Pedang Iblis

Pedang Iblis
Malaikat Dan Iblis pt.3


__ADS_3

Dengan menggunakan kemampuan iblis burung elang yang dimiliki Agung, akademi sihir kini bisa mempertontonkan pertarungan Kenny dan Onimaru secara langsung melalui layar yang dihubungkan kepada mata elang.


"Guru Kenny menang?" Kaget Guntur.


"Tidak, lihat baik-baik." Bantah Jang Uk.


Walau sekilas pertarungan ini terlihat seperti sedang didominasi oleh Kenny, tetapi Kenny masih berada didalam jangkauan Ekspansi ruang Onimaru.


"Ah, aku lega." Batin Onimaru, tubuhnya seketika pulih, membuat Kenny tertegun ditempatnya berdiri. "Jika dibandingi seperti ini, regenerasiku masih jauh lebih baik!"


Leher Kenny tergores namun kini lebih dalam dari sebelum-sebelumnya, hal ini bisa terjadi karena energi jiwa Kenny sedang terkuras habis setelah menggunakan ekspansi ruang dan fusion dalam waktu bersamaan.


"Guru!" Guntur jadi khawatir.


Detik setelahnya, Kenny merapalkan teknik sihir pembalik untuk menyelamatkan nyawanya dari kematian.


"Tapi jika masih didalam ekspansi ruang itu, tebasannya tidak akan berhenti, bukan?" Telaah Farel.


"Ekspansi ruang itu tidak memiliki penghalang, bukankah seharusnya mudah untuk lari?" Bingung Yuna.


"Dia juga seharusnya bisa menggunakan teknik titik lompat untuk pergi dari tempat itu dalam kecepatan kilat." Imbuh Kale.


"Setelah menggunakan teknik ekspansi ruang dan Fusion dalam waktu yang relatif bersamaan, Kenny mengalami pengurasan energi jiwa yang bahkan kemampuan sekelas saraf surgawi pun tidak akan bisa memulihkannya dalam waktu singkat." Jelas Gabriel. "Kalau mau menggunakan sihir teleportasi, Kenny harus menunggu dan menahan rasa sakit dari banyaknya tebasan mematikan agar bisa mengumpulkan energi jiwa yang cukup dengan kemampuan mata dewa, dan itupun kalau dia bisa selamat."


"Kesimpulannya?" Tanya Gere.


"Kenny sedang berada di lubang neraka."


Kenny berdiri tegap, membalas tatapan Onimaru dengan tubuh yang bersimbah darah. Tak lama kemudian, dia berputar balik untuk lari menjauh.


"Kau pikir aku akan membiarkanmu lari?" Onimaru mengejar Kenny lalu melesatkan kilatan hitam ke perutnya. Kenny muntah darah, lalu menendang Onimaru untuk menjaga jarak.


Mereka bertukar serangan, berharap untuk bisa mendapatkan keunggulan.


"Dia masih bergerak dengan luwes, padahal dia sedang mengaktifkan teknik sihir pembalik dengan pengeluaran penuh untuk bertahan hidup dari tebasan-tebasanku." Batin Onimaru.


"Dia bertarung dengan tangan kosong. Sepertinya jantung dari ekspansi ruang ini adalah pedang iblis dan bukan Onimaru sendiri." Teliti Kenny.


"Kenapa Onimaru bertarung dengan tangan kosong?" Tanya Farel.


"Sejak kau mengungkit hal itu, aku jadi kepikiran. Mungkin saja Onimaru menjadikan pedang iblis sebagai jantung dari ekspansi ruang tak berpenghalang ini." Tebak Agung. "Sistemnya sama seperti teknik pemanggil, selama kau bisa menemukan jantung dari tekniknya, kau akan menang."


"Spekulasimu masuk akal, aku tidak bisa menemukan alasan lain perihal mengapa Onimaru menggunakan tangan kosong dalam pertarungan ini." Sahut Asep.


"Apakah kita benar-benar tidak bisa membantu? Semua akan jadi lebih mudah bagi guru Kenny bila kita ikut bertarung, bukan?" Cemas Guntur.


"Jika kau datang kesana, entah kau akan benar-benar membantu guru atau malah menjadi beban untuknya. Kemungkinan terburuk kau tidak akan menjadi apa-apa selain nyamuk yang tidak sengaja terpotong oleh ekspansi ruang milik Onimaru." Ucap Kale.


"Ah, Lihat!" Seru Asep sambil menunjuk layar.


