebuah sarung tangan besi penghantar listrik kemudian memasang kuda-kuda bertarungnya.


"Jangan bergerak." Bisik Scarlett dari belakang. Ujung senapannya ia letakkan tepat dibelakang kepala Gin.


Saat peluru ditembakkan, serangan itu malah berbalik kepada Scarlett dan menghempaskan wanita itu begitu jauh.


Air Wall : Cloud dapat menggunakan teknik ini untuk membuat penghalang transparan yang terbuat dari udara bertekanan tinggi untuk melindungi dirinya ke arah tertentu. Teknik sihir ini juga dapat digunakan secara ofensif, dengan mengeluarkan semburan udara kuat yang dapat mendorong orang menjauh dan menyerang atau digunakan sebagai batu loncatan yang secara fisik dapat mendorong orang menjauh.


Pada umumnya, seorang penyihir akan menggunakan teknik bawaannya dan memaksimalkan potensinya sebisa mungkin karena keterbatasan energi jiwa dan kemampuan otak.


"Namun apa-apaan orang ini?! Dia mampu menggunakan dua macam sihir dan memaksimalkan potensinya?!" Gin mendarat, lalu kembali berlari mendekati Cloud. "Apa mungkin kasusnya sama seperti Madara? Atau jangan-jangan..."


"Gin!" Panggil Liliard. Dia baru datang dari arah yang berbeda dengan Gin dan Scarlett. "Siapa orang itu?"


"Entahlah, tapi dia kuat." Jawab Gin. "Dia baru saja mengeluarkan dua teknik yang berbeda... aku tidak ingin menutup kemungkinan kalau dia masih memiliki beberapa teknik sihir lain dibalik sakunya."

__ADS_1


"Aku memiliki tebakan liar mengenai identitasnya, tapi aku masih membutuhkan bukti yang konkret." Imbuh Gin.


Liliard mengangguk paham. "Aku mengerti."


"Scarlett!" Setelah melihat wanita itu terlempar, Garou langsung melompat turun dari atas dan mengejarnya.


Scan : Cloud dapat menggunakan teknik ini untuk mengidentifikasi teknik bawaan lawan dan membaca kemampuan mereka melalui penglihatan seperti inframerah. Sampai batas tertentu, dia juga bisa menggunakan teknik ini untuk mengukur level kekuatan masing-masing.


Dia dengan cepat memahami teknik Garou dan beradaptasi dengannya tanpa memberi efek apapun pada sang target membuat penggunaannya tidak disadari oleh siapapun kecuali sang pengguna itu sendiri.


"Pertukaran?" Gumam Cloud. Dia nampak menimbang-nimbang apabila dia ingin mencurinya.


"Kita harus menjauhkannya dari Garou." Ucap Gin.


"Kenapa?" Tanya Liliard.


"Berjaga-jaga semisal dugaanku benar."


Awan hitam mendadak menutupi kota Lestallum, petir bergemuruh penuh amarah menciptakan suara yang sangat berisik didalamnya.


"Hah?" Gin menyadari keanehan itu lalu menghadap ke atas. "Aku bisa merasakan energi jiwa dari atas sana."


"RRRRAHHHH!!!" Liliard bergerak sendiri menuju Cloud dengan tinju yang siap disampingnya. Namun, sebagai respons, Cloud hanya membalik setengah badan lalu mengayunkan tangannya kebawah diikuti oleh petir yang bergemuruh diatas awan, menyambar tubuh Liliard hingga terbakar dan melepuh.


"Liliard!" Seru Gin, panik.


Cloud tidak berhenti disitu, dia kembali melanjutkan rantai serangan dengan mendaratkan lebih banyak petir hingga menciptakan sebuah gempa kecil di distrik tersebut. Saat kehancuran itu mendekati klimaksnya, Gin dan Liliard tiba-tiba bertukar tempat dengan kerikil yang dialiri oleh energi jiwa.


"Kita harus pergi." Ucap Garou.


"Tapi Urahara..."

__ADS_1


Ledakan besar yang mengguncangkan kota Lestallum terdengar sangat lantang ditelinga mereka membuat telinga berdengung dan hening untuk sementara.


"Kita harus mundur."


__ADS_2