
Meskipun apa yang dikatakan Devano, begitu membuat Pelita penasaran. Akan tetapi tujuannya menuju desa Curigan adalah hal yang lebih penting.
Mereka harus segera ke desa tersebut untuk menyelamatkan istri mang Untung yang nyawa bayinya sedang terancam bahaya.
Karena itu, Panji dan Pelita juga langsung berkata terus terang kepada Devano. Karena bukan mereka tidak mau membantu Devano tapi mereka memang harus segera pergi ke desa Curigan tersebut.
Mendengar penjelasan Panji tentang apa yang akan mereka lakukan di desa Curigan tersebut, maka Devano pun menawarkan diri untuk ikut dan membantu mereka berdua.
Tanpa banyak basa-basi atau panjang lebar lagi akhirnya Tommy menyarankan kepada kedua anaknya untuk mengajak Devano beserta mereka.
Saat itu juga mereka pergi, paling lama mereka akan sampai ke desa Curigan tersebut tengah malam. Jika tidak ada aral melintang yang menghadang jalan mereka menuju desa tersebut.
Sepanjang perjalanan, Pelita juga terus berdoa. Begitu pula yang lainnya.
Sementara itu di desa Curigan dusun hilir, seorang wanita yang tengah hamil lumayan besar tengah memasukkan sepeda ke dalam rumahnya. Kedua anaknya baru saya menggunakan sepeda tersebut untuk berangkat mengaji tadi.
Begitu dua anaknya tersebut pulang, wanita hamil tersebut lantas memasukkan sepeda itu ke dalam rumah. Wanita tersebut adalah Dasimah, istri dari mang Untung.
Setelah kedua anaknya itu, masuk ke dalam rumah. Dasimah lalu mengunci pintu kayunya tersebut dengan rapat.
"Habis cuci tangan, sama cuci kaki. Kalian berdua cepat tidur ya, besok kan sekolah!" seru Dasimah kepada kedua anaknya.
Kedua anaknya pun mengangguk. Namun anak bungsu Dasima tiba-tiba saja merasa sangat merinding.
"Bu, Lastri tidur sama ibu saja ya. Lastri kok merinding ya?" tanya anak bungsu Dasimah pada ibunya.
__ADS_1
"Loh, baca istighfar dong nak! yok baca yok, astaghfirullahaladzim!" kata Dasimah menonton anak bungsunya untuk mengucapkan kalimat astaghfirullahaladzim.
"Astaghfirullahaladzim!" ucap Lastri beberapa kali.
Setelah itu, Lastri merasa kondisinya membaik dia tidak lagi merinding seperti sebelumnya.
Sang ibu pun mengantarkan kedua anaknya ke kamar mereka. Cukup lama Dasimah menemani kedua anaknya sampai kedua anaknya tersebut tertidur lelap. Setelah kedua anaknya tertidur lelap, baru Dasimah pergi dari kamar anaknya tersebut.
Dasimah lantas menuju pintu dapur, dia mau mengecek sekali lagi apakah dia sudah mengunci pintu dapur rumahnya atau belum.
Begitu sampai di dapur, Dasimah terkejut karena pintu dapurnya terbuka lebar.
"Loh, perasaan tadi sudah di tutup. Apa ada kucing masuk ya?" tanya Dasimah sambil bergumam sendiri mengira kalau pintu itu terbuka karena ada seekor kucing yang masuk ke dalam rumah.
Tanpa pikiran negatif apapun, Dasimah lantas mengunci kembali pintu dapur tersebut. Namun begitu dia berbalik, dia seperti merasakan hembusan angin yang kencang menerpa wajahnya.
Untungnya Dasimah termasuk orang yang tekun beribadah, dia tidak langsung terkejut atau bahkan pingsan begitu mendapati hal-hal seperti itu.