Terlihat Kenny sedang menciptakan sebuah ekspansi ruang baru. Ruang sederhana.


"Kukira dia tidak bisa melakukan itu." Ucap Farel.


"Untuk seorang jenius yang mampu melakukan segalanya dalam sekali coba, dia tidak cocok untuk mengajar." Sahut Jang Uk.


Kenny menggunakan Ruang sederhana untuk menangkal efek "sure-hit", sekaligus menggunakan teknik sihir pembalik untuk memulihkan tubuhnya.


"Entah bagaimana caranya, dia bisa memanipulasi energi jiwa sambil menggunakan teknik sihir pembalik. Meski begitu, jika melawan sebuqh ruang yang nyata, yang bisa Ruang sederhana lakukan hanyalah memberikanmu tambahan waktu." Ucap Agung.


Kenny bertarung tangan ke tangan dengan Onimaru, lalu tiba-tiba saja Ruang sederhananya keropos dan lenyap, membuat tubuhnya kembali menerima goresan dari ekspansi ruang Onimaru.


"nah kan." Celetuk Agung.


Kenny kembali menciptakan Ruang sederhana, tapi kali ini dia memilih untuk tidak menggunakan teknik sihir pembalik.


"Apakah mungkin--" Jang Uk bertanya-tanya.


"Tidak. Sudah kubilang tidak ada batas untuk energi jiwa milik guru." Bantah Kale.


"Tapi setelah menciptakan ekspansi ruang berkali-kali dan menggunakan teknik sihir pembalik dalam pengeluaran optimum, bahkan saraf surgawi pun pasti akan mencapai masa kelelahannya!" Protes Jang Uk.


"Jang Uk benar, Kale. Kenny bisa kalah." Sahut Agung.


"Kalau memang guru Kenny akan kalah, biarkan aku bertarung selanjutnya." Ucap Kale.


Agung memijat pelipisnya karena ia keberatan, namun ia tidak memiliki pilihan lain. Seseorang harus menghentikan Onimaru, dan yang paling mungkin bisa melakukannya adalah Kale. "Kau mendapatkan seluruh izin dariku." Ucapnya.


"Jadi menurut kalian... Guru Kenny akan benar-benar kalah?" Tanya Guntur.


Setelah menerima luka yang sangat berat didalam ruangannya sendiri, Kenny mencekik leher Onimaru, lalu menendangnya untuk menjauh.


Kenny kemudian kembali mendekatkan diri dan memeluknya dengan tangan dan kaki, sebuah upaya untuk mencegah Onimaru dalam melanjutkan serangan-serangan berupa tebasan sure-hit yang berasal dari dalam ekspansi ruangnya sendiri.


"Kecepatannya barusan..." Onimaru menyadari gerakan aneh itu, juga kecepatan Kenny yang meningkat drastis.


Kenny memundurkan tubuh bagian atasnya dengan tangan yang sudah lurus, sambil menunjuk wajah Onimaru dengan jemari yang telah menyerupai sebuah pistol.


"Teknik sihir pembalik..."


"Bisakah dia melakukan itu?!" Teriak Kale.


"Ada apa?" Heran Guntur.


"Dia menggunakan teknik sihir pembalik untuk memulihkan teknik sihirnya yang kelelahan." Jelas Gabriel.


"Dengan kata lain..." Asep nampak berpangku dagu diatas kedua tangan. "Saraf surgawi telah kembali ke dalam permainan."


"Alter."


Daya tolak yang begitu bombastis meledak tepat dihadapan wajah Onimaru, membuatnya terhempas cukup jauh, dan menyapu pepohonan.


"Menggunakan teknik pembalik untuk memulihkan tekniknya yang kelelahan?!" Bingung Jang Uk.


"Aku ingin mengatakan bahwa itu mustahil... Namun guru Kenny baru saja melakukan hal tersebut!" Ucap Kale.


"Teknik sihir yang terbakar habis karena ekspansi ruang adalah kasus yang berbeda dari kerusakan fisik. [Oleh karena itu, banyak penyihir kuat yang tidak ingin menguasai teknik ruangan dan itu termasuk Kenny sendiri]" Ungkap Yuna. "Sama halnya seperti mesin yang kepanasan, bahkan jika benda itu tidak rusak, kau harus membiarkannya mendingin atau ia tidak akan bekerja sama sekali."


