Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda
kebohongan yang terkuak


__ADS_3

"maura, udah dong sedihnya sayang, kakak punya coklat maura mau?" tanya maura besar


maura kecil menggelengkan kepalanya, "aku sudah bosan kak" ucap maura dengan polosnya


"ohh iya, kamu kan punya pabrik coklat, kakak lupa! kalau gitu gimana kalau kita main aja" ajak maura besar


keduanya asik bermain hingga suara ketukan pintu terdengar dari luar


"maura, maura!" barra mengetuk pintu berulang kali dan memanggil nama anaknya


"sayang"


ceklek


pintu terbuka saat barra menyebut sayang dan siapa yang buka pintu, dia adalah maura besar


bagaimana perasaannya saat ini?


kalian bayangkan saja sendiri..... pria tampan tinggi tegap memanngil dengan mesra


"mana maura?" tanya barra


"iya pak saya" jawab maura  " ehh di dalam pak" jawabnya lagi linglung


"papa! aku mau tidur sama kak yasmin" ucap maura mengganti panggilan nama maura agar tak menyulitkan barra


"jangan maura sayang, maura kan emm yasmin kan mau istirahat besok harus kerja" ucap barra menyetujui panggilan yasmin agar lebih mudah membedakannya


"kok bapak panggil yasmin juga" maura besar tak terima


"saya jadi bingung kalau cari anak saya nanti" ucap barra memberi alasan


"oke! panggil saja saya yasmin" ucap yasmin


sekarang ganti nama panggilan ya readers biar ngga bingung dan bikin maura besar galau dipanggil sayang sama pak barra


"engga apa-apa pak kalau maura mau tidur sini, saya jadi ada temannya" lanjut yasmin lagi


"benanrkah? maura janji ngga ganggu kak yasmin?" tegas barra


"janji papa, maura akan jadi anak yang baik untuk mama yasmin"


uhukkk....uhukkkk


yasmin dan barra terbatuk bersamaan mendengar celotehan maura


"maura, jangan sembarangan! ya sudah papa tidak jauh dari sini kamarnya. jika mau pindah bilang sama papa" barra segera meninggalkan kamar anak gadis bersama anaknya

__ADS_1


kini yasmin canggung sendiri dengan anak kecil yang berani meledeknya


"kak, ayo main lagi" ajak maura


"oke siapa takut!" tantang yasmin


dari balik pintu barra belum benar-benar pergi ia tak begitu saja yakin pada yasmin untuk menjaga anaknya


terdengar suara tawa dari keduanya. yang akhirnya membuatnya lega


"kakak lelah. kita mandi lalu tidur bagaimana. ini sudah malam" ajak yasmin


"baik mama yasmin" maura meledek yasmin dan membuat pipinya panas dan memerah


"awas kamu ya, meledek kakak terus"


**************


"gawat bar, model iklannya tidak mau datang kecuali kamu sendiri yang menjemputnya" ucap tama yang mendapat kabar jika modelnya belum datang


"maksudnya?" barra tak mengerti semalam modelnya tidak ada masalah apapun


"ini juga aneh. dan baru diberitahukan pagi ini! saya rasa ada yang tak beres dibelakang" jawan tama


"dimana saya harus jemput?" tanya barra


"ini kamarnya hotelnya tak jauh dari sini" ucap tama memberitahukan


"tunggu! apa kita ada plan b tanpa model?" barra teringat semalam melihat wajah cantik yasmin yang sempat membuatnya terpana


"ada!  para pegawai akan langsung mempromosikan produk baru kita ke tempat yang sudah kita sewa untuk acara ini berlangsung" jawab tama yang selalu mempunyai rencana tambahan atau pengganti seperti biasa


"oke, sewa MUA terbaik disini untuk make over semua pegawai yang kita bawa, dan segera atur tempat. saya akan tetap menemui orang yang sudah menantang saya kali ini" barra penuh amarah