Untuk lebih menenangkan dirinya sendiri, Dasimah pun mengambil air wudhu di dekat dapur. Namun ternyata, gentong air yang biasanya dipakai untuk menampung air yang biasa juga digunakan untuk berwudhu, ternyata habis.
Begitu dia membuka tutup gentong tersebut, dan menyibukkan cibur panjang ke dalam gentong. Ternyata cibur sudah menyentuh ke dasar gentong dan menimbulkan suara. Itu artinya air di dalam kantong tersebut memang sudah habis.
Dasimah masih ragu untuk keluar dari rumah sebab pompa airnya ada di luar rumah. Hal lain yang membuat dirinya lagu adalah karena angin kencang yang menerpa wajahnya tadi. Belum lagi, pintu dapur yang tiba-tiba terbuka lebar padahal seingatnya dia sudah menutup dan menguncinya sebelum anak-anaknya pulang mengaji tadi.
Dasimah yang ragu pun akhirnya memilih untuk menggunakan air minum yang ada di toko untuk berwudhu. Dia tidak tahu itu benar atau tidak, tapi dirinya benar-benar merasa ragu untuk keluar.
__ADS_1
Tapi baru tangannya akan menyentuh gagang teko. Teko air berukuran besar tersebut tiba-tiba saja seperti didorong dan tumpah ke tanah.
"Astaghfirullah!"
Dasimah benar-benar dibuat terkejut dengan hal tersebut. Dia melihat ke arah kanan dan kiri. Namun tidak ada apapun di sekitarnya.
"Astaghfirullah, ya Allah ada apa ini? hamba mohon perlindungan mu ya Allah!" kata Dasimah yang sudah berkeringat karena mulai sangat cemas.
Sementara itu, Umbok dan Serena yang memang adalah pelaku dari kejadian-kejadian aneh yang menimpa Dasimah. Saat ini mereka sedang berada di atap rumah Dasimah. Di atas genteng itu, Umbok dan Serena sedang menunggu waktu yang tepat untuk mengambil janin milik Dasimah. Mereka harus mengambilnya lewat tengah malam. Karena saat itulah saat yang paling tepat.
Dan sekarang masih kurang setengah jam lagi, sebelum lewat tengah malam. Serena yang sudah sangat kesakitan, melakukan semua kejahilan kejahilan itu untuk mengurangi rasa sakitnya. Bagi arwah penasaran, hal yang menyenangkan adalah mengganggu seseorang yang merasa ketakutan. Membuatnya semakin takut akan sangat menyenangkan. Dan rasa senang itu, meskipun tidak dapat mengurangi rasa sakit yang dialami Serena. Tapi bisa membuatnya merasa terhibur sedikit.
"Dia ketakutan, semakin dia ketakutan akan semakin mudah kita mengalahkannya, akan semakin mudah janin itu di ambil, iya kan?" tanya Serena.
"Sebenarnya, lebih mudah lagi ketika dia tidur!" sahut Umbok.
Serena hanya mengangguk. Dia memutuskan untuk tidak menggangu wanita itu lagi agar wanita itu cepat tidur.
Sementara itu Pelita sudah merasa perasaannya menjadi semakin tidak enak dari waktu ke waktu. Perasaan yang Pelita rasakan saat ini sama seperti saat dia berfirasat tentang Tia. Pelita jadi cemas, kalau sampai dirinya dan yang lain tiba di tempat itu tapi sudah terlambat.
"Bang, cepetan dong. Perasaan aku makin gak enak ini!" kata Pelita.
"Iya dek, tapi Abang juga gak mau ngebut banget. Bahaya!" jawab Panji.
Sementara Devano masih terus mengikuti kecepatan laju motor Panji di depannya. Dia benar-benar sangat konsentrasi, dia sudah bertekad akan membantu Pelita, siapa tahu dengan membantu Pelita dia bisa mendapatkan petunjuk untuk menyelamatkan adiknya yang di tawan mahkluk bernama Umbok itu.
__ADS_1
***
Bersambung...