"Kau mengatakan bahwa teknik pembalik bisa memulihkan kerusakan tapi tidak bisa mendinginkan teknik sihir yang terbakar habis?" Simpul Farel.


"Itu adalah kepercayaan yang selama ini ku anut sebagai penyihir medis, namun sepertinya... Pemahamanku belum lengkap." Ujar Yuna.


"Kau bisa memperluas jangkauan efektifitasmu, ya?" Tebak Kenny. "Aku tidak berencana untuk kabur, sih. Karena kau adalah urusanku."

__ADS_1


Setelah Onimaru memperluas jangkauan Onimaru Tenshou secara maksimal, Kenny mengekspansi ruangnya sekali lagi.


"Apakah dia menginginkan hal yang sama untuk terulang lagi?" Greget Jang Uk.


"Dia tidak senaif itu." Bela Yuna.


"Ah, aku mengerti." Ucap Asep setelah menelaah pilihan nekat dari mentornya itu. "Dia telah menukar kondisi internal dan eksternal untuk penghalangnya."


"Itu berarti... Penghalang kali ini bisa melindungi diri dari serangan luar, ya." Simpul Farel. "Terkesan sangat tidak adil, bagaimana dia bisa mengubah kondisi dari ekspansi ruangnya hanya dalam beberapa kali percobaan." Keluhnya.


"Mari kita ulangi sekali lagi." Tantang Kenny.


Mereka kemudian berkelahi di dalam area abu-abu atau area dimana ekspansi ruang keduanya sedang melakukan penarikan kuasa. Seperti tarik tambang.


Sadar bahwa Limitless-nya sedang aktif dan Onimaru secara kontinu mendaratkan pukulan ke tubuhnya, Kenny menyimpulkan sesuatu.


"Kau bercanda, kan?" Batinnya. "Onimaru bisa menggunakan ekspansi ruang dan amplifikasi ruang dalam waktu bersamaan?!"


"Apakah dia sudah mulai terbiasa? Pengeluarannya pun lebih meningkat dari sebelumnya... Sepertinya memang tidak mustahil."


Saat menggunakan amplifikasi ruang, kau tidak bisa menggunakan teknik bawaan yang terukir di dalam dirimu.


Setelah teknik sihir dicantumkan ke suatu ruang, hal tersebut menjadi sebuah permainan yang benar-benar baru.


"Siapa yang peduli?" Batin Kenny sebelum menghajar pinggul Onimaru begitu kencang.


Namun, reaksi dari Onimaru bukanlah reaksi yang dia harapkan. Lelaki itu berputar kebelakangnya dan menempelkan punggungnya ke punggung Kenny.


"Hah?!"


Saat dia memasuki ekspansi ruang Kenny, Onimaru menonaktifkan efek sure-hitnya.


"Sudah kuduga, yang kau lakukan tadi juga berlaku didalam ekspansi ruangmu sendiri." Ucap Onimaru.


Untuk menghancurkan ekspansi ruang milik Kenny dari luar, Onimaru memperluas jangkauan efektifitas dan meningkatkan kekuatan sumpah pengikatnya lebih kuat dari sebelum-sebelumnya.


Menggunakan sumpah pengikat, Onimaru mampu meningkatkan kekuatan dari ekspansi ruangnya yang berdiam diri tepat di luar ekspansi ruang milik Kenny, dengan menyingkirkan efek sure-hit miliknya didalam ruang. Sambil secara terus-menerus menjaga dirinya agar tetap aman dari efek Void dengan menyentuh tubuh sang perapal ruang secara langsung.


Demikian, untuk kedua kalinya, ekspansi ruang milik Kenny telah hancur.


"Mari kita ulang sekali lagi, ya, Kenny?" Goda Onimaru.


Cincangan sadis langsung menggerogoti tubuh Kenny tanpa ampun.


"Kenapa?!" Komentar Guntur.


"Sepertinya Onimaru juga telah mengubah kondisi dari ekspansi ruangnya sendiri." Spekulasi Asep.


"Hm?" Onimaru menyadari sesuatu. "Lukanya dangkal?"


"Aku mempelajari teknik ini saat aku masih kecil. Tidak pernah aku gunakan lagi sejak menguasai saraf surgawi." Ucap Kenny. "Tidak terlalu buruk, kan?"


"Esuna?" Jang Uk terkejut.


"Apa itu?" Tanya Gere.