"baik saya atur disini dan hati-hati" tama melakukan sesuai tugasnya dan juga barra ingin tahu siapa yang macam-macam dengannya


*****


"aman" tanya barra pada orang yang diminta mengikutinya


"aman bos"


barra dengan berani mendatangi kamar hotel yang diberikan oleh tama.


tokkk....tokkk...toook


"hai sayang" tak lain adalah olif yang menyambut barra dengan senyum manis dan menarik tangan barra masuk ke dalam kamar

__ADS_1


"tak ku sangka, licik sekali" ucap barra berdecih mengetahui siapa yang dia temui


"jangan marah-marah dong sayang, kenapa ngga bilang kalau coklat GoldKing itu milikmu" olif seolah lupa dengan caranya bicara dengan barra dan anak kandungnya sendiri kemarin


"apa mau mu?" tanya barra tak mau berbasa-basi


"kamu butuh elsa kan buat jadi model iklanmu? dia anakku. dan pastinya bisa menjadi anakmu juga. jika kamu mau meminta kesempatan padaku sekali lagi" ucap olif tanpa malu


"flasback on"


"elsa nanti malam kamu akan tanda tangan kontrak iklan terbaru sayang, jadi harus dandan yang cantik" ucap olif pada anaknya


"iya ma" jawab elsa yang sibuk dengan ponselnya


"honey, kamu tahu siapa pemilik yang mau kotrak elsa? dia yang kamu temui tadi siang" ucap asisten olif lelaki bertubuh gemulai


"benarkah? tahu dari mana kamu?" olif tak percaya mantan suaminya yang miskin dulu sekarang menjadi pengusaha sukses dan terkenal


"coba lihat foto ini, benarkan?"


"mana lihat!" olif tak sabaran dan melihat foto itu dengan seksama tak salah lagi


dia adalah barra


senyumnya mengembang penuh arti


"flasbaack off"


"katakan maumu? sebelum saya berubah pikiran?" ucap barra tegas dan tak tergoda sedikitpun dengan kecantikan olif


"aku mau kita rujuk kembali, dan setelahnya elsa bisa menjadi model diperusahaanmu sampai kapan pun. aku akan kasih kesempatan padamu dan emmm maura.. iya maura" olif hampir saja lupa nama anaknya


"benarkah elsa anakmu? usianya tak jauh berbeda dengan maura?" barra penasaran keduanya berpisah baru tiga tahun namun elsa tak berbeda jauh dari maura


"emmm,, itu... el..elsa lahir satu tahun sebelum kita pisah, mungkin dia anakmu hanya saja aku tak memberitahumu agar kita masing-masing bawa anak begitu!" olif sudah meminta asistennya membawa elsa pergi selama olif bersama barra


"kamu yang batalkan kontrak jadi, anggap saja uang yang sudah kamu terima sebagai sedekah saja. pantas saja semalam hanya anakmu yang datang, rupanya rencana busukmu tidak jauh dari sekadar uang!!!"


"jangan ganggu kami lagi, apalagi menampakan wajahmu dihadapanku dan maura" ancam barra


"tapi barra, bagaimana dengan elsa? barra"


barra tak menghiraukannya lagi dan keluar dari kamar olif dengan rahang mengeras dan tangan mengepal


bahkan sekarang ia baru tahu bahwa dulu olif telah berselingkuh, dan bodohnya barra tak tahu istrinya mengandung dan melahirkan tanpa sepengetahuannya


karena saat itu usaha barra sedang mulai menanjak dan sering pergi keluar kota. tak disangka pengorbanannya selama ini telah dikhianati

__ADS_1


sejak maura lahir olif tak lagi mau disentuh oleh barra, olif tak mau punya anak lagi karena menambah beban


rasa cintanya pada olif membuat barra menuruti saja kemauan istrinya. sungguh barra merasa orang paling bodoh saat ini


__ADS_2