Pemikat Hati Pak Duda

Pemikat Hati Pak Duda
menjadi pengangguran


__ADS_3

yasmin bangun lebih awal dari biasanya karena semalam barra mendapatkan informasi dari tama jika istrinya akan melahirnkan, dan hal itu menyebabkan barra harus masuk ke kantor


"mas, bangun. katanya ada meeting pagi" yasmin menggoyangkan lengan barra yang tertidur sangat pulas


"mas, udah siang loh, mau aku buatkan sarapan apa?" tanya yasmin belum ada sahutan


"kalau ngga bangun," yasmin terkejut


"kenapa kalau ngga bangun hemm?" barra mengerjapkan matanya yang masih mengantuk


barra menarik yasmin dalam pelukannya


"mas, sudah siang" yasmin memberontak  rasanya tak bisa sebentar saja suaminya membiarkan dadanya berdebar kencang karena sikapnya


"kalau masih pagi tidak apa-apa? apa nyonya barra ini lupa siapa pemilik perusahaan ?" barra membelai wajah cantik yasmin dan menyelipkan rambutnya dibalik telinganya


"i...iyaa tapi kan mas harus kasih contoh yang baik sama anak buahnya" tegur yasmin yang kini mulai nyaman dalam pelukan barra


rasa malunya sedikit berkurang meski kadang jantungnya yang masih tak aman, jika berdekatan dengan pak duda satu ini


ehh mantan duda maksudnya


"tapi mas masih mau berdua bersamamu, ohh iya nanti siang kita jenguk anak tama ya, nanti supir kantor jemput kamu biar mas selesaikan pekerjaan dulu" ucap barra mengingat anak tama telah lahir semalam


"iya mas, aku pasti bosan di rumah sendirian dan ngga ada kerjaan" ucap yasmin mengeluh


barra tersenyum dan  menyentil kening istrinya " kamu mau bekerja?" tanya barra yang tahu maksud istrinya


"emang boleh?" yasmin mulai berani mengeluarkan keinginannya


"boleh saja, jika bisa mengatur waktu untuk maura, pekerjaan dan juga suamimu" jawab barra masih enggan beranjak dari posisi nyamannya saat ini


"emm sepertinya sulit mas, lalu kapan maura akan kesini, aku sudah sangat merindukannya" ucap yasmin


barra semakin yakin bahwa yasmin tak hanya menginginkannya namun juga tetap memperhatikan dan menyayangi anaknya, bahkan bukan anak kandungnya sendiri

__ADS_1


"kalau maura sudah mau dapat adik" goda barra


"mana bisa begitu mas!" yasmin bangun dan memukul dada barra secara tak sengaja


"auuuu, kenapa tak bisa? kan ada aku dan kamu!" ucap barra lagi


"jadi kapan maura kesini mas, kalau ngga aku jemput aja naik motor" ucap yasmin mengingat masanya kuliah dulu kemana-mana membawa sepeda motor kesayangannya


"no! nanti kalau sudah dapat supir baru, kamu bisa bawa maura kesini. sekarang mas mau bersiap dulu. mana sarapannya buat mas!" tagih barra


"belum buat, kan mas ditanya diam saja tadi.!" yasmin membela diri


"yang ini!" barra menarik tangan yasmin dan mencium bibir mungil yasmin dan sedikit **********


"udah kenyang, ngga usah bikin sarapan lagi" barra menyahut handuk di tangan yasmin yang masih membeku


tingkat kewaspadaanya harus diperketat suaminya bagaikan copet yang selalu menyambar setiap ada kesempatan


"dasar mantan duda mesum" umpat yasmin dan menyiapkan baju untuk suaminya pergi kekantor


ia berpamitan segera ke kantor sudah ditunggu oleh klien


"jangan lupa nanti siang ya sayang" pesan barra dan pergi meninggalkan pekarangan rumahnya


****


"selamat pagi pak, pak herman sudah menunggu diruang rapat" ucap rena setelah barra sampai di kantor


"temui dahulu sebentar lagi saya menyusul" jawab barra


ia mengambil ponsel dan menuju ruang rapat


"selamat pagi pak, terima kasih sudah menunggu" ucap barra secara profesional kepada mertuanya di hadapan kliennya


masisng-masing perwakilan perusahaan mengajukan proposal untuk kerjasama dengan perusahaan barra yang saat ini tengah menjadi perusahaan yang mulai dikenal banyak perusahaan lain di negaranya

__ADS_1


"bagaimana pak barra, apakah anda setuju dengan proposal dari kami?" tanya salah satu perusahaan


"saya akan revisi beberapa poin dan akan mengirimkan kembali pada perusahaan bapak, jika setuju nantinya kita adakan kontrak sesuai kesepakatan" barra tak mau berbasa-basi dalam berbisnis


jikan membuatnya menarik dan menghasilkan keuntungan tak perlu membuat orang menunggu lama


sementara klien yang lain meninggalkan ruang rapat karena sudah selesai. "kenapa sudah ke kantor?" tanya  pak herman melihat menantunya baru hari kedua menjadi suami anaknya sudah sibuk dengan pekerjaanya


"harusnya masih cuti pa, tapi istri tama semalam melahirkan dan mana mungkin barra tega meminta tama tetap masuk" jawab barra


menyentuh hati pak herman, ia ingat saat dulu meninggalkan istri dan anaknya karena suatu pekerjaan dan membuatnya menyesal


"lalu kapan kalian akan pergi  berbulan madu?" tanya pak herman


"setelah tama bisa handle smuanya pa, barra baru bisa tenang cuti untuk waktu yang lama" jawba barra


tak hanya membahas maslah pribadi keduanya juga melakukan kerja sama untuk kedua kalinya dalam bentuk produk yang berbeda,


hingga waktu sudah semakin siang


********



"jadi pengangguran, cobain resep baru" tulis yasmin dalam sebuah postingan akun sosial medianya


suara ponsel yasmin berdering


*hemm, iyalah aku yang masak," jawab yasmin pada suaminya


*mau makan di rumah atau di kantor?* tanya yasmin


*heemmm, iya udah aku siao-siap dulu" yasmin diminta membungkus masakannya untuk makan siang bersama suaminya di kantor sebelum menjenguk anak tama


selesai menyiapkan makan siang yasmin mengganti pakaiannya dan bergegas ke kantor suaminya yang telah ditunggu oleh supir atas perintah barra

__ADS_1


__ADS_2