"Esuna adalah sebuah seni rahasia yang dimiliki oleh keturunan penyihir agung (Tahu dari Keshi), sebuah teknik anti ruang." Jelas Jang Uk. "Sebuah aplikasi dari energi jiwa yang secara otomatis menolak apapun yang kau sentuh. Teknik ini tidak akan bekerja terhadap efek ruang yang kompleks namun bila kau berhadapan dengan teknik simple seperti tebasan Onimaru, teknik ini akan cukup berguna."


**Teknik ini juga tidak akan terkoyak seperti ruang sederhana**


"Teknik itu cukup." Tegas Yuna. "Kenny juga bisa memulihkan tekniknya yang terbakar habis dengan teknik sihir pembalik. Setidaknya dia bisa menambah waktu untuk menyembuhkan diri."


"Benarkah?" Kale meragukan pernyataan Yuna dari lubuk hati yang terdalam.


"Ekspansi ruang." Rapal Kenny.


"Lagi?!" Guntur kesal.


"Tidak, yang kali ini berbeda!" Sahut Asep, ketika melihat penghalang hitam dari Void menelan seisi hutan.


"Besarnya..." Agung takjub.


"Apakah dia sedang berencana untuk menangkap keseluruhan dari jangkauan ruang milik Onimaru dalam penghalang miliknya?" Pikir Gabriel.


"Bukankah ini pilihan yang buruk? Dengan meluaskan penghalangnya, kualitas ruang pun akan berkurang." Bingung Farel.


"Dengan melakukan ini, ekspansi ruang Kenny tidak akan hancur dari serangan luar, namun tetap akan berakhir sama bila dia kalah dari dalam." Ucap Asep.


"Lihat." Titah Kale. "Penghalangnya mengecil."


Pembatas ruang yang tadi melahap satu hutan, kini menyusut hingga membentuk sebuah bola basket.


"Penghalang kecil?!" Agung lagi-lagi takjub. "Secara teori sih... Masih masuk akal. Karena semakin kecil penghalangnya maka penghalang akan semakin kuat."


"Tapi itu sangat mustahil." Ucap Jang Uk.


"Sudah berapa kali hal mustahil menjadi mungkin pada pertarungan ini?" Argumen Agung.


"Kenapa? Penampilan luar sebuah penghalang dan seberapa luas aktual ruangnya kan tidak pernah sama." Heran Farel.


"Itulah mengapa, sekalinya kau terjebak didalam sebuah ruang, kau tidak akan bisa keluar kecuali mencapai ujungnya. Dan jika kau bisa mencapai ujungnya, ruang yang normal akan tahan terhadap serangan dari dalam." Imbuh Farel.


"Tapi tetap saja, pasti ada batasnya, Enka. Yang paling penting dalam sebuah teknik pembatas adalah citra konkrit." Tentang Jang Uk. "Biasanya, jika kau mencoba membayangkan sebuah penghalang terlalu kecil bahkan untuk menahan dirimu beserta lawanmu, penghalang itu akan hancur."


"Kubus anti sihir." Ingat Agung.


"Ah, aku mengerti." Sahur Jang Uk. "Pengalamannya selama didalam kubus anti sihir masuk kedalam permainan kali ini. Sebuah kesempatan yang buruk untuk belajar."


"Bahkan setelah mengetahui hal tersebut, aku masih tidak mengerti bagaimana dia bisa mengubah semua kondisi di dalam ruang setiap kali dia menggunakannya." Kesal Farel.


"Daritadi kau menyebutkan hal tersebut, memang apa artinya?" Tanya Guntur.


"Penghalang — khususnya, penghalang ruang, biasanya mempunyai set internal dan external parameter seperti volume dan kecepatan kreasi. Dengan menemukan perpaduannya sendiri dari parameter ini, setiap penyihir dapat membangun penghalang ruangnya sendiri." Jelas Farel. "Di berbagai kasus, hal ini bukanlah sesuatu yang bisa diubah-ubah dalam setiap penggunaan."


"Dia adalah guru Kenny, bukankah itu sudah cukup menjawab pertanyaanmu?" Sahut Guntur.


Farel menghela napasnya, kecewa terhadap Guntur yang terlalu condong berperasangka terhadap gurunya dan tidak memikirkan baik-baik pertanyaannya.


"Apakah terlalu sulit untuk mempertahankan penghalang yang begitu besar sehingga dia harus mengompresnya ke ukuran sekecil itu?" Farel kembali bertanya-tanya.


"Mungkin dia ingin mengecek apakah dia bisa menutupi jangkauan efektifitas dari ekspansi ruang Onimaru dengan penghalang yang cukup besar." Spekulasi Kale. Dari layar, terlihat penghalang kecil mulai bergetar. "... Ah, Penghalangnya melemah."


Penghalang kecil itu tergores, menciptakan efek visual meledak-ledak dari dalam.

__ADS_1


"Lagi?!" Agung geram.


"Onimaru juga mengurangi jangkauan ruangnya, sehingga dia bisa meningkatkan efek pengeluaran dari teknik sihirnya." Ucap Kale.


"Kalau penghalang itu hancur, berarti skakmat, bukan?" Tanya Dojigiri.


"Jika itu terjadi, maka malaikat itu akan kehabisan pilihan dan kalah." Jawab Juzumaru.


Sesuai praduga, penghalang itu hancur. Namun visual yang ditangkap banyaknya mata membingungkan otak para penyihir.


"Apa yang terjadi?" Guntur terheran. Melihat gurunya yang sedang tersenyum, berhadapan dengan pangeran iblis yang memiliki lubang diperutnya.


"Onimaru menghancurkan ruang milik Kenny dari luar, sementara Kenny merusak Onimaru sampai pada titik dimana dia tidak bisa mempertahankan ruangnya sendiri."


"Waktu!" Seru Agung. "Berapa lama penghalang itu berlangsung?!"


"Tiga menit sembilan detik. Jika kita hanya berbicara setelah penyusutan, tiga menit." Ucap Gere.


"Kini ruang mereka sama-sama lenyap... Tidak ada diantara mereka yang bisa menggunakan teknik sihir." Ujar Jang Uk.


"Kalau memang begitu, guru Kenny bisa membuat gerakan pertama karena dia bisa memulihkan tekniknya yang terbakar dengan teknik pembalik." Ucap Farel.


"Bagaimanapun, Kenny telah membuat kesalahan dengan menunjukannya kepada Onimaru." Ujar Agung.


"Kenapa itu menjadi masalah?" Tanya Guntur.


"Onimaru adalah salah satu iblis dengan kemampuan adaptasi paling mengerikan." Terang Agung. "Dia telah melihat caranya bekerja. Aku yakin dia bisa memulihkan tekniknya yang terbakar habis dengan teknik pembalik."


Disebuah kota bernama Jenobil, Kenny dan Onimaru bertabrakan lalu terpisah oleh jembatan layang yang menghalangi jalan mereka. Onimaru melompat ke atas, sementara Kenny melalui jalur bawah.


Saat Onimaru berlari diatas jembatan, Kenny menembakinya dari bawah dengan Alter. Detik kemudian, Kenny ikut melompat ke atas, menembus jembatan, sambil melayangkan tendangan yang dipadukan dengan Demi.


"Kenapa?" Pikir Onimaru. "Selama pertarungan ini berjalan, dia bersikeras untuk terus memanfaatkan potensi dari Limitless setelah kegagalannya dalam mengurungku dengan teknik manipulasi bayangan."


"Apakah dia takut aku akan beradaptasi dan berujung menggunakan sihir-sihir itu berbalik kembali kepadanya?"


Onimaru terpental jauh hingga menabrak sebuah layar lebar yang tertempel di dinding.


"Aku bersyukur reputasiku cukup luas." Sombong Kenny. "Saat terjadi sebuah pertarungan besar dan mereka melihatku disana berjuang, mereka akan berinisiatif untuk melakukan pengungsian dan mempercayakan pertarungannya kepadaku."


"Pengungsian, ya?" Onimaru nampak bergumam. "Bukankah menyenangkan untuk melakukan pertarungan ekspansi ruang disini?"


"Dimanapun juga tidak masalah, karena aku pasti akan men--" Darah menetes keluar dari hidung Kenny. "Sial." Kesalnya.


"Kenapa? Sudah mencapai batas?" Ledek Onimaru.


Kenny menyeka darah dihidungnya dengan tangan kiri, lalu menciptakan sebuah segel dengan jemari diatas tangan kanannya. "mari kita lakukan!"


..."Void." "Onimaru Tenshou."...


"Mereka mengaktifkannya dalam waktu bersamaan!" Seru Guntur.


"Berarti sekarang Onimaru juga bisa memulihkan tekniknya yang terbakar dengan teknik sihir pembalik, ya." Agung mulai resah. "Onimaru membutuhkan waktu tiga menit untuk menghancurkan ekspansi ruang milik Kenny dari luar. Kenny harus merusak Onimaru begitu dahsyat sampai di titik dimana dia tidak bisa mempertahankan ruangnya sendiri."


"Jangan bicara seolah-olah Kenny sedang berada diatas tali. Jika Onimaru ditarik kedalam ruang milik Kenny bahkan hanya untuk beberapa detik, dia akan dilumpuhkan." Argumen Yuna. "Jika dia bisa menghancurkan ruang Onimaru sebelum tiga menit..."


"...Kenny akan menang."


Kenny dan Onimaru sedang melempar tinju masing-masing.


Namun dilihat dari sisi manapun, Onimaru sedang dibuat kewalahan oleh keahlian Kenny dalam bertarung dengan tangan kosong.


Satu tinju kuat dari Kenny menghancurkan penghalang dari kedua ruang.


Onimaru menerima kerusakan yang cukup fatal diwajahnya, namun masih dapat tersenyum lebar dengan gigi putih yang dihiasi darah.


"Jadi ketika harus bertarung didalam ruang, guru Kenny unggul?" Guntur bersemangat.


"Dia bisa menang." Batin Farel.


Kenny kembali memberikan bogeman kencang yang membuat Onimaru terpental.


"Void."


"Onimaru Tenshou."


"Ah!" Kale memelotot. Membuat penyihir yang lain menoleh ke arahnya. "Mungkin, tapi hanya mungkin... guru Kenny telah mengekspansi ruangnya sedikit lebih cepat dari Onimaru?!"


"Kau terlalu sibuk memulihkan tubuhmu, sampai kau lupa untuk memulihkan teknik sihirmu." Batin Kenny. "Walau hanya telat 0,01 detik, keunggulan tetaplah keunggulan!"


"Ekspansi ruangku telah mendarat!"


Dua menit empat puluh detik setelah terakhir kali mereka memperluas ruang masing-masing. Didalam Void, Onimaru Tenshou tumbang.


Sang pangeran iblis tidak bisa bergerak, hanya mampu menatap Kenny yang sedang melesat ke arahnya.


Percikan hitam yang memberkahi tanpa pandang bulu. Dipadukan dengan daya tarik yang fenomenal dari Demi.


"Kilatan hitam!" Kenny hendak menghancurkan tubuh Onimaru dalam sekali pukul, namun ia menariknya.


"Katakan padaku, apakah ada cara untuk membunuhmu tanpa melukai Arka?" Tanya Kenny.


Onimaru yang sudah memasang amplifikasi ruang hanya bisa tersenyum. "Tentu tidak, karena kami telah menciptakan sebuah kontrak untuk menyelamatkan nyawanya. Mau dengar?"


Raut wajah Kenny perlahan lesu.


"Aku akan memberikan kendali penuh dan meminjamkan kekuatanku padanya bila dia memberikan tubuhnya kepadaku saat kita bertemu." Ungkap Onimaru. "Sederhananya dia mengorbankan nyawamu untuk nyawanya sendiri. Menyedihkan bukan?"


Kenny nampak berpikir. "Jadi jika aku mati ditanganmu, Arka akan kembali memegang kendali?" Tanya Kenny.


Onimaru mengangguk. "Kau cerdas." Pujinya.


Pedang iblis yang diam-diam ditarik oleh Onimaru menghancurkan penghalang dari ekspansi ruang milik Kenny, memaksa mereka berdua untuk keluar dari Void dan kembali bertarung.


Onimaru langsung melesatkan dua tebasan ke arah dada, dan menusuk hati Kenny didepan seluruh dunia sihir.


Tangan Kenny yang memegang lengan Onimaru perlahan melemah. Kenny tersenyum pada detik kematiannya, membuat Onimaru merasa jijik dan terhina.


"Aku percaya dengan murid-muridku."


"Tolonglah orang sebanyak-banyaknya, Arka." Ucap Kenny, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya dihadapan pangeran iblis.


Kesadaran Arka pun perlahan kembali, hal pertama yang ia lakukan adalah menangisi kematian gurunya. Arka memeluk tubuh Kenny begitu erat, tubuh kuat yang perlahan mendingin. "Maafkan aku, guru. Maafkan aku." Ucapnya lirih.

__ADS_1


Pertarungan sengit antara penyihir terkuat di dua zaman, berakhir dengan mengalahnya salah satu pihak. Hal tersebut menunjukkan kepada dunia, siapa yang sebenar-benarnya paling hebat diantara mